
"Bagus deh kalo gitu, semoga dia bisa lebih baik untuk lo, dan gak akan bisa bikin lo sakit hati," jawab Natha,
"Hehe, Thank u so much, lo udah mau nemenin gue di saat kesusahan, gue beruntung banget bisa kenal sama lo, bener bener beruntung." ujar Gabriella, mereka berteman sedari SMP kelas tujuh hingga sekarang SMA kelas sebelas.
"Gue juga beruntung bisa berteman dengan lo yang super super keras kepala dan bawel ini, meski lo bawel, lo tetep ada di saat gue susah maupun senang," jawab Natha sambil merangkul bahu Gabriella yang sedikit pendek dari dirinya.
"Tunggu di sini, sekalian gue nitip hp gue, bentar ya," ujar Gabriella setelah sampai di toilet,
"Iya iyaa," jawab Natha sembari meraih hp milik Gabriella.
Tak berapa lama, Gabriella keluar dari bilik toilet dan mencuci tangannya, berjalan menghampiri Natha yang sedang asik memaikan hpnya sendiri,
"Dor!!" Gabriella membuat Natha terkejut dengan keberadaan dirinya.
"Heh, apa apaan sih lo, bikin gue kaget aja tau gak sih!" kesel Natha dengan memukul tangan Gabriella, tidak kerah kok, hanya pelan saja, Gabriella sudah biasa dengan pukulan Natha, jadi ia tidak marah.
"Maaf, lagian fokus banget main hp nya, tenang Aksa gak bakal di ambil sama orang kok," ujar Gabriella mengejek Natha,
"Apaan sih, orang lagi liat liat beranda Shoope," jawab Natha sambil memperlihatkan layar hpnya ke Gabriella.
"Iya iya, udah, ayo kita kembali" ujar Gabriella, mereka berdua kembali berjalan untuk kembali menghampiri teman temannya.
Belum sempat dua gadis itu menghampiri teman temannya, mereka baru sampai di koridor sekolah, mereka mendengar pengumuman dari guru wali kepala sekolah.
"Selamat siang anak anakku sekalian, terimakasih atas kerjasamanya pada hari ini, semoga kalian sehat selalu, sekarang juga sudah menunjukkan jam ke satu lewat empat puluh lima, kalian boleh pulang ke rumah masing masing. Hati hati di jalan, jangan ngebut bawa motornya, terimakasih sekali lagi untuk anak murid ibu sekalian." ujar Guru itu memberi tahukan semuanya melalui mikrofon sekolah.
"Yeyyy!!!" teriak semua siswa siswi di sekolah itu, sepertinya sangat bahagia.
"Heh, pantes aja di cari in di toilet gak ada, ternyata di sini toh" ujar Laura yang menepuk pundak Gabriella, sedangkan Natha, dirangkul oleh Vio dari belakang.
"Guys ayo pulang, oh iya, lo udah di kasih tau kan kalo minggu kita ke-" belum selesai Gabriella berbicara, ucapannya di potong oleh Laura,
"Iya iya, udah di kasih tau tadi sama Vio," jawab Laura,
"Oh oke deh," ujar Gabriella. Mereka berjalan ke arah parkiran sekolah, Gabriella yang berjalan dengan Laura, Natha dengan Vio, sedangkan para cowoknya entahlah, mereka berjalan satu satu.
Sesampainya mereka di parkiran, mereka menaiki motornya masing masing. Gabriella dengan Laura, Natha sendirian, Vio juga sendirian, Aksa dengan Rafa, Gibran dengan Cakra.
"Hadeh, lo mending pulang berdua deh, apa apaan pacaran gitu," celoteh Laura,
__ADS_1
"Tau nih, mending gini deh, tuh kan si Cakra rumah nya juga satu arah, nah, jadi Cakra bawain motor Natha, terus Natha ikut Aksa, kalo Rafa ikut Gibran, gimana?" saran Vio,
"Gue sih oke oke aja," ujar Raf dan di balas anggukan oleh Cakra,
"Boleh," jawab Gibran,
"Enggak enggak deh, ribet, mending nanti aja, kan besok juga masih sekolah toh," jawab Natha,
"Terserah aja sih," ujar Vio,
"Ya udah deh, gue pulang duluan ya," ujar Laura, lalu Laura dan Gabriella sudah pergi dari kawasan sekolah, dan yang lain juga sudah pulang, yang tersisa hanya Aksa dengan Rafa, dan Natha.
"Ya udah, duluan ya, hati hati," ujar Natha, lalu meninggalkan kekasihnya yang bersama dengan Rafa,
"Iya hati hati," jawabnya berbarengan.
Sesampainya Natha di rumah, Natha menaruh motornya di halaman rumah saja. Ia masuk ke dalam rumahnya dan langsung mendudukkan dirinya ke atas sofa ruang tamu.
"Haduh, capee," keluh Natha,
"Bibi, Mama sama Abang udah berangkat kah?" tanya Natha kepada Bibi yang sedang mencuci piring.
"Bi, Natha ke kamar ya," ujar Natha lalu di balas anggukan oleh Mela, Natha berjalan Meninggalkan Mela yang berada di dapur.
"Hari ini tanggal berapa ya," tanya Natha pada dirinya sendiri, Natha melihat ke arah layar ponselnya, sekarang tanggal 13 juni.
Natha kembali mematikan layar hpnya, tak lama ia mendengar suara mobil di halaman rumahnya, Natha bergegas keluar kamar untuk pergi menemui Lian,
"Mamaa!!!" teriak Natha, Bibi Mela yang berada di dapur juga sempat terkejut di buatnya,
"Kenapa dek, teriak teriak," tanya Lian yang baru saja masuk ke dalam rumahnya,
"Mama beli apa?" tanya Natha kepada Lian yang membawa dua paper bag,
"Ini? Ini satu buat Lea, satu buat kamu," jawab Lian sembari menyerahkan paper bagnya, Natha yang kepo dengan isinya tak sabaran untuk membukanya, ternyata isinya adalah tas buat Natha, Natha sangat senang dengan tas yang di belikan oleh Lian,
"Hua maaa, ini tasnya mahal loh, aaa terharu dehh, makasih ya maaa," ujar Natha,
"Makasih juga ya, bu, udah beliin buat Lea," ujar Lea juga, Natha yang gemes menggendingnya dan menciumi pipi Lea, Lea juga hanya tertawa tawa,
__ADS_1
"Sudah sudah, oh iya, nih kan tadi sebelum pulang, mama di kasih surat ini sama guru kamu, katanya minggu depan kalian di liburkan karena kelas 12 ujian." ujar Lian sembari menyerahkan suratnya.
"Hore!!!" soraknya
***
Sekarang Natha sudah berada di kamarnya, dia juga sudah selesai mandi, jam menunjukkan ke jam tujuh malam, Natha memakai baju tidur celana pendek dan lengan pendek berwarna coklat. Natha meraih hpnya yang berada di atas nakas dan merebahkan badannya di atas kasur.
Di layar hpnya sudah banyak notif dari grub yang isinya circle mereka, dan ada juga notif pribadi dari Aksa.
Natha membuka notif dari Aksa terlebih dahulu,
[Tata, udah mamam? Udah mandi?]
[Kok centang dua doang?]
[Makan ya?]
[Hello]
[Ada orang apa tidak?]
[Iya iya, aku sudah mandi, tapi belum makan. Kamu sendiri udah belum?] Tulis Natha.
[Udah dong, sana gih makan dulu, nanti sakit] Balas Aksa.
[Iya iya bawel, ini lagi nunggu Bibi bikinin sarapannya] Tulis Natha lagi.
[Ya udah, nanti selesai makan, kita telp yaa]
[Iya, ya udah aku mau makan dulu ya?]
[Oteyy] Balas Aksa sambil tersenyum.
"Gemes," ujar Natha berbicara sendiri.
"Lah, kok gue malah bicara sendiri? Aduhh!" gumamnya sambil menepuk pelan dahinya.
...*****...
__ADS_1