My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 79


__ADS_3

"Iya neng, nanti bapak kasih ke kelas kamu." jawab pak Satpam,


"Iya, makasih pak. Natha pergi dulu," ucap Natha,


"Iya, Hati-hati neng!" jawab Pak satpam, Natha hanya mengangguk, ia kembali masuk ke dalam mobil, Keenan langsung saja melajukan mobilnya untuk pergi ke kampusnya. Natha dari malam tadi tak ada membuka hp, ia juga tak mengabari teman-temannya jika hari ini ia tidak masuk sekolah. Bukannya sengaja, kemarin malam, ia men charger hpnya karena hpnya mati total, dan baru pagi ini ia membuka layar hpnya. Banyak notif dari teman-temannya, tapi hanya di biarkan oleh Natha, bahkan chat dari Aksa sekali pun.


Hp Keenan bergetas di atas dashbord mobil, ternyata Mama Lian telah menelpon dirinya, Keenan menyambungkan telpon itu,


"Nak, kalian udah di jalan, ya?" tanya Mama Lian,


"Iya, Ma, ini lagi jaln ke kampusnya Keenan," jawab Keenan,


"Oh, ya udah, Hati-hati, ya. Masih ingatkan, jalan ke rumah Bibi Mela?" tanya Mama Lian sekali lagi,


"Iya, ma, ingat kok." jawab Keenan, Mama Lian langsung memutuskan sambungan telponnya. Sesampainya di kampus Keenan, Keenan langsung saja turun dan menyerahkan surat itu ke pak satpam. Mereka melanjutkan perjalanannya untuk pergi ke rumah Bibi Mela.


Sesampainya di rumah bibi Mela, jam sudah menunjukkan jam delapan pagi, di rumah Bibi Mela juga sudah rame orang melawat. Natha langsung saja masuk dengan sopan, dan langsung menyusul Mama Lian. Natha melihat Lea yang sedang berada di dalam dekapan Mama Lian, Natha mengambil alih Lea, ia sekarang menggendong Lea dan membawanya keluar. Membiarkan Mama Lian menenangkan Bibi Mela yang menangis sesegukan, Natha menghampiri Keenan yang sedang duduk di luar bersama orang kampung yang ikut melawat.


"Kemana?" tanya Keenan kepada Natha, Natha hanya menunjukkan tempat yang ingin ia datangi, tak jauh dari rumah bibi Mela, ada tempat duduk di bawah pohon besar. Hanya berjarak satu buah rumah saja, Keenan mengikuti Natha, ia mengambil alih Lea untuk berada di gendongannya.


"Lea, Lea jangan sedih ya? Nanti Nenek Lea juga ikut sedih," bujuk Natha menenangkan Lea agar tidak menangis, dari tadi Lea menangis sesegukan.


"Lea mau apa? Mau permen? Kaka beliin," tanya Natha, Lea menggeleng,


"Mau ice cream?" tanya Natha, lagi lagi Lea menggeleng,


"Lea mau apa sayang??" tanya Keenan dengan lembut,


"Lea mau duduk di sini aja, sama Kakak Keenan dan Kak Natha," jawab Lea, ia duduk di tengah-tengah Keenan dan Natha. Lima belas menit telah berlalu, Keenan, Natha dan Lea masuk ke dalam rumah karena Mama Lian memanggilnya.

__ADS_1


Kini, Nenek Lea sudah di kubur, mereka sedang berada di kuburan menunggu Bibi Mela, Bibi Mela masih terisak dengan memeluk nisan Ibu Kiranti.


"Ibu, jangan sedih-sedih lagi, nanti Nenek juga ikutan sedih..." ucap Lea menenangkan Bibi Mela. Hingga satu jam mereka berada di kuburan, dan bibi Mela juga sudah merasa tenang, walau sedikit tak ikhlas karena kehilangan seorang ibu. Kini mereka telah duduk di rumah Bibi Mela, tapi tidak dengan Natha dan Keenan, mereka berdua sedang duduk di teras rumah Bibi Mela.


"Nak, kalian gak masuk sekolah hari ini?" tanya Bibi Mela kepada Natha dan Keenan dari dalam rumah,


"Enggak, Bi," jawab Natha


"Ya ampun, kenapa kalian gak masuk sekolah? Padahal gak apa kok gak dateng buat ngelawat," jawab Bibi Mela,


"Gak boleh, bi, lagian kami juga pengen lihat Nenek Lea buat terakhir kalinya, semoga Bibi Mela udah nge ikhlasin ya." ucap Natha masuk ke dalam rumah,


"Makasih banyak, yaa" jawab Bibi Mela,


"Bi, sebenarnya Natha udah anggap bibi sebagai Mama kami juga, karena bibi dari dulu sampai sekarang selalu merawat kami, dari umur lima tahun, sampe sekarang umur tujuh belas tahun, dan bang Keenan sembilan belas tahun." ucap Natha, Bibi Mela terharu, ia langsung memeluk tubuh ramping Natha, Natha membalas pelukan itu.


"Ya udah, kami pulang dulu, bi, Ma" ucap Natha berpamitan kepada Mama Lian dan Bibi Mela,


"Hati-hati, ya sayang, jangan ngebut," jawab Mama Lian,


"Bi, jangan sedih terus yaa, bibi juga harus makan, nanti kalo bibi gak makan, bibi bisa sakit. Natha gak mau itu terjadi, makan ya bi?" ucap Natha karena dari tadi bibi Mela tak ingin memakan makanannya, katanya tidak nafsu.


"Iya, makasih, yaa" ucap Bibi Mela sembari mengelus rambut Natha, Natha mengangguk lalu bersalaman. Ia juga bersalaman dengan keluarga bibi yang lainnya,


"Dadah, kami pulang dulu," ucap Natha, mereka berdua langsung saja pergi ke mobil yang tak jauh dari rumah bibi Mela.


"Langsung pulang aja kan?" tanya Keenan, Natha mengangguk, mereka sudah mandi dan berganti baju di rumah bibi Mela pada jam lima sore tadi.


***

__ADS_1


Sesampainya mereka di rumah, Natha langsung saja masuk ke dalam kamarnya, ia menghempaskan badannya ke atas kasur, hari ini ia sangat lelah, bahkan ia tak membuka hp selama seharian penuh, ia juga menghidupkan mode silent. Hpnya saja berada di tangan Keenan, jadi Natha tidak tau, ada atau tidak ada Aksa menelponya. Kini Natha membuka hpnya, bahkan baterai hpnya masih 80% Natha langsung saja membuka aplikasi Whatsapp.


Ternyata, Aksa sudah menelponya lebih dari dua puluh kali, tak hanya Aksa, bahkan teman-temannya juga. Natha terlebih dulu membalas pesan dari Aksa,


[Ay, maaf ya, tadi aku sibuk banget, maaf banget lupa ngabarin kamu. Sekali lagi, maaf yaa... ] - Natha


Natha setelah itu langsung membalas pesan dari Gabriella, tapi, pesan Gabriella itu bukan mencari keberadaan Natha, melaikan ia mengirim foto. Natha mengamati foto itu dengan benar, fotonya agak buram, dan itu mungkin di ambil dari kejauhan.


[Siapa itu, Gab?] - Natha


Kini ia membuka chat dari Aksa lagi, karena Aksa sudah membalasnya.


[Iya, ay. Aku khawatir banget sama kamu, mau aku susul, tapi aku gak tau jalannya hehe. Yang penting kamu gak apa kan?] - Aksa


[Iya ay, aku gak apa, kamu sudah makan?] - Natha


[Sudah ay, kamu yang nanya itu, udah apa belum?] - Aksa


[Sudah kok. Bentar ya, aku di panggil sama Keenan.] - Natha


"Ta!" panggil Keenan, ia hendak turun, namun hpnya kembali bergetar,


[Serius Ta, lo gak kenal?] - Gabriella


[Enggak, siapa?] - Natha


[Gila! Itu si.....]


...***...

__ADS_1


__ADS_2