
"Lo kali yang ngikutin gue, orang dari tadi gue udah siap duluan dari pada lo" jawab Keenan.
"Ya, elah, gue gak merhatiin ke pakaian lo tadi, mana sepatu lo juga warna putih," ujar Natha lagi.
"Bibi, kami jalan dulu, ya, jaga rumah, ya bii" ujar Lian berbicara kepada Bibi Mela yang berdiri di depan pintu.
"Iya, bu, hati hati. Lea, kamu jangan bandel, ya" Pesan Bibi Mela kepada Lea.
"Aciap, ibuu" jawab Lea.
Lian berjalan ke arah garasi di sebelah kiri untuk mengambil mobil nya, Natha, Keenan dan Lea berjalan ke depan pagar diikuti oleh Bibi, Keenan membuka pagarnya, Lian juga sudah berada di depan pagar, Keenan dan Lea duduk di kursi tengah, sedangkan Natha duduk di samping Lian.
"Dadah, Bibii" Ujar Natha dan Lian melambaikan tangannya.
"Dadah, ibuu" ujar Lea juga melambaikan tangannya kepada Bibi.
Lian menjalankan mobilnya ke dufan yang mereka ingin datangi.
***
Sesampainya mereka di dufan itu, Lian memarkirkan mobilnya di parkiran dufan. Mereka ber empat turun dari mobil lalu berjalan ke tempat pembelian tiket masuknya. Mereka membeli tiga tiket, karena Lea masih ber umur empat tahun. Pembelian tiket dari umur lima tahun sampai seterusnya.
Lea berjalan sambil memegang tangan Lian, sedangkan Natha dan Keenan berjalan di belakang Lian.
"Ma, mau naik wahana itu dong," ujar Natha yang menunjukkan jarinya ke wahana Bianglala.
"Kalian berdua aja, mama mau ngajak Lea ke istana boneka aja," jawab Lian.
"Bang? Mau, ya, ya," ujar Natha merayu Keenan.
"Ayo," jawab Keenan, mereka berjalan ke arah Bianglala itu.
Sekarang mereka sudah duduk di kursi bianglala, Natha dan Keenan duduk bersampingan, kursi didepan nya kosong, tidak ada yang menempati. Hingga akhirnya bianglala itu bergerak,
"Takut, ya, lo?" tanya Natha kepada Keenan.
"Gak, ngapain takut," jawab Keenan,
"Yakin??" tanya Natha lagi.
"Yakin lah, buktiin, siapa yang bakalan takut," jawab Keenan.
"Yang pasti bukan gue, haha" jawab Natha juga sembari tertawa ke arah Keenan.
Semakin lama, bianglala itu semakin ke atas, dan yang mereka tempati juga sudah berada di paling atas. Tidak ada yang takut akan ketinggian, mereka berdua malah tertawa bersama, berfoto foto di atas karena pemandangan langin malam yang cantik dengan dihiasi bintang bintang.
***
Mereka sudah turun dari bianglala, dua dua nya tidak ada yang merasa takut akan ketinggian, Natha maupun Keenan berjaln untuk mencari Lian dan Lea. Mereka menemukan Lea dan Lian di Istana boneka yang tak jauh dengan bianglala yang mereka naiki tadi.
"Mama!" panggil Natha dan Keenan kepada Lian setengah berteriak. Lian yang dipanggil pun menengok ke belakang,
"Udah? Gak mau naik wahana lain?" tanya Lian,
"Mau, lah," jawab Natha,
"Mau naik apa?" tanya Keenan kepada Natha,
"Mau naik ontang anting, hehe," jawab Natha,
"Gak, lo aja, nanti pusing," -Keenan
__ADS_1
"Ya, udah, cari yang lain aja, sih," -Natha
"Bom bom car, mau gak?" tanya Natha,
"Ayo," jawab Keenan.
Mereka berdua berjalan ke tempat arena bom bom car, mereka berbeda mobil, natha menaiki mobil yang berwarna hitam, sedangkan Keenan yang berwarna kuning.
***
Sekian lama mereka di dufan, mereka juga mendapatkan hadiah hadiah dari permainan di dufan, jam juga sudah menunjukkan ke jam sepuluh malam, mereka berniat untuk pulang ke rumah, mereka juga sudah puas dengan permainan yang ada disana. Mereka kembali ke parkiran mobil, lalu menaiki mobil nya, mereka menduduki tempat yang berbeda sekarang, Natha duduk dengan Keenan, dan Lea di kursi tengah. Sedangkan di kursi depan hanya ada Lian yang sedang menjalankan mobilnya.
Di perjalan pulang, Lea tertidur, karena perjalanan pulang mereka masih lama, Natha dan Keenan sedang memainkan hp mereka masing masing.
"Bang, gue kembali ke sekolah, kapan?" tanya Natha di tengah keheningan itu,
"Senin depan," jawab Keenan, Natha hanya mengangguk 'kan kepalanya, lalu kembali memainkan hp miliknya.
Tak lama kemudian, mereka sudah berada di didepan pagar rumahnya, Keenan keluar dari mobil untuk membuka pagar rumahnya, setelah terbuka, ia langsung saja berjalan ke depan pintu rumahnya.
Lian memasukkan mobilnya di garasi, setelah itu mengambil barang barang yang berada di mobil dan menyerahkan nya kepada Natha, sedangkan Lian mengangkat badan Lea yang tengah tertidur nyenyak.
Natha berjalan sambil bermain hp, Keenan yang masih berada di depan pintu rumah memperhatikan Natha,
Bruk!!
"Aduh, bang, ngapain berdiri di sini sih," Natha menggerutu kepada Keenan sambil mengambil barang barang yang terjatuh akibat tertabrak badan Keenan. Bibi Mela membuka pintu rumah, lalu ia melihat Lea yang tertidur di gendongan Lian, ia menghampiri Lian untuk menggendong Lea lalu membawa nya ke kamar.
"Kalo jalan tuh, liat ke depan, bukan malah liat ke layar hp, orang dari tadi emang gue berdiri di sini, lo nya aja yang gak liat," jawab Keenan.
"Oh!" ujar Natha, ia masuk terlebih dahulu dari pada Keenan, Keenan juga masuk setelah Natha,
"Bang, minta air dong," ujar Natha berbicara kepada Keenan,
"Ambil sendiri," jawab Keenan. Natha berjalan ke arah dapur, lalu mengambil coca cola di dalam lemari es.
"Bang, mau," ujar Natha yang melihat Keenan sedang membuka plastik kemasan snack, Keenan mengarahkan snack nya kepada Natha, Natha mengambil isi sncak itu lalu memakannya.
"Gue mau ke kamar," ujar Keenan berbicara kepada Natha,
"Iya," jawab Natha.
Natha juga berjalan ke arah ruang tamu yang tak jauh dari ruang makan. Mendudukan dirinya di atas sofa empuk, mengambil remote tv dan menyalakan nya. Ia menghubungkan ke smart TV untuk menonton drakor yang berbeda dari siang tadi ia tonton.
"Natha, mama ke kamar, ya, jangan begadang," ujar Lian lalu meninggalkan Natha yang sedang menonton film.
"Iya, goodnight, ma," ujar Natha,
"Goodnight, too," jawab Lian.
Setelah beberapa jam sudah Natha menonton film, jam juga sudah menunjukkan ke jam dua belas malam, sudah dua jam Natha menonton di ruang tamu. Natha mematikan TV nya lalu pergi ke lantai atas untuk ke kamar nya, baterai hp nya juga sudah lowbat.
Ia masuk ke dalam kamarnya, lalu mengganti pakaian nya untuk tidur, mencuci wajahnya, lalu tidur.
Pagi hari kemudian.
Natha bangun dari tidurnya, beranjak pergi untuk mencuci wajahnya dan mengganti pakaiannya. Setelah selesai, ia pergi ke lantai bawah untuk sarapan pagi, di ruang makan sudah ada Lian di kursi meja makan dan bibi Mela memasak makanan, Natha mendudukkan dirinya di depan Lian. Dia merebahkan kepalanya di atas meja makan, sepertinya dia masih mengantuk.
Sekarang jam menunjukkan ke jam tujuh pagi, Keenan menuruni anak tangga, lalu duduk di samping Natha.
"Pagi, ma," sapa Keenan kepada Lian.
__ADS_1
"Pagii" jawab Lian.
"Makanya jangan begadang, jam dua belas malam baru balik ke kamar," ujar Keenan melihat Natha yang menguap,
"Mana, ada," jawab Natha, ia langsung duduk tegak,
"Ya, elah, gue liat, pas gue pengen turun ke bawah," ujar Keenan
"Kalian ini, tiada hari tanpa berantem, seharii aja, bisa gak? Gak usah berantem," ujar Lian sambil tertawa kecil.
"Abang yang duluan, bukan Natha," ujar Natha,
"Makanan nya sudah jadii," ujar Bibi Mela menaruh menu yang ia masak buat sarapan tadi, Mela memasak ikan goreng.
"Wuihh, enak nih, lama udah gak makan, masakan bibi," ujar Natha memuji Sang Bibi,
"Bisa aja, ya, udah, bibi mau lanjut cuci piring dulu," ujar Mela tersenyum malu,
"Semangat, Bibi," ujar Natha. Natha, Lian dan Keenan memakan sarapannya, setelah selesai sarapan pagi, Keenan pergi ke kampusnya, dan Lian juga berangkat ke kantor.
Sedangkan Natha, ia berada di kamarnya sambil memainkan hp nya,
"Bosen juga, ngapain, ya, biar gak bosen," ucap Natha yang berbicara kepada dirinya sendiri, ia memikirkan supaya tidak bosan.
"Ah, Leaa," ucap Natha, ia memiliki ide, ia keluar dari kamar untuk mencari Lea, ia berlari kecil menuruni anak tangga untuk mencari di mana Lea, tetapi ia hanya melihat Bibi Mela yang sedang menyetrika baju di dalam kamar Bibi Mela. Natha membuka sedikit pintu kamar Mela, ia berdiri di depan pintu kamar itu,
"Bi, Lea mana?" tanya Natha kepada Mela.
"Lea di taman belakang rumah, kenapa, nak?" jawab sekaligus bertanya, Mela kepada Natha.
"Mau ngajak Lea jalan jalan, boleh, gak, Bi?" tanya Natha lagi,
"Mau kemana?" tanya Mela,
"Mau jalan jalan deket sini aja, Bi, bosen Natha di rumah mulu," ujar Natha, lalu Mela menganggukkan kepalanya, mengiya kan pertanyaan Natha, Natha yang di balas anggukan langsung saja menutup pintu kamar Mela, lalu berjalan ke halaman belakang rumah nya.
"Leaa!!" teriak Natha dari dalam rumah,
"Leaa!!" teriak nya lagi, tapi kali ini, ia berteriak di halaman belakang rumahnya.
"Apa, kaka Natha?" jawab Lea dari balik pepohonan,
"Mau ikut kaka jalan jalan, gak? Jalan kaki aja sih, mau gak?" tanya Natha,
"Mau, mau, bentar, Lea mau izin kepada Ibu," jawab Lea, ia hendak berjalan masuk ke dalam rumah besar milik Natha, namun Lea ditahan oleh Natha,
"Gak usah, tadi Kakak udah minta izin sama, ibu kamu," ujar Natha, Lea yang mengerti pun menganggukkan kepala nya,
"Lea mau nya naik motor atau jalan kaki?" tanya Natha kepada Lea,
"Lea mau nya jalan kaki aja, soalnya, tiap pagi, ibu sering ngajak Lea jalan kaki ke pasar buat beli sayuran," jelas Lea kepada Natha,
"Okee, ayo, kita lewat sini aja," ujar Natha yang mengarahkan jalan ke pintu pagar besi kecil, yang terdapat di samping kanannya, mereka keluar dari halaman rumah lewat pintu belakang, Natha berjalan dengan Menggandeng tangan kanan Lea.
"Ka Natha," panggil Lea kepada Natha,
"Iya, Lea?" jawab Natha,
"Kita mau ke mana? Mau beli apa?" tanya Lea kepada Natha.
...*****...
__ADS_1