My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 44


__ADS_3

"Diem lu!" ujar Keenan yang berhasil menarik lengan Natha agar kembali duduk di tepi kasurnya,


"Makanya bangun," jawab Natha, bukannya bangun, Keenan malah merebahkan kepalanya di paha Natha menjadikannya seperti bantal.


"Bentar lagi, lima menit," ucap Keenan lirih dengan suara khas bangun tidur, agak serak. Natha bukannya menjauh, ia malah asik memaikan rambut Keenan yang sedang tertidur diatas pahanya.


Setelah beberapa menit menunggu, Natha hanya memainkan rambut Keenan, Keenan membuka matanya, mengerjapkan matanya berkali kali, Keenan merasa rambutnya yang masih di mainkan oleh Natha langsung menatap Natha,


"Apa?" tanya Natha kepada Keenan yang juga sedang menatap dirinya,


"Enggak," jawab Keenan lalu mendudukkan badannya,


"Belum mandi ya lo?" tanya Keenan kepad Natha, Natha mengangguk,


"Lagian ini hari minggu, gak sekolah juga, males mandi pagi," jawab Natha,


"Bang, cuci muka, terus makan, gue tadi udah makan," ujar Natha lalu berjalan keluar dari kamar Keenan dan di ikuti oleh Keenan.


Natha kembali mendudukkan badannya di kursi meja makan, sedangkan Keenan masuk ke dalam kamar mandi yang tak jauh dari ruang makan. Setelah selesai Keenan mendudukkan dirinya di samping Natha, merebahkan kepalanya di tasa meja makan.


"Abang, jangan kayak gitu," tegur Lian,


"Ngantuk" jawab Keenan.


"Kamu kapan berangkatnya, dek?" tanya Lian kepada Natha yang asik memainkan hpnya.


"Sekitar jam satu kata temen temen," jawab Natha, lalu kembali fokus ke hpnya.


"Jangan di ganggu ma, orang lagi sibuk pacaran," ujar Keenan,


"Paan sih, orang ngebales Chat Gabriella ini loh," kesel Natha tak terima drngan ucapan Keenan, ia memperlihatkan room chat Gabriella, Keenan terkekeh pelan.

__ADS_1


"Udah lah bang, kamu ini, suka banget bikin adeknya kesel," ujar Lian yang melihat Keenan hendak melontarkan sebuah ucapan,


"Wlee" Natha menjulurkan lidahnya ke arah Keenan lalu pergi dari ruang makan untuk kembali ke kamarnya.


"Ma, Natha mau mandi," ucapnya sebelum pergi,


***


Setelah sekian lama, sekarang sudah menunjukkan jam dua belas, Natha bergegas untuk menggantikan pakaiannya, ia mencari pakaiannya, karena ia akan memakai pakaian couple dengan Aksa.


Ia mengambil celana levis hitam, baju kaos lengan pendek berwarna putih, ia memakaikannya ke badannnya. Setelah selesai, ia menata rambutnya, Natha telah siap dengan rambutnya, terurai, dengan model segi layer yang berwarna coklat. Natha mengambil sweater putih oversize lalu memakainya, dan tak lupa dengan sepatu putih abu. Tak lupa ia membawa tas ransel berwarna putih yang di dalamnya ada baju untuk berenang di pantai, sebagian make up, handuk, power bank, kacamata hitam. Tak lupa juga ia membawa plastik kantong untuk menaruh pakaian yang basah nanti. Sedangkan sendal, nanti ia taruh di bagasi mobil.


"Maa, natha pamit ya," ucap Natha yang bersalaman dengan Lian, Keenan dan juga Lea, yang berada duduk di samping Keenan, mereka berada di ruang tamu.


"Hati hati, jangan jauh jauh dari temen temen," jawab Lian,


"Dadah, kaka tata, nanti pulang, bawain Lea oleh oleh dari pantai yaaa," ucap Lea sembari tersenyum manis kepada Natha,


"Iyaa nanti kaka bawain oleh oleh," jawab Natha sambil mencubit pipi Lea,


Mereka berangkat menggunakan mobil, yang mengemudi Aksa dan Cakra, karena mereka sudah memiliki KTP dan SIM. Mereka menggunakan dua buah mobil, di mobil Aksa, ada Natha, Vio dan Gibran. Sedangkan di mobil Cakra, ada Gabriella, Laura dan Rafa.


Natha memasuki mobil Aksa yang di dalam sudah ada Vio dan Gibran, Natha mendudukkan dirinya di samping kursi Aksa.


"DADAHH!!!" teriak Natha dari jendela mobil kepada Keenan, dan Lian yang sedang menggendong Lea.


"Hati hati!" teriak Lian.


"Dadah tantee," teriak Gabriella dari mobil Cakra. Mereka sudah di perjalanan menuju pantai, sekarang sudah menunjukkan ke arah jam satu siang.


Diperjalanan mereka bernyanyi nyanyi, dan juga bercerita cerita. Sesampainya mereka di pantai, jam juga sudah menunjukkan ke jam tiga sore.

__ADS_1


"Wah gila, cape banget sumpah, pegel ni pantat gue," ujar Laura yang turun dari mobil. Natha, Vio, dan Gibran juga turun dari mobil, sedangkan Aksa ia masih berada di dalam mobil.


"Lo pikir lo doang yang pegel?" tanya Vio kepada Laura, Gabriella, Cakra dan Rafa juga turun dari mobilnya. Natha sedikit bingung dengan warna pakaian Gabriella dan Cakra, dan benar saja,


"Wah, bajunya samaan, apanih," ujar Natha setelah menyadarinya, bahkan Laura dan Rafa yang satu mobil saja terheran heran.


"Wah, pantes aja, tadi dia ngajakin baju yang samaan, eh tapi gak jadi, tau taunya gitu hm..." ujar Vio,


"Berapa lama?" tanya Aksa yang tiba tiba berada di samping Natha,


"Baru tadi pagi pas ngejemput," jawab Cakra dengan santai, sedangkan Gabriella, pipinya sudah memerah semerah tomat,


"Waduh, tinggal Vio sama Gibran nih, kapan boi?" tanya Rafa kepada Gibran,


"Dah dah, ga usah aneh aneh, mending cari tempat duduk," usul Gibran dan berjalan mencari tempat dudk agar mereka bisa berteduh, cuacanya panas, bisa bisa mereka gosong hanya karena berdiri diri di sana saja.


Mereka menyewa tempat duduk yang berada di pinggir pantai. Duduknya di atas karpet agar mereka semua bisa duduk di satu tempat saja. Sebenarnya di sana terserah mau nyewa yang pake kursi, atau yang cuman pake karpet. Tapi mereka menyewa yang pake karpet agar duduk bersama sama saja.


Mereka duduk duduk sambil menunggu cuaca sudah tidak panas. Sekitar jam empat sore, cuacanya sudah sejuk, tidak panas, mereka menggantikan pakaiannya menjadi pakaian untuk berenang yang dibawa dari rumah.


Natha memakai baju hitam pendek, dengan celana hitam selutut, juga dengan Aksa.


Mereka meninggalkan barang barangnya di tempat sewaan tadi, di sana ada Gabriella dan Vio, karena dua gadis itu tidak bisa berenang.


Mereka hanya melihat teman temannya yang mandi, dari pinggir pantai.


Mereka bermain air hingga jam lima sore, ke asikan bermain air hingga sudah satu jam lamanya. Mereka kembali ke tepi pantai untuk mengambil baju ganti dan pergi ke kamar mandi yang disediakan di pantai itu.


Setelah selesai semua sudah duduk kembali di tempat tadi, mereka akan pulang, tapi mereka ingin melihat sunset dulu. Hingga matahari terbenam baru mereka akan pulang.


Jam sudah menunjukkan ke jam setengah enam sore. Natha menyandarkan kepalanya dipundak Aksa, dan aksa merangkul pinggang Natha. Teman temannya yang lain juga begitu, tapi tidak dengan Vio dan Gibran.

__ADS_1


"Mau ngucapin sesuatu," ucap Gibran berbicara kepada Vio,


...*****...


__ADS_2