
"Udah lah, bego," jawab Natha, guru pengajar sudah datang, tetapi Vio masih saja mengumpati Eve,
"Lo gak marah gitu? Temen lo dikatain kayak tadi?" tanya Vio,
"Marah lah, tapi gue gak mau ikut campur dulu, gak minat berantem, haha," jawabnya dengan tertawa kecil di akhir. Vio hanya memutarkan bola matanya malas mendengar jawaban Natha, biasanya juga Natha yang turun tangan lebih dulu jika temannya dikata-katain.
***
Tiga jam kemudian, sekarang memasuki jam istirahat yang ke dua. Mereka semua sedang duduk di rooftop, entahlah, mereka hanya ingin bersantai di atas.
"Gak enak banget sumpah, satu kelas sama si caper, aghh, kesel banget gue!" dari mereka berjalan ke rooftop hingga sampai, Laura masih saja mengumpat.
"Aish, diem dulu Lau, gue udah kesal sama si caper, tambah lagi sama lo, diem bisa?" jawab Gabriella,
"Gak bisa!, siapa coba, yang gak marah, kalo kita di katain yang gak bener sama orang yang gak kenal kita?" tanya Laura,
"Oh, iya, nih," ujar Vio, ia menyerahkan undangan ulang tahun,
"Siapa yang ulang tahun?" tanya Aksa,
"Kayla, kelas IPS 1, tadi dia nitip sama gue buat lo, nanti malam katanya," jawab Vio,
"Wihh, seru nih, dateng gak kalian?" tanya Cakra,
"Datang sih kalo gue mah ini," jawab Aksa dengan penuh semangat,
"Semangat banget, kenapa?" tanya Rafa, biasanya ia tak se-semangat ini.
"Iyalah, jadi gue bisa couple terus jalan berdua lagi sama ayang," jawab Aksa sembari merangkul pundak Natha.
"Tanpa ada pesta pun lo sering jalan, hadeuh, gimana sih?" ujar Gibra sembari terkekeh,
"Biasa, bucinn," jawab Cakra juga.
"Iri bilang bos," ucap Aksa
"Ngapain iri, orang gue juga punya," jawab Cakra lalu ia juga menarik pundak Gabriella, yang di tarik hanya tersenyum ke arah Cakra.
***
//pulang sekolah//
Mereka sekarang sudah berada di rumah masing masing, acara ulang tahun Kayla di mulai pada jam delapan malam. Natha kini tengah mencari baju yang cocok untuk ke acara ulang tahun temannya, kamarnya sekarang bisa di sebut, berantakan. Karena dirinya mencari pakaian yang cocok untuknya namun tak ada yang pas di matanya, lalu di lempar ke atas ranjang.
__ADS_1
Natha lelah, ia memilih untuk keluar dari kamar tanpa merapikan kembali kamarnya, ia keluar dan pintu kamar juga tidak ai tutup. Natha mendudukkan dirinya di sofa, lalu pintu rumah terbuka dan masuklah cowok yang menggendong tas di pundaknya. Ia mendudukkan di sofa yang khusus untuk satu orang,
"Kenapa lu?" tanya Keenan melihat wajah Natha yang cemberut,
"Gue malam ini mau ke acara ulang tahun temen, gue udah nyari baju yang cocok buat malam ini, tapi gak ada yang pas di mata gue." jawab Natha, Keenan hanya membuang pandangannya ke arah TV yang tak menyala.
"Pakai apa yang ada, jangan terlalu ribet, yang penting make baju, dari pada gak make baju? Udah, gue mau ke kamar dulu," ujar Keenan, ia bangkit dari duduknya dan berjalan menaiki anak tangga, ia melewati kamar Natha, ia melirik kamar Natha yang terbuka, sontak mata Keenan melotot.
"Natha, astaga, kamar lo berantakan banget!" ujarnya setengah berteriak,
"Iya, nanti gue beresin, lagi males," jawabnya, Keenan tak ambil pusing, lagian itu bukan kamar miliknya, ia kembali berjalan ke arah kamarnya, meletakkan tasnya di bawah meja belajar dan mendudukkan dirinya di kursi meja belajar.
"Bang," panggil Natha dari ambang pintu kamar Keenan. Tentu saja Keenan terkejut dengan kedatanagn Natha yang tiba tiba di depan pintu kamarnya,
"Apaan?" tanya Keenan,
"Bagus pake warna putih apa hitam?" tanya Natha pada Keenan,
"Putih aja, masa mau ke pesta ulang tahun pake warna hitam?" jawabnya dan balik bertanya,
"Iya juga ya, oke makasih," jawab Natha, ia menutup pintu kamar Keenan dan berlari ke arah kamarnya. Menutup kembali kamarnya, memungut semua baju yang ia lempar ke atas kasur dan merapikannya kembali ke dalam lemari. Hanya dua baju yang ia tinggal di atas kasur, dress putih sepaha, lengan panjang dan dress putih sepaha lengan pendek.
Ia menating dua baju itu berkali-kali, memakai yang lengan panjang, atau lengan pendek? Itulah yang dari tadi dipikirkannya.
Beberapa menit Natha memikirkan, ia memilih dress yang lengan pendek. Jam sudah menunjukkan jam enam sore, ia mengambil handuk lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Natha keluar dari kamarnya lalu kembali menutup pintu kamar miliknya. Ia menghampiri Keenan dan Lian yang berada di ruang makan,
"Woah!" Mama Lian terkagum kagum dengan anaknya sendiri, sedangkan Keenan ia mangap.
"Bang, mingkem bang, takutnya lalat masuk, ribet nanti, haha!" ujar Natha sembari tertawa kecil, Keenan menutup mulutnya.
"Ini beneran adek Keenan, ma?" tanya Keenan, ia tak percaya yang berad di sampingnya ini adalah Natha,
"Iyalah, kamu pikir siapa? Nenek mu?" jawab Mama Lian bercandaan. Jam sudah menunjukkan setengah delapan malam, tak lama bell rumah Natha berbunyi,
"Masuk aja!" teriak Keenan, masuklah seorang cowok yang menggunakan kemeja putih, celana hitam dan sepatu putih. Cowok itu ialah Aksa, ia menjemput Natha, karena memang Natha yang menyuruh, jika ia sudah sampai di rumah, masuk saja.
"Ma, Natha berangkat dulu, ya," ujar Natha, ia berpamitan kepada Mama Lian dan juga Keenan,begitu juga dengan Aksa.
"Iya, hati hati," jawab Mama Lian dan Keenan. Natha dan Aksa pun keluar dari rumahnya, memasuki mobil lalu Aksa menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata rata.
Sesampainya mereka di pesta kayla, bukan di rumah milik Kayla, melainkan di gedung milik orang tuanya. Natha memasuki gedung itu, sebelum itu ia menyerahkan dua undangan kepada penjaga tamu di depan gedung itu.
__ADS_1
Natha dan Aksa masuk, di dalam sana sudah ada teman temannya menunggu dirinya dan juga Aksa.
"Apa kami telat?" tanya Natha kepada Kayla sembari menyerahkan kotak kado berukuran besar kepada Kayla,
"Enggak kok, itu, duduk di sana ya, khusus buat kalian, haha!" jawabnya dan menunjukkan tempat yang akan diduduki Natha, didekat teman temannya.
"Waduh, pasangan serasi, haha!" ejek Laura, Natha memutarkan bola matanya malas,
"Sadar dong, lo aja couplean tuh, sama Rafa" jawab Natha, teman temannya ikut tertawa mendengar ucapan Natha. Mereka semua menikmati pesta ulang tahun Kayla, menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada Kayla, melihat Kayla meniup, memotong, memakan dan membagikan kuenya. Hingga saatnya Kayla membuka kado yang di beri oleh teman temannya.
Sekarang jam menunjukkan jam sebelas malam, Natha dan teman temannya memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, ia berpamitan dulu kepada Kayla dan kedua orang tuanya, berterimakasih karena telah mengundangnya ke pesta ini. Mereka keluar dari gedung, di luar tempat parkiran banayk orang yang juga pulang dari pestanya Kayla dan juga ada Eve dan temannya. Mereka tidak pulang hanya saja duduk di depan mobil, entahlah, mereka sedang menunggu siapa.
"Hallo, ganteng," tegur Eve kepada Aksa sembari memberikan wink kepadanya.
"Cih" Natha mendecih, ia tak ingin emosi dengan prilaku yang Eve perbuat, ia lebih memilih meninggalkan teman temannya lebih dulu. Tetapi langkahnya terhenti di saat Eve berucap,
"Loser!" ucapnya setengah berteriak, Natha membalik badannya kembali mengarah Eve, ia berjalan menghampiri Eve,
"What do you want?!" kesalnya,
"Gue ingin, Aksa jadi milik gue, nona!" ucapnya di iringi senyuman sumringah.
"Coba saja, kalo bisa?" jawab Natha menantang,
"Gue mau pulang, kalo kalian masih ingin disini dengan cewek ini, silahkan." ucap Natha lalu kembali berjalan, Aksa menatap tajam ke arah Eve, lalu pergi menyusul Natha.
"Ay, udah biarin aja, aku gak akan suka sama dia," ujar Aksa, ia berusaha mengejar Natha,
"Aksa, kamu-" belum selesai Natha berbicara, jari telunjuk Aksa berada di depan bibi Natha, menyuruhnya untuk diam. Aksa memeluk dirinya,
"Ay, aku bilang, aku gak akan ninggalin kamu, aku juga gak akan tertarik dengan Evelin. Hey, aku hanya suka kamu, gak ada yang lain, dan jangan pernah dengerin apa kata Eve, ya?" ucapnya menenangkan Natha, Natha tersenyum. Aksa merangkul pinggang Natha dan membawanya ke arah mobil, membukakan pintu sebelah kiri untuk Natha, lalu menutup pintu, ia mengelilingi mobil, membuka pintu dan ia juga ikut masuk ke dalam mobil. Menjalankan mobilnya dengan kecepatan rata rata, untuk menuju rumah Natha.
Sesampainya, Natha turun di depan pagar rumahnya saja, ia tersenyum ke arah Aksa.
"Hati hati, makasih dan maaf karena tadi." ujar Natha,
"Iya sayang, udah sana masuk," jawab Aksa, Natha membuka pagar rumahnya dan tak lupa menutupnya kembali, berjalan ke depan pintu, dan masuk kedalam rumahnya. Aksa yang melihat Natha sudah tidak ada di depan rumah, ia tersenyum lalu pergi dari depan pagar rumah Natha.
Natha mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu, jam sudah menunjukkan jam dua belas malam. Natha melepaskan heelsnya dan membawanya ke dalam kamar, ia mengambil baju tidur lalu menggantinya, tak lupa juga ia mencuci wajahnya. Saat ia keluar dari kamar mandi, tiba tiba Keenan berada di depan pintu kamarnya, membuat ia terkejut.
"Hah!" pekiknya,
"Kenapa?" tanya Natha, ia masih terengah-engah dengan keberadaan kakanya yang tiba-tiba. Keenan tak kunjung menjawab, ia hanya berdiri di ambang pintu kamar Natha, tangan yang melipat didada dan mata yang memerah. Natha mengetahuinya, sekarang Keenan tengah mabuk, entah dari kapan, ia masuk kedalam kamar Natha dan tak lupa dikunci kembali.
__ADS_1
"Bang...."
...***...