
Satu minggu kemudian.
Pagi hari yang cerah dan juga senyuman seorang gadis cantik yang memakai baju seragam sekolah hari senin dengan rambut yang terurai, Natha.
Sekarang Natha sudah di perbolehkan untuk kembali memasuki Sekolah, Natha sangat senang karena ia sangat rindu dengan sekolahnya dan juga teman temannya.
Ia sekarang berada di ruang makan, sarapan bersama dengan Lian, Keenan dan juga Lea.
"Mama hari ini gak kerja, jadi mama antar aja kamu sekolahnya, mau?" tanya Lian kepada Natha, Natha mengangguk semangat,
"Mauu!" sorak Natha.
"Ikut, dong," ujar Keenan, ia sekarang dapat kelas siang, jadi ia masih bisa berlama lama.
"Ayo, Lea juga ikut, mau?" tanya Lian kepada Lea, Lea hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"Udah, ayo cepet abisin makanannya, setelah itu kita berangkat," ujar Lian.
Mereka sudah selesai memakan sarapan pagi nya, Natha juga sudah berada di halaman depan rumahnya, menunggu Lian yang mengeluarkan mobil dari dalam garasi.
Setelah Lian selesai mengeluarkan mobilnya, Natha, Keenan dan Lea, langsung memasuki mobil milik Lian, Keenan duduk di samping kiri Lian dengan Lea yang berada di pangkuannya, sedangkan Natha duduk di kursi tengah. Lalu Lian menjalankan mobilnya ke arah sekolah Natha,
***
Sesampainya di sekolah Natha.
Sebelum ia turun dari mobil, ia berpamitan dengan Lian dan Keenan, lalu ia turun dari mobil.
Natha melambai lambaikan tangannya disaat mobil Lian yang sudah jalan. Natha berada di depan gerbang sekolah, ia menarik nafas panjang panjang lalu menghembuskan nya. Natha melangkah kan kaki nya ke arah kelas nya yang berada di lantai atas.
Natha masuk ke dalam kelas nya, semua mata tertuju kepada Natha, dari awal dia berjalan di depan gerbang hingga masuk ke dalam kelas.
"Apa sih? Kayak baru liat manusia aja," ujar Natha yang agak sedikit risih dengan tatapan orang orang.
"Baru masuk, udah marah marah aja," jawab Kayla,
"Ya iyalah, dari tadi di gerbang sampai di kelas di liatin mulu, kayak liat hantu aja," ujar Natha lagi, ia berjalan ke arah tempat duduk nya yang di samping Gabriella, menaruh tasnya. Lalu ia kembali berjalan ke luar kelas untuk mencari ketiga temannya, di kelas cuman ada tasnya, orang nya tidak ada. Natha berniat mencari ke kantin,
Sesampainya Natha di kantin, Natha melihat kesana kemari untuk mencari teman temannya, dan, ketemu, ketiga temannya duduk di tempat biasa yang mereka tempati, pojok kanan kantin.
Natha menghampiri teman temannya, ternyata mereka tidak hanya bertiga, disana juga ada Aksa, Gibran, Rafa, dan Cakra.
"Oit," panggil Natha setelah menghampiri teman temannya itu.
"NATHA!!!" teriak Gabriella setelah lama tidak melihat Natha dengan pakaian sekolah nya.
"Heh jangan teriak bego, tuh semua orang pada liatin lo," ujar Natha, ia mendudukkan dirinya di samping Gabriella dan di seberang kursi Gibran.
"Akhirnya lo sekolah juga, gue kangen banget sumpah, satu minggu gue duduk sama bangku kosong milik lo," jawab Gabriella,
"Nah, sekarang kan udah sekolah lagi, awas aja sampe bikin masalah lagi, lo, natha," ujar Laura memperingati Natha,
"Gak janji, haha" jawab Natha dengan tertawanya,
"Tapi ngomong ngomong, gue gak ada lihat Nita, bukan nya sama sama kena skors satu minggu, ya?" tanya Cakra menyela pembicaraan mereka,
"Iya, gue juga gak liat dia, biasanya dia kalo gue baru sampe sekolah dia udah di kelas," jawab Gibran,
"Lo, tadi kan habis di kelas, lihat dia gak?" tanya Cakra kepada Natha,
"Gak ada, gue lihatnya cuman ada Dera Sama Raya," jawab Natha. Tak lama kemudian bell sekolah berbunyi pertanda semua murid harus memasuki kelas mereka masing masing untuk mengikuti pelajaran.
"Nah, ayo ke kelas," ujar Laura, mereka semua berjalan ke arah kelas mereka.
Di kelas.
__ADS_1
Keempat gadis cantik itu memasuki kelas nya, tak berselang lama setelah ke-empat gadis itu masuk, ketiga cowok dengan wajah yang tampan dan tinggi juga masuk ke dalam kelas yaitu, Rafa, Aksa, dan Gibran, sedangkan Cakra? Cakra berbeda kelas dengan mereka bertujuh.
Mereka duduk di kursinya masing masing.
"Pagi anak anak, apakah kalian semangat untuk belajar hari ini?" ujar guru cantik yang masuk untuk mengajar di kelas mereka.
"Semangat, bu!!" jawab mereka semua serentak,
"Ibu akan absen kehadiran kalian dulu, ya," ujar guru itu.
Semua murid di sebutkan hadir, kecuali Nita, sepertinya ia tidak mengikuti sekolah hari ini?
"Nita?" tanya guru itu,
"Apakah ada yang melihat Nita?" tanya guru itu lagi,
"Gak ada, bu, kayaknya gak masuk sekolah deh," jawab Niki,
"Oh ya, ya sudah ibu akan memulai pelajaran hari ini, kalian ma-" belum sempat selesai guru itu berbicara, ucapannya terpotong karena seseorang gadis yang masuk dengan memakai pakaian seragam sekolah juga, dan rambut yang dikuncir seperti ekor kuda.
"Bu, maaf, tadi saya telat," ujarnya,
"Ya sudah, duduk di kursi mu, ibu akan memulai pembelajaran hari ini," jawab guru cantik itu,
Nita masuk ke dalam kelas dan duduk di tempat nya, ya, gadis itu adalah Nita.
***
Bell istirahat berbunyi.
"Baik anak anak, ibu akhiri pembelajaran hari ini, semoga pembelajaran yang ibu ajarkan mudah di pahami, gunakan waktu istirahat dengan baik, ya, ibu pamit," ujar guru cantik itu lalu pergi melenggang ke luar kelas,
"Iya, buu!!" jawab semua anak murid di kelas itu.
"Huh, akhirnya, ada yang mau ke kantin gak?" tanya Gabriella kepada teman temannya,
"Lah, ke kantin aja ayoo, Vio, Lau, kantin gak?" tanya Gabriella kepada Laura dan Vio,
"Iya kekantin," jawab Laura dan Vio berbarengan.
"Nahhh, ayo kantin Nat," ujar Gabriella membujuk Natha,
"Kalian aja, gue mau disini aja, gue udah kenyang juga pagi tadi sarapan," jawab Natha,
"Ya udah, gue tinggal ya, mau nitip?" tanya Gabriella,
"Coca-Cola aja," jawab Natha, Gabriella hanya mengangguk, ke tiga gadis itu keluar dari kelas untuk pergi ke kantin.
"Lo ber tiga, gak ingin ke kantin?" tanya Natha kepada tiga orang pria berparas tampan yang duduk tak jauh dari kursinya.
"Males, mau disini aja," jawab Rafa, Gibran mengangguk setuju dengan jawaban Rafa,
"Tumben, biasanya paling depan kalo soal istirahat," ujar Natha lagi,
"Lo sendiri, kenapa gak ke kantin?" tanya Rafa kepada Natha,
"Udah kenyang," jawab Natha, Rafa hanya mengangguk bahwa ia mengerti.
Natha mengambil hpnya yang berada di laci meja lalu memainkannya.
Beberapa menit kemudian.
Bell sudah berbunyi yang tandanya waktu istirahat sudah habis, sekarang memasuki jam pelajaran ke empat. Ketiga temannya juga sudah kembali dari kantin dan membawa satu coca cola di tangan Gabriella.
"Nih," ujar Gabriella sembari menyerahkan coca cola nya kepada Natha,
__ADS_1
"Berapa?" tanya Natha,
"Gak usah di bayar, gue beliin buat lo, gratis," jawab Gabriella,
"Tumben, ada apa nih?" tanya Natha lagi,
"Emm, nanti sore pulang sekolah temenin gue beli buku di toko buku dong, hehe," jawab Gabriella sambil tertawa kecil.
"Ya udah, gue yang jemput lo, atau lo yang jemout gue?" tanya Natha kepada Gabriella lagi.
"Gue aja, nanti sekitar jam tujuh" jawab Gabriella,
"Itu malam bego," ujar Natha,
"Loh? Emang tadi gue bilang sore yak?" tanya Gabriella,
"Pagi!" kesel Natha, Gabriella hanya terkekeh. Natha meraih coca cola yang belikan oleh Gabriella tadi, lalu membukanya dan meminumnya.
"Pagi menjelang siang anak anak, bapak hari ini akan ngasih tugas saja, karena bapak akan ada rapat jadi kalian jangan ribut, ya, tugas nya bapak kasih kepada Niki, nanti kirim kan kepada teman temannya. Kalo jam pelajaran bapak sudah habis, semua tugas yang bapak kasih tadi harus selesai semua, ya" ujar guru laki laki yang masuk sebentar,
"Iya, pak" jawab Niki,
"Ya sudah, bapak mau keluar dulu, jangan ribut, kalo ribut catat orangnya, ya" ujar bapak itu lalu keluar.
"Siap pak," jawab Niki,
"Tugasnya gue kirim di grub kelas, kalo selesai kumpul di meja guru," ujar Niki.
Natha dan teman temannya mengerjakan tugas yang dikasih oleh guru tadi.
Beberapa saat kemudian. Natha sudah selesai mengerjakan nya, ia menaruh bukunya di meja guru seperti yang di perintahkan oleh Niki tadi, begitu juga dengan teman teman yang lainnya.
Natha merebahkan kepalanya di boneka miliknya yang ia bawa dari rumah di taruhnya ke atas meja nya, sembari memainkan hpnya.
***
Sekarang sudah menunjukkan ke jam lima sore, yang tandanya sebentar lagi akan pulang sekolah. Natha menelpon Lian untuk menjemput nya,
Ditelpon,
[Ma, jemput Natha dong, bentar lagi udah mau pulang ini] -Natha
[Oke, mama otw] -Lian
[Oke, Natha tutup telpon nya, ya, hati hati maa] -Natha
Ia menutup telponnya, Natha menunggu bel pulang berbunyi, ia ingin cepat cepat pulang karena ia merasa sangat lelah hari ini.
Kring! Kring!! Kring!!!
Bel berbunyi, semua anak murid di sekolah itu keluar kelas dan pulang kerumah nya masing masing. Natha, dan teman temannya berjalan bersama untuk berjalan ke parkiran, mereka sekarang sudah berada di parkiran sekolah.
"Udah di jemput belum?" tanya Aksa kepada Natha,
"Udah, gue duluan ya, hati hati guys," jawab Natha sambil melambai lambaikan tangannya kepada teman temannya. Teman temannya kembali melambai kan tangan ke arah Natha yang berjalan ke luar gerbang sekolah.
Natha mencari cari dimana Lian berada, Natha menunggu di halte bus sekolah, tak berselang lama, Lian berhenti di depan Natha, Natha langsung saja masuk ke dalam mobil dan duduk di samping kiri Lian.
"Gimana sekolahnya? Seru?" tanya Lian kepada Natha,
"Seru bangett, tapi Natha ngerasa capek banget hari ini," jawab Natha, Lian hanya tersenyum kearah Natha dan Lian menjalankan mobil nya ke arah rumah miliknya.
"Oh iya, ma, natha boleh temenin Gabriella buat beli buku di toko buku gak, malam ini, nanti di jemput sama Gabriella kok," izin Natha kepada Lian,
"Boleh, asal jangan pulang terlalu larut malam, oke?" jawab Lian.
__ADS_1
...*****...