
Jam pelajaran telah berakhir, mereka semua bersiap untuk pulang dan menunggu bel berbunyi. Setelah bel berbunyi, mereka pulang ke tempat mereka Masing-masing, Natha berjalan ke parkiran bersama teman-teman nya, tapi tidak dengan Laura, Vio dan Gibran, mereka masih berada di dalam kelas. Laura masih di dalam kelas karena ia ari ini ada eskul drumband.
"Guys, gue pulang duluan ya? Gue mau jemput Keenan." ucap Natha "Yoi, Hati-hati!" jawab Gabriella dan Cakra.
"Gue duluan juga ya, lo berdua jua hati hati di jalan. Siapa tau ada om om yang mau godain Gabriella, haha!!" ejek Rafa yang di tertawakan oleh Natha dan Cakra.
"Ih, apaan sih, udah ah sana lo berdua pulang, aneh aneh aja, sana sana." usir Gabriella yang hanya di tertawa kan teman temannya, setelah itu Natha dan Rafa melajukan motornya ke tempat tujuan mereka masing-masing.
Sesampainya Natha di rumah Gentala, Natha menunggu di depan rumah Tala, ia tk ingin masuk, kalau ia masuk ke dalam rumah Tala, yang ada ia akan lama pulang ke rumahnya.
"Lama lo" ucap Natha setelah Keenan keluar dari dalam rumah Tala. Tala naik ke atas jok motor depan, begitu juga dengan Natha, ia duduk di jok belakang.
"Makasih, Tala, gue pulang dulu." ucap Keenan yang di angguki oleh Tala, "Yo, Hati-hati di jalan!" jawab Gentala kepada Keenan.
Natha dan Keenan sudah tiba di rumahnya, Natha langsung saja masuk ke dalam rumah da berjalan ke lantai atas untuk membersihkan dirinya. Ia sudah sangat merasa gerah, jadi ia akan mandi terlebih dahulu.
Natha sudah selesai mandi, ia berada di balkon rumahnya, baju crop berwarna abu, dengan celana pendek sepaha berwarna hitam. Rambut yang terurai dan duduk di kursi balkon tersebut ditemani makanan ringan, air soda, dan kedua hpnya.
Natha mendapatkan notif di layar hpnya, ia menyalakan layar hpnya untuk melihat dari siapa notif tersebut, ternyata, itu adalah notif dari Aksa.
[Natha, Ada Mama di rumah sakit. Kamu gak mau ke sini?] - Aksa
[Mama gue?] - Natha
[Iyaa, Kamu gak mau ke sini? Kangen, hehe.] - Aksa
[Mama gue pulang lebih awal? Wah, gak bilang bilang ya.] - Natha
__ADS_1
[Iya, katanya udah gak ada kerjaan.] - Aksa
[Gak mau nyusul mama kamu?] - Aksa
[Gak. Lagi males keluar, kapan kapan aja, gue mau nonton. Bye, jangan ganggu.] - Natha
[Heleh, kirain mau ke sini nyusul mama kamu.] - Aksa
[Gak, lagi males.] - Natha
[Ya udah.] - Aksa
Natha hanya membacanya lalu ia membuka aplikasi Wetv untuk menonton film yang ingin ia tonton untuk saat ini.
***
Sekitar satu jam Natha berada di balkon, dan sekitar satu jam juga mama Lian masih belum pulang dari rumah sakit. Natha sudah merasa bosan untuk menonton film, ia memikirkan sesuatu agar tak bosan.
Jadi Natha memutuskan untuk menyusul mama sendirian. Karena ia malas untuk menggantikan pakaiannya, ia hanya menggunakan pakaian yang ia kenakan saja. Ia juga malas untuk membawa motor sendiri, jadi ia memesan maxim untuk pergi ke rumah sakit, jadi ia pulang bersama Mama Lian.
"Mau kemana?" tanya Keenan yang melihat Natha berjalan tergesa-gesa. "Mau nyusul mama ke rumah sakit, mama lagi jengukin Aksa!" teriak Natha yang masih berjalan untuk keluar, maxim sudah menunggunya, makanya ia berjalan tergesa-gesa.
"Hati-hati!" teriak Keenan yang di angguki oleh Natha. Natha masuk ke dalam mobil lalu supirnya menjalankan mobilnya dengan kecepatan di bawah rata rata ke tempat yang di tujukan oleh Natha.
Sesampainya di rumah sakit, Natha membayar ongkosnya lalu berterimakasih. Ia berjalan memasuki koridor rumah sakit untuk menghampiri Mama Lian, ia sudah mulai dekat dengan ruangan Aksa, benar saja, ia mendengar suara mama Lian yang berbicara dengan Bunda Gita. Natha mengetuk pintu lalu membukanya sedikit demi sedikit.
"Loh dek? Sama siapa kamu? Kamu tau mama ada di sini?" tanya Mama Lian yang di angguki oleh Natha.
__ADS_1
"Natna masuk ya. Natha sendirian ke sini buat nyusul mama, noh, Aksa tadi yang bilang kalau mama berada di sini." jawab Natha yang menghampiri Mama Lian.
"Oh, kayaknya tadi muka cemberut karena Natha gak kesini ya? Kenapa sekarang waktu Natha ke sini tu muka udah gak cemberut, haha!" ejek Bunda ke Aksa, Aksa hanya tersenyum malu lalu berfokus ke arah hpnya.
Natha mendapatkan notif dari salah satu hpnya, ia melihat ke layar hpnya, ternyata itu notif dari Aksa.
[Katanya gak mau ke sini, kok kesini? 😏] - Aksa
[Oh, jadi lo gak mau kalau gue di sini? Ya udah, gue pulang aja. Lagi pula lo bisa bilang langsung, ngapain harus lewat chat, orang kita deketan gini.] - Natha
[EH ENGGAK! JANGAN PULANG!] - Aksa
Natha tak membalas pesan dari Aksa, ia melihat ke arah Aksa yang sedang senyum senyum sendirian. Aksa setelah itu membuang pandangannya karena tercyduk sedang salting oleh Natha. Natha hanya menggelengkan kepalanya, ia bersender ke senderan sofa ruangan tersebut.
"Orang pake jaket, adek. Cuacanya mendung, dingin, nanti kamu sakit." ucap Mama Lian yang melihat Natha hanya menggunakan pakaian pendek. Natha hanya tertawa kecil ke arah Mama Lian, Mama Lian setelah itu mengasihkan cardigan ke Natha, cardigan milik Mama Lian yang di bawanya saat bekerja tadi.
"Makasih, ma." ucap Natha memasang cardigan tersebut, Natha fokus main HP sampai tak tau jika dari tadi ia di pandang oleh seseorang.
Natha tak sengaja melihat ke arah Aksa yang juga sedang menatap dirinya, Natha menaikkan satu alisnya membuat Aksa membuang pandangannya. Natha berdiri dari duduknya untuk menghampiri Aksa yang sedang berbaring di atas ranjang rumah sakit.
"Apa lo liat liat?" tanya Natha sedikit dengan nada yang bercanda. "Dih, geer kamu mah, orang aku lagi liatin eee itu, mama kamu." jawab Aksa beralasan. Natha hanya memutarkan bola matanya malas.
"Udah minum obat belum?" tanya Natha, Aksa mengangguk, Natha melihat sekeliling, ada buah buahan di atas meja, Natha meraih buah apel lalu mencucinya.
"Bunda, ini Natha ambil ya?" izin Natha yang langsung saja di angguki oleh Bunda Gita.
"Heh kamu ini, beli aja, itu tadi mama yang beli buat ngasih Aksa, kok kamu yang ngambil." ucap Mama Lian, Natha hanya tersenyum.
__ADS_1
"Bukan buat adek kok maa, ini buat Aksa." jawab Natha sembari memotong buah apel tadi menjadi potongan kecil kecil.
...***...