My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 60


__ADS_3

"Ay, beli tas, atau sepatu, tuh, cocok buat dia." ujar Natha menunjukkan tas yang berada di rak paling atas, bergambar seperti Hulk, tetapi ada motif lainnya juga.


"Boleh juga sih, ya udah bentar," jawab Aksa, ia meraih tas itu, tetapi yang bermotif batman.


"Itu aja?" tanya Natha, Aksa menggeleng,


"Sekalian beliin alat tulisnya deh," jawab Aksa, Natha mengangguk,


"Ay, nanti besok kamu ikut, ya" ujar Aksa, Natha mengangguk. Natha berpikir, apa dia beliin juga ya, buat keponakannya Aksa? Ah okelah, Natha mengambil tiga pak buku tulis, satu pak pensil, dua batang penghapus, satu penggaris dan kotak pensil yang berhadiah gelang jam anak motif batman. Mengapa Natha mengambil yang batman? Karena ingin menyamakan dengan motif tasnya.


"Loh, haha!" Aksa menertawakan Natha, Natha yang di tertawakan juga ikut tertawa, mengapa mereka tertawa? Karena natha memakai tas anak yang bergambar Hello Kitty, lalu memamerkannya kepada Aksa.


"Ay, nih," ujar Natha sembari menyerahkan keranjang berbelanjaannya tadi, Aksa mengambil keranjang itu dari tangan Natha. Natha melepaskan tas kecil tadi, lalu menaruhnya di dalam keranjang.


"Buat siapa? Buat kamu?" tanya Aksa, Natha menggeleng,


"Buat Lea, siapa tau dia suka," jawab Natha, mereka sudah selesai berbelanja, mereka membayar semua pesanan tadi. Setelah selesai, Natha mengambil struk pembeliannya dari tangan Aksa.


"Apa apaan, kan aku yang beli, kenapa kamu yang bayar punya Lea, sama alat buku tulis tadi," ucap Natha dengan mata sinis menatap Aksa,


"Udah lah, gak apa," jawab Aksa santai,


"Enak aja, gak apa gak apa, gak mau tau, nih," ujar Natha menaruh uang sebanyak tiga ratus ribu ke saku sekolah Aksa. Aksa melihat Natha yang kabur lalu menarik lengannya, mereka berdua berjalan ke luar toko,


"Jangan bawel," jawab Aksa, ia menaruh kembali uang milik Natha di dalam tas sekolah Natha,


"Ih, kamu mah!" kesal Natha, Aksa hanya terkekeh gemas melihat sang kekasih yang sedang menekuk wajahnya.


"Udah, ayo pulang, nanti makin malam," ujar Aksa, ia membukakan footstep untuk Natha, dan memasangkan helm milik Natha, Natha menaiki motornya, lalu Aksa melajukan motornya.


***


Mereka sudah berada di depan rumah Natha, Natha turun dari motornya Aksa, meraih paper bag yang sengaja di pisah.


"Makasih atas semuanya yaaa," ujar Natha sembari tersenyum, Aksa kembali tersenyum ke arah Natha sembari mengelus pucuk kepala Natha.


"Udah, sana masuk," jawab Aksa, Natha mengangguk lalu masuk dan tak lupa kembali menutup pagar rumahnya. Aksa yang tak melihat lagi keberadaan Natha di depan rumahnya, ia langsung menjalankan motornya untuk pulang ke rumah dirinya.


"Bang, mana mama?" tanya Natha kepada Keenan yang berada di ruang tamu dengan memainkan laptopnya.


"Tadi pergi sama Pak Harto, Bibi Mela dan Lea, katanya mau beli bahan bahan dapur," jawab Keenan tanpa melirik ke Natha. Natha berjalan menaiki anak tangga, melepas helmnya, menaruhnya di dekat rak sepatu di dalam kamarnya, dan ia mengambil handuk lalu berjalan ke kamar mandi. Tak lupa ia melepaskan sepatu sekolah dan seragam sekolahnya.


Beberapa menit kemudian.


Natha sudah rapi, dengan pakaian biasa, kaos putih lengan pendek, dan memakai celana pendek sepaha berwarna hitam. Rambut yang ia cepol, lalu turun untuk menghampiri Keenan, ia ingin menanyakan sesuatu,


"Oi, Keenan," panggil Natha, tetapi Keenan tak menjawab, jangankan untuk menjawab, melirik Natha pun tidak.


"Heh gue manggil ini, jawab kek, diem diem bae," ujar Natha lagi,


"Keenan Ajendra, ini gue manggil," panggil Natha lagi,


"Panggil sekali lagi," jawab Keenan, ia menatap Natha dengan tatapan datar, sontak membikin Natha ketar ketir, Natha tau bagaimana jika Keenan sedang marah.


"Bang, hehe!" panggil Natha sembari terkekeh takut, Keenan hanya mengangkat satu alisnya,

__ADS_1


"Tadi pagi kenapa lo tiba-tiba hilang gitu aja, minimal bangunin gue kek, gara-gara lo, point gue kurang lima, telat gue." tanya Natha, Keenan melirik Natha,


"Lo lupa?" bukan menjawab, Keenan malah bertanya balik, apa apaan ini.


"Tadi pagi, gue udah bangunin lo, alarm lo bunyinya berisik banget, jadi gue matiin, terus gue bangunin lo, tapi lo tau jawaban lo apa?" ujarnya, Natha mengangkat kedua alisnya,


"Apa?" tanya Natha,


"Bentar, lima menit lagi, terus gue nunggu sampe lima menit sambil mainin hp lo, gue bangunin lagi, tapi gak bangun bangun, sampe mama yang bangunin tetep aja lo gak bangun. Jadi di biarin mama aja, haha!" jawab Keenan,


"Loh, gue gak nyadar, beneran deh, perasaan gue gak ngejawab lo deh," ujar Natha,


"Ngigo lu!" jawab Keenan lalu mengalih pandangannya kembali ke laptop.


"Bang, bantuin mikir dong, gue kuliah di mana ya?" tanya Keenan,


"KeKuliah di tempat gue aja, biar bisa berangkat bareng, jadi gak ribet," jawab Keenan, Natha memutarkan bola matanya malas.


"Males gue satu kampus sama lo, eneg gue liat muka lo mulu, gak di rumah, gak di kampus nanti, cih," Natha mendecih, Keenan melirik wajah Natha,


"Ya udah, kalo gak mau ya terserah lo, gue juga gak maksa, lagian tadi lo juga yang nyuruh buat gue milihin kampus yang-" belum sempat Keenan menyelesaikan ucapannya dipotong oleh Natha,


"Iya iya bawel, masih lama lagi juga buat gue lulus," jawab Natha, ia terkekeh, merebahkan badannya di sofa dan menjadikan paha Keenan sebagai bantalan kepalanya. Keenan tak menggubris Natha, sekarang ia kembali fokus ke arah laptopnya untuk menyelesaikan tugas kampusnya.


Natha memainkan hpnya, seprti biasa, chatan sama pacar. Tetapi setelah melihat notif dari grub sekolah, Natha membuka notif itu, yang di sana tertuliskan,


[Anak-anak, ibu dan bapak guru mengadakan perkemahan, pada tanggal sepuluh mei, para siswa siswi dalam satu kelas harus ada maksimal sepuluh orang dan minimal lima orang, mengikuti perkemahan itu. Jika ada pertanyaan, silahkan di tanya] - Ibu Wakil kepala sekolah


[Yang tidak ikut pramuka boleh ikut juga bu?] - Siswa


[Yang ikut, nanti di catat kepada ketua kelas lalu di serahkan ke ibu, ya] - ibu


Natha memikirkan ikut apa tidak, ia menchat temannya di grub mereka,


[Lo pada ikut ga?] - Natha


[Ya gue ikut lah, kan osis, gue nanti jadi pembina lo pada, kalo lo pada ikut sih,] - Laura


[Pramuka sama Osis kan yang jadi pembinanya?] - Cakra


[Iyalah, lo juga wajib ikut, kan lo ikut ekstrakurikuler pramuka sama Rafa] - Gabriella


[Lo masih ikut pramuka gak sih, Gab?] - Natha


[Masih kok, cuman jarang hadir aja kalo lagi latihan, haha!] - Gabriella


[Ikut aja gak sih guys, biar rame, jarang-jarang tau kita kemping gini.] - Laura


[Gue sih pengen ikut, cuman bolehin atau gak ya, sama mama dan Keenan] - Natha


[Bujuk lah, rame tau ih, gue jadi pembina sih, tapi semoga aja gue jadi pembina lo, Ta] - Gabriella


[Ikut aja ay, nanti aku izin sama bunda, Vio juga ikut, nih bocahnya lagi males buka hp katanya, tau-tau aja lah yaaa] - Aksa


[Iya bentar aku tanya Keenan] - Natha,

__ADS_1


Natha mematikan layar hpnya, mendudukkan dirinya menghadap Keenan,


"Bang, gue boleh ikut kemah gak? Tanggal sepuluh nanti, hari sabtu," tanya Natha,


"Sama siapa aja?" tanya Keenan


"Aman, sama guru guru juga kok, lagian ini acara sekolah, boleh ya?" tanya Natha lagi,


"Terserah, izin sama mama aja nanti, bolehin apa enggak," jawab Keenan, Natha mengangguk, ia meraih bantal sofa lalu menaruhnya diatas pahanya. Keenan menutup laptopnya, sekarang berganti, Keenan yang merebahkan badannya disofa dan merebahkan kepalanya di atas bantal yang ada dipahanya Natha.


"Bentar-bentar, gue benerin dulu," ujar Natha, Keenan kembali mendudukkan dirinya, menunggu Natha membenarkan kakinya. Setelah benar, ia kembali merebahkan dirinya seperti posisi tadi.


***


Di halaman rumah, ada bunyi mesin mobil yang masuk ke dalam garasi, Natha mengintip di tirai yang ada di belakang sofa. Itu adalah Mama Lian dan yang lainnya, Natha melihat wajah Keenan yang tertutup tangan dirinya sendiri, ternyata Keenan tertidur, Natha tersenyum, sepertinya Keenan sangat kelelahan sampai-sampai tertidur seperti ini, ia padahal jarang untuk tidur lebih awal.


Tiba-tiba pintu rumah terbuka, karena pintu tak di kunci oleh Natha, Mama Lian tersenyum melihat ke-dua anaknya yang duduk di sofa, Mama Lian menghampiri dua anaknya itu,


"Tidur?" tanya Mama Lian lirih, Natha mengangguk,


"Mama tinggal ke dapur dulu ya, mau bantuin bibi masak buat makan malam." ujar Mama Lian, Natha mengangguk, Mama Lian berjalan ke arah ruang tamu, lalu mengambil barang berbelanjaan mereka tadi untuk di taruh di lemari.


Natha tak tega melihat wajah Keenan yang kelelahan, jadi ia tak ingin membangunkan Keenan. Natha berbicara kepada Mama Lian,


"Ma, hari sabtu nanti ada acara kemping dari sekolah, Natha boleh ikut gak?" tanya Natha kepada Mama Lian,


"Siapa aja temen kamu yang ikut?" tanya Mama Lian,


"Banyak kok ma, temen Natha yang sering ke sini, juga ikut," jawab Natha,


"Ya sudah, boleh, tapi ingat, jangan memencar sama tim atau teman kamu ya," pesan Mama Lian


"Oke maa, makasih" jawab Natha, ia membuka layar hpnya untuk mengabari temannya,


[Weh, gue di bolehin ikut nih, jadi lo pada ikut gak?] - Natha


[Gue ikut,] - Gabriella


[Iyalah, kan lo pembina sama Laura, Cakra, dan Rafa gimana sih] - Natha


[Aku sama Vio ikut, di beri izin sama bunda juga] - Akaa


[Gib, lo ikut gak?] - Rafa


[Tau nih, gak ada nongol dari tadi, kemana lo?] - Cakra


[Ikut, tadi gue udah izin sama Ayah] - Gibran


[Yash, semua sudah ikut kan, widih, gak sabar gue] - Laura


Natha tak menimbrung lagi di grub itu, ia sekarang sedang telp bersama Aksa.


"Ay, tau gak, tadi Vio...."


...***...

__ADS_1


__ADS_2