My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 97


__ADS_3

"Gue." jawab Natha,


"Yang lain mana? Sama siapa aja di mobil?" tanya Keenan,


"Yang lain udah pada tidur, Gue di mobil sama Kate, Gabriella, Vio, Cakra dan Gibran." jawab Natha,


"Dah gak heran gue sama si Kate, jam tujuh malam juga dia udah molor." ucap Tala, mereka tertawa bersama, sedangkan Natha hanya terkekeh karena tidak ingin membangunkan teman-temannya hanya karena suara tertawanya.


"Lo gak ngantuk?" tanya Jaden ke Natha,


"Natha ngantuk? Sejak kapan tu bocah tidur lebih awal? Pernah sih, kalo lagi kecapean aja." jawab Keenan,


"Gak ngantuk. Oh iya, Mama udah pulang?" tanya Natha, karena hari ini, mama Lian pergi ke kantor karena ada yang di urus di sana.


"Belum," jawab Keenan.


Sekitar setengah jam sudah Natha bertelponan, ia mengakhiri sambungan teleponnya. Kini ia hanya fokus menyetir mobil sembari mendengarkan musik. Jam sudah menunjukkan jam setengah sembilan malam, mereka tak kunjung sampai karena Rafa menjalankannya dengan kecepatan di bawah rata-rata, Jadi Natha hanya mengikutinya. Tapi sebentar lagi mereka akan sampai, Natha hanya menggiring mobil Rafa yang ada di depannya.


Di perjalanan, mobil milik Rafa berhenti, Natha juga ikut memberhentikan mobilnya. Teman-teman Natha yang ada di dalam mobil Cakra, semua terbangung, tak semua, Vio dan Kate tidak bangun tidur, kedua gadis itu masih setia memejamkan matanya.


"Kenapa?" tanya Cakra,


"Gak tau, mobil Rafa berhenti." jawab Natha, mereka berhenti di jalan yang sepi, hanya ada bunyi jangkrik, katak dan Belalang yang terdengar. Natha melihat Rafa dan Aksa keluar dari mobil, lantas Gibran, Cakra, Gabriella dan Natha ikut turun untuk menghampiri Kedua temannya itu.


"Kenapa?" tanya Gabriella,


"Kita salah jalan gak sih? Perasaan dari tadi gak nyampe-nyampe, sekarang aja sudah jam sembilan. Seharusnya kita jam delapan tadi sudah sampe di rumah masing-masing." jawab Rafa,

__ADS_1


"Gue juga ngerasa gitu, pertama kita jalan ke arah pantai kita tidak melewati jalan ini," ucap Aksa,


"Lo nyetir mobil, emang gak nyadar?" tanya Rafa ke Cakra, Cakra menggeleng,


"Gue ketiduran, Natha yang nyetir mobil." jawab Cakra,


"Gue cuman ngikutin mobil lo, gue pikir jalannya bener aja." jawab Natha, Rafa menggeleng, ada yang tidak beres, apa mereka salah belok?


"Lo liat google maps kan?" tanya Gabriella, Rafa dan Aksa mengangguk,


"Lo Ta? Liat maps gak?" Natha menggeleng,


"Gue gak buka maps karena kan gue cuman ngikutin mobil Rafa dari belakang, ya gak gue buka lah mapsnya. Jaringan juga gak stabil di sini, pesan gue ke Keenan gak terkirim dari tadi." jawab Natha,


"Gini aja, ini kita tetep ikutin maps, atau kita putar balik aja?" tanya Rafa,


"Putar balik," jawab Gabriella dan Aksa, sedangkan Natha, ia memilih untuk tetap ikutin arah Maps.


"Kalo kita balik arah, emang kita tau mau kemana? Tadi belokannya juga banyak 'kan?" tanya Natha balik,


"Kalo kita ngikut maps, tu jalan juga lurus doang terus keluar, belok kanan tembusnya ke rumah lo," jawab Natha menunjukkan jarinya ke depan Aksa. Teman-teman Natha kaget karena perkataan Natha, bagaimana ia bisa tau? Apa dia udah pernah lewat jalan di sini?


"Heran kan lo pada, udah cepet ikutin aja mapsnya. Nanti gue jelasin kalo udah keluar dari jalan ini." ucap Natha, mereka semua hanya mengangguk dan Langsung masuk kembali ke mobil, kini Cakra yang menyetir mobilnya. Mereka menjalankan mobil di atas kecepatan rata-rata, Natha meminta izin kepada Gabrielle agar duduk di samping Cakra. Gabrielle mengangguk saja karena ia merasa takut, Natha dari tadi sibuk memainkan kedua hpnya.


Natha berusaha menghubungi Keenan, ataupun orang rumahnya, tapi pesannya tidak dapat terkirim. Ia mencoba untuk menelpon di aplikasi telepon biasa, tapi tetap saja tidak bisa, padahal Natha baru kemarin membeli pulsa.


"Gimana? Terkirim gak, pesannya?" tanya Cakra sembari menyetir, Natha menggeleng sebagai jawabannya. Mereka masih jalan mengikuti arah maps, jam sudah menunjukkan jam setengah sepuluh malam, dan akhirnya mereka berada di jalan raya, banyak mobil dan motor yang lewat.

__ADS_1


Benar saja apa kata Natha, mereka tembus di perumahan Aksa, mereka memarkirkan mobil di pinggir jalan. Mereka keluar dari mobil, pesan yang Natha kirim untuk orang di rumahnya baru saja terkirim. Keenan, mama Lian, Bibi Mela, Pak Harto, Jaden, Tala dan Ikhsan menelpon dirinya dan juga mengirimkan banyak pesan.


"Gue heran, kita tadi jalan mana?" tanya Gibran kepada teman-temannya, Natha tak menjawab, semua mata hanya tertuju padanya.


"Lo tau dari mana? Bagaimana lo bisa tau kalo jalan tadi tembus ke perumahan Aksa? Bahkan Aksa yang rumahnya di sini aja gak tau." tanya Rafa kepada Natha,


"Lo pada beneran gak nyadar apa gimana sih?" bukannya menjawab, Natha malah balik bertanya.


"Hah?" cengo teman-temannya, Ngomong-ngomong, Kate dan Vio bangun karena merasa mobilnya berhenti di saat mereka berhenti di perjanan tadi.


"Lo pada beneran gak liat sama sekali?" tanya Natha lagi memastikan.


"Liat apa sih? Bisa to the point aja gak?" tanya Gabriella


"Gila! Tadi kita semua di tengah hutan, bego!" jawab Natha, mereka semua bingung.


Jadi seperti ini, Gabriella dan teman-temannya hanya melihat aspal dan pepohonan di pinggir jalan itu. Sedangkan Natha, ia melihat jika mereka sedang berada di tengah-tengah hutan, yang mereka jalani juga hanya tanah tanpa rerumputan.


"Hah? Lo ngelantur Ta, orang tadi jelas-jelas kita di jalan raya," ucap Gabriella,


"Terserah lo semua, mau gue jelasin sepanjang apa pun, lo semua pasti akan bilang kalo gue ngelantur! Udah lah, mending langsung pulang ke rumah masing-masing aja deh! Udah jam sepuluh malam juga, besok kita masih sekolah." jawab Natha, mereka semua hanya mengikuti apa kata Natha.


Mereka sudah sampai di rumah masing-masing, Natha sudah tiba di rumahnya, rumahnya terlihat sepi, Natha memencet bel rumahnya. Tak lama munculah Keenan yang membuka 'kan pintu rumah, Natha masuk di iringi oleh Keenan. Natha duduk di sofa panjang yang ada di ruang tamu, begitu juga dengan Keenan, ia mendudukkan diri di samping Natha.


"Kenapa tadi?" tanya Keenan, ia sudah membaca pesan dari Natha yang dikirimnya dua puluh menit yang lalu.


"Gue gak ngelantur sumpah, temen-temen gue lihatnya cuman jalan biasa, tapi gue? Gue lihatnya itu hutan liar." ucap Natha ke Keenan,

__ADS_1


"Yang lain bilang kalo kami harus putar balik arah, tapi gue ngelarangnya, kalo kami putar balik, yang ada kami bakal lebih masuk ke dalam hutan. Terus gue lihat sekeliling sama lihat google maps punya Rafa, di maps itu gue sama yang lain harus jalan terus, kami bakal nemuin jalan keluar dari hutan itu."


...***...


__ADS_2