My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 71


__ADS_3

"Ini cantik nih, yang ini aja bang, keknya cocok buat Mama." ucap Natha sembari menunjuk ke arah heels berwarna putih, Keenan mengangguk,


"Cari yang lain aja, kayaknya mama gak bakal suka yang kayak gitu, kalo lo mau ambil aja, nanti gue yang bayar," jawab Keenan,


"Beneran nih yaa?" tanya Natha,


"Iyaaa," jawab Keenan. Natha mengambil heels itu dan menyerahkannya kepada kasir sepatu di situ, Natha membayar dengan kartu ATM milik Keenan. Natha menenteng paper bag yang berisi heels di belinya tadi, Natha dan Keenan kembali mencari sendal yang cocok untuk mama Lian.


"Nah, Ta, yang ini aja gak sih? Bagus nih cocok juga sama mama," ucap Keenan Natha mengangguk, Keenan mengambilnya dan juga membayarnya,


"Kenapa gak sekalian aja tadi ya?" tanya Natha,


"Lupa, haha!" tawa Keenan lepas begitu saja.


Mereka sudah membeli sepatu, mereka kembali berjalan di mall itu, mereka sampai di tempat jual tas, mereka masuk ke dalam toko tas terdebut. Memilih milih untuk Mama Lian, mereka mencari hingga ketemu dengan tas yang cocok untuk Mama Lian.


Sekitar satu jam lebih mereka berbelanja dan bermain di mall itu, mereka memutuskan untuk pulang.


"Lo belum makan 'kan?" tanya Keenan, Natha mengangguk.


Keenan berhenti menjalankan mobilnya, ia mematikan mesin mobilnya dan mengajak Natha turun dari mobil. Natha mengikuti Keenan, mereka berhenti di pinggir jalan yang ada warung makan sederhana. Natha kenal banget sama tempat ini, dulu ia pernah makan bersama di sini, dengan Papa, Mama, Keenan dan juga dia. Natha teringat akan hal itu, tapi setelah itu, ia menatap wajah Keenan,


"Kenapa? Ayo duduk, terus pesan apa yang lo mau," ucap Keenan Natha mengangguk, ada pelayan di warung itu untuk bertanya kepada Natha dan Keenan ingin memesan apa.


"Kak, mau pesan apa?" tanya Pelayan itu sembari menyerahkan menu makanannya, Natha dan Keenan melihat-lihat,


"Ayam lalapan bagian dadanya, dua porsi," jawab Natha, Pelayan itu mengangguk,


"Minumnya kak?" tanya pelayan itu lagi,


"Es sirup aja, dua," jawab Natha, pelayan itu kembali mengangguk lalu pergi. Natha menyenderkan kepalanya di pundak Keenan, Keenan yang tau bahwa adeknya ini sedang lelah, jadi ia hanya membiarkan saja. Sebenarnya jika Natha tak kelelahan, Natha juga tak ingin bersandar di bahu Keenan entar yang ada di bilang pacaran sama orang yang tak di kenal.


Natha sudah sering mendengar ucapan 'kalian pacaran ya, aduh, cocok banget, mirip lagi' jadi dia sudah terbiasa, dulu ia hanya tersenyum malu lalu berucap 'dia kakak saya'. Kalo di ingat-ingat masa-masa dulu jadi malu sendiri, sampai ia tak sadar ia senyum senyum sendiri dari tadi.


"Stress lo? Senyum senyum gak jelas dari tadi, siapa yang lo senyumin?" ujar Keenan karena melihat wajah Natha dari pantulan layar hpnya.


"Gak kok, gak ada, hehe!" jawab Natha dengan menegakkan badannya yang tadinya bersandar. Tak lama kemudian pesanan mereka datang,


"Ini kak, selamat menikmati," ucap pelayan itu, menaruh makanannya ke atas meja Natha dan Keenan lalu pergi.


"Aih, gue udah lama gak makan di sini," ucap Natha yang langsung mengambil piringnya yang sudah terisi nasi dan ayam lalapan itu.


"Gue sih sering, pulang ngampus," jawab Keenan,


"Yee, ngapa gak beliin gue juga dah," ucap Natha,


"Gak, males," jawab Keenan, Natha hanya memutarkan bola matanya malas, mereka memakan makanannya Masing-masing hingga selesai, membayarnya lalu pulang.

__ADS_1


Sesampainya mereka di rumah, mereka masuk ke dalam rumah, yang di dalam hanya ada Bibi Mela, Lea dan Mama Lian, siapa lagi kalo bukan mereka bertiga di dalam rumah jika tak ada Keenan dan Natha.


"Ma, ini buat Mama, dan ini buat Bibi," ucap Keenan menyerahkan masing-masing dua paper bag.


"Apa ini nak, ndak usah lah," tanya Bibi Mela sembari menyerahkan kembali kepada Keenan,


"Eits, gak boleh di tolak bi, kan kata bibi juga, rezeki gak boleh di tolak," jawab Keenan lalu pergi dari hadapan Mama Lian dan Bibi Mela.


"Makasih ya, nak," ucap Bibi Mela dan menaruh paper bag itu di dekatnya tanpa membuka paper bag itu.


"Makasih, ya," ucap Mama Lian, Natha dan Keenan mengangguk, mereka kembali ke kamar masing-masing.


"Kami ke kamar ya ma, mau tidur," ucap Keenan lalu di angguki oleh Mama Lian. Seperti biasa Natha mengganti baju, mencuci wajah, mematikan lampu dan merebahkan badannya untuk tidur.


***


//pagi hari//


Hari ini Natha tidak masuk sekolah karena kelelahan, ia juga sudah meminta izin kepada wali kelasnya. Ia mencuci wajahnya lalu pergi ke lantai bawah untuk sarapan bersama,


"Makan dulu, nanti minum obatnya," ucap Mama Lian, Natha mengangguk, ia duduk di samping Keenan, meraih piring lalu menaruh nasi ke atas piring kosongnya. Baru saja ia mau menyodorkan satu sendok nasi ke dalam mulutnya, tapi ia di kejutkan dengan Keenan yang memegang jidat Natha dengan tangan kanannya.


"Hangat," ucap Keenan lalu menjauhkan tangannya di jidat Natha. Natha tak ambil pusing, ia sudah pusing, ia melanjutkan sarapannya hingga selesai, tak ada sisa di atas piringnya. Setelah selesai, ia meminum pil obat agar pusingnya berkurang. Natha sekarang berada di dalam kamarnya sendiri, Mama Lian dan Keenan sudah berangkat.


Ia hanya berdiam diri di dalam kamar, karena ia masih merasa ngantuk, jadi ia memutuskan kembali tidur di kamarnya.


/grub mereka berdelapan/


[Natha, sakit apa lo?] - Gabriella


[Weh, nanti kami pulang sekolah mau ke rumah lo] - Laura


[Karena kemarin kecapean ya?] - Vio


[Cuman kecapean, gitu doang heboh lo pada] - Natha


[Ya lo tiba-tiba gak masuk, terus wali kelas masuk ngasih surat lo kalo sakit] - Gabriella


[Gak mau tau, kami nanti pulang sekolah ke rumah lo] - Laura


[Iya-iya] - Natha


Setelah membalas itu, Natha kembali membalas pesan dari Aksa yang dikirim lewat pribadi.


[Kamu sakit apa? Udah minum obat?] - Aksa


[Nanti pulang sekolah kami ke rumah kamu] - Aksa

__ADS_1


[Masih tidur ya] - Aksa


[Ya udah, aku mau upacara dulu, dadah] - Aksa


[Aku cuman kecapean ay] - Natha


[Udah minum obat kok tadi, ini udah lumayan] - Natha, lalu ia memberi foto wajahnya kepada Aksa.


Ia berjalan ke lemari untuk mengambil baju, Natha mengambil baju stelan berwarna abu-abu muda. Lengan pendek, celana pendek sepaha, ia memakainya lalu mendudukkan diri di meja hias untuk membenarkan rambunya.


Setelah selesai, ia berjalan keluar dari kamarnya, jam juga sudah menunjukkan jam dua belas siang. Natha berjalan menuju balkon rumahnya sembari membawa laptop dan hp di tangannya, ia mendudukkan dirinya di kursi, menaruh laptop dan hpnya di atas meja di depan kursi.


Ia kembali masuk untuk mengambil minuman dan makanan, mengambil cola di dalam kulkas dan mengambil cemilan di dalam lemari makanan, lalu ia membawa kembali ke balkon. Ia ngemil sembari menonton drama korea di laptopnya.


Tak terasa, jam sudah menunjukkan jam tiga sore, Natha masih setia menonton drakornya. Tak lama kemudian ada Keenan yang tiba-tiba berada di ambang pintu balkon. Natha memandang Keenan seakan-akan bertanya 'apa?' Keenan hanya menggeleng lalu mendudukkan dirinya di samping Natha.


"Tumben pulang lebih awal, udah gak ada kelas?" tanya Natha, Keenan mengangguk, ia mengambil kaleng cola milik Natha, tapi setelah itu ia kembali menaruhnya di atas meja, Natha tertawa keras di samping Keenan.


"Ambilin lagi deh, bang, gue masih haus," ucap Natha,


"Dih, gak, gue mau mandi," jawab Keenan lalu pergi dari balkon. Natha berdiri dari duduknya lalu pergi ke dapur mengambil minuman untuk dirinya sendiri. Natha melihat di dalam kulkas ada nugget, perasaan tadi pertama ia mengambil cola, tidak ada nugget di dalam sini. Kok tiba tiba-tiba ada? Apa milik Keenan? Entah, Natha ingin mengambil nugget itu, tapi nanti saj jika Keenan sudah selesai mandi.


***


Sekarang sudah jam setengah lima sore,Aksa dan yang lainnya sudah berada di rumah, mereka sekarang lagi berada di ruang tamu. Keenan di dalam kamarnya, Bibi Mela sedang jalan sore bersama Lea. Mereka asik berbicara, tak lama kemudian ada suara laki-laki yang memanggil nama Keenan di depan rumah. Natha berjalan ke depan pintu rumah untuk melihat siapa yang memanggil Keenan, ternyata itu adalah, Jaden, Gentala, dan Ikhsan.


"Ada Keenannya gak, Ta?" tanya Tala, Natha mengangguk,


"Masuk aja, dia di dalam kamar, gue panggilin," jawab Natha menyuruh Gentala dan temannya untuk masuk ke dalam rumah.


"Bentar ya, gue mau menggilin Keenan," ucap Natha kepada teman-temannya,


"Bang, ini kak Gentala sama yang lain di bawah, nungguin lo," ucap Natha berteriak dari tangga, Keenan keluar dari pintu kamarnya, ia melihat tiga temannya di ruang tamu sedang berdiri.


"Sini," panggil Keenan, mereka bertiga berjalan menaiki anak tangga untuk pergi ke kamar Keenan. Natha berjalan menuruni anak tangga, lalu kembali duduk di samping Aksa.


"Salah satu di situ ada mantan kamu kan?" tanya Aksa,


"Paan si? Udah, jangan nyari ribut," jawab Natha, teman-temannya yang awalnya berisik jadi terdiam karena mereka berdua.


Jam sudah menunjukkan jam enam sore, teman Natha memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


"Ta, makasih ya, kami pulang dulu," ucap Gabriella, Natha menganggu


"Hati-hati," jawabnya, sekarang hanya tertingga Aksa, dan Cakra, tapi Cakra sekarang berada di dalam kamar Keenan.


"Langsung masuk ke kamar aja, Bibi Mela belum pulangkan?...."

__ADS_1


...***...


__ADS_2