My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 185


__ADS_3

Seperti yang tadi di bicarakan lewat Chat, Natha dan Teman-temannya berkumpul dirumahnya untuk barbeque bersama. Kini mereka sedang berada di halaman belakang, Mama Lian, Natha, Ola, Gabriella, Kate dan Laura membantu Bibi di dapur untuk menyiapkan bahan-bahannya, sedangkan para cowok sedang menyiapkan alat-alatnya.


Natha dan Ola membuat saosnya, Gabriella, Laura dan Kate mencuci wadah dan Sayuran beserta daging maupun sosis yang ingin di barbeque.


Setelah selesai menyiapkan, Natha dan yang lain langsung membawa semua yang di persiapkan di dapur tadi ke halaman belakang yang dimana di sana ada para cowok-cowoknya.


"Nih, giliran para cowok yang masaknya, karena tadi para cewek udah bikin saos sama yang lain." ucap Mama Lian, mereka patuh, para cowok memasak daging-dagingnya.


Bibi Mela dan Mama Lian kembali ke dapur untuk mengambil nasi yang sudah di masak tadi.


Natha, Ola, Gabriella, Laura dan Kate sedang menyanyi, dan Cakra yang memainkan Gitar. Sebenarnya tak semua cowok yang memasak, hanya Rafa, Gibran dan Keenan saja. Cakra di suruh untuk memainkan gitar, tadi Natha menyuruh Keenan, namun Keenan tidak mau, ya sudah, Cakra saja.


Semua sudah siap untuk di makan, mereka semua duduk berlingkar, melingkari makanannya.


Sudah jarang mereka tidak berkumpul seperti ini, bisa di bilang tiga bulan sudah mereka tidak pernah berkumpul seperti ini. Kadang kalau mau ngumpul, pasti ada saja yang sibuk, tidak bisa berkumpul, dan akhirnya tidak jadi berkumpul.


Mereka semua makan bersama hingga selesai, Papa Leo tidak ada di rumah karena ia hari ini lembur, banyak sekali yang harus ia kerjakan di kantor.


Setelah selesai makan, Natha, dan para teman ceweknya mengangkat semua piring cucian ke dapur, dan para teman cowoknya menaruh alat-alat ke tempat asalnya.


Mencuci piring adalah tugas bibi, tadi Natha sudah ingin membantu, tapi Bibi melarangnya, jadi Natha kembali menghampiri Teman-temannya yang duduk di belakang rumah.


"Ta, lo sama Navin udah berapa lama?" tanya Gabriella di sampingnya. "Udah lima jalan enam bulan." jawab Natha yang di angguki paham oleh Gabriella.


"Lo sama Cakra gimana?" tanya Natha, soalnya Gabriella sama Cakra selalu putus nyambung hanya karena masalah sepele.


"Ya gitu, kalau gak putus nyambung sekarang mah udah tiga tahun." jawab Gabriella.

__ADS_1


"Gila sihh!" kagum Ola, karena ia tidak pernh pacaran selama itu, ia sama Radit saja masih tiga bulan, lama dekatnya dari pada pacarannya.


"Tapi ya gitu, putus nyambung mulu. Noh pelakunya." ucap Gabriella menunjukkan tangannya ke Cakra yang sedang memainkan gitar.


"Iya iyaa, salah akuu." Cakra mengalah, ia tak ingin hubungannya putus lagi, baru satu bulan yang lalu mereka balikan, masa iya harus putus lagi.


"Kapan-kapan jalan-jalan kemana gitu weh? Gue kangen banget, kita udah gak pernah jalan-jalan lagi." ucap Laura.


"Boleh tuh," jawab Kate.


"Gue si ngikut aja, tahun kemarin kita terakhir jalan kepantai kan, ya?" tanya Gabriella yang di angguki oleh Laura.


"Kali ini jangan ke pantai lagi bisa? Kan nanti kita ada libur semester nih, gimana kalah kita ke Bali? Kalau belum ada uangnya, kumpulin dulu. Masih lama juga kok libur semester." usul Natha.


"Nahh! Boleh tuh, nanti kita nginap di villa om gue yang di sewain aja, ada di bali, deket sama pantai juga." ucap Rafa.


"Adalah, cuman gue gak pernah bilang aja sama kalian, haha!" jawab Rafa.


"Ada berapa kamar?" tanya Natha, "Ada empat kalau gak salah. Satu kamar bisa muat dua atau tiga orang." jawab Rafa.


"Nah, boleh tuh, tanya aja nanti berapa harganya. Jadi bisa nanti kita pikirkan lagi." jawab Natha lagi.


"Ada yang pernah ke Bali selain Rafa gak?" tanya Gabriella.


"Noh, Ola." jawab Natha.


"Ngapain? Liburan juga?" tanya Gabriella. Ola menggeleng, "Gue gak pernah ke Bali, yang pernah itu nyokap bokap gue doang, gue gak ikut." jawab Ola.

__ADS_1


"Yeuuu, si Natha sok tau." ucap Gabriella.


"Eh, Gue pulang dulu, ya. Tala udah nelpon gue ini, nyuruh pulang." pamit Kate kepada Natha dan Teman-temannya.


"Oh, iya Hati-hati!" jawab Natha.


"Gue juga pada mau balik nih, makasih ya." ucap Teman-temannya yang lain.


***


Semua Teman-temannya Natha sudah kembali ke rumah masing-masing. Di ruang tamu hanya ada tersisa Natha dan Keenan yang asik memainkan HP mereka Masing-masing. Ola sudah tidur di kamarnya, Mama Lian dan Bibi Mela juga sudah tidur.


"Bang, lo punya cewek?" tanya Natha, Keenan menggeleng.


"Ga dulu, gue mau fokus ke kerjaan gue." jawab Keenan. "Terus ini siapa? Ngechat gue katanya cewek lo." tanya Natha memberikan hpnya kepada Keenan.


"Gak tau, nomornya aja gak kenal. Tapi poto profil nya kayak kenal." jawab Keenan memperhatikan layar HP Natha.


"Gak tau, gak kenal. Ni fotonya cuman setengah muka doang, kaga jelas." sambung Keenan mengembalikan HP Natha.


"Gue bales gak apa?" tanya Natha yang di angguki oleh Keenan.


"Sewajarnya aja. Jangan bikin masalah lagi." jawab Keenan yang di angguki paham oleh Natha. Kenapa Keenan bilang seperti itu? Karena kemarin-kemarin Natha membuat masalah di kampus, siapa lawannya? Sherly.


Cuman karena Natha selalu dekat dengan Keenan, Sherly nekat untuk membully Natha. Tidak tau saja dia, Natha adalah Adeknya Keenan, pas Sherly tahu, ia malu sendiri.


...***...

__ADS_1


__ADS_2