
Kini, Natha sudah berada di rumah dengan membawa banyak paper bag. Rumah tak ada satupun orang, Pak Harto dan Lea di rumahnya sendiri, samping rumah Natha. Ia masuk ke dalam rumah, membawa paper bag tadi ke dalam kamarnya, menaruh semua di atas kasur.
Ia berbiat menggantikan pakaiannya dulu sebelum merapikan semuanya. Setelah selesai mengganti baju, ia merapikan semua berbelanjaan tadi.
Natha sudah selesai membereskan semuanya. Ia sekarang berniat untuk beristirahat sebentar lalu akan melanjutkan belajar untuk ujian besok.
Natha menghempaskan badannya ke atas kasur, ia meraih hpnya yang ia taruh di atas Nakas samping kasur. Ia ingin menyalakan musik dan menyambungkan nya ke salon bluetooth yang ada di kamarnya.
Kamar Natha jikalau pintunya tertutup rapat, akan menjadi kedap suara, jadi sekeras apapun suara musiknya, tidak akan sekeras di dalam kamar suara musiknya.
Ia menaruh kembali hpnya ke atas Nakas, Natha mulai menutup kedua kelopak matanya.
Ia tertidur setelah itu.
Dua jam berlalu, Natha terbangun, musik masih berputar, ia meraih hpnya untuk mematikan musik itu. Ia mendudukkan dirinya, mengumpulkan semua nyawanya. Sekitar lima menit Natha melamun, ia berdiri lalu berjalan ke arah pintu kamar. Ia membuka perlahan pintunya lalu keluar dari kamar, ia ingin pergi ke dapur karena merasa haus.
Ia mengambil segelas air putih dari galon, meminumnya dan setelah itu meletakkan cangkir di atas meja makan.
Natha rasa ada suara dari luar rumah, Natha berniat untuk mengeceknya.
"Udah bangun, lo?" tanya Keenan yang membuat Natha memutarkan bola matanya. Jika dia belum bangun, terus yang ia tanya itu tadi siapa? Arwah nya Natha? Aneh aneh saja pertanyaannya.
"Belum, setan ini." jawab Natha, Keenan terkekeh. Keenan tak sendiri, ia bersama dengan Bita dan Lea yang sedang bermain di halaman itu.
"Haii!" sapa Bita melambaikan tangan ke arah Natha, Natha tersenyum dan membalas lambaian tangan Bita. Natha menggunakan baju kaos putih polos lengan panjang, dengan celana putih pendek sepaha.
"Sini!" ajak Bita, Natha berjalan mendekati mereka bertiga. "Apa lo liat-liat?" tanya Natha tak senang karena Keenan menatapnya dari tadi.
"Idih, kepedean tingkat dewa." ucap Keenan membuang pandangan. Ia menghampiri Lea dan Bita yang sedang bermain masakan mini milik Lea.
"Udah lama kah, disini?" tanya Natha ke Bita, Bita mengangguk. "Sekitar satu jam yang lalu, pulang kampus." jawab Bita, Natha mengangguk paham. Mereka hari ini memang pulang lebih awal karena para dosen hari ini sedang sibuk, jadi mereka di pulangkan lebih awal.
"Oalah, aku masuk dulu deh ya? Mau makan bentar. Kamu udah makan belum? Kalau belum sekalian aja bareng." ucap Natha, "Udah tadi, makasih.." jawab Bita, Natha mengangguk lalu meninggalkan mereka bertiga di halaman rumah.
Natha berjalan ke dapur, mengambil piring, mengambil sedikit nasi dari rice cooker, mengambil dua potong ayam dan sambal dari dalam lemari.
__ADS_1
Ia mendudukkan dirinya di kursi, menaruh Piring ke atas meja lalu mengambil satu cangkir air setelah itu ia langsung memakan makanannya.
Setelah selesai makan, ia langsung mencuci piringnya lalu duduk di ruang tamu. Ia hanya memainkan hpnya untuk menunggu kisi-kisi dari guru.
Ting!
Tak lama kemudian, masuklah notif dari HP Natha, guru mengirim dokumen tentang kisi-kisi besok di grub kelas. Natha langsung mendownload dokumennya lalu membukanya sebentar.
Keenan, Bita dan Lea masuk ke dalam rumah, mereka menghampiri Natha, tapi tidak dengan Keenan, ia berjalan ke atas, sepertinya ingin ke kamar ada yang ingin di ambil.
Bita mendudukkan dirinya di dekat Natha, "Nugas, kah?" tanya Bita, Natha menggeleng, "Ini, lagi mempelajari kisi-kisi buat besok." jawab Natha memperlihatkan layar hpnya yang berada di dalam dokumen.
"Mapel apa besok?" tanya Bita, "Bahasa Indonesia." jawab Natha, Bita mengangguk. Tak lama Keenan keluar dari kamarnya, membawa laptop di tangan kanannya.
"Bang! Nitip ambilin laptop gue di atas meja belajar di kamar gue!" teriak Natha sebelum Keenan turun ke bawah, Keenan mengangguk, ia mengambil laptop Natha seperti yang Natha bilang, di atas meja belajarnya.
"Thankyou!" ucap Natha, ia membuka laptop nya dan menyalakannya. Ia menhidupkan bluetooth untuk mengirim dokumen dari HP tadi.
Mereka sibuk dengan tugas masing-masing, Natha dengan laptopnya, Keenan dan Bita dengan handphone nya.
***
Keenan telah pulang mengantar Bita, Natha masih setia duduk di ruang tamu dengan laptop dan kedua hpnya. Natha kalau belajar tak pernah sebentar, berjam-jam pun dia tahan kalau untuk ujian kelulusan.
"Istirahat dulu, nanti lanjut lagi..." ucap Keenan, Natha mengangguk tapi tak menghentikan kegiatannya untuk mengetik di laptop.
"Udah dulu..." ucap Keenan lagi sembari menutup laptop Natha. "Ih! Bentar lagi, bentar lagi, bentar aja, beneran!" jawab Natha kembali membuka laptop nya. Kerja pasrah, tapi Keenan duduk di samping Natha untuk melihat dan membantu Natha.
Pada akhirnya, ia selesai. Ia menutup laptopnya dan mematikan layar hpnya. Ia merebahkan dirinya di sofa dan menjadikan paha Keenan sebagai bantalan kepalanya. Ia memainkan HP yang satunya, ia membuka whatsapp dan membalas pesan dari teman-temannya.
//Girl's grub//
[Cok! Nanti sore ada yang gak sibuk ga?] - Gabriella
[Kenapa emang?] - Vio
__ADS_1
[Ini, gue mau minta temenin ke toko buku di kota raya itu... ] - Gabriella
[Sini, sama gue.] - Vio
[Ada yang mau ikut gak? Biar barengan?] - Vio
[Gak ada kayaknya, Vi. Kita aja dah] - Gabriella
[Ikut gue! WOE!] - Natha
[Kumpul dimana?] - Vio
[Depan komplek gue aja.] - Natha
[Lo sama siapa, ta? Sendiri?] - Laura
[Iya dah, kayaknya. Mau ikut kah? Biar gue jemput?] - Natha
[Enggak Ta, nanya doang gue 😭. Tadi udah gue sama Welly kesana.] - Laura
[Oalah oke! Tunggu depan komplek aja.] - Natha
[Iyo!] - Vio/Gabriella
"Gue mau ke toko buku sama Vio, sama Gabriella" ucap Natha kepada Keenan, Keenan belum mengangguk.
"Ikut gue, mau nyari buku sekalian." jawab Keenan, Natha memutarkan bola matanya malas. Tapi setelah itu ia berfikir, bagus dong kalau Keenan ikut, dia tidak perlu menyetir motor, cuaca juga lumayan panas.
Natha mengangguk, "Bentar mau ganti baju," ucap Natha, Keenan mengangguk.
[Keenan ikut.] - Natha
[Iya dah, gak apa.] - Vio
Natha langsung mengganti bajunya, ia mengganti menjadi celana mocca kulot, kemeja putih, dengan di lapisi cardian berwarna mocca juga. Ia turun kembali ke bawah menghampiri Keenan. Teman-temannya juga sudah otw, jadi mereka tingga ke depan komplek.
__ADS_1
"Udah, ayo." ucap Natha, Keenan mengangguk, mereka berangkat untuk ke depan komplek. Lea sudah di antar Keenan ke pak Harto karena ia mengantuk.
...***...