My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 20


__ADS_3

"Iya" Jawab Keenan, ia melepaskan pelukannya.


Cuacanya juga sudah sedikit reda, Keenan kembali menjalankan mobilnya untuk kembali ke rumah mereka. Setelah sampai, di luar masih sedikit hujan, terpaksa mereka berlari di halaman rumah ke dalam rumah. Padahal jalannya sangat dekat, tetapi tetap saja baju mereka terkena air hujan. Baju hoodie Keenan yang dipakai oleh Natha pun basah, begitu juga dengan baju kaos milik Keenan.


"Lah? Dikunci?" Tanya Natha kepada Keenan, ia mendorong pintu rumahnya, namun tidak dapat terbuka karena terkunci.


"Aduh, kunci nya ketinggalan di mobil lagi." Jawab Keenan.


"Aduh Abang, gimana sih!" Ujar Natha, tidak banyak omong, Keenan langsung saja kembali ke mobil. Mengambil kunci yang berada di sela pintu mobil itu, lalu kembali ke depan pintu rumah. Menyerahkan kunci itu kepada Natha, Natha membuka pintu itu, lalu memasuki rumah mereka. Ia langsung menuju kamarnya, untuk mengganti pakaian, begitu juga dengan Keenan.


Beberapa menit kemudian.


Natha selesai mengganti pakainya. Ia kembali keluar kamar, lalu berjalan menuju ruang makan. Ia juga sempat melirik ke arah jam, yang sedang menunjukkan jam 15.56. Natha duduk di sebuah kursi yang berada di ruang makan. Tiba tiba Keenan sudah berada di samping dirinya yang juga ikut duduk tak jauh dari posisinya.


"Apa?" Tanya Natha kepada Keenan.


"Apaan?" Tanya Keenan juga, ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Natha.


"Ngapain duduk disini juga? Mau ngebahas yang disekolah tadi? Nanti aja, gue lagi cape." Ujar Natha.


"Tingkat kepedean lo tinggi banget" Jawab Keenan.


"Ya, terus?" Tanya Natha lagi.


"Gue mau makan, gue laper, belom makan di kampus tadi." Jawab Keenan.


Natha hanya diam, tak menanggapi apa yang diucapkan oleh Keenan. Ia merebahkan kepalanya di atas meja makan dan melamun di sana. Keenan yang menyadari hal itu, segera bangkit dari duduknya, berjalan ke arah lemari makanan, mengambil snack yang ada di dalamnya. Lalu kembali mendudukkan diri di samping Natha sembari menyerahkan snack yang tadi ia ambil kepada Natha.


"Gak, gue lagi males ngemil," Ujar Natha lalu mendorong tangan Keenan dengan lembut.


"Terus? Mau apa?" Tanya Keenan, ia tahu jikalau Natha sedang bad mood.


"Gak ada," Jawab Natha, ia memperhatikan wajah Keenan yang juga sedang menatap wajahnya.


"Lo? Gak marah kan, Bang?" Tanya Natha.


"Buat?" Tanya Keenan juga.


"Karna gue udah masuk BK, di skors pula," Jawab Natha, lalu Keenan hanya menggeleng tandanya ia tidak marah kepada adik perempuannya itu.


"Beneran?" Tanya Natha lagi untuk memastikan.


"Iya, adek gue yang cantik" Jawab Keenan.

__ADS_1


"Dih, bisa ae lo. Bang, boleh ke mall gak nanti malam?" Ajak Natha kepada Keenan.


"Ayo, ayo aja" Jawab Keenan, Natha hanya membalas dengan senyumannya, lalu ia berdiri untuk kembali ke kamarnya dan meninggalkan Keenan sendirian si ruangan itu.


Di kamar, Natha segera membaringkan badan dan meraih hp miliknya yang berada diatas nakas. Ia melihat hpnya yang terdapat banyak notif oleh teman temannya. Ia terlebih dahulu membuka grub yang berisi oleh empat orang, yaitu Gabriella, Vio, Laura dan dirinya.


Pesan dari Gabriella.


[Yah, satu minggu gak ada Natha gak seru tauu]


[Iya, hampa hidup gue ini] pesan dari Laura.


[Satu minggu kalo di tunggu tunggu emang lama, coba gak usah ditungguin, cepet kok] pesan Vio.


[Alay deh lo lau] Pesan Natha yang membalas pesan dari Laura.


Natha mematikan ponselnya tanpa membuka pesan dari yang lain. Padahal masih banyak notif yang berada di beranda whatsapp nya. Ia memilih untuk mendudukkan diri ke meja belajarnya. Menyalakan lampu dan meraih buku album, yang berisi foto foto dirinya, Gabriella dan Laura. Karena sebelumnya Vio belum masuk di sekolah itu dan belum menjadi temannya.


Setelah mengenal Vio, mereka menemukan satu teman lagi. Natha juga pernah mengambil foto Gabriella Laura dan Vio yang lagi mengeluh karena terik matahari. Ia mengambil foto itu dan menempelkan nya di buku itu.


Ia, melihat ke arah jam yang sudah menunjukkan ke arah 17.07 ia kembali membaringkan diri ke kasur. Ia memejamkan mata dan mengistirahatkan pikirannya yang berantakan.


***


Natha bangun dari tidurnya. Ia melihat ke arah jam dinding miliknya yang berada di kamar. Jarum jam menunjukkan ke angka 19.10 yang tandanya natha tidur sangat lama. Ia duduk sembari mengumpulkan tenaga.


Ia segera berdiri setelah merasa sudah bertenaga. Mengambil bathrobe dan handuk lalu membawanya ke kamar mandi, ia ingin mandi karena hari sudah mulai gelap.


Beberapa menit kemudian.


Natha keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe yang talinya diikat dipinggang, dan handuk yang melilit di kepalanya. Ia mengambil pakaian miliknya, mengambil baju rajut lengan pendek yang berwarna putih, dan celana jeans yang berwarna biru muda.


Meletakkan nya di atas kasur, lalu mendudukkan dirinya di meja rias. Ia mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Setelah selesai, ia keluar dari kamar, ia sangat tampak cantik malam ini, ia keluar dengan pakaian yang rapi.


Ia berjalan ke arah ruang makan. di sana sudah terdapat Lian dan Keenan. Entah kapan Lian pulang, Natha yang langsung mendudukkan diri disamping Keenan.


"Tumben rapi anak mama, mau kemana?" Tanya Lian sembari tersenyum menatap Natha.


"Mau jalan, boleh kan?" Tanya Natha balik, Lian pun mengangguk pelan.


"Boleh, asal pulang jangan terlalu larut malam" Jawab Lian, Natha mengangguk paham.


"Bang, gak jadi jalan sama lo, gue mau jalan sama teman aja," Ujar Natha berbicara kepada Keenan.

__ADS_1


"Baguslah, lagian juga gue mau istirahat aja di rumah, makanya make kaosan doang," Jawab Keenan, Natha hanya mengerucutkan bibirnya.


"Makan dulu ayo, baru boleh jalan" Ujar Lian.


"SIAP NYONYA!!" Seru Natha sambil setengah berteriak kepada Lian. Entah kenapa sifat Natha selalu berubah rubah terhadap Lian. Lian suka kepada Natha jika dia seperti ini terus menerus. Itu yang diingin kan Lian setiap saatnya kepada kedua anak anak nya.


"Iya, iya, nih makan" Ujar Lian menyerahkan dua piring nasi kepada Natha dan Keenan.


Mmereka berdua meraih piring itu dan mengambil lauknya masing masing. Lian tersenyum ke arah dua anaknya yang dulu kecil selalu bermain bersama dirinya, sekarang sudah besar dan sibuk dengan dunia mereka masing masing. Begitu juga dengan Lian, hingga tiga tahun yang lalu ia tidak terlalu mengurus anak anaknya ini.


Beberapa menit kemudian.


"Mah, Natha udah selesai, Natha berangkat, ya." Ujar Natha berdiri dari duduknya dan meraih tangan sang mamanya untuk bersalaman. Bukan hanya kepada Lian, ia pun melakukan hal yang sama kepada Keenan, sang kakak laki-laki.


"Hati hati di jalan, ingat, jangan terlalu larut malam, ya." Ujar Lian lagi lagi mengingatkan anaknya.


"Iya iya," Jawab Natha.


Ia kembali ke kamarnya, mengambil jaket kulit berwarna hitam, memakai sepatu yang berwanra putih coklat, dan juga tidak lupa mengambil helm berwarna abu abu yang berada diatas lemari sepatu, lalu memakainya. Meraih hp yang di atas nakas, melihat banyak notif dari satu kontak, yaitu kontak Aksa. Kenapa Natha jadi jalan bersama Aksa?


Sebelum Natha tidur, Aksa sempat menelpon Natha. Natha mengangkat telpon dari Aksa dan ternyata Aksa mengajak Natha untuk jalan jalan pada malam ini. Natha mengiyakan, lalu telponnya dimatikan oleh Natha, baru ia tidur.


***


Natha keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga, lalu di ruang tamu yang dekat dengan ruang makan itu,


"Buru buru amat, lo. Mau ke mana?!" Ujar Keenan.


"Temen gue udah nungguin dari tadi." Jawab Natha sambil berlalu.


"Sama siapa jalan nya?" Tanya Keenan.


"Aksa, gak apa apa kan?" Tanya Natha kepada Keenan dan Lian yang juga masih ada di sana.


"Jangan terlalu malam pulangnya" Jawab Keenan,


"Ya-elah, tadi juga udah diingetin mama. Ya udah Natha jalan dulu ya, dadahh!" Ujar Natha sembari melambaikan tangannya kearah Lian dan Keenan.


Diluar.


"Aduh, maaf, lama" Ujar Natha.


...*****...

__ADS_1


__ADS_2