My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 134


__ADS_3

"Kak, boleh minta user ignya gak? Dapet dare dari temen temen kak, hehe." ucap cowok yang tadi menghampiri Natha, ia menyerahkan hpnya kepada Natha.


"Elah, tau aja temen lo, mana yang cakep mana yang enggak." ujar Rafa terkekeh, "Biasa, buaya darat," jawab Cowok itu, "Kayak lo bukan buaya aja." sinis Rafa, Cowok itu tertawa kecil.


Natha mengambil hpnya dari tangan cowok tersebut, mencari username ignya lalu mengembalikan hpnya ke cowok tersebut.


"Jangan lupa folback ya kak, makasih!" ucap Cowok tersebut llu pergi kembali ketempat nya yang di sana ada teman temannya. "Keinget dulu si Keenan pernah gitu, HAHA!" ucap Cakra, Natha memandang ke arah Keenan.


"Beneran? Haha! Baru tau gue." ucap Natha juga sembari tertawa, Natha membuka hpnya di saat mendapatkan banyak notif. Bukan notif chat dari whatsapp, tapi notif dari ig, hampir dua belas orang yang memfollow dirinya. Natha memalingkan kepalanya untuk menatap cowok yang tadi meminta username ignya,


"Hehe, folback kak!" ucap salah satu temannya. Ternyata benar, yang memfollow Natha itu adalah teman teman dari cowok tadi. Natha kembali fokus ke layar hpnya untuk mem follback semua akun yang tadi telah memfollow akunnya.


"Semua temannya kah yang memfollow itu? Semuanya dua belas orang di sana." tanya Cakra, "Iya deh kayaknya, gak tau juga, haha!" jawab Natha.


"Udah jam setengah dua belas, pulang yo?" ajak Keenan, Natha dan yang lain mengangguk setuju, mereka sudah membayar makanan sedari tadi memesan, jadi mereka tingga pulang saja. Di parkiran, Natha dan Keenan memasang helm Masing-masing lalu menaiki motornya. Sedangkan Rafa dan Cakra, mereka membawa motor masing-masing.


"Gue duluan ya bro, kita beda arah soalnya." ucap Rafa, "Hati-hati!" jawab Natha yang di angguki oleh Rafa. Kini mereka melajukan motornya untuk cepat sampai ke rumah masing-masing. Natha dan Cakra satu arah, jadi mereka berbarengan, Cakra di belakang menggiring Keenan. Setelah sampai di komplek, mereka terpisah karena Natha belok ke blok F dan Cakra rumahnya di blok H.


"Duluan" ucap Keenan yang diangguki oleh Cakra. Sesampainya di rumah, ternyata mama Lian sudah pulang, Natha masuk ke dalam rumah masih menggunakan helm, sedangkan Keenan, ia masih menaruh motor ke dalam garasi.


"Bi, Mama udah tidur?" tanya Natha kepada bibi yang sedang berjalan masuk ke dalam kamarnya. "Iya nak, kata ibu kecapean." jawab Bibi Mela yang diangguki oleh Natha.

__ADS_1


"Bibi tinggal masuk ke kamar ya, nak?" tanya Bibi Mela yang diangguki oleh Natha lagi.


"Ganti baju, terus tidur, besok masih sekolah." ucap Keenan setelah masuk ke dalam rumah, ia mengunci pintu lalu merangkul pundak Natha untuk membawanya naik ke lantai atas. Setelah sampai di kamar Natha, Natha mengambil baju ganti, begitu juga dengan Keenan, ia sudah berada di dalam kamarnya masing-masing.


***


Malam berganti pagi, seperti biasa, Natha dan Keenan sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kampus dan sekolahnya masing-masing.


Setelah selesai sarapan, Natha langsung saja keluar dari rumah, berjalan ke arah garasi untuk mengambil motor milik mama Lian karena ia tak ingin telat, jadi ia memakai motor mama Lian. Motor Natha karena tadi malam di gunakan, jadi bensinnya sekarat, dan motor Aerox milik mama Lian banyak bensinnya, jadi Natha menggunakan itu saja. Motor mama Lian jarang di gunakan, jadi bensinnya selalu full dan motornya juga sedikit berdebu.


Natha telah tiba di parkiran sekolah, ia memarkirkan notornya tepat di samping pepohonan agar tidak terkena panas. Natha bercermin sebentar di kaca spion motor untuk merapikan rambutnya yang berantakan karena angin. Setelah selesai ia langsung saja pergi ke kelasnya. Semoga hari ini ia tidak akan menjatuhkan air mata lagi, ia sudah membuang masalah yang membebani nya.


"Eh? Iya?" tanya Natha bingung, "Nah kan bener, soalnya muka kakak waktu itu gak asing waktu kaka balik badan natap kami." jawabnya yang makin membuat Natha bingung.


"Oh iya kak, nama aku Dhika, kelas 1 IPA 2" ucapnya memperkenalkan dirinya, "Oh, jurusan MIPA? Aku Natha" jawab Natha membalas tangan Dhika yang terulur untuk berkenalan.


"Maaf ya kak, jadi tiba-tiba sokab gini, hehe" ucapnya takut jika Natha risih. "Gak apa kali, ya udah, aku ke kelas duluan ya, bentar lagi bel." jawab Natha yang diangguki oleh Dhika.


"Makasih ya kak" ucapnya yang dibalas senyuman dari Natha yang berjalan naik ke atas tangga.


"Ekhem, ada yang udah berani deketin mba crushnya nih." ucap teman Dhika, Abay. Masih ingat Abay? Abay yang pernah ikut gabung di kantin bersama Bintang, Natha dan Gabriella. Ternyata Dhika termasuk teman dari Abay dan Binta walaupun dia dari kelas sepuluh.

__ADS_1


"Apaan sih lo pada, udah ah, jangan ganggu gue, wlee!" jawabnya berlari ke arah kelasnya sendiri. Natha sudah sampai di kelasnya, ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kelas, betapa herannya ia setelah melihat Gibran dan Vio yang duduk di belakang tempatnya. Natha menghembuskan nafasnya kasar, sepertinya hari ini ia akan berusaha untuk menahan air matanya lagi. Pikir Natha.


Natha mendudukkan dirinya ke kursinya di samping Cakra, tetapi Cakra tidak ada, bahkan tasnya juga tidak ada. Mungkin ia masih belum datang, atau ia berjalan ke kantin dulu, biasanya sih seperti itu, temannya ke kantin adalah Rafa.


Tak lama kemudian Cakra datang, seperti nya memang beneran habis dari kantin, soalnya ia membawa keripik di tangannya. Bel berbunyi pertanda mereka akan melaksanakan jam pelajaran pertama, yaitu pelajaran Kimia.


"Hari ini jadi ke rumah lo kan, ta?" tanya Jema ke Natha yang dibalas anggukan oleh Natha sekaligus senyuman manisnya. Guru pengajar datang, mereka semua mengeluarkan alat tulis yang mereka bawa dan meletakkannya ke atas meja.


"Selamat pagi, anak anak, silahkan keluarkan semua alat tulis kalian." ucap pak Bagus kepada anak murid di kelas itu.


"Pagi, pak!" jawab anak murid di dalam kelas.


***


Waktu pelajaran kimia telah selesai, semalam tiga jam, mereka belajar kimia saja, setelah itu istirahat, Natha merasa lelah karena tak dapat menjawab soal dari pak Bagus. Bukan hanya Natha, masih banyak juga yang tidak bisa menjawab, bahkan Jema ketua OSIS juga tidak dapat menjawabnya.


"Lo ke kantin, gak?" tanya Cakra kepada Natha, Natha mengangguk lalu berdiri dengan dompet dan HP yang berada di tangannya.


"Gimana? Lo sama Gabriella?" tanya Natha kepada Cakra sambil berjalan keluar dari kelas.


...*** ...

__ADS_1


__ADS_2