
Semua murid di sekolah SMA 1 sedang istirahat, Natha dan Vio bertemu di halaman belakang seperti yang di janjikan.
"Gue....mau minta maaf atas sikap gue ke lo, gue tau itu nyakitin hati lo, pake banget. Gue juga gak yakin lo mau maafin gue, gue bener-bener nyesel banget. Gue salah, lo mau maafin gue gak? Lo masih mau temenan sama gue gak? Kalau lo gak mau maafin sama lo gak mau lagi temenan sama gue, gue gak apa. Asal gue udah minta maaf sama lo. Sekali lagi, maaf, ya." ucap Vio membuka suara.
"Gue juga udah minta maaf sama Gabriella, dia sempet emosi, tapi setelah itu dia maafin gue. Lo? Mau maafin gue?" sambung Vio.
Natha maafkan saja? Atau tidak? Ahh, maafkan saja lah. "Iya, gue udah maafin lo dari lama." jawab Natha.
"Masih mau berteman?" tanya Vio, Natha mengangguk. Kedua gadis itu kembali berteman dengan mudahnya, walau masih ada rasa canggung sedikit. Kini mereka sedang berada di kantin, ada yang asik makan, dan ada juga yang hanya membeli minum lalu main HP, itu Natha.
Dia sudah kenyang, jadi ia tak ingin makan lagi, makanya ia hanya membeli minuman, tak hanya Natha, Laura yang duduk di samping Natha juga sama. Ia hanya membeli minum dan memainkan hpnya juga.
Sekitar lima belas menit, mereka sudah selesai makan. Mereka langsung saja berjalan ke atas untuk kembali ke dalam kelasnya, karena lima menit lagi akan berbunyi bel yang tandanya jam istirahat akan habis.
"Kami ke kelas langsung aja ya, bentar lagi bel ini." ucap Laura, Natha mengangguk. Kini mereka sudah berada di kelas masing-masing, bel juga sudah berbunyi, Cakra dari tadi fokus memainka game MLnya, karena kelas Natha sedang jamkos. Gurunya sibuk untuk acara minggu depan, Natha juga di beri tahu oleh Laura, karena dia OSIS.
Acaranya akan di sampaikan pada hari sabtu nanti, Natha tak perlu menunggu hari sabtu, ia sudah tau lebih awal.
***
"Woi! Tungguin gue! Jangan lari lo!" teriak Natha berlarian mengejar Aksa yang mengambil kedua hpnya, Natha lelah mengejar Aksa, langkahnya lebih besar dari pada Natha.
"Woi! Balikin HP gue, agh!! Cepet sini!!!" kesal Natha, Aksa hanya tertawa, begitu juga dengan teman-teman nya yang sedang melihat mereka berdua. Jam sudah menunjukkan jam setengah lima sore, mereka sudah pulang, tadi Natha di saat mengambil buku di kelasnya Zeze, Si Aksa malah mengambil hpnya di dalam kelas setelah bel. Natha balik malah gak ada lagi hpnya, dan pelakunya adalah Aksa. Awalnya ia tidak mengakui, tapi setelah itu ia tertawa, Natha mengejarnya hingga kewalahan.
"Aksa, bego. Gue mau nelpon Pak Harto!! Siniin woi!" teriak Natha, ia belum menelpon pak Harto untuk menjemputnya. Niat Aksa mengambil HP Natha agar Natha tak menelpon Pak Harto dan Natha ikut dia saja pulang, jadi Aksa mengantarkan Natha.
"Gak mau, kecuali kamu pulang sama aku, baru ku kembaliin, wle!" jawabnya menjulurkan lidah ke arah Natha.
"Lah, mana bisa gitu, maksa itu namanya, udah ah, siniin bego. Kalau lo gak mau balikin ya udah, bawa noh HP gue, gak tau juga lo sandinya. Udah lah, bye!" ucap Natha kesal, ia melenggang meninggalkan teman-teman nya yang asik tertawa dengan Aksa yang panik karena Natha ngambek.
"Eh eh eh, bercanda doang, nih nih, jangan ngambek dong!!!" ucap Aksa menyerahkan HP Natha, "Ck! Dari tadi kek." jawab Natha, ia langsung membuka layar hpnya dan mencari nomor Pak Harto untuk menjemputnya. Tapi setelah itu, ada Notif whatsapp dari Keenan.
[Keluar sini, gue udah nungguin dari tadi. Pulang sama gue aja, pak Harto lagi nganter berkas-berkas mama.] - Keenan
[Oh, oke bentar, ini mau turun.] - Natha
[Iya, gue di dekat gerbang.] - Keenan.
"Weh, gue duluan ya? Keenan udah nungguin dari tadi rupanya. Bye!" ucap Natha berlari ke lantai paling bawah, ia tadi berada di lantai ke dua.
"Yah, hahaha! Kasian amat lo, udah di tungguin abang kesayangan nya noh! Hahaha!!" ehek Vio menertawakan Aksa.
"Dih, udah lah, ayo pulang. Lo juga! Entar kalo sampai rumah lo gak ada, gue yang kena marah sama Bunda!" jawab Aksa kepada Vio yang masih tertawa gelak.
__ADS_1
"Udah lama ya? Nungguin gue?" tanya Natha kepada Keenan di saat ia sudah sampai di depan gerbang. "Enggak juga, tadi gue sampai sini, bel bunyi." jawab Keenan, Natha mengangguk, ia menaiki jok motor belakang Keenan.
Mereka pergi dari lingkungan sekolah, mereka jalan menuju ke arah rumahnya.
Setibanya di rumah, Natha dan Keenan langsung saja masuk ke dalam kamar masing-masing untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya.
//tiga puluh menit kemudian//
Natha keluar dari kamarnya, ia menggunakan baju kaos crop hitam lengan pendek dengan celana jeans pendek sepaha berwarna putih. Di kepalanya terlilit dengan handuk, rambutnya masih agak basah, dan ia juga males ingin menggunakan hairdryer.
"Anjay, rapi bener, mau kemana?" tanya Natha di saat melihat Keenan yang sedang duduk di ruang tamu dengan pakaian yang rapi. Kemeja putih lengan pendek, celana jeans hitam.
"Jemput cewek ya? Haha!" sambung Natha bertanya, Keenan menggeleng.
"Gue gak punya cewek. Gue mau ke kampus, di kampus gue ngadain layar lebar, nonton film horor gitu, di buka untuk umum." jawab Keenan.
"Wih, seru, boleh ikut kaga? Hehe!" tanya Natha, Keenan mengangguk mengiyakan pertanyaan Natha.
"Pakai baju yang ini aja deh ya? Males ganti baju lagi." tanya Natha,
"Terserah, masih lama juga, nanti sekitar jam setengah tujuh otw." jawab Keenan, Natha mengangguk. Masih lama juga, jadi nanti saja lah ia bersiap, ia juga tak lama untuk berdandan.
Sekitar jam enam, Natha langsung saja bersiap, ia tak mengganti bajunya, karena kata Keenan, ia menggunakan mobil juga, soalnya mereka pergi bareng Cakra, Ikhsan, Jaden, Tala, dan satu lagi Kate. Karena Natha yang mengajaknya, ia tak ingin hanya dirinya perempuan, lagi pula Keenan mengizinkannya.
"Udah?" tanya Keenan, Natha mengangguk, Keenan mengenakan sepatu putih polosnya lalu langsung saja berangkat, ia sudah ber izin kepada Bibi Mela. Merek bertemu di rumah Tala, karena di sana mereka sudah berkumpul.
Sesampainya mereka di rumah Tala, Natha dan Keenan langsung saja turun dari mobil, merek masuk ke dalam rumah Tala.
"Mana Kate?" tanya Natha, "Di kamarnya, samperin aja." jawab Tala, Natba mengangguk, ia berjalan ke arah kamar Kate yang pintunya sedikit terbuka, ia mengetuk terlebih dahulu baru ja membuka pintunya setelah itu masuk.
"Crop hitam lengan pendek gue di cuci, gue cuman punya satu, jadi make yang lengan panjang aja." ucap Kate, Natha mengangguk.
Kate sudah siap lalu kedua gadis itu keluar dari kamar. Kedua gadis itu menggunakan baju yang couple, "Janjian kayaknya ni bocah dua." ucap Tala.
"Iyalah, serab gue dong, sirik ae lo." jawab Kate.
"Punya adek minus akhlak ya gini. Udah lah, ayo kita otw." ucap Tala, mereka akhirnya masuk ke dalam mobil.
Posisi mereka.
Keenan nyetir, di samping Keenan adalah Tala
Jaden \> Cakra \> Ikhsan
__ADS_1
Natha \> Kate
Begitulah kira-kira posisi duduk mereka.
//tiba di kampus//
Sesampainya di kampus Keenan, di sana banyak motor dan mobil, ramai orang jualan dan orang yang menunggu untuk menonton layar lebar itu. Layarnya sungguh lebar, orangnya juga banyak, kampus ini jarang ngadain acara, sekali bikin acara pasti sangat ramai.
Mereka turun dari mobil, berjalan menuju ke tempat duduk yang banyak di dekat layar itu. Mereka mendudukkan dirinya, karena tempatnya tak banyak yang kosong, mereka duduk berpencar dua, Natha, Keenan, Cakra dan Kate ada di kursi belakang, dan Tala, Jaden, Ikhsan ada di kursi tengah. Untung saja mereka masih bisa duduk di kursi, jika tidak, mereka hanya berdiri-diri atau tidak mereka akan duduk di koridor-koridor.
Tempat duduk Natha.
Cakra > Keenan > Natha > Kate
Film sudah di mulai, mereka tegang, ada yang merekam, dan ada juga yang menutup wajahnya takut, takut tiba-tiba ada jumpscare.
Di pertengahan film, mereka makin tegang, karena filmnya sudah mulai melihatkan hantu-hantunya. Kadang mereka berteriak jika ada hantu yang muncul secara tiba-tiba di film nya. Teriakan demi teriakan, itu sungguh ramai, yang duduk di depan hanya pasrah, karena terasa sangat amat real, sungguh dekat.
//film selesai//
Mereka telah selesai menonton film, ada yang langsung pulang, dan ada yang masih asik jajan jajan di sekitar kampus. Natha dan yang lain memutuskan untuk makan di tempat makan, jam sudah menunjukkan jam sepuluh malam, mereka langsung saja masuk ke dalam mobil masih dengan posisi tadi.
Sesampainya mereka di tempat makan, mereka langsung masuk dan memesan makanannya. Setelah pesanan mereka tiba, mereka memakannya sampai selesai, setelah itu mereka membayar dan langsung pulang saja kerumah masing-masing.
***
Kini Natha dan Keenan sudah sampai di rumahnya, Natha sudah sangat mengantuk, semoga besok dia tidak telat bangun pagi. Ia langsung masuk ke kamarnya tanpa bilang ke Keenan, Keenan yang tau hanya tersenyum.
Natha sudah mengganti pakaian tidur, ia juga sudah mencuci wajahnya, mematikan lampu kamarnya dan hanya menyisakan lampu tidur yang berdiri di samping nakas.
Ia merebahkan dirinya, menyelimuti dirinya, merendahkan suhu AC dalam kamarnya, setelah itu ia langsung saja memejamkan matanya.
Jam 06.52 AM
Natha telat bangun pagi, ia langsung bergegas untuk mandi dan menggunakan seragam sekolahnya.
Ia sudah selesai, jam menunjukkan pukul 07.39 AM. Natha masih sempat untuk makan sebenarnya. Tapi ia tak ingin makan pagi, nanti saja ia makan di sekolah di saat istirahat.
"Ma! Natha langsung berangkat aja ya! Bye~" ucap Natha berpamitan setelah itu langsung keluar dari rumah, memasang helmnya dan menancap gas.
...***...
__ADS_1