
"Dadah, gue duluan, Bang!!" ucap Natha lalu pergi dari rumahnya untuk menuju ke sekolahan. Sesampainya Natha di sekolah, di sana sudah banyak murid-murid berbaris, upacara sebentar lagi akan di mulai. Karena ia tak ingin ke kelas menaruh tasnya, jadi ia menitipkan tasnya di pos pak satpam saja. Ia berjalan ke barisan kelasnya, ia berdiri bersampingan dengan Vio.
"Untung gak telat lo, telat dikit mampus lo berdiri di depan sana," ucap Vio, Natha tak memperdulikan ucapan Vio, ia memasang topinya.
Mereka memulai upacara, pagi hari dengan cuaca yang lumayan panas. Saat mereka istirahat di tempat, guru sedang memberikan amanat untuk anak muridnya, Dera, pingsan tepat di depan Natha, Natha yang tau bahwa Dera yang dari tadi berdiri sempoyongan dengan cepat menahan badannya. Para PMR bergegas mengangkat Dera dengan menggunakan tandu untuk di bawa ke UKS.
Mereka melanjutkan upacara hingga selesai, setelah selesai, mereka di bubarkan dan masuk ke dalam kelas masing-masing. Natha tanpa berbicara apapun, ia langsung meninggalkan teman-temannya di lapangan, ia berjalan ke arah pos satpam untuk mengambil tasnya lalu pergi ke kelasnya.
"Natha kenapa?" tanya Gabriella kepada Vio, karena dari tadi di perhatikan, sikap Natha seperti berubah, biasanya ia selalu berjalan berbarengan ke arah kelas, hari ini tidak.
"Gak tau, gue ada salahkah?" tanya Balik Vio, Gabriella menaik turunkan bahunya.
'Apa karena kemarin?' batin Vio berucap. Ia sempat bengong sebentar lalu pundaknya di tabok oleh Laura,
"Jangan bengong, entar kesambet tau rasa lo!" ucap Laura, mereka berjalan menyusul Natha ke kelas. Mereka di beri waktu sepuluh menit untuk istirahat dan membeli minuman. Teman-teman Natha berjalan ke arah Kelas IPS 2, kelasnya Natha, tetapi Natha tak ada di kelas itu.
Di lain tempat, Natha sedang berada di kelas MIPA 2, kelasnya Zeze dan Mecca, ia kesini tanpa di ketahui teman-temannya.
Setelah bel berbunyi, pertanda jam pelajaran pertama telah di mulai, Natha kembali ke kelasnya, mendudukkan diri ke tempatnya.
"Dari mana?" tanya Vio,
"Kelas Mipa." jawab Natha singkat, tanpa melihat ke arah Vio. Vio membalikkan kepalanya agar menatap dua temannya di belakang,
"Dari mana?" tangmya Cakra tak bersuara tapi dapat di ketahui oleh Vio, ia melirik Natha sebentar lalu kembali melihat ke arah dua teman di belakangnya.
"Kelas mipa." jawab Vio juga tak bersuara. Guru pengajar telah datang, mereka menyiapkan alat tulisnya di atas meja.
***
Jam istirahat telah tiba, kini mereka hendak bersiap pergi ke kantin, tapi tidak dengan Natha, ia dari tadi menolak, kenyang lah, gak ingin ke kantin lah, alasannya banyak di saat teman-temannya mengajaknya ke kantin. Ujung-ujungnya teman-temannya hanya mengangguk, karena Natha hanya menitip minuman teh kotak. Kini di dalam kelas Natha ada beberapa murid dan juga dirinya bersama Aksa.
__ADS_1
Natha dari tadi fokus ke hpnya, ia dari tadi berada di aplikasi whatsapp, entah siapa yang sedang di chatnya, pikir Aksa.
"Ay, kamu kenapa?" tanya Aksa, ia bingung dengan sikap Natha yang sekarang. Sebenarnya tak hanya satu atau dua kali Natha seperti ini, bahkan sering, tapi tidak sampai mendiamkan dirinya dan teman-temannya. Biasanya hanya mendiamkan teman-temannya tetapi Aksa masih di respon dan ia juga fokus ke Aksa tanpa bermain hp. Tapi sekarang tidak, ia hanya bermain hp.
Ketika Aksa bertanya, Natha hanya menjawab seperlunya, entah apa yang di pikirkan Natha sekarang. Apa yang membuatnya seperti ini? Pikir Aksa.
Sesampainya teman-temannya di kelas, mereka duduk mendekati Natha, mereka semua merasa jika Natha tak seperti biasanya.
"Ini, titipan lo," ucap Gabriella sembari menaruh teh kotak ke atas meja Natha.
"Makasih," ucap Natha lalu meminum teh itu, di kelas Natha terasa hening, padahal jam istirahat.
'Apa Natha sudah tau tentang cewek yang kemarin jalan sama Aksa?' batin Gabriella,
'Jangan sampai pertemanan kita hancur, gue gak mau itu terjadi.' batin Vio
'Dia udah tau tentang Debby dan Aksa?' batin siapa yang berucap seperti ini?
"Lo pada kenapa diam-diaman gitu?" tanya Natha membuka suara,
"Gue gak apa, cuman lagi gak mood aja." jawab Natha sembari mengambil benda pipih yang berada di atas mejanya.
"Lo mau kemana?" tanya Laura di saat Natha berdiri dari duduknya,
"Bentar, mau jawab telpon dari Keenan." jawab Natha, sebenarnya yang menelponnya bukan Keenan melainkan Kate. Ia keluar dari kelas dan berdiri di depan pagar kelas,
"Apa?" tanya Natha di saat telponnya tersambung.
"Gue pengen pindah sekolah, ke sekolah lo aja anjir," jawab Kate,
"Lo nelpon gue cuman mau bilang kayak gitu?" tanya Natha,
__ADS_1
"Hehe! Pengen pindah sekolah," jawabnya dengan rengekan,
"Jangan sih saran gue, bentar lagi juga lulus, nanti ngampus kan kita bareng juga." jawab Natha,
"Oh, iya juga, ya udah deh, makasihhhh" ucap Kate, Natha hanya berdehem,
"Gue tadi ketemu Debby di toilet sama temennya, dan gue sempat dengar dia nyebut nama Aksa." ucap Kate,
"Terus?" tanya Natha
"Gue gak tau apa yang di bicarain mereka berdua, tapi intinya dia nyebut nama Aksa, gitu doang." jawab Kate, Natha hanya menjawab 'ya ya ya ya' lalu memutuskan sabungan telponnya.
Natha kembali masuk ke dalam kelas, di dalam kelas lumayan banyak siswa-siswi yang sudah balik dari kantin. Natha duduk di tempatnya, dan di sampingnya ada Aksa yang duduk di tempatnya Vio.
Aksa memainkan hpnya, entah ia sedang membuka apa, tapi dilihat dari wajahnya, ia sedang menahan senyuman. Natha menaruh hpnya di atas meja dan mengambil hp satunya yang sengaja ia bawa hari ini, tapi ia mengambil hp itu secara diam-diam agar tak ada yang tau.
Hpnya ia buka layarnya dari dalam tas, tak di keluarkan dari tas miliknya, ia hanya melihat layar depannya yang di sana terdapat notif whatsapp dari Kate dengan nomornya yang kedua.
Bell sekolah berbunyi, keempat temannya hendak pergi ke dalam kelasnya. Sebelum pergi Aksa mengusap rambut Natha lembut, yang di usap hanya tersenyum lalu Aksa berucap.
"Aku ke kelas yaa," ucap Aksa, Natha mengangguk lalu Aksa pergi.
***
//pulang sekolah//
Natha dan teman-temannya sudah berada di parkiran sekolah.
"Mau kemana nih?" tanya Aksa,
"Gak tau, gue ngikut aja, mumpung di rumah gak ada siapa-siapa." jawab Gabriella,
__ADS_1
"Gue gak bisa, maaf ya, ada urusan."
...***...