My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 171


__ADS_3

Sesampainya mereka di dufan, mereka turun dari mobil setelah memarkirkan mobilnya. Natha dan Ola jalan lebih dulu dari pada Ayu, Keenan dan Kala.


"Tadi lo belum selesai ngomong elah, gak mau di lanjut?" tanya Ola, Natha menggeleng. "Nanti aja kalau udah gak ada orangnya." jawab Natha, Ola hanya mengangguk paham.


Mereka masuk ke dalam taman, sudah membeli tiket masuk masing-masing. Perorang mendapatkan gelang berwarna putih, itu adalah tiket yang menandakan mereka boleh masuk.


Natha dan Ola yang tadi berjalan di depan sekarang beralih ke belakang Keenan dan Kala, sedangkan Ayu? Dia berjalan di samping Kala.


"Tu cewek kenapa deh? Dari tadi ngintilin Kala sama Keenan mulu?" tanya Ola lirih kepada Natha.


"Mau cari perhatian." jawab Natha.


"Abang," panggil Natha di belakang, yang berpaling bukan hanya Keenan, Kala dan Ayu juga ikut berpaling menatap Natha.


"Ck! Gue manggil Keenan, bukan lo berdua." ucap Natha karena Ayu yang menatap dirinya tak senang. Ayu menatap Natha dengan tatapan sinis, Natha? Ia diam saja, sebenarnya ia sangat ingin menjambak rambut cewek itu.


"Kenapa?" tanya Keenan, "Gue mau ke toilet, kalau mama nyariin bilang aja. Nanti gue nyusul," jawab Natha.


"Emang tau jalan?" tanya Keenan, Natha hanya mengangguk. Sebenarnya ia juga tidak tau jalan, tapi tidak apa, ia hanya ingin menjauh agar berdua dengan Ola saja.


"Ikut!" ucap Ola mengikuti Natha. Kini mereka berjalan ke arah toilet, lebih tepatnya kursi yang dekat toilet. Ada jarak juga dari toilet ke kursi tersebut, ada jarak dua pohon besar.


"Gak jadi ke toilet?" tanya Ola, Natha menggelengkan kepalanya pelan.


"Males banget sama cewek tadi. Pengen banget gue jambak tu orang, apaan banget natap kita kayak mau ngajak berantem gitu. Gue udah gak mood, tambah lagi dia yang kek gitu, makin tambah badmood gue." jawab Natha ngedumel.


"Sabar sabar, haha! Gue juga males, baru pertama kali ngelihat orang kayak gitu." ucap Ola.


"Oh ya, nanti temen-temen gue ke rumah, katanya mau kenalan sama lo, mau gak?" tanya Natha ke Ola, ia mengangguk pelan.


"Boleh, sekalian nambah temen" jawab Ola.


"Lanjutin lah, yang tadi. Masih penasaran gue," ujar Ola keada Natha, Natha mengangkat satu alisnya, ia bingung.


"Yang tadi buset, baru tadi di bilangin, masa lupa?" sambung Ola yang melihat Natha kebingungan. Oh! Yaa Natha mengingatnya.


"Kenapa lo selalu nolak kalau di ajak ke rumah Tante Henny?" tanya Ola, "Gue males ketemu Kala sebenarnya." jawab Natha, Ola bingung, kenapa?


"Kenapa?" tanya Ola lagi, "Mantan gue." jawab Natha.


"Hah! Lo pacaran sama sepupu sendiri? Haha!! Aduh, kenapa bisaa? Pantes aja nolak terus kata Keenan tadi." kaget Ola, ia tertawa terbahak bahak, menertawakan Natha, sedangkan yang di tertawa kan menatap sinis ke Ola.


"Ya gitu, dulu gue dekat banget sama dia di saat kelas satu SMP sampai Dua SMP. Di kelas satu SMP semester dua gue jadian karena dia yang nyatain perasaannya, ya karena gu juga suka, kan? Ya udah gue Terima. Lama kelamaan sampai kelas dua hubungan gue masih aman-aman aja. Tapi setelah semester dua kelas dua gue sama dia ada kesalahan pahaman gitu." jelas Natha.


"Gue salah paham karena dia selalu sibuk sama urusan dia, dulu dia ketua OSIS. Di setiap ada acara, dia selalu gak ada waktu buat gue, gue sama dia udah lumayan renggang. Terus ada nomor gak di kenal ngirim satu foto, di foto itu ada Kala sama Cewek, gak tau gue siapa ceweknya waktu itu. Terus yang ngechat gue tadi ngetik gini. 'Ta, itu Kala, pacar lo kan, tuh dia sama cewek lagi peluk-pelukan pas tadi gue gak sengaja lewat ruang osis.' katanya." sambung Natha, Ola hanya diam menyimak penjelasan Natha.


"Gue ngomong sendiri nih, 'Oh, pantes aja jarang banget buat nemenin gue, jangankan nemenin, buat ngabarin aja susah banget.' gituu. Terus gue bales tuh yang ngechat gue tadi 'oh, makasih ya infonya.' terus dia cuman bales pake emot jempol. Gue ngespam Kala, gue ngasih long text ke dia, ya pokoknya di akhir ketikan, gue ngajak dia putusan terus gue blok nomornya dia."


"Tapi si Kala nge dm gue di Ig dia bilang kalau gue salah paham, gue kan ngirim tuh foto sama dia. Jadi dia ngejelasin di DM tuh, katanya dia cuman bantu tu cewek karena mau jatoh gara-gara ngambil buku. Ya udah gue percaya. Dan lo tau? Dua bulan dari kejadian itu, dia bahkan gak berubah, masih aja jarang banget buat ngasih kabar ke gue. Gue kembali ngajak dia putus, dia gak mau, gue tetep maksa buat putus. Dia ngalah, dia nurutin permintaan gue kalau mau putus, udah, di sana gue putus sama dia."


"Berselang dua hari setelah gue putus sama Kala, ada lagi nih, nomor gak di kenal ngasih foto ke gue, gue heran dong, dari mana sih ni nomor gak di kenal dapetin nomor gue gitu. Gue buka, ternyata tu Foto, foto cewek yang di bantuin Kala, kali ini mereka berdua memang pelukan. Jelas banget dari fotonya, tau-taunya, tu cewek emang suka Kala, dan niatnya emang mau ngehancurin hubungan gue sama Kala, makanya dia pura-pura jatuh di saat ngambil buku, padahal dia gak jatuh. Cuman pura-pura."


"Ya sudah? Gue juga sudah putuskan sama dia? Gue blok semua sosial media Kala, gue bener-bener ngejauh dari Kala. Dulu gue satu SMP, rumah gue juga deketan, tapi di saat lulus SMP Kala pindah rumah di sekitar sini nih."


"So? Alasan gue males ketemu dia, gue males banget ingat masa-masa itu. Keenan, Nyokap gue sama nyokap bokap dia gak tau kalau gue pacaran. Nah sekarang makanya kayak canggung gitu, gue bahkan gak kenal sama cewek yang berniat ngerusak hubungan gue tuh." Natha panjang lebar menjelaskan.


"Oh! Gue ngerti nih, jadi lo males ketemu Kala tuh karena lo males ingat kenangan lo bareng Kala, gitu?" tanya Ola,

__ADS_1


"Maybe? Karena satu tahun juga pacaran, mana di saat itu, baru pertama kali gue pacaran selama itu. Dulu gue pacaran cuman bertahan satu sampai dua bulan. Lah ini? Sampai satu tahun, mana sama saudara sendiri lagi." jawab Natha.


"Saran gue, mending lo bersikap kayak biasa aja gitu, entar yang ada Nyokap lo curiga, kenapa lo jadi gak mau ke rumah Tante Henny. Bersikap aja kayak gak terjadi apa apa, pokoknya kayak orang bersaudara pada umumnya lah gitu." saran Ola yang di angguki oleh Natha.


***


Kini Natha dan Ola sudah kembali menyusul Mama Lian dan yang Lain. Mereka sedang makan bersama di taman, mereka duduk di atas karpet yang di bawa dari rumah oleh Tante Henny. Di sekitar banyak juga yang sedang makan-makan bersama keluarga nya.


Mereka makan bersama hingga habis tak tersisa, tadi mereka juga sempat naik wahana wahana di taman ini.


Mereka duduk berpisah dengan orang tua, ada dua buah alas duduk yang di bawa oleh Tante Henny.


Mereka duduk saling berhadapan, Natha berhadapan dengan Keenan, Ola berhadapan dengan Kala, dan Ayu di pinggiran tepat di samping Ola dan Kala.


"Ta, tolong ambilin tisu dong." ucap Kala, Natha mengambilkan tisu tersebut lalu memberikannya ke Kala.


'Bajingan, gue masih gak bisa lupain lu elah.' batin siapa???? Yaaa batin Kala. Buset Kalaa, udah berapa lama ini, empat tahun udah gak bersama, masih belum bisa moveon juga? Hayolohh, Natha aja udah gak ada rasa lagi sama loe 😋😋.


"Lo ngampus dimana, Kal?" tanya Keenan ke Kala.


"Deket rumah aja, biar gak jauh-jauh amat." jawab Kala, "Ngambil jurusan apa?" tanya Keenan lagi.


"Jurusan Hukum si, dari dulu mau ngambil jurusan itu, semoga aja keterima." jawab Kala Lagi.


"Lo, berdua, ngambil jurusan apa?" tanya Kala ke Natha dan Ola.


"Gue ngambil jurusan psikolog." jawab Ola.


"Kedokteran kalau gue." jawab Natha yang di angguki oleh Kala.


'Ish! Apaan sih! Kok gue gak di tanyain? Masa dia berdua doang yang di tanyain.' Batin Ayu yang merasa kesal karena tak di tanya.


"Baru kelas dua belas dia." jawab Kala, "Loh? Adek kelas? Gue pikir sama." ucap Ola yang di gelengi oleh Kala.


"SMK atau SMA?" tanya Keenan, "SMK negeri 6 di deket sini." jawab Ola yang bahagia karena di tanya oleh Keenan.


"Ngambil jurusan apa?" tanya Natha kali ini, agar tak terlalu kelihatan bahwa dia gak suka sama Ayu.


"Kimia Industri" jawab Ayu. Masih banyak lagi yang mereka bahas, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Tante Henny.


Tante putri dan Ayu berpamitan langsung pulang saja, mereka pulang menggunakan taxi online.


Di dalam mobil hanya Ada Natha, Ola, Kala dan Keenan. Sesampainya mereka di rumah Tante Henny, mereka langsung masuk, sebenarnya yang pulang itu hanya Keenan, Kala, Natha dan Ola. Sedangkan Mama Lian dan Tante Henny berjalan dulu, katanya mau shopping.


Mereka kini duduk di ruang tamu, Keenan dan Kala sedang bermain game online. Natha dan Ola sedang chatting bersama temannya masing-masing.


/grub mereka bersama co-ce


[Kayaknya gak jadi hari ini deh, soalnya di di rumah Tante Henny.] - Natha


[Elah gampang, besok kita ketemu juga, daftar bareng.] - Gabriella


[Nah tuh, bener, kayak gak ada hari lain aja.] - Laura


[Seru banget nih, gue gak bisa gabung lagi elah â˜šī¸] - Vio


[Gak apa, asal kita jangan asing aja, siapa tau nanti gue nyusul ke Singapur, haha!] - Kate

__ADS_1


[Tul betul, Natha keluarga nya juga ada dari Singapur kan?] - Gabriella


[Iya, nyokap bokapnya Ola.] - Natha


[Ola siapa?] - Rafa


[Sepupu Natha dari Singapur, baru dateng kemarin kalau gak salah?] - Laura


[Iyaa] - Natha


***


Kini jam sudah menunjukkan jam enam sore, Mama Lian, Natha, Keenan dan Ola sudah pulang pada jam lima sore tadi.


"Gue tinggal ya, mau mandi." ucap Natha ke Ola, Ola mengangguk. Natha masuk ke dalam kamarnya, kamarnya sudah rapi, jendela dan tirai kamarnya sudah tertutup. Pasti Bibi Mela yang melakukannya, siapa lagi kalau bukan Bibi Mela yang bekerja di rumah ini.


Natha mengambil handuk dan Bathrobe lalu membawanya ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai mandi, Natha keluar dari kamar mandi, kepala terlilit dengan handuk dan badannya yang hanya tertutup dengan Bathrobe.


Natha mengambil baju tidur one set berwarna hitam lengan pendek celana pendek. Setelah selesai memakai, ia duduk di meja rias, ia mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer. Menguncir bagai ekor kuda rambut panjangnya yang berwarna merah.


Setelah selesai ia rebahan di atas kasur sambil main HP, tak lama, ada pesan dari Keenan.


[Natha] - Keenan


[Hah?] - Natha


[Kalau Mama pulang, terus nyariin gue, bilang aja gue di rumah Jaden.] - Keenan


[Jalan mulu lo.] - Natha


[Suka suka gue.] - Keenan


Tadi Mama Lian berjalan kepasar malam bersama Bibi Mela dan Lea. Natha di rumah hanya bersama Ola, karena Keenan juga ikut keluar ke rumah Jaden.


Ola berada di dalam kamarnya, ia sudah tertidur setelah selesai mandi. Di jam tujuh malam, Ola sudah tertidur, tapi nanti jam sebelas malam ia terbangun sebentar untuk buang air kecil, biasanya seperti itu.


Sekitar jam delapan malam, Mama Lian dan Bibi Mela sudah pulang, mereka membereskan berbelanjaan di dapur. Natha tahu bahwa Mama Lian sudah pulang, tapi ia masih ingin berada di kamar, ia sangat merasa lelah pada hari ini.


Tak lama kemudian, Mama Lian memanggilnya.


"Apa ma?!" tanya Natha dari dalam kamar berteriak.


"Bisa kesini bentar?" tanya Mama Lian, Natha duduk, walaupun sebenarnya ia tidak ingin bangkit dari rebahan nya. Tapi ini demi orang tercinta, jadi ia mau untuk turun ke bawah.


"Kenapa ma? Ada yang mau Natba bantu?" tanya Natha, "Ini, bisa tolong antar ke rumah pak Harto? Bibi Mela lagi nidurin Lea di kamar." jawab Mama Lian, Natha mengangguk, ia mengambil plastik hitam tersebut dan membawanya ke rumah Pak Harto.


"Pak Harto!" panggil Natha di saat ia sudah tiba di depan rumah Pak Harto. Tak lama Pak Harto keluar dari rumah, ia membuka pintu rumahnya, terlihat jelas Natha berdiri di depan sana.


"Ini Pak, Mama nyuruh Natha ke sini buat ngasih ini Ke Pak Harto." ucap Natha memberikan plastik hitam yang di berikan oleh mama Lian tadi, Pak Harto mengambilnya dari tangan Natha.


"Makasih yaa.. Maaf jadi ngerepotin si eneng, tadi Bapak juga mau kerumah eneng padahal." jawab Pak Harto, Natha mengangguk.


"Gak apa Pak, Natha pamit ke rumah yaa, selamat Malam Pak!" ucap Natha melambaikan tangannya kepada Pak Harto, Pak Harto mengangguk.


"Makasih lagi ya ini eneng!" ujar Pak Harto melambaikan tangannya juga kearah Natha.

__ADS_1


"Iya Pak, Sama-sama, kayak sama siapa aja. Ya sudah, dadah pak!" jawab Natha, ia berlari kecil untuk sampai kerumahnya yang ada di samping rumah Pak Harto.


...***...


__ADS_2