My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 56


__ADS_3

"Gak tau, gabut, Aksa juga lagi ngejemput papanya di bandara, makanya gue ke sini biar ada temen, hehe!" jawab Natha sembari terkekeh,


"Noh, rebahan aja di kasur gue, gue masih ngerjain skripsi," ujar Keenan, Natha tak merebahkan dirinya di kasur Keenan, melainkan menarik satu kursi di dekat meja game Keenan, dan menaruhnya di dekat Keenan,


"Mau liat lo bikin skripsi aja, siapa tau jadi ngantuk," jawabnya, Keenan hanya mengangguk.


Setelah selesai Keenan membuat skripsi, ia menengok ke arah Natha, Keenan pikir, Natha sudah tidur, tau taunya belum.


"Udah jam satu malam, masih belum bisa tidur?" tanya Keenan, Natha mengangguk, bahkan wajahnya masih terlihat segar.


"Kembali ke kamar lo, nanti gue susul, gue bikinin susu dulu," ujar Keenan, Natha kembali mengangguk, ia mengikuti perintah Keenan. Ia kembali ke kamar, dan Keenan pergi ke bawah membuatkan susu untuk Natha.


Beberapa menit kemudian.


"Nih," ujar Keenan menyerahkan satu gelas susu putih kepada Natha,


"Pelan pelan," ujar Keenan lagi, ia melihat Natha yang meminum Air susu itu dengan cepat agar cepat habis. Keenan mendudukkan dirinya di kursi meja belajar milik Natha, sedangkan Natha duduk di pinggiran kasurnya.


"Aish, lo mikirin apa? Kenapa gak bisa tidur?" tanya Keenan,


"Gak mikirin apa apa, emang gak bisa tidur deh, udah, kalo lu ngantuk, balik aja ke kamar lo, gue bisa tidur dengan sendirinya kok," jawab Natha, Keenan menggeleng,


"Udah biar aja gue di sini," ujarnya,


"Terserah" jawab Natha.


Beberapa menit kemudia.


Sudah sekitar jam dua malam, akhirnya Natha mengantuk, ia juga merebahkan badannya ke kasur. Sedangkan Keenan, ia sudah dari tadi kembali ke kamarnya di suruh oleh Natha, Natha memejamkan matanya dan ia mulai terlelap.


***


Jam sudah menunjukkan jam setengah tujuh pagi, Natha masih mengantuk, ia dengan seluruh tenaganya bangun untuk mandi.


Beberapa menit kemudian, Natha selesai mandi, ia juga sudah menggunakan seragam sekolah hari senin. Mengambil tas, dan mengenakan sepatu sekolahnya yang berwarna hitam, rambut terikat satu seprti ekor kuda dan merangkul tas dengan pundak kanannya.


Ia keluar dari kamar dan turun untuk sarapan bersama, mendudukkan diri disamping Keenan, meraih piring dan menaruh nasi di atas piring. Mengambil lauknya dan memakannya,


"Tumben bangunnya agak siangan, biasanya awal dari pada abang mu loh," ujar Mama Lian,


"Hehe! Malam tadi Natha gak bisa tidur sampe jam dua malam ma," jawab Natha, ia tegesa gesa memakan sarapannya, sampai keselek,


"Makan yang pelan, Natha," ujar Keenan sembari menuangkan air di cangkir lalu mengerahkannya kepada Natha,

__ADS_1


"Hehe, maaf," jawab Natha, ia kembali menghabiskan sarapannya. Mereka selesai sarapan, Natha berangkat begitu juga dengan Keenan. Natha berangkat di jemput oleh Aksa, karena motonya masih berada di Cakra, ia mengambilnya nanti sore, mungkin.


Natha dan Aksa sudah sampai di lingkungan sekolah, mereka berjalan di koridor sekolah untuk menuju kelasnya. Sesampainya di kelas Natha, di sana sudah terdapat teman temannya, dan juga ada Eve, Nita, Raya dan Dera di sana. Natha memutarkan bola matanya malas, baru juga masuk ke dalam kelas, sudah melihat wajahnya, Natha mendudukkan dirinya di tempatnya, Cakra menaruh Keyles motor Natha di meja Natha.


"Thanks," ucapnya,


"Iyo," jawabnya,


"Ngapa lu pada jadi diem dieman gini?" tanya Natha, melihat teman temannya diam diaman, biasanya paling ribut, Natha melirik ke Cakra, Cakra memberitahukan lewat matanya. Natha mengerti,


"Kenapa? Ganggu lo pada kah dia?" tanya Natha, sontak semua temannya melirik ke arah dirinya,


"Iyakah?" tanya Natha sekali lagi, Gabriella berdiri dari duduknya, menepuk meja dengan keras.


"Brengsek lo!" teriak Gabriella, tapi tatapannya bukan kepada Natha, tetapi ke arah Eve yang memasang wajah sinisnya. Natha yang tak tau apa apa hanya diam, ia ingin minta penjelasan dengan Vio,


"Kenapa?" tanya Natha kepada Vio,


"Biasa, pagi pagi udah bikin masalah, masa, Gabriella baru masuk, tiba tiba melihat ni cewek pura pura jatuh di depan Cakra, alhasil Cakra reflek menangkapnya lah," jawab Vio sembari menunjukkan tangannya ke arah Eve, Natha hanya menatap datar wajah Eve yang sedang menatap dirinya sinis.


Natha merasakan hpnya bergetar di dalam tas, ia mengambil hpnya dan melihat notif, entah, dari nomor yang tak dikenal. Pesannya berisikan,


[Istirahat nanti, temuin gue di rooftop, jangan ajak teman teman lo, hanya kita berdua.]


"Udah mau bel, gue ke kelas dulu," ujar Gabriella, sebenarnya ia tak ingin kembali ke kelas karena ia harus melihat wajah wanita itu.


"Haha!" ujar Natha menertawakan wajah Gabriella yang emosi itu,


"Diem deh lu, ketawa ketawa gak jelas deh!" keselnya, bukannya berhenti tertawa, Natha malah makin keras tertawanya.


***


Sekarang sudah jam istirahat pertama,


"Ay, ayo ke kantin," ajak Aksa yang tiba tiba datang bersama Rafa, Gabriella dan Laura, Natha menggeleng,


"Aku nitip aja gak apa? Beliin nasi goreng satu, hehe, boleh?" tanya Natha, dengan cepat Aksa mengangguk, semua temannya ke kantin, dan hanya Natha yang tidak. Ia melihat keluar kelas, teman temannya sudah tidak terlihat, dengan cepat Natha berjalan menaiki anak tangga untuk ke rooftop. Sesampainya di rooftop benar saja, di sana sudah terdapat Eve, hanya sendiri.


"Apa mau lo?" tanya Natha dengan nada yang biasa biasa saja, belum ada emosi di kepalanya.


"Gue cuman mau ngasih tau, kalo, lu, sama Aksa gak akan bertahan lama, And look, I'm going to destroy your relationship with Aksa." jawab Eve, Natha mulai terpancing emosi, tetapi ia masih bisa menahannya. Ia menyilangkan lengannya di depan dada,


"Just try it, if you can." tantang Natha,

__ADS_1


"Well, let's see, who will win this time, Rachel Nathalia." ucap Eve lagi. Natha senyum menyeringai, lalu pergi meninggalkan Eve sendirian di rooftop.


Natha berlari lari menuruni anak tangga agar lebih cepat ke dalam kelas, syukur lah, di dalam kelas masih tidak ada Aksa dan teman lainnya. Natha duduk di kursinya, lalu mengambil hp di dalan saku seragamnya, sambil menunggu teman temannya datang.


Tak lama kemudian, Aksa dan teman-temannya memasuki kelas,


"Tumben si caper gak ke sini, biasanya udah di sini terlebih dulu dari kita," ucap Laura setelah duduk di kursi Saddam.


"Dia gak ada, dicari, dia ada, malah di usir, aneh lu!" jawab Gabriella, Natha hanya terkekeh melihat dua temannya itu, Aksa menarik kursi milik Fikri teman sekelas Natha, lalu menaruhnya didekat Natha. Natha membuka box makanan yang di belikan oleh Aksa, begitu juga dengan Aksa, ia dan teman-temannya juga membeli memakai box.


"Aaaa..." Aksa membuka mulutnya memberi kode kepada Natha agar di suapi olehnya, Natha yang peka pun tersenyum lalu mengambil satu sendok nasi lalu menyodorkan nya ke mulut Aksa.


"Dasar bayi," ujar Natha,


"Aku bayi gini cuman ke kamu tapi," jawab Aksa sambil mengunyah nasi yang disuapi Natha,


"Habisin dulu yang di mulut, baru bicara," ujar Natha, Aksa hanya menyunggingkan senyumannya kepada Natha, Natha melihat tingkah pacarnya itu hanya tersenyum gemas.


Natha terus menyodorkan nasi ke mulut Aksa hingga nasi itu habis, begitu pun Natha, ia juga telah habis memakan nasinya, padahal ia sudah kenyang, kalo di buang sayang, jadi ia terus memakannya.


"Ra, nitip," ujar Natha melihat Laura berdiri ingin membuang sampah, Natha menyerahkan dua box bungkus nasi bekasnya tadi ke Laura. Baru saja Laura ingin keluar dari kelas, tiba tiba cewek yang tak di sukai oleh Laura dan teman temannya pun datang.


"Minggir!" ucap Laura, karena jalannya di halang oleh Eve, sudah beberapa kali Laura menyuruhnya minggir, tapi Eve tak kunjung menepi. Laura sudah kesal, ia menabrak tubuh Eve hingga terpental ke belakang, Natha yang melihat itu hanya tertawa, ya iyalah, Laura badannya berisi, sedangkan Eve tidak. Mudah saja bagi Laura untuk menabrak perempuan itu.


"Badan tepos gitu sok sokan caper sana sini sama cowok, hih!" kesal Laura, yang di kata katain pun tidak terima dengan ucapan Laura, ia menarik rambut Laura,


"Bukan berarti gue lemah, *****!" kata Eve, Laura yang mendengar sebutan '*****' pun mengamuk, ia tak terima dengan sebutan itu, ia tak pernah berbuat hal yang enggak enggak dengan cowok. Bisa-bisanya Eve mengatai Laura seperti itu,


"Apa lo bilang? *****?! Heh brengsek, ngaca, lo aja ke sekolah pake make up setebal tante tante. Lo mau sekolah, atau mau jual diri, hah!" Laura benar-benar kesal, tapi yang ia katakan itu benar. Evelin menggunakan make up menor sekali, teman-teman Laura hanya mendiamkan mereka berdua, biarkan saja mereka bergelut, mereka ingin tau, sekuat apa dia melawan Laura?


"Apa?! Gak terima?! Itu fakta!!" teriak Laura, ia benar benar kesal, semakin di diamkan, Eve semakin menjadi jadi. Gabriella menghampiri Laura, karena bel sudah berbunyi, ia menarik lengan Laura lalu membawanya masuk ke dalam kelas IPS 3.


"Goblok! Gue gak terima ya, gue di katain gitu, gue aja gak pernah tuh make baju terbuka, brengsek!" Laura terus mengumpat, Gabriella hanya menutup telinganya dengan ke-dua tangannya.


"Sudah babe, sudah, biarin aja dia, lagian itu gak bener kan?" ujar Rafa datang menenangkan Laura,


"Arghh, awas aja lo, hraghhh" Gabriella hanya menggeleng mendengar teriakan Laura, teriakannya tidak main main, bisa membikin semua orang budeg.


Kembali ke kelas IPS 2 yang itu adalah kelas Natha,


"Gila, gak habis fikir gue sama apa yang di bilang Eve tadi, apa-apaan ngatain orang yang gak bener, nanti yang gak tau apa apa, dikira beneran lagi." ucap Vio kepada Natha,


"Udah lah, bego."

__ADS_1


...***...


__ADS_2