
'Okey kitten, gue akan ikut main di dalam permainan lo.' batin Natha smirk.
*Flashback minggu lalu*
Di saat pulang sekolah, Natha melihat Nita dan kedua temannya mengganggu adek kelas di belakang Tempat Pembuangan Akhir. Mereka bertiga menyuruh adek kelas culun untuk memakan makanan basi dari dalam tong sampah.
Si anak culun tidak mau memakannya, karena anak itu tak mau menuruti kemauan Nita, Eve dan Raya mengambil dua kotak nasi basi lagi, dan di tuangkan ke atas kepala adik kelas tadi, sebut saja namanya Nayla.
Nayla si anak culun tapi pintar, ia bisa di bilang anak murid kesayangan guru, karena ia memiliki prestasi yang sungguh luar biasa.
Natha sedari tadi bersembunyi dan merekam aksi Nita terhadap Nayla.
Nayla sudah menangis sesegukan, tapi si Nita masih mengganggunya tanpa ampun, melemparkan balon balon berisi air peceran ke Nayla. Setelah Nita puas, mereka bertiga langsung meninggalkan Nayla yang sudah lemas, menangis dan ia juga sudah tak ada tenaga untuk bangkit.
'Bisa bisanya dia ngebully murid kesayangan guru. Gue kirim ke guru sabi kali vidio tadi, kalau enggak, nanti yang ada mereka bertiga makin menjadi jadi ngebully Nayla seenak jidatnya.' batin Natha, ia selesai merekam dan langsung saja menghampiri Nayla yang terkulai lemas dan membantunya untuk membersihkan pakaiannya yang kotor dan rambutnya yang terkena nasi tadi.
Nagha juga mengantarnya pulang hingga sampai di rumah Nayla, Nayla bersyukur karena nyokapnya sedang berada di luar, jika tidak ia akan menangis melihat keadaan anak tunggalnya.
"Makasih ya kak, Nayla mohon, jangan kasih tau siapa siapa yang tadi, apalagi sampai ketahuan sama ibu Nayla." ucapnya bermohon kepada Natha.
"Heem, udah sana masuk, udah gelap ini." jawab Natha. Setelah Nayla masuk ia langsung saja pulang ke rumahnya sendiri.
*flashback off*
"Lo dari mana aja anjir? Untung ibu belum masuk, kalau udah masuk mungkin lo di dirikan di depan kelas." tanya Cakra,
"Ya tadi kan udah gue bilang, gue di toilet." jawab Natha,
"Lama banget lo di toilet, kawin sama toilet ya lo?" tanya Cakra lagi,
"Sembarangan! Enggak lah, orang tadi gue sekalian ngerapiin baju." jawab Natha beralasan.
"Ya dah, serah lo. Makasih jawabannya, buku lo udah gue kumpulin ke mejanya Jema itu." ucap Cakra, Natha hanya mengangguk.
***
Waktunya pulang sekolah, Natha langsung saja menchat Bita, ia masih ingat dengan yang tadi.
[Kak Bita, aku udah mau pulang. Mau ganti baju dulu, terus ketemuan, jadi gak?] - Natha
[Jadi kok, aku juga udah pulang ini, nanti aku kabarin lagi yaaa!] - Bita
[Sip!] - Natha
Natha langsung saja pulang tanpa menunggu teman-temannya, ia sudah tak sabar ingin bertemu calon pacar dari kakaknya itu. ia tadi sudah bilang kepada Vio, Cakra dan Gibran kalau dia pulang duluan.
Sesampainya Natha di rumah, ia langsung saja memarkirkan motornya di depan teras rumahnya dengan asal asalan. Ia langsung masuk ke dalam kamar tanpa mendengarkan panggilan dari Keenan yang sedang duduk di ruang tamu.
"Lah, ngapa tu bocah, tergesa gesa banget." ucal Keenan bingung.
__ADS_1
Natha sudah selesai mandi, ia juga sudah menggunakan pakaian cantik. Baju crop lengan panjang berwarna putih, celana jeans berwarna biru muda, dan sepatu berwarna putih sedikit garis berwarna biru. Ia membawa tas berwarna putih yang isinya ada Lipcream, kedua hpnya, kacamata hitam, dan dompetnya.
Ia turun ke bawah, mengambil kunci motor milik mama Lian yang berada di dalam kamar Mama Lian. Tadi ia sudah di share lock oleh Bita, jadi ia hanya menyusulnya, ia juva tau tempat itu, karena ia pernah ke sana bersama Keenan. Tempatnya dekat dengan Kampus Keenan, tempatnya itu seperti taman, dan di ujungnya ada seperti pantai, banyak juga orang yang berkunjung di sana.
"Mau kemana lo?" tanya Keenan, "Mau jalan, bye~" jawab Natha, ia langsung mengambil helmnya, dan mengenakannya. Ia menaiki motor mama Lian dan langsung saja cap cus ke tempat yang di janjikan.
Natha sudah tiba di parkiran, ia menunggu di parkiran saja, agar tidak susah mencarinya. Karena ia juga belum pernah melihat wajahnya jadi ia tak kenal.
[Aku udah di parkiran, samperin aja.] - Natha
[Ini juga udah di parkiran, kamu pake baju putih yang duduk di atas motor Aerox itu ya?] - Bita
[Iya, kamu dimana?] - Natha
[Belakang, baru sampe juga, hehe!] - Bita
Natha memutarkan kepalanya untuk melihat ke belakang. Ia melihat Bita yang tersenyum, Natha juga tersenyum, ia turun dari motor dan menghampiri Bita.
"Udah lama ya? Nunggunya?" tanya Bita yang melepaskan helmnya.
"Enggak, baru aja sampe kok." jawab Natha. Sungguh, Bita sangat cantik, ia makin yakin kalau Keenan akan menyukai Bita.
"Ya udah, ayo kita kesana, cari tempat duduk sama makan." ajak Bita, Natha mengangguk, mereka mengobrol seperti orang yang sudah lama kenal. Natha mudah akrab dengan orang lain, jika orang itu juga asik dengannya.
Mereka duduk dekat pantainya, dengan dua cangkir minuman dan dua piring makanan.
"Gimana? Udah ngechat mama belum?" tanya Natha, Bita menggeleng dan tersenyum pepsodent.
"Iya deh, nanti, malam aja deh, takut ganggu waktu mama kamu." jawab Bita, Natha menggeleng.
"Enggak kok, malah biasanya jam gini mama lagi istirahat." jawab Natha juga, "Oh iya? Ya sudah, aku chat sekarang, gak apa kan?" tanya Bita, Natha mengangguk.
Sembari menunggu Bita selesai menchat mamanya, ia memakan Burger yang ia beli tadi.
"Udah, kok gemeteran ya? Duh, jadi takut." ucap Bita, "Astaga, gak apaa, mama gak bakal makan kamu juga, haha!" jawab Natha tertawa, Bita juga ikut tertawa. Mereka mudah akrab, tidak canggung satu sama lain, se frekuensi juga.
***
Sekitar satu setengah jam mareka di taman itu, kedua gadis itu memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
"Dadah, Hati-hati ya!" ucap Bita, Natha mengangguk. "Kamu juga hati-hati!" jawab Natha lalu meninggalkan Bita yang masih berada di parkiran, setelah itu ia juga pulang.
Sesampainya Natha di rumah, jam sudah menunjukkan jam 06.34 PM. Ia memarkirkan motornya ke dalam garasi, ia masuk ke dalam rumahnya setelah memarkirkan motor. Ia melepas helmnya dan menaruhnya di atas lemari dekat TV.
Mendudukkan dirinya di sofa, menaruh tas dan melepaskan sepatunya. Ia melihat Keenan yang turun dari lantai atas dan berjalan menghampiri Natha, Natha sudah bisa menebaknya, pasti Keenan akan bertanya Natha dari mana.
"Dari mana?"
Nah kan, benar, Natha sudah hafal, "Dari taman, deket kampus lo." jawab Natha.
__ADS_1
"Sama siapa?" tanya Keenan lagi. 'Bohong aja kali ya? Tadi kata kak Bita jangan kasih tau dulu kalau Bita suka sama Keenan. Okelah, gue bilang habis jalan sama Kate aja.' batin Natha.
"Sama Kate, kenapa si? Kepoan amat." jawab Natha memutarkan bola matanya malas. "Emang gak boleh kalau gue nanya sama adek gue sendiri?" tanya Keenan.
"Ya boleh sih, ah tau lah." jawab Natha, Keenan hanya terkekeh, ia duduk di sofa yang muat untuk satu orang, dan Natha duduk di sofa panjang.
Sekitar lima belas menit mereka duduk di sofa dan hanya diam diaman saja sembari memainkan hpnya masing-masing.
"Lo bohong ya?" tanya Keenan tiba-tiba. Natha yang tadi asik memainkan hpnya melirik ke arah Keenan, menaikkan satu alisnya bingung.
"Bohong apaan?" tanya Natha, "Jujur lo, Jalan sama siapa? Kata Tala Kate gak ada keluar dari rumah habis pulang sekolah." jawab Keenan.
'Lah buset, nanya ke Tala? Anjir lah, udah lah, jujur aja, lagi pula gue gak akan bilang juga sama Keenan kalau Bita suka sama dia.' batin Natha.
"Kalau di tanya tu di jawab, bukan malah bengong. Mau bikin alasan apa lagi?" tanya Keenan. Keenan ini, apalah, fosesif banget, untung saja tadi Natha jalan bareng cewek, kalau sama cowok, mungkin udah remuk ini tulang Natha.
"Sama Bita, temen kampus lo, kenapa? Mau marah?" jawab Natha sekaligus bertanya.
"Hah? Kenal dari mana lo sama Shabita?" tanya Keenan lagi, "Dari aplikasi Telegram. Gue main leomatch." jawab Natha bohong, tapi kalau soal ia bermain tele, ia tidak bohong.
"Oh" jawabnya singkat.
'Lah anjir, gue ngapa bilang kalau gue main Telegram ya? Aduh, gimana ini, aduh, mati lah gue!!!' batin Natha, ia terlihat panik. Ia bermain Telegram secara diam-diam, sebenarnya tak ada yang melarang sih, tapi ja takut saja, kalau Keenan marah karena ia main Telegram.
"Eee anu bang, lo marah ya?" tanya Natha gugup,
"Marah kenapa?" tanya Keenan balik, "Ituu, karena gue main Tele?" tanya Natha juga.
"Enggak, gak ada yang ngelarang." jawab Keenan, 'huh, syukur lah, untung aja gak marah.' batin Natha lagi.
"Bang, gue mau nanya, kalau ada cewek yang suka sama lo, lo Terima apa enggak?" tanya Natha,
"Gak tau, paling gue suruh dia buat luluhin hati mama dulu, baru gue pikirin." jawab Keenan,
"Kenapa nanya gitu?" tanya Keenan, Natha menggeleng.
"Enggak kok, nanya doang." jawab Natha.
"Shabita ada ngechat lo, ya?" tanya Keenan, Natha panik.
"Y-ya adalah, kan gue temenan di tele, jadi lanjut ke Wa." jawab Natha.
"Dia tau kalau lo adek gue?" tanya Keenan lagi, Natha seperti di intrograsi.
"Tau, kenapa?" tanya Natha balik.
"Enggak." jawab Keenan lalu ia kembali fokus ke layar hpnya.
'Bentar, kek ada yang aneh deh, apa jangan jangan, Keenan tau kalau orang yang confes ke dia dulu makai nomor fake itu Bita? Hah? Aduh, gimana nihh, aduhhh!!' batin Natha.
__ADS_1
"Satu lagi satu lagi. Lo jawab jujur. Lo suka cewek, ya?" tanya Natha kepada Keenan, Keenan langsung menatap Natha dengan tatapan datar.
...***...