My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 164


__ADS_3

Pagi hari, Natha bangun dari tidurnya, mendudukkan dirinya sebentar, mengumpulkan semua nyawanya yang entah kemana. Setelah di rasa nyawanya sudah terkumpul, Natha berdiri dan berjalan ke jendela kamar. Membuka jendela dan tirainya. Cahaya matahari menerangi seluruh ruangan kamar Natha.


Natha berjalan mengambil handuk untuk mandi, berjalan ke arah kamar mandi.


Setelah Natha selesai mandi, ia langsung memakai bajunya yang ada di dalam lemari. Ia mengambil asal, ia mengambil sweater oversize berwarna Abu dan celana hotpants berwarna hitam.


Ia turun kebawah setelah selesai memakai baju, di kepalanya masih terlilit handuk. Natha mendudukkan dirinya di meja makan, Ada Mama Lian, ada Bibi Mela, dan juga Lea.


"Abang belum bangun?" tanya Mama Lian, Natha mengangkat bahunya, ia tidak tau.


"Belum kali, Ma." jawab Natha menambil satu piring kosong dan mengisinya dengan nasi.


"Mama Minta tolong, boleh panggil abang? Suruh buat sarapan." tanya Mama Lian, sebenarnya Natha malas untuk menemui Keenan, tapi karena Mama yang meminta, mau tak au ia harus memanggil Keenan.


Natha berdiri dari duduknya, "Itu ma, taruhkan ayam panggangnya di piring ade." ucap Natha yang di angguki oleh Mama Lian.


Natha tiba di depan kamar Keenan, tanpa mengetuk, Natha langsung saja masuk ke dalam kamar Keenan.


"Ketuk dulu kek kalau mau masuk. Belum pake baju ini gue." ucap Keenan, Natha hanya menatap Keenan dengan tatapan tajamnya. Keenan hanya menggunakan handuk yang terlilit di pinggangnya.


"Sarapan." satu kata yang di keluarkan Natha, setelah itu ia langsung keluar dari kamar Keenan.


"Masih bete kayaknya tuh anak" ucap Keenan berbicara kepada dirinya sendiri.


***

__ADS_1


Kini mereka sudah selesai sarapan, Keenan juga sudah ke kampus di antar oleh Mama Lian. Bibi Mela juga sedang mengantar Lea ke sekolahnya sekalian membeli bahan dapur.


Natha hanya sendiri di dalam rumahnya, ia bingung ingin berbuat apa, mandi sudah, makan juga sudah, rumah juga sudah bersih karena pagi pagi bibi sudah membersihkan nya.


"Kiw, neng!" panggil seseorang dari depan pintu yang tak tertutup, membuat Natha yang sedang duduk santai terkejut.


"Heh, tai lo. Kapan lo kesini?" tanya Natha kepada Kate yang tiba-tiba di depan pintunya. Ya, Kate lah yang berada di depan pintu dan memanggilnya tadi.


"Gabut gue, masuk nih ya, gue. Tadi tiba-tiba kepikiran mau ke rumah lo setelah ingat kalau lo juga liburan. Terus juga motor ada, karena Tala di antar doang, makanya gue bisa ke sini." jawab Kate masuk dan mendudukan dirinya di samping Natha.


"Gue juga gabut, ini nih, yang males kalau udah liburan, bingung mau ngapain, main HP mulu bosen, jalan jalan bosen juga, bodo lah." ucap Natha menyenderkan punggungnya ke senderan sofa.


"Ini gue di rumah lo sementara gak apa kan? Di rumah gak ada siapa siapa. Bokap sama nyokap gue ke rumah bude gue." tanya Kate yang di angguki oleh Natha.


"Gak ada yang ngelarang elah, santai aja, kayak sama siapa aja." jawab Natha. Kini mereka hanya asik menonton drakor melalui youtube yng di sambungkan ke televisi agar mereka Menontonnya lebih besar dan puas.


Jam satu siang, Natha berada di dalam kamarnya memainkan HP, Kate sudah oulang dari jam sebelas tadi. Natha sedang chatting an bersama Kak Bita.


[Manieess] - Bita


[Aku udah baikan sama Keenan, hehe] - Bita


[Tadi dia udah jelasin semuanya, sama tadi waktu istirahat si cewek itu ngajak Keenan tapi Keenan nolak, haha!] - Bita


[Bagus dong, gak sia sia tadi malam aku ngomelin dia🤣] - Natha

__ADS_1


[Weh? Makasih makasih 🤣🤣🤣] - Bita


[Tapi emang Keenan juga sih yang genit, apaan udah punya cewek, malah ngurusin cewek lain.] - Natha


Masih banyak lagi chattingan Natha bersama Bita. Hingga di mana Natha merasa ngantuk dan tertidur.


/sore/


Jam empat sore, Natha baru bangun dari tidurnya, ia mendapatkan banyak notif dari hpnya.


"Apa?" tanya Natha di saat ia mengangkat telepon dari Keenan.


"Jemput dee, udah bubar" jawab Keenan minta jemput kepada Natha. "Bentar, baru bangun tidurr." jawab Natha, terdengar kekehan dari seberang sana.


"Iyadah, cuci dulu muka." ucap Keenan, Natha hanya mendehem, ia berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya setelah itu Touch Up sebentar. Setelah selesai ia langsung mengambil kunci motor dan berkendara menuju kampus Keenan.


Natha sampai di kampus, terlihat Keenan yang baru keluar dari gerbang kampus dengan Varo, waduh, Natha agak malu, tapi tak apa, ia menggunakan masker mulut.


"Eleh, tumben pake masker, nape?" tanya Keenan, Natha hanya memutarkan bola matanya.


"Udah lah, jangan bacot." jawab Natha. "Sensi amat, ya udah. Gue duluan, Varo." ucap Keenan kepada Varo.


"Ya, Hati-hati. Btw adek lo 08 berapa? Haha!" jawab sekaligus bertanya kepada Keenan.


"Kaga punya nomor HP dia, haha!" canda Keenan, Natha hanya mencubit bagian paha Keenan karena tangannya bertengker di atas paha Keenan.

__ADS_1


"Udah ah, cepet pulang." ucap Natha. Setelah itu Keenan dan Natha langsung pergi dari dpan kampus meninggalkan Varo sendirian di sana.


*****


__ADS_2