My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 76


__ADS_3

"Iya, tadi dia nanya, katanya 'Natha dimana, makan gak Nathanya?' ya gue jawab lah, lo di rooftop dan gak makan." jawab Cakra, teman-temannya yang bingung hanya memahami apa perkataan mereka berdua.


"Yaa, bilang aja kek gue udah makan gitu nah, males makan gue, nanti kalo dia nanya lagi bilang aja, gue udah makan." ucap Natha, Cakra hanya mengangguk,


"Siapa sih? Gak ngerti gue," tanya Gabriella yang kebingungan,


"Keenan, nanyain Natha udah makan apa belum, tapi nanya 'nya sama aku," jawab Cakra,


Natha membalas pesan Keenan yang tadi sempat ia baca,


[Iya] - Natha


[Gak makan gue aduin mama, lo] - Keenan


[Iya, ini gue mau ke kantin beli makan.] - Natha


Natha sengaja berbohong agar Keenan tak bawel, padahal ia masih duduk di rooftop bersama teman-temannya.


Beberapa menit kemudian, bel berbunyi, mereka memasuki kelas masing-masing, Natha sempat terkejut dengan keberadaan Nita yang keluar dari kelasnya dan Natha hendak masuk ke dalam kelasnya.


"Ta..." panggil Dera lirih, ia menghadap kebelakang untuk menatap Natha, Natha hanya mengangkat salah satu alisnya,


"Gue boleh duduk di samping lo gak?" tanya Dera, Natha berpikir sejenak lalu mengangguk, Dera berpindah duduk ke samping kanan Natha. Setibanya guru pengajar datang, mereka mengumpulkan semua tugas yang di beri dan dikumpulkan pada hari ini.


***


//pulang sekolah//


Natha di halte sekolah untuk menunggu Keenan menjemput dirinya. Natha duduk di halte itu, ia tak sendiri di situ, Cakra, Gabriella, Laura dan Rafa menunggu Natha di jemput, baru mereka juga akan pulang, biasa bestie.


Setibanya Keenan, Natha langsung saja menaiki motor Keenan, Keenan melajukan motornya ke arah rumah,


"Dadahh, makasih yaa manies," ucap Natha melambai ke arah teman-temannya, mereka membalas lambaiannya lalu berucap 'sama-sama' lalu pergi.

__ADS_1


"Mau langsung pulang?" tanya Keenan,


"Nyari makanan dulu, gue belum makan," jawab Natha, ia tidak menyadarinya bahwa tadi ia sudah bilang ke Keenan bahwa istirahat pertama ia makan.


"Lo bohongin gue?" tanya Keenan datar menatap kaca spion motor yang mengarah ke wajah Natha,


"Eh, hehe anu, eee..." Natha lagi mencari alasan,


"Alasan apalagi?" tanya Keenan,


"Hehe, maaf, gue gak laper tadi, setelah pulang baru lapernya kerasa, maaf yaaa," bujur Natha meminta maaf kepada Keenan,


"Mau makan apa?" tanya Keenan,


"Terserah aja, yang penting makanan bukan batu," ucap Natha bercanda,


"Candaan lo pales." ejek Keenan,


"Jangan di ulang, nanti sakit gue yang repot beliin obat lo!" jawab Keenan.


"Iya, iyaa," jawab Natha juga. Sesampainya mereka di tempat makan, Natha memesan dua belah dada ayam lalapan untuknya dan Keenan. Mereka berdua menunggu hingga pesanan itu selesai, setelah selesai mereka langsung saja pulang ke rumah.


Di rumah, Natha langsung saja menaruh ayam tadi di atas meja, ia mengambil dua buah piring kosong untuknya dan Keenan. Mengambil nasi dan membuatnya ke dalam dua piring kosong.


"Abang!!" panggil Natha, Keenan yang di panggil pun langsung saja berjalan ke arah ruang makan. Mereka memakan makanannya bersama hingga habis.


Natha sekarang berada di kamar, ia sudah selesai makan dan juga ia sudah selesai membersihkan dirinya. Natha menggunakan celana pendek sepaha dan baju kaos lengan panjang yang berwarna hijau botol. Jam sudah menunjukkan jam enam sore, Natha berniat untuk keluar dari kamarnya dan pergi ke halaman depan rumah. Setibanya di depan rumah, ternyata ada Keenan dan teman kampusnya yang sepertinya sedang mengerjakan tugas kelompok?


"Mau kemana?" tanya Keenan di saat melihat Natha yang keluar dari rumah.


"Gak ada, cuman mau keluar," jawab Natha lalu ia mengambil kunci bagasi dan kunci motor di kamar mama Lian.


"Udah mau gelap, mau jalan kemana?" tanya Keenan lagi di saat melihat Natha berjalan ke arah bagasi dengan kunci motor di tangannya.

__ADS_1


"Mau jalan bentar doang ke rumah Kate, nanti kalo gue belum pulang, terus lo mau jalan kunci aja pintu rumah."


"Iya," jawab Keenan, Natha langsung saja melajukan motornya untuk pergi ke rumah Kate, ia ingin mengambil baju yang di beli pada pasar malam itu. Ia dan Kate juga sudah ada janji jika pada malam ini mereka akan kumpul bersama teman alumni SMP nya dulu.


***


Sesampainya Natha di rumah Kate, ia menunggu Kate mandi dan berganti baju, setelah itu mereka langsung kembali lagi ke rumah Natha.


Setibanya di rumah Natha, sekarang Kate yang menunggu Natha. Setelah selesai, Natha ke kamar Keenan, ia juga sudah rapi dengan pakaian yang sama dengan Kate, Natha mengambil kunci mobil milik Keenan.


"Bang, gue pinjam mobil, ya?" izin Natha kepada Keenan yang berada di kamarnya sendiri.


"Jangan kemaleman pulangnya." jawab Keenan, Natha kemudian mengangguk,


"Gue pergi dulu, bang," ucap Natha lalu keluar dari kamar Keenan. Natha turun ke lantai bawah dan langsung saja keluar dari rumah di iringi oleh Kate di belakangnya. Natha menyalakan mesin mobilnya untuk di panaskan, setelah lima belas menit berlalu, Natha dan Kate akhirnya pergi dari rumah Natha untuk ke tempat yang di tentukan oleh teman-temannya.


Sesampainya mereka di Cafe tempat teman-temannya janjikan. Mereka masuk ke dalam Cafe tersebut yang memilik dua tingkat lantai, mereka naik tangga hingga sampai ke lantai dua dan mencari teman-temannya. Mereka melihat sekeliling Cafe, dan menemukan di mana teman-temannya berada. Kate dan Natha menghampiri teman-temannya, ia duduk bersampingan lalu di suruh untuk memesan minuman.


Di tempat itu juga ada Gabriella, Laura, Cakra, Gibran dan juga Rafa, sebenarnya Rafa bukan alumni dari SMP mereka, tetapi Laura memintanya untuk menemani dirinya.


"Gila, tambah cantik aja lo, Ta," puji Bella teman alumninya juga.


"Lo juga cantik, anjay," ucap Natha sembari mencolek bahu Bella, Bella hanya tertawa mendengarnya.


"Guys, kita gak ada niatan mau ke sekolah SMP gitu? Buat ketemu guru-guru lain, gue kangen banget, kita sekarang udah kelas dua belas aja," ucap Rizka,


"Gue sih, ikut-ikut aja, sekalian mau lihat adek kelasnya sekarang, gimana ya? Masih ada yang kayak kita dulu gak ya? Nyuri asam dari pohonnya, manjat-manjat?" jawab Nabilla,


"Wah gila! Gue jadi ke ingat waktu dulu lo naik ke atas pohon, terus ada ibu Hani, lo tiba-tiba ketakutan dan loncat, alhasil kaki lo terkilir, bukannya di tolongin malah di ketawain. Eh tau-taunya Ibu Hani juga pengen asamnya, Haha!" ucap Kalia,


"Aduh, jadi kangen vibes kita di SMP deh, masa-masa bahagia banget gue di sana."


...***...

__ADS_1


__ADS_2