
"Nantiii, bareng ajaaa~~" rengek Keenan lagi, Natha hanya pasrah, ia mengambil hp Keenan yang ada di atas nakas, untung saja Natha sekarang menggunakan celana panjang.
Natha membuka notif dari Tala
[Keenan, ngumpul sini, yang lain udah datang.] - Tala
[Gak dulu. Keenannya lagi mabuk, lo yang ngajak?] - Natha
[Lo Natha kah?] - Tala
[Gak tau, tadi gue gak ada ngajak dia minum.] - Tala
[Iya, gue Natha. Terus? Dia minum sendirian gitu?] - Natha
[Tadi dia sekitar jam dua siang udah gak ada di kampus sama Ikhsan, coba tanya Ikhsan.] - Tala
[Ok, thanks Tala. Keenannya gak gabung sama lo pada dulu.] - Natha
[Yoi, santai aja.] - Tala
Natha mencari kontak yang bernama Ikhsan, ternyata di sana memang ada chat Keenan dan Ikhsan dari jam dua siang.
[Keenan, bolos gas? Minum kita.] - Ikhsan
[Gas, tas gue lempar ke samping, lo tunggu di samping sini.] - Keenan
[Oke-oke] - Ikhsan
Ternyata benar saja, Keenan bolos dengan Ikhsan dari jam dua siang. Natha mematikan layar hp Keenan, ia hendak membuang air kecil ke toilet, tapi sepertinya Keenan tak ingin menjauh dari paha Natha.
"Abang, gue mau ke toilet bentar, ke sini dulu," ucap Natha menepuk nepuk bantal yang ada di samping paha Natha. Keenan mengalihkan kepalanya ke atas bantal, Natha langsung saja menaruh hpnya dan hp Keenan di atas nakas lalu ia bergegas berjalan ke toilet.
Setelah selesai dari toilet, ia langsung kembali tapi tak ke kamar Keenan, ia takut sebenarnya, walaupun itu adalah abang kandungnya.
Natha mendudukkan dirinya di sofa panjang, jam sudah menunjukkan jam tujuh malam, tak lama Natha duduk di sana, ternyata Keenan keluar dari kamarnya dan menghampiri Natha ke ruang tamu dengan sempoyongan.
Natha tak menyadari jika Keenan menghampirinya, Tiba-tiba Keenan memeluk tubuh Natha dari samping membuat Natha terkejut.
__ADS_1
"Abang?!" teriak Natha, Keenan tak memperdulikan Natha, ia malah mendudukkan dirinya di depan Natha dan masih setia memeluk tubuh Natha.
"Aihh, lo ngeribetin bego, sana lo!" ucap Natha, ia mendorong badan Keenan, ia bisa bebas, tapi bagaimana pun, Keenan tenaganya lebih kuat dari dirinya. Tangan Natha kembali di tarik oleh Keenan, ia terduduk di pangkuan Keenan, Natha yang merasa aneh ia langsung pindah duduk ke samping Keenan saja.
"Lo lama kelamaan gila karena terus terusan mabuk gitu, udah sini, makan, gue tau lo belum makan juga." ucap Natha lalu menggandeng tangan Keenan untuk menuju ke ruang makan. Natha menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, setelah selesai Natha duduk berhadapab dengan Keenan.
"Lo makan, gue mau ngambil hp dulu." ucap Natha lalu berjala menaiki anak tangga untuk masuk ke dalam kamar Keenan. Setelah mengambil ia kembali ke ruang makan,
Natha makan sambil memainkan hpnya, di pertengahan makan, Keenan tiba-tiba berlari ke toilet. Dari wajahnya, sepertinya Keenan hendak muntah, Natha langsung bergegas mengambil minyak kayu putih di ruang tamu lalu berlarian menghampiri Keenan di toilet.
Natha membuka botol minyak kayu putih itu lalu menyerahkannya ke Keenan, Keenan menolaknya. Natha mau tak mau langsung mengoleskannya ke belakang leher Keenan,
"Bentar, gue ambilin air putih, tunggu," ucap Natha langsung mengambil satu cangkir air putih lalu menyerahkannya ke Keenan. Keenan meminum air putih itu perlahan, Natha membawa Keenan perlahan duduk di meja makan.
"Masih bisa habisin makannya gak? Kalo gak bisa langsung ke kamar aja, istirahat." ucap Natha, Keenan mengangguk, Natha menemani Keenan ke kamar sampai Keenan merebahkan badannya.
Natha lupa, di ruang makan, sisa makanan mereka tadi belum ia rapikan, jadi ia kembali ke lantai bawah untuk merapikan semuanya.
Setelah selesai, ia kembali ke kamar Keenan melihat ia sudah tidur ataukah belum. Ternyata Keenan sudah terlelap, ia berjalan ke arah Nakas untuk mengambil hpnya, lalu kembali ke kamarnya sendiri.
***
"Taa," panggil Keenan dari ambang pintu kamar Natha, Natha kaget di buatnya,
"Bikin kaget aja, lo." pekik Natha, Keenan berjalan menghampiri Natha yang sedang duduk di kasurnya dengan laptop di depannya.
"Udah gak pusing, lo?" tanya Natha, Keenan mengangguk,
"Lo bisa gak sih? Jangan minum-minuman gitu, bikin ribet tau gak? Pake bolos segala, kalo mama tau, lo pasti kena marah!" ucap Natha kesal, Keenan hanya tersenyum lalu mengusap surai lembut Natha, Natha menepis tangan Keenan,
"Cih, jangan pegang pegang," kesal Natha,
"Udah tidur, besok sekolah, nanti telat." ucap Keenan, Natha hanya memutarkan bola matanya malas.
"Lo tadi baca chat Tala sama Ikhsan kan? Haha!" tawa Keenan,
"Dih ketawa, emang udah gila kayaknya lo!" jawab Natha karena Keenan malah tertawa.
__ADS_1
"Udah ah, tidur, gue mau ke bawah dulu," ucap Keenan, Natha hanya mendehem, Keenan keluar dari kamar Natha, Natha langsung mengunci pintu kamarnya agar Keenan tak bisa masuk ke dalam kamarnya.
Natha merebahkan badannya ke kasur dan mematikan laptopnya, menaruhnya ke atas nakas lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
***
//pagi hari//
Natha sudah siap dengan seragam sekolahnya, ia turun ke lantai bawah dan ia melihat Keenan sedang memasak nasi goreng.
"Sarapan dulu." ucap Keenan, Natha mengangguk, ia mengambil piring yang kosong. Sambil menunggu Keenan selesai memasak nasi goreng, Natha memainkan hpnya untuk membalas chat dari Gabriella tadi malam.
[Ta, lo besok sekolah, kan?] - Gabriella (tadi malam)
[Iya, kenapa?] - Natha (pagi hari)
[Lo udah berangkat?] - Gabriella
[Belum, masih nunggu sarapan, ada apa sih?] - Natha
[Mau nebeng hehe, Cakra gak masuk sekolah, dia mau nganter nyokapnya ke bandara, kalau Laura, biasalah, sama Rafa.] - Gabriella
[Oh, ayo aja. Nanti habis selesai makan gue langsung otw ke rumah lo.] - Natha
[Okeee, gue tunggu depan komplek aja biar gak masuk lagi.] - Gabriella
[Oke, tunggu ya, gue mau makan dulu.] - Natha
[Sip sip] - Gabriella
Natha menaruh hpnya di atas meja makan dengan bagian layar hpnya yang di bawah. Natha memakan nasik goreng yang telah masak dan yang sudah Keenan taruh ke dalam piring Natha.
"Abang, gue duluan ya, gue mau jemput Gabriella!" ucap Natha setelah selesai makan, ia bergegas pergi keluar rumah.
"Hati-hati, jangan ngebut!" jawab Keenan, Natha hanya mengacungkan jari jempolnya, ia menaiki motornya dan memakai helmnya, ia langsung saja melajukan motornya untuk pergi menjemput Gabriella.
"Ayo!"
__ADS_1
...***...