My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 68


__ADS_3

[Ya, cepet gak pake lama, kalo lama gu tinggalin.] - Natha


[Elah sabar dong, baru juga gue jalan ini. Paling lo di godain om om genit,] - Keenan


[Dih, ogah banget, udah ah, gue mau ke haltenya dulu] - Natha


[Iya] - Keenan.


Natha memutuskan sambungan teleponnya, ia menyalakan mesin motornya, lalu menjalankannya ke arah halte taman di dekat situ.


"Lea, kita tunggu di sini bentar ya, nungguin Kak Keenan," ucap Natha, Lea mengangguk, tak lama kemudian, Keenan datang.


"Ayo," ucap Keenan,


"Bawa lo motornya, muales banget gue boncengin lo, berat," suruh Natha,


"Dih, beratan lo kali dibanding gue," jawab Keenan yang tak terima, Lea hanya terdiam mendengar peedebatan adik kaka ini. Natha turun dari motornya, dan duduk di jok belakang motor, kalo Keenan di depan, dan Lea juga di depan.


"Lea, sini kaka pegangin balonnya," ucap Natha, Lea menyerahkan balonnya kepada Natha,


"Lo dari mana bang?" tanya Natha kepada Keenan,


"Bengkel temen gue deket sini," jawab Keenan,


"Bukannya deket rumah ada bengkel, kenapa harus yang jauh?" tanya Natha,


"Karena gue mau di bengkel temen gue, gue udah coba ke bengkel deket rumah kita, cuman katanya gak ada benda yang gue cari buat tu motor, jadi gue tanya temen gue, katanya ada, ya udah, gue bawa ke bengkel temen gue aja." jawab Keenan menjelaskan, Natha hanya mengangguk,


"Lo besok jadi ikut kemah?" tanya Keenan,


"Iya, jadi kok, besok anterin gue ke sejak ya," jawab Natha, Keenan mengangguk. Sekarang mereka sudah sampai di rumah, Natha, Lea dan Keenan memasuki rumahnya,


"Bang, gue mau ke kamar duluan" ucap Natha, Lea sudah masuk ke dalam kamarnya sendiri, Natha juga, kalo Keenan, ia sedang berjalan ke arah ruang makan. Natha mengambil handuk untuk membersihkan dirinya.


Beberapa menit kemudian, Natha sudah selesai, ia menggunakan baju tidur bermotif kotak kotak berwarna pink, dengan rambutnya yang masih di gulung menggunakan handuk. Natha turun untuk makan malam, ia berjalan ke arah ruang makan, yang di sana ada Bibi Mela sedang menyiapkan makanan dan Keenan yang juga baru saja mendudukkan dirinya. Natha ikut mendudukkan dirinya di samping Keenan,


"Nak, Bibi tinggal dulu gak apa?" tanya Bibi Mela, Natha dan Keenan mengangguk,


"Iya, bi" jawab Natha sembari meraih piring yang sudah berisi nasi. Ia mengambil lauknya dan memakannya.


"Sudah di siapin gak buat besok apa aja yang di bawa?" tanya Keenan,


"Belum, nanti habis makan, baru gue siapin," jawab Natha, Keenan mengangguk.

__ADS_1


***


Sekarang Natha sudah selesai makan malam, ia juga sekarang sedang menyiapkan barang-barang apa saja yang di bawa untuk besok. Setelah selesai mengumpulkan semua barang untuk di bawa besok, Natha keluar dari kamarnya untuk duduk di ruang tamu. Mendudukkan dirinya sambil menunggu mama Lian datang, ia juga sedang teleponan dengan Aksa.


Beberapa jam kemudian, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Mama Lian pulang dari kerjaannya.


"Nak, tidur sana, udah jam sepuluh, besok ke sekolah jam delapan pagi kan?" tanya Mama Lian, Natha mengangguk, ia berdiri dari duduknya,


"Ya udah, Natha ke kamar dulu, ya ma, good night," jawab Natha, mama Lian mengangguk,


"Too," jawab Mama Lian. Seperti biasa, Natha mematikan lampu kamarnya dan hanya menyisakan lampu tidur yang berada di atas nakas.


[Ay, aku mau tidur dulu, udah dulu ya, dadahh] - Natha


[Good night] - Aksa


[Too~] - Natha


Natha memuruskan sambungan teleponnya bersama Aksa. Natha merebahkan dirinya di kasur lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan terakhir ia memejamkan matanya.


//pagi hari//


Natha sekarang sudah siap untuk pergi kesekolah, ia menggunakan celana levis berwarna biru muda, baju kaos hitam dan dilapisi hoodie abu-abu. Menggunakan sepatu berwarna abu-abu juga, rambut di kuncir satu seperti ekor kuda, dan menggendong tas ransel yang berisikan barang-barang miliknya. Natha mengambil hp, charger, dan juga powerbank, ia keluar dari kamar untuk sarapan lebih dulu.


Setelah selesai memakan sarapannya, Natha menunggu Mama Lian untuk mengambilkan uang buat Natha.


"Nih, mama kasih tiga ratus aja, cukup kan? Kalo gak cukup nanti telpon aja mama, oke?" ucap mama Lian sembari menyerahkan tiga uang kertas yang berwarna merah, Natha mengangguk,


"Cukup ma, lagian uang Natha masih ada kok," jawab Natha,


"Itu gak ada yang ketinggalankan? Sudah semua kan?" tanya mama Lian, Natha mengangguk


"Iya mama, ya udah Natha berangkat dulu ya," jawab Natha dan berpamitan kepada Mama Lian. Natha masuk ke dalam mobil Keenan, lalu Keenan menjalankan mobilnya ke arah sekolahan Natha. Sesampainya di sekolahan, disana ramai orang tua yang mengantar anaknya.


"Ya udah, gue ngampus dulu, itu nanti jangan mencar sama tim lo, nanti kalo ilang ribet," ucap Keenan


"Iya iya, udah gih sana, nanti lo telat," jawab Natha, Keenan mengangguk lalu pergi dari depan sekolah Natha, Natha masuk ke dalam sekolah dan pergi ke lapangan yang di mana di sana sudah banyak teman teman lainnya.


"Ta, sini!" panggil tiga temannya dsri depan, Natha menghampiri tiga temannya itu,


"Pagi semuanya, sudah pada makan?" tanya Pembina pramuka, ada yang menjawab 'sudah' dan juga ada yang menjawab 'belum'.


"Yang belum makan, atau hendak makan dulu, kalian boleh makan dulu, karena kita masih menunggu busnya tiba," ujarnya,

__ADS_1


"Nah, sambil menunggu bus datang, kita membagi tim dulu, yaa," ucap pembina satunya lagi, pembina itu mulai menyebutkan tim beserta anggotanya. Natha dan Vio menunggu namanya di sebut, sedangkan nama Gibran dan Aksa sudah di sebut, dan mereka di tim dua yang di bimbing oleh Rafa dan Jema. Hingga saatnya nama Natha dan Vio disebut, tapi setelah di sebut bukannya ia senang, ia berdua malah saling bertatap-tatapan, mereka berbeda tim.


Natha di tim ke lima yang di bimbing oleh Gabriella dan Laura sedangkan Vio berada di tim enam. Di anggota tim enam ada, Natha, Citra kelas sepuluh, Hani kelas sebelas, Dera, Eve, Dika kelas sebelas, Putra kelas sepuluh, Kevin kelas dua belas Ips 1, juga Noval kelas Ipa 2 dan Haikal dua belas Ipa 2. Itulah yang membuatnya serasa ingin pindah tim, karena ia satu tim dengan Eve, alhasil Natha hanya pasrah.


"Nanti satu tim dapat dua tenda yang bisa di tempati sebanyak lima orang, jadi nanti cowok cewek pisah tenda. Jangan ada yang tukar tukar tim, jika saling bertukar tim, kalian akan mendapatkan sanksi." tegas pembina kemah itu.


Sekitar jam sembilan, akhirnya bus yang di tunggu-tunggu datang, ada dua buah bus yang datang, jadi tim satu, dua, dan tiga di bus nomor satu. Kalo tim empat, lima, dan enam ada di bus nomor dua.


"Sekarang kalian silahkan masuk ke dalam bus yang sudah di beri tahu, jangan sampai berjauhan dengan timnya." ucap pembina cewek. Semua siswa-siswi yang mengikuti perkemahan itu akhirnya masuk ke dalam bus, Natha duduk berdua dengan Hani.


"Kak, boleh tuker tempat gak? Aku mau di samping jendela, takut mual," tanya Hani kepada Natha, Natha mengangguk, mereka bertukar tempat. Mereka menunggu semua guru yang ikut kemah, dan juga para pembinanya menaruh semua barang-barang di belakang bus. Setelah selesai, akhirnya mereka pergi ketempat perkemahan itu, yang jauh dari tempat sekolah mereka. Sekitar dua jam setengah baru mereka akan sampai ke tempat itu.


Natha membuka hpnya untuk mengabari Keenan dan Mama Lian bahwa ia sudah berangkat. Setelah itu ia memasang mengambil earphone yang berwarna putih dari sakunya dan memasangkannya ke telinga untuk mendengarkan musik. Di belakang kursi Natha ada Eve dan Citra, sepanjang perjalanan, Natha hanya memainkan hpnya, tapi kalo Hani mengajaknya berbicara, ia akan melepaskan earphonenya dari telingannya dan mendengarkan ucapan-ucapan dari Hani. Sebenarnya Natha dan Hani itu sudah lama kenal karena mereka satu kontak di whatsapp.


Sekarang sudah menunjukkan jam sebelas siang, mereka telah sampai di tempat perkemahan. Mereka semua turun dari bus dan mengikuti langkah kaki pembina perkemahan, mereka berbaris sesuai dengan tim yang mereka dapat.


"Karena kita semua baru sampai, jadi yang merasa lapar, ingin makan, makan dulu, kita di beri waktu istirahat selama dua puluh menit, setelah selesai balik ke barisan masing-masing. Ingat jangan pergi jauh-jauh, dan semua barang-barang kalian silahkan taruh di dekat tenda itu." ucap Sang pembina, mereka semua mengangguk paham, mereka berpencar jika sudah waktu dua puluh menit habis, mereka akan kembali ke barisan.


"Ay, huhu, kita gak satu bis," ucap Aksa yang langsung merangkul Natha,


"Gak apa lah, asal kamu gak macem-macem aja sama cewek," jawab Natha,


"Enggak akanlah, oh iya, kita ke pinggi danau mau, tuh di sana, deket aja kok," ujar Aksa, Natha mengangguk, Natha berjalan di samping Aksa, sesampainya mereka di danau, mereka duduk di tepi danau itu.


"Oi," panggil seseorang, suaranya tak asing di pendengaran Natha,


"Jangan jauh-jauh dari sini ya brodi, nanti susah nyariinnya," ucap Gabriella,


"Iye, santai, sini mau gabung?" tanya Natha, Gabriella menggelengkan kepalanya,


"Gue masih sibuk buat ngehitung tenda tendanya dulu," jawab Gabriella,


"Oke, semangat," jawab Natha, Gabriella mengacungkan jempolnya lalu pergi, mereka tak berdua di tepi danau itu, masih banyak siswa-siswi lainnya.


"Kamu satu tim sama Dera dan Eve kan?" tanya Aksa, Natha mengangguk sambil memainkan air danau itu.


"Kamu tadi duduk bareng siapa?" tanya Aksa lagi,


"Tadi aku duduk sama Hani, dia temen aku, cuman gak terlalu akrab sih, tapi ya, gak apa, dari pada gak punya temen nanti," jawab Natha, Aksa mengangguk,


"Kamu duduknya sama Gibran, ya?"


...***...

__ADS_1


__ADS_2