
Semua mahasiswa dan Mahasiswi sudah pulang dari kampus, Keenan, Natha dan Ola pergi ke rumah dulu untuk mengganti pakaian.
Sesampainya mereka bertiga di rumah, Natha dan Ola langsung saja masuk ke dalam rumah meninggalkan Keenan yang masih memarkirkan mobil di halaman rumah.
Natha dan Ola bersiap untuk menjenguk Shabita di rumahnya. Setelah selesai mengganti baju, Natha dan Ola langsung saja keluar dari rumah untuk pergi ke rumahnya Shabita. Sebelum ke rumah Shabita, Natha dan Ola akan membelikan makanan dulu untuk Shabita yang sedang sakit.
Natha dan Ola sudah sampai di rumah Shabita, Natha mengetuk dulu pintu rumah Shabita.
Tok! Tok! Tok!
"Sebentar!" teriak wanita dari dalam rumahnya. Pintu terbuka, di buka oleh Mamanya Shabita.
"Halo tante! Natha mau jenguk Kak Shabita, boleh?" tanya Natha ke Mama Shabita.
"Oh iya, boleh, silahkan masuk. Shabitanya ada di kamar, samperin aja, Tante mau bikinin minuman sama makanan dulu buat kalian ya.." jawab Mama Shabita.
"Gak usah repot-repot tante, Natha masuk ke kamar Kak Shabita ya?" ucap Natha yang di angguki oleh Mama Shabita.
Natha dan Ola masuk ke dalam kamar Shabita, sebelumnya Natha mengetuk dulu pintu kamar Shabita lalu ia masuk, pintu kamar Shabita juga tidak tertutup rapat.
"Hallo!" sapa Natha kepada Shabita yang sedang rebahan di atas kasurnya.
"Hai-Hai, sini duduk." ucap Shabita menyuruh Natha dan Ola duduk di atas kasur karena tidak ada kursi di dalam kamarnya.
"Tungguin ya, aku ambilin minum dulu.." ucap Shabita.
"Heh, enggak-enggak, duduk sini aja, gak perlu repot-repot. Nih buat kamu, kak." jawab Natha menahan Shabita yang hendak berdiri, ia memberikan makanan yang di belinya tadi sebelum pergi ke rumah Shabita.
Tak berapa lama kemudian, datanglah Mama Shabita dengan membawa minuman dan makanan di atas mapan.
"Ini, dimakan yaa, awas gak dimakan, gak boleh pulang kalau gak habis." ucap Mama Shabita.
"Makasih ya, tante.. Ini buat tante.." jawab Natha memberikan plastik putih yang berisi buah-buahan.
"Tante tinggal dulu yaa, tante mau masak buat suami tercinta.." ucap Mama Shabita.
"Iya tante! Haha!" jawab Ola dan Natha.
"Alay bener Ma" ucap Shabita. "Biarin Mama dong, sirik aja kamu." jawab Mama Shabita setelah itu pergi keluar dari kamar Shabita.
***
Kini jam tujuh malam, Natha dan Ola sudah pulang dari rumah Shabita dari tadi jam enam sore. Natha dan Ola sedang nonton TV bersama, Keenan tidak ada di ruang tamu, biasanya ia ikut duduk di ruang tamu bersama. Keenan sedang sibuk menyelesaikan tugasnya di dalam kamar.
Tiga puluh menit kemudian.
Keenan keluar dari kamarnya dan ikut mendudukkan dirinya di ruang tamu bersama Natha, sedangkan Ola sudah masuk ke dalam kamarnya sendiri. Tadi Mama Lian juga sudah pulang dari kantornya, sekarang mama Lian sudah berada di kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Ta" panggil Keenan yang langsung menyenderkan kepalanya di pundak Natha.
"Apa?" tanya Natha melirik ke arah Keenan yang ada di samping nya.
"Temenin gue keluar bentar dong, mau nyari makanan." jawab Keenan. "Tumben, biasanya gue yang ngajak." ucap Natha yang sekarang fokus ke arah layar hpnya.
"Mau ikut kaga? Ayolah, yaa??" bujuk Keenan, Natha hanya mengangguk. Natha juga ingin membeli sesuatu yang bisa dimakan, tadi mereka sudah makan, namun Natha masih merasa Lapar.
Sebelum berangkat, Natha menghampiri Ola dulu, siapa tau dia belum tidur lalu menitip sesuatu. Ternyata Ola sudah tertidur, jadi Natha langsung saja pergi dengan Keenan keluar.
Natha menggunakan baju tidur yang satu set berwarna coklat, celana panjang dan lengan panjang.
Sesampainya Keenan dan Natha di pasar malam, jam juga masih menunjukkan jam delapan malam. Keenan memarkirkan motornya di tempat parkir, mereka berdua bejalan di pasar malam untuk mencari makanan.
Ada banyak berbagai macam makanan, Natha melihat ada penjual sosis bakar jumbo, "Abang, beliin itu dong, hehe!" pinta Natha sembari menunjukkan penjual sosis bakar di dekat sana. Keenan mengangguk, mereka berdua berjalan ke arah penjual itu lalu Keenan memesan dua sosis bakar jumbo.
Setelah selesai mereka membeli-beli makanan, kedua kakak beradik itu kembali kerumah.
Sesampainya di rumah, Natha dan Keenan langsung saja masuk dan mendudukkan dirinya di ruang makan. Natha mengambil makanan yang mereka beli tadi lalu memakannya begitu juga dengan Keenan. Mama Lian sudah tertidur di kamarnya.
"Nah" Keenan memberikan hpnya ke Natha, Natha bingung, kenapa Keenan menyerahkan hpnya ke Natha?
"Buka chatnya. Itu notifnya ada di atas, dari tadi ngechat cuman gue nyalain mode jangan ganggu." ucap Keenan lagi, Natha mengambil HP yang di serahkan oleh Keenan tadi. Membuka layar hpnya, ternyata banyak notif chat dari Sherly.
"Males, nanti aja selesai gue ngabisin cemilan." jawab Natha kembali menaruh HP Keenan ke atas meja makan.
Dua puluh menit kemudian, Natha dan Keenan akhirnya selesai memakan-makanannya. Mereka berdua berjalan ke arah ruang tamu, Natha duduk di sofa panjang, begitu juga dengan Keenan, ia duduk di samping Natha dan kembali menyerahkan hpnya ke Natha. Natha mengerti, ia tak membuka hpnya dulu, nanti saja, pikir Natha.
Lima menit telah berlalu, Natha akhirnya membuka HP Keenan dan membuka chat dari Sherly.
/Sherly
[Hai, Keenan.]
[Sombong banget ih]
[Halloo]
[Hallo-hallo, Keenan] - Sherly
[Apa?] - Natha
__ADS_1
[Kenapa baru bales, sibuk yaa ☹️] - Sherly
[Tadi makan.] - Natha
[Nanti malam minggu mau jalan bareng aku ndak? ☹️☹️] - Sherly
[Gak, gue sibuk.] - Natha
[Ihh, kok gituu, kamu jahat banget...] -Sherly
[Alay najis, gue adeknya Keenan.] - Natha
[Keenan gak punya adek, kasih ke Keenan gak. Lancang banget buka HP Keenan sembarangan.] - Sherly
[Bacot. Lo yang ngatain gue ngerusak hubungan Bita sama Keenan, padahal sebenarnya lo yang bikin hubungan Abang gue rusak.] - Natha
[Oh, lo yang tadi di perpustakaan ya? Dih sok cantik.] - Sherly
[Aneh lo.] - Natha
Natha yang emosi langsung saja keluar dari aplikasi Whatsapp. Ia mengembalikan HP Keenan ke pemiliknya, Natha memainkan hpnya sendiri.
"Ngeselin banget, keknya tu orang emang nyari masalah. Baru juga masuk kampus, udah dapet yang kayak gitu aja gue, jadi males buat ngampus, males buat ketemu tu orang." ucap Natha, Keenan terkekeh.
"Awas aja gak masuk kuliah, gue aduin papa lo." jawab Keenan sembari terkekeh.
"Eh, siapa tau papa malah ngebela gue? Hayoloh, mau apa lo kalau papa nge bolehin gue gak masuk kuliah, wlee!" ucap Natha menjulurkan lidahnya.
"Dih" Keenan mencubit pipi Natha, lalu ia merebahkan dirinya di sofa panjang. Menjadikan paha Natha sebagai bantalan nya, Natha biasa saja, ia malah menaruh tangan kirinya di kepala Keenan sambil mengelus-elus rambut Keenan.
***
Pagi hari seperti biasanya, Natha baru bangun tidur, ia segera pergi ke kamar mandi untuk bersiap pergi ke kampus bersama Keenan dan Ola. Setelah selesai, Natha turun dari kamarnya dengan membawa tas ransel berwarna hitam yang di dalam sana terdapat laptop dan alat tulis lainnya.
Natha menggunakan sepatu putih, celana kulot hitam, sweater rajut berwarna hijau dan rambutnya yang terkepang satu.
Natha duduk di ruang makan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kampus.
Setelah selesai makan, Keenan, Natha dan Ola langsung pergi ke kampus, semoga saja mereka bertiga tidak telat, mereka bertiga sudah kesiangan berangkat karena Keenan lupa menaruh flashdisk.
Untungnya, Mereka bertiga tidak terlambat, di saat mereka bertiga masuk ke dalam halaman kampus, bel berbunyi.
Keenan, Natha dan Ola langsung saja masuk ke dalam kelas masing-masing.
/istirahat
"Ta, oi" panggil Keenan dan Ola yang berdiri di depan pintu kelas.
"Eh, gue tinggal ke kantin ya" ucap Natha kepada Kiran yang sedang duduk menghadap Natha, karena mereka tadi sedang berbicara bersama.
"Oh, oke. Nanti kalau udah masuk lanjut cerita ya.." jawab Kiran yang diangguki oleh Natha.
Keenan, Natha dan Ola langsung saja berjalan menuju kantin yang ramai orang, mereka membeli makanan yang ingin mereka makan. Setelah selesai membeli makanan, Mereka bertiga duduk di dekat meja teman-temannya Natha.
"Woi, nanti pulang sekolah sibuk gak?" tanya Gabriella yang sedikit berteriak ke arah Natha, Natha menggeleng.
"Sibuk dia." jawab Keenan, Natha memutarkan bola matanya malas.
"Gue nanya Natha ya, bukan nanya lo." sinis Gabriella menatap Keenan.
"Gak sibuk, kenapa? Mau jalan-jalan?" tanya Natha, Gabriella menggeleng.
"Nanya doang sih." jawab Gabriella tertawa. "Stres." umpat Natha.
"Malam minggu, mau jalan-jalan?" tanya Keenan ke Natha, Natha menaik turunkan pundaknya.
"Gak ada janji juga'kan sama temen-temen lo?" tanya Keenan yang di angguki oleh Natha.
"Kenapa dah? Nanya mulu lo, kayak wartawan aja." ucap Natha, Ola yang dari tadi asik makan seblak reflek tertawa.
"Lo juga, kenapa Tiba-tiba ketawa, aneh" ucap Natha yang juga sebenarnya hendak tertawa, namun ia tahan.
"Ta, gue nanti mau cerita, tapi nanti deh, males banget gue kalau ada Keenan." ucap Ola, Keenan yang mendengar jelas ucapan Ola langsung menatap Ola dengan sinis.
"Gue juga gak mau dengerin cerita lo." jawab Keenan mengambil minumannya yang berada di atas meja kantin.
"Diem lo berdua, berisik banget." ucap Natha, "Dari tadi emang berisik, orang kita di kantin, kalau gak mau berisik, noh ke gudang, gak berisik." celetuk Ola, Natha tak membalas ucapan Ola lagi, ia hanya memutarkan bola matanya malas lalu lanjut memakan snacknya yang tadi dibeli.
***
/sepulang sekolah/
Keenan, Natha dan Ola langsung saja pulang, Teman-teman Natha dan teman-temannya Keenan juga sudah pulang. Sedari tadi di dalam mobil hanya ada suara musik, entah kenapa Natha hari ini rasanya sangat malas untuk berbicara banyak, ia hanya berbicara seadanya ketika di ajak berbicara.
Sesampainya di rumah, mereka bertiga langsung saja masuk ke dalam rumah, Natha dan Ola mendudukkan dirinya di sofa panjang, sedangkan Keenan masuk ke kamarnya untuk membersihkan dirinya, ia merasa gerah.
"Oh ya, gue tadi mau cerita, hehe!" ucap Ola, Natha menatap ke arah Ola.
"Jadi gini, kan gue waktu pertama masuk kelas, gue salfok sama cowok, nah gue juga duduk dekat dia. Lebih tepatnya di belakang gue, gue ngerasa kayak, suka sama tu cowok pada pandangan pertama, anjayy! Gue juga udah nemu nomornya, tapi gak berani ngechat. Tapi gak lama setelah pulang kampus, ada nih, yang ngechat gue, dan itu namanya si cowok tadi, Radit." jelas Ola, Natha mendengarkan dengan seksama.
__ADS_1
"Dia ngechat gue buat minta add nomornya dia, padahal gak taunya nomor dia udah gue add dari pertama dapet nomornya, di grub. Ya udah, gue jawab iya. Dia kayak nyari topik pembicaraan gitu ke gue, gue juga ngerespon, sampai beberapa hari, nah tadi pagii di saat gue mau nyamperin lo ke kelas buat istirahat. Dia bilang gini ke gue, katanya 'kamu sibuk gak, malam minggu nanti?' ya udah, gue jawab enggak. Tau apa kata dia??" sambung Ola.
"Ya mana gue tau, orang lo aja belum ngasih tau gue." jawab Natha, "Heh sabar dulu, gue belum selesai ini." ucap Ola.
"Dia ngajak gue keluar malam minggu!!! Huaaa! Mama tolong anak muu sedang salting!" teriak Ola yang membuat Natha menutup kedua telinganya menggunakan tangannya.
"Diem bego, teriak-teriak lo." ucap Natha, Ola hanya terkekeh.
"Terus, lo Terima gak, ajakan dia?" tanya Natha, Ola mengangguk semangat. "Iyalah, yakali gue tolak, wle. Udah ah, makasih ya, udah mau dengerin cerita gue, bye! Gue mau mandi!" jawab Ola lalu meninggalkan Natha sendirian di ruang tamu.
Natha masih diam, ia hanya melamun, lalu ia mengingat sesuatu. Ia teringat Aksa, ia tiba-tiba memikirkan Aksa, bagaimana kabar Aksa? Gimana di kampusnya? Udah punya cewek baru apa enggak ya dia?
Sungguh, Natha tiba-tiba tersadar, ia mengambil hpnya yang berada di dalam tas, dengan cepat ia membuka layar honya dan membuka aplikasi whatsapp.
/grub
[Rumah lama Aksa, kapan? Gue free ini, ada yang bisa? Kalau banyak yang gak bisa kapan-kapan aja.] - Natha
[Sorry gue baru ingat.] - Natha
[Santai elah, gue hari ini juga Free, yang lain gimana?] - Laura
[Boleh-boleh, kapan? Sekarang?] - Gabriella
[Gue sama Rafa dan Gibran bisa nih, lagi ngumpul di rumah gue mereka.] - Cakra
[Deal gak nih, semua? Kate? Lo bisa?] - Natha
[Enggak Ta, gue gak bisa. Lo pada aja, sorry ya.. ] - Kate
[Oke, sans.] - Natha
[Sekarang?] - Laura
[Iya, ini gue langsung berangkat aja, males ganti baju.] - Natha
[Oke sama, gue otw.] - Laura
[Gue sama yang lain langsung ke rumah Aksa aja, ya?] - Cakra
[Oke] - Natha
"Bang! Gue keluar bentar!" izin Natha berteriak dan langsung saja keluar mengambil kunci motor yang bergantung di dekat TV. Tak memperdulikan apa jawaban dari Keenan, ia langsung tancap gas untuk pergi ke rumahnya Aksa.
/setibanya di rumah Aksa yang dulu/
"Yakin ini masih ada yang ngediamin?" tanya Gabriella, Natha mengangguk pasti. "Noh, lihat aja, ada motor sama mobil." jawab Natha menunjukkan tangannya ke arah mobil dan motor yang terparkir di halaman.
"Nah, tuh pak Bimo" ucap Cakra, Pak Bimo adalah seorang supir Pribadi Bunda Gita.
"Eh, kalian, kenapa ya??" tanya Pak Bimo membuka pagar rumah Aksa.
"Gini pak, Aksa, Vio sama Tante Gita udah gak aktif lagi nomor telepon nya, Kira-kira bapak tau gak mereka ganti nomor atau semacamnya gitu?" jawab Laura.
"Akhir-akhir ini memang jarang ada kabar sih neng, tapi kata keluarganya disana, mereka baik-baik aja." jawab Bapak Bimo.
"Terus kalau nomor, Bapak kurang tau. Soalnya yang hubungi kami di sini juga Saudaranya Ibu Gita. Nyampaikan semuanya ke Ibu Wina, saudara Ibu Gita yang sering kesini." sambung Pak Bimo.
"Ngomong-ngomong boleh minta nomor telepon Bu Wina gak, pak?" tanya Gabriella.
"Waduh neng, maaf ya, bapak gak bisa kasih nomor Bu Wina, soalnya bapak juga enggak punya nomornya." jawab Pak Bimo, Gabriella mengangguk.
"Ya sudah, makasih ya pak. Maaf mengganggu waktunya." kali ini yang berucap adalah Natha. Gabriella masih ingin bertanya, Tapi Natha langsung memotongnya duluan.
"Kami pamit pulang dulu, pak." ucap Natha lagi, "Iya, Sama-sama, bapak tinggal masuk ke dalam ya?" jawab Pak Bimo yang langsung di angguki oleh Natha.
"Udah, ayo pulang. Yang penting sudah ada kabar bahwa mereka baik-baik aja." ucap Natha yang hendak berjalan ke arah motornya.
"Gue belum selesai ngomong sama pak Bimo, kenapa lo potong gitu aja, hah!?" tanya Gabriella meninggikan nada bicaranya.
"Lo gak kasian apa, sama Gibran? Gibran masih pacaran sama Vi-" belum sempat Gabriella menyelesaikan ucapannya.
"Udah, Gab. Gue udah gak ada hubungan apa-apa lagi sama Vio. Gue udah selesai. Gue sengaja gak cerita sama kalian. Gue cuman cerita ke Rafa soal ini, mereka udah bahagia disana. Vio yang mutusin gue, dia gak tahan kalau harus LDRan sama gue. Aksa sama Vio udah nemuin support system mereka Masing-masing di sana. Udah ya, Gab, jangan karena hal ini lo berdua jadi berantem." potong Gibran. Semua yang ada di sana terkejut, termasuk Natha, Natha masih belum bisa melupakan Aksa, tapi Aksa? Aksa sudah menemukan pengganti dirinya.
Berarti memang saatnya Natha harus melupakan Aksa juga'kan? Natha harus bisa mencobanya dengan perlahan.
"Sorry, Ta." ucap Gibran lagi, "Hah, maaf kenapa dah? Udah, semua gak ada yang salah disini, mending pulang ayo." jawab Natha, Mereka mengangguk.
Mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.
Sesampainya Natha di rumah, Natha langsung saja menaruh motornya di depan teras rumah. Ia masuk lalu mengambil tasnya yang masih terletak di atas sofa panjang. Tak memperdulikan Ola yang bertanya kepada dirinya, ia meninggalkan Ola masuk ke dalam kamarnya sendiri.
Natha mengunci pintu kamarnya, menaruh tasnya di atas meja belajar lalu menghempaskan badannya ke atas kasur.
"Kenapa dia?" tanya Keenan kepada Ola, Keenan melihat dari ruang makan, tadi ia mengambil coca-cola di dalam kulkas. Setelah melihat Natha, Keenan hendak menghampirinya namun tidak jadi karena Natha yang langsung meninggalkan Ola bahkan tak menjawab pertanyaan Ola.
"Gak tau, tapi tadi mukanya kaya sedih gitu. Jangan di ganggu dulu, biarin dia sendiri dulu, dia buruh waktu sendiri buat nenangin pikirannya." jawab Ola setelah melihat Keenan yang hendak menyusul Natha ke kamar.
...***...
__ADS_1