My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 161


__ADS_3

Natha dan teman-temannya sudah menyelesaikan ujian pada hari ini, sebelum pulang, Natha meminta untuk pergi ke toilet sebentar, membuang air kecil.


Natha keluar dari toilet, ia berjalan menuju parkiran yang di sana sudah ada teman-temannya, mereka pulang bareng.


"Loh, mana Gabriella?" tanya Natha memberikan kunci motor kepada Cakra.


"Udah di jemput Mamanya tadi. Lo ke toilet, mamanya udah di depan, jadi dia duluan deh." jawab Laura, Natha mengangguk paham.


"Ya sudah, ayo kita pulang." ucap Cakra, mereka mulai menaiki motor Masing-masing. Natha dan Cakra melaju lebih dulu dan di iringi oleh Rafa, Aksa, Gibran dan Vio di belakang.


Sesampainya di rumah Cakra, ia turun, Natha langsung pindah duduk ke depan.


"Makasih, Ta. Maaf ngerepotin." ucap Cakra, Natha mengangguk. "Santai elah, kayak sama siapa aja. Gak ngerepotin kok, gue pulang yaa." jawab Natha, Cakra mengangguk, Natha sudah tak terlihat lalu Cakra langsung saja masuk ke dalam rumahnya.


Natha sudah tiba di rumahnya, ia memarkirkan motornya di depan rumah, Natha masuk ke dalam rumah. Rumahnya terkunci, untung saja Natha tak lupa membawa kunci cadangan rumahnya. Sepertinya Pak Harto tidak ada di rumahnya maupun di rumah miliknya sendiri.


Natha sudah membuka pintunya, ia menghempaskan badannya ke atas sofa, menaruh HP di meja yang berada di depannya. Kepalanya sangat terasa pusing, ujiannya masih ada beberapa hari. Setelah selesai ujian, mereka akan liburan selama tiga minggu, setelah itu melihat hasil ujian dan mengadakan perpisahan untuk mereka.


Di saat itu mereka akan mendaftarkan diri ke kampus yang mereka inginkan, begitu juga dengan Vio dan Aksa. Mereka setelah selesai perpisahan, langsung pergi ke Singapur. Sebenarnya merka nanti setelah ujian selesai akan pergi ke Singapur tanpa mengikuti perpisahan.


Tapi Aksa dan Vio memohon kepada Papanya Aksa untuk meminta nanti saja, mereka di beri izin, sampai perpisahan sekolah selesai. Jikalau orang tua Aksa, mereka setelah Aksa dan Vio selesai ujian, mereka langsung ke Singapur. Jadi Aksa dan Vio nanti hanya menyusul setelah selesai.


Natha berdiri untuk mengambil makanan di dapur, ia mengambil dia snack jumbo, menambil Coca-Cola satu dan mengambil coklat miliknya yang masih tersisa di dalam kulkas.


Natha kembali ke ruang tamu untuk menaruh makanannya, berjalan ke kamarnya untuk mengambil laptop. Ia ingin makan snack sambil menonton, untuk refresing otaknya yang di penuhi oleh tugas menugas.


Natha menonton drakor sambil memakan cemilannya.


***


Kini, jam sudah menunjukkan jam lima sore, Keenan sudah pulang, Natha juga sudah selesai belajar. Kini mereka berdua berkumpul di ruang makan karena lapar. Natha memasak makanan, ia membuat beef gyudon untuk mereka berdua. Keenan juga membantu menyiapkan barang-barangnya.


Makanannya sudah siap, Natha menaruhnya di atas meja makan, mengambil hpnya lalu memfoto menu makan mereka hari ini untuk memberi tahu kan Mama Lian.


Setelah itu mereka makan sampai selesai. Setelah selesai, Natha membereskan sisa makanannya tadi dan mencuci piring bekasnya, karena di rasa Natha sedang gabut, jadi ia melihat ke dalam kamar mandi, di sana banyak pakaian kotor yang terkumpul. Natha hendak mencuci pakaian kotor itu sekalian ia ingin mandi, ia merasa gerah.


Sekitar dua jam lebih Natha sudah selesai mencuci dan mandi, besok tinggal di jemur saja pakaiannya. Natha turun dari kamarnya, menggunakan baju piyama tidur berwarna hijau lengan panjang celana pendek. Ia duduk di ruang tamu menyalakan televisi, ia ingin belajar, tapi nanti saja, kepalanya masih terasa pusing walaupun ia sudah meminum obat.


"Ta, ikut kah?" tanya Keenan ke Natha, Natha menatap ke arah Keenan yang baru saja menuruni anak tangga.


"Kemana?" tanya Natha, "Rumah Tala, ngambil tugas gue yang ketinggalan." jawab Keenan, Natha menggeleng.


"Enggak deh, mau di sini aja." jawab Natha, Keenan hanya mengangguk lalu keluar dari rumah tak lupa menutup pintu rumah. Natha tersisa sendirian di rumah, jam juga masih menunjukkan jam tujuh malam, ia mengambil hpnya yang terletak tak jauh pada dirinya.


Ia mendapatkan pesan Whatsapp dari Aksa.


[Ta] - Aksa


[Ya?] - Natha


[Sibuk enggak?] - Aksa


[Enggak, kenapa?] - Natha

__ADS_1


[Bunda mau ngajakin ke mall, ikut yaa?] - Aksa


[Kapan? Sekarang?] - Natha


[Iya, sekarang] - Aksa


[Mau yaa? Ikut yaaa? Bunda yang ngajak kok ini, kalau gak percaya nih, telpon, bentar. Angkat telponnya yaaa] - Aksa


Benar saja, Aksa menelpon Natha, Natha mengangkat telponnya.


"Hallo Natha? Ikut ke mall ya? Bunda yang ngajak kok." ucap Bunda Gita setelah telepon itu tersambung, Natha berfikir sejenak. Ia juga gabut, ya sudah lah, ikut saja.


"Ya sudah bun, Natha siap siap dulu." jawab Natha, "iya sayang, nanti Bunda jemput ya, ini Bunda lagi nunggu Vio baru pulang juga. Jangan terburu buru yaa" ucap Bunda,


"Iya bun, Natha tutup ya, telepon nya. Dadah." jawab Natha memutuskan sambungan teleponnya. Ia langsung saja mematikan televisi, berjalan ke kamarnya untuk mengganti bajunya.


Natha sudah selesai bersiap, Bunda Gita juga sudah otw kerumahnya untuk menjemput dirinya. Natha menggunakan celana kulot hitam, baju abu lengan panjang dan sepatu putih abu. Ia hanya membawa satu HP dan dompetnya. Keenan juga sudah pulang tadi, ia juga tak sendiri, ada Tala dan Jaden juga.


"Bang, gue berangkat dulu," ucap Natha setelah Bunda Gita sudah sampai di depan rumah.


"Iya, Hati-hati." jawab Keenan, Natha mengangguk. Ia tadi sudah minta izin kepada Keenan melalui HP di saat Keenan belum pulang, jadi ia tak perlu bilang lagi ingin kemana.


Natha langsung saja masuk ke dalam mobil Bunda Gita, ia duduk di kursi tengah bersama Vio. Sedangkan Aksa berada di kursi depan, "kamu sudah izin, Ta?" tanya Bunda Gita, Natha mengangguk.


"Ya sudah, ayo kita ke mall, yuhuuu." ucap Bubda Gita.


***


Sesampainya mereka di mall, mereka langsung saja masuk, Natha berjalan bersampingan dengan Vio, sedangkan Bunda Gita bergandengan dengan Aksa. Ayah Aksa tidak di ajak karena ia masih bekerja, jika Ayah Aksa tidak bekerja, mungkin Ayah juga ikut bersama.


Mereka berpencar, Natha dan Vio di tempat seperti hiasan perempuan, ada gelang, kalung, ikat rambut, topi, bandu, dan banyak lagi.


"Ta, coba sini." panggil Vio, Natha menghampiri Vio, ia di pasangkan oleh Vio bandu mutiara yang terlihat cantik saat di pakai oleh Natha.


"Nah, cakep tuh. Beli ayo, gue yang ini, dan lo yang itu." ucap Vio, Natha mengangguk, mereka menaruhnya di dalam keranjang, banyak lagi barang yang mereka taruh ke dalam keranjang. Memilih milih sambil bercerita dan tertawa bersama.


Setelah sekitar dua jam lebih mereka jalan jalan di mall, membeli barang, bermain, makan, dan lainnya. Mereka memutuskan untuk pulang, mereka berjalan keluar dari mall untuk menuju ke parkiran.


"Nah" ucap Aksa memberikan paper bag ke Natha, Natha bingung, apa? Pegangin? Atau apa? "Buat kamu" jawab Aksa yang mengetahui bahwa Natha sedang kebingungan.


"Ambil," ucap Aksa lagi, Natha mengambil paper bag itu dari tangan Aksa. "Makasihh" jawab Natha setelah itu Aksa tersenyum.


Sesampainya di rumah Natha, Natha turun dari mobil lalu melambaikan tangannya ke arah mobil Bunda Gita. Mobil Bunda Gita sudah tak terlihat, Natha langsung saja masuk ke dalam rumahnya. Pintunya belum terkunci, di dalam rumah hanya ada Keenan, mungkin Jaden dan Tala sudah pulang, jam juga sudah menunjuk jam setengah sebelas malam.


"Belanja mulu lo, boros amat." ucap Keenan, Natha memutarkan bola matanya malas, ia tak banyak membeli barang, ia juga hanya membawa dua paper bag, yang di beri Aksa satu, dan yang ia beli satu. Di dalam paper bag dia hanya ada barang barang yang tadi ia beli dengan Vio, tak banyak.


Natha belum melihat isi paper bag yang di beri oleh Aksa. "Enggak ya, lo tuh, sering banget juga belanja, ini juga tadi di kasih sama Aksa." jawab Natha.


"CLBK nih yaa, haha!" ejek Keenan, Natha menaruh paper bag nya di atas meja, ia mendudukkan dirinya di samping Keenan, menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.


"Heh! Gue belum belajar lagi, aduh!" ucap Natha baru ingat, ia langsung saja membawa paper bag nya kembali, ia berjalan menaiki anak tangga untuk pergi ke kamarnya. "Abang, gue duluan yaa, mau belajar." ucap Natha, Keenan hanya menangguk.


***

__ADS_1


Seperti biasa, pagi hari Natha sudah bersiap untuk ke sekolah. Pada hari ini, ia akan pergi ke sekolah bersama Keenan, ia malas untuk menggunakan motor sendiri, dan juga membiarkan Pak Harto mengantar Lea ke sekolahnya.


Sesampainya Natha di sekolah, ia belum sarapan karena ia bangun kesiangan, begitu juga Keenan. Nanti Keenan akan sarapan di kampus saja, sedangkan Natha nanti saja, ketika sudah pulang sekolah.


Natha tergesa-gesa berjalan ke dalam sekolah, sudah terlihat sepi, karena mereka sudah berbaris di depan ruangan menunggu para pengawas datang. Untung saja lebih dulu Natha tiba dari pada pengawasnya.


"Kenapa lo? Kesiangan bangun?" tanya Gabriella yang berdiri di depannya. Natha mengangguk, ia masih sangat terlihat loyo, tadi saja Natha hanya mencuci wajah dan menggosok giginya saja. Jika ia mandi nanti makin tak sempat, bisa bisa ia akan mengikuti ujian susulan di ruang guru.


Mereka masuk ke dalam ruangan dan mendudukkan dirinya di tempat masing-masing setelah pengawas ruangan tiba. Guru itu membagikan soal ujian dan lembar jawaban ujiannya. Natha berdoa terlebih dahulu sebelum menjawab ujiannya.


Hari ini, mereka ada dua mapel, bagi Natha ini masih bisa ia jawab, karena ujian pertama adalah Geografi, setelah geografi adalah Matematika. Itu yang akan membuatnya pusing nanti.


Masih ada waktu sebanyak dua puluh lima menit lagi untuk menjawab soal, sedangkan Natha sudah selesai.


Natha merebahkan kepalanya di atas meja, menutupi wajahnya dengan lembar soal ujian berpura-pura membaca agar tak di curigai oleh pengawas di depan. Natha memejamkan matanya, ia mulai terlarut dalam tidurnya, tapi setelah itu.


"Itu yang di belakang, udah? Jangan kayak gitu, duduk yang benar." ucap guru pengawas, Natha dengan cepat membenarkan posisinya. Semua mata tertuju padanya, sedangkan teman-temannya tahu bahwa ia sedang mengantuk karena kesiangan bangun. Malam tadi ia bergadang hingga pukul satu malam karena belajar rumus matematika.


"Maaf, bu." ucap Natha, ia memeriksa kembali jawabannya, siapa tau ada yang salah. Hampir dua kali Natha mengulang membaca soalnya. Dan akhirnya jam sudah berakhir, mereka sekarang istirahat selama lima belas menit lalu kembali memulai ujian setelahnya.


Kini Natha dan teman-temannya berada di kantin, yang lain sedang makan, walaupun tak banyak kantin yang buka, hanya ada dua warung yang buka. Natha hanya membeli minuman dan kebab, ia tak lapar melainkan ia mengantuk.


"Sini, sandarin aja kepala lo." ucap Laura di samping Natha, Natha hanya patuh menyenderkan kepalanya di pundak Laura. Laura juga hanya membeli kebab dan minuman.


"Aduh, setelah ini Matematika lagi, rumusnya gue banyak gak ngertiii, takut banget loch." ucap Gabriella sambil memakan mie instan nya.


"Iya lagi. Gue tadi malam sampai pusing cuman buat belajar Matematika doang." jawab Vio, Natha dari tadi hanya memejamkan matanya. Setelah itu ia membenarkan posisinya, memakan bkebab yang ia beli tadi walau ia masih merasa ngantuk.


"Udah cepet lo pada makan, bentar lagi masuk ini." ucap Natha membuka suara. "Yee, lu noh, pasti tadi malam begadang ye kan?" tanya Gabriella, Natha hanya mengangguk.


"Anjir lah, udah tau hari ini bakalan sekolah, kenapa begadang coba?" tanya Gabriella,


"Gue belajar ya, gak kayak lo. Begadang cuman vidcall sama pacar." jawab Natha menyindir Gabriella, Gabriella hanya menatap sinis Ke arah Natha.


Bel berbunyi, mereka kembali ke dalam ruangan masing-masing, mereka menyiapkan mental untuk menghadapi ujian Matematika ini.


Kini, mereka telah berpikir keras untuk menjawab soal ujian dengan benar.


***


Waktu hanya tersisa sepuluh menit, Natha masih ada lima soal belum terjawab, ia masih berusaha agar bisa menjawab soal itu, dan akhirnya ketemu. Sisa dua soal lagi, ia melihat ke samping, ada Selma yang sedang memberikan kode ke Natha, ia bertanya nomor 15.


Natha melihat sekeliling, pengawas juga sedang sibuk dengan laptopnya, Natha memberikan jawabannya, memberi tahu bahwa jawabannya adalah A. Setelah itu Natha kembali bertanya nomor 32 dan 12 hanya tersisa itu yang belum terjawab.


Ternyata Selma sudah, ia di beri tahu oleh Selma, dan akhirnya mereka selesai bersamaan. Bel juga berbunyi pertanda jam ujian telah habis, mereka mengumpulkan semua soal dan jawaban ujiannya ke depan. Mengambil HP yang di taruh di meja pengawas, lalu keluar dari ruangan.


"Makasih ya, bingung banget dari gue nomor 15." ucap Selma, Natha mengangguk. "Gue juga makasih dah, sumpah, gue juga bingung banget tadi, gara-gara Matematika, gue udah gak ngantuk lagi, tapi malah pusing." jawab Natha, Selma tertawa.


"Eh, gue duluan ya, udah di jemput nih, bye~" Selma melambaikan tangannya ke arah Natha dan langsung bergegas turun untuk menghampiri Kakaknya yang menjemputnya.


"Gimana tadi, ujian Matematika? Ada yang jawab ngasal gak?" tanya Gibran yang keluar dari ruangannya.


"Iya njir, gue banyak banget yang ngasal, mana guru pengawasnya natap gue mulu, jadi takut gue anjir." jawab Gabriella.

__ADS_1


...***...


__ADS_2