My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 122


__ADS_3

Natha memberikan nomor pribadinya ke Nazia, karena Keenan sudah selesai, ia juga sudah rapi, entahlah mau kemana? Mungkin mau jalan sama teman temannya.


"Noh, gedeg gue lama lama sama tu cewek, ngehalu nya jauh banget, katanya dia di kasih cincin sama lo, pacaran sama lo, tapi dia gak kenal gue, perasaan kalau lo pacaran selalu ngasih tau gue sama Mama, kok sekarang enggak?" tanya Natha panjang lebar, Keenan yang baru duduk mengambil alih hpnya yang tadi di tangan Natha.


"Enak aja, kapan gue pacaran sama dia, ngasih cincin ke dia, gak ada kali. Bener sih, gue temenan sama dia udah hampir lima bulan lah, itu juga dari aplikasi, tiga bulan gak pernah kasih liat wajah masing-masing. Terus karena dia ngajak ketemuan, ya udah, gue iyain aja. Dan ya, gue kenal dia, satu kampus juga, rumahnya juga deket sama Felix temen lo." jawab Keenan menjelaskan.


"Buset, korban Aplikasi telegram, gue aja baru tau kalau lo main Tele, haha! Siapa user lo? Biar bisa temenan juga sama gue." ucap Natha,


"Gak deh, males kalau sama lo, mending sama orang lain dari pada sama lo" jawab Keenan, "Dih, jahat banget, sama adek sendiri juga. Oh iya, terus, sebelum ketemuan, dia sesuai ekspetasi lo gak? Atau jauh dari ekspetasi lo?" tanya Natha.


"Gak tau, udah deh, lo mending diem. Banyak bacot lu." jawab Keenan, ia membuka layar hpnya yang di sana masih berada di dalam room chat bersama Nazia. "Lo mau kemana? Baru juga jam enam, udah rapi aja lo." tanya Natha,


"Kepo." jawab Keenan, "Lo ngasih nomor pribadi lo ke Zia?" tanya Keenan, Natha mengangguk.


"Iya, siapa tau dia mau lanjutin bacotnya ke gue, haha!" jawab Natha tertawa puas. Keenan menggeleng melihat kelakuan adeknya ini, dia menghapus semua chat Zia bersama dengan Natha tadi. Natha membuka hpnya, ia hendak menghubungi Saddam, tapi keduluan oleh Saddam yang sudah memberikan pesan chat ke Natha.


[Mau jalan jalan gak, malam ini? Kalau mau nanti aku jemput.] - Saddam


[Boleh. Aku juga gabut, nanti kalau udah otw ke rumah aku, chat aja. Aku mau mandi dulu.] - Natha


[Oke!] - Saddam


Natha mematikan layar hpnya, ia bangkit dari duduknya untuk berjalan ke arah kamar, ia hendak mandi, bersiap untuk malam ini jalan jalan bersama Saddam.

__ADS_1


***


Kini jam sudah menunjukkan jam setengah delapan malam, Natha sudah siap, ia hanya menunggu Saddam sampai di rumahnya. Sedangkan Keenan sudah dari jam tujuh tadi ia berangkat bersama Cakra menggunakan motornya.


Setibanya Saddam di depan rumah Natha, Saddam masuk ke dalam halaman rumah lalu mengetuk pintu rumah Natha.


"Natha!" panggil Saddam, Natha yang mendengar suara Saddam dari depan pintu, ia bergegas berjalan ke arah pintu tersebut untuk membukanya. Natha dan Saddam keluar dari rumah, Natha juga sudah berizin kepada Bibi Mela tadi.


Sesampainya Natha dan Saddam di tempat tujuan. Mereka sedang berada di tongkrongan yang sering Natha kunjungi bersama teman temannya. Bahkan tadi setelah sampai di sini, Natha melihat Tala bersama Jaden, mungkin mereka sedang berada disini juga.


"Di sana aja, ayo" ajak Saddam, Natha mengangguk, tempat tongkrongannya itu di dekat sungai sungai, jadi Natha dan Saddam memilih duduk tak jauh dari sungai tersebut.


"Mau pesan apa? Biar aku pesenin?" tanya Saddam, Natha melihat ke sekeliling. " Aku mau Jagung Bakar itu deh, sama es jeruk peras itu." jawab Natha, Saddam mengangguk.


"Apaan?" tanya Natha, "Lo sama siapa? Sendirian?" tanya Keenan, Natha memutarkan bola matanya malas. Padahal tadi sebelum Keenan berangkat, Natha sudah lebih dulu bilang bahwa ia akan jalan bersama Saddam,tetapi sekarang ia malah bertanya lagi.


"Sama setan gue." jawab Natha, Cakra tak bisa menahan tawanya. "Dih, emang lo berani sama setan?" tanya Keenan.


"Ya lo, ngadi ngadi aja pertanyaan. Tadi sebelum lo berangkat, gue udah bilang bukan. Kalau gue jalan bersama Saddam, lo pikun apa gimana sih? Belum juga tua." jawab Natha kesal, "Ya elah, santai aja kali. Gabung sama gue aja di sana noh mending." tawar Keenan, Natha menggeleng.


"Gak, makasih. Males gue gabung sama lo pada." jawab Natha, "Ya sudah, gue ke sana aja, bye~" ucap Keenan lalu pergi meninggalkan Natha. Tak lama kemudian, akhirnya Saddam selesai memesan, ia duduk ke tempatnya semula, hanya sisa menunggu pesanan di antarkan ketempat yang mereka duduki.


Kini, mereka asik memainkan HP mereka masing-masing. Natha lagi membalas chat dari Kate, dan Saddam yang membalas pesan dari Felix.

__ADS_1


"Misi, ini pesanan kalian ya, selamat menikmati..." ucap wanita yang membawa mapan dengan berisi dua jagung bakar dengan dua cangkir es jeruk peras.


"Makasih, mbak." ucap Natha yang diangguki oleh wanita tersebut. Natha mematikan hpnya, begitu juga dengan Saddam. Mereka menikmati pesanan mereka tadi sembari berbincang-bincang.


***


Kini jam sudah menunjukkan jam sembilan malam, mengapa mereka masih belum pulang? Karena mereka menunggu Kate ke tempat ini. Katanya mereka ingin ikut, tapi menunggu jam sembilan saja, karena Kate harus menunggu orang tuanya pulang. Sedangkan Felix, ia sudah tiba dari tadi jam setengah sembilan.


"Guy's, maaf lama." ucap Kate yang menduduki kursi kosong di samping Natha. Kate sudah memesan makanan sebelum ia duduk di tempatnya, "Tala di sana noh," ucap Natha menunjukkan tempat yang di duduki oleh Tala dan teman temannya, tak jauh dari tempat mereka.


"Lah, tadi bilangnya ke rumah Keenan." ucap Kate, "Keenan aja di sana juga, terus ngapain si Tala kerumah gue? Mau ketemuan sama Bi Mela? Haha!" tawa Natha, teman temannya juga ikut tertawa.


Tak lama, teman teman Keenan dan Tala bubar, hanya tersisa, Keenan, Tala, Jaden, dan Cakra. Mereka berjalan menghampiri Natha, sepertinya Natha tau mereka akan gabung bersamanya disini. Sungguh, Natha sangat males jika ada Keenan, jikalau mereka berdua saja tidak apa, tapi kalau bersama teman temannya. Natha tidak mau.


"Lah, disini juga lo?" tanya Tala kepada Kate yang sedang asik bermain HP. Kate menatap Tala, "Terserah gue dong, mau gue dimana kek. Asal gak bilang ke mama mau kerumah Temen eh taunya jalan sama cewek pfth!" sindir Kate, ngomong ngomong, tadi di tempat yang diduduki Keenan dan teman temannya itu ada Tiga cewek.


"Ya kalau gue bilang jujur yang ada gue dimarahin, gak kayak lo, mau lo bawa cowok kerumah aja lo gak bakal dilarang. Lah gue? Boro boro mau bawa cewek kerumah, pacaran aja dimarahin." jawab Tala yang membuat teman temannya tertawa. Kini, teman teman Keenan ikut gabung bersama di tempat Natha tadi.


Jam sudah menunjukkan jam sebelas malam, mereka semua memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Seperti awal, Natha berangkat bersama Saddam, pulang juga harus bersama Saddam. Cakra bersama Keenan, Kate dan Tala pulang dengan motornya masing masing, begitu juga dengan Jaden dan Felix.


"Bye byee~ aku pulang yaa"


...***...

__ADS_1


__ADS_2