
"Apaan sih Ta, suka banget ngagetin orang kayak gitu. Untung aja enggak jantungan." ucap Keenan. Natha lah yang berada di samping Keenan dan menatap wajah Keenan dengan tatapan datar dan mata yang sinis.
"Sejak kapan lo bangun dih? Bentar banget lo tidur." ucap Keenan, Natha memutarkan bola matanya malas, ia mengambil hpnya yang ada di atas meja.
"Siapa yang tidur? Orang gue cuman merem karena kepala gue pusing. Gue ngintip ye, kalau lo ngambil HP gue dari tangan gue. Jangan pikir gue gak tau, heleh. Terus tadi lo jalan kesini, gue ngintip di balik pintu kamar gue. Pas banget pintu kamar lo gak di kunci, dari tadi gue di belakang lo ngintip lo chatan sama Kak Bita." jawab Natha.
"Lagian, kamar lo gelap begini, lampu punya, tapi kaga di nyalakan." sambung Natha memencet saklar lampu kamar Keenan.
"Ngomong ngomong, udah berani ngechat Kak Bita lo? Dari sekian lama suka sama dia. Baru lo chat? Cih, pengecut." ucap Natha duduk di tepi kasur Keenan.
"Ya makanya ini gue mau ngajak ketemuan bego. Gue mau nembak dia, bantuin gue lah, beliin hadiah nya, ya kali gue nembak cewek gak bermodal, cuman nembak doang gak ngasih apa apa." jawab Keenan memutarkan bola matanya malas.
"Boleh aja sih, tapi gak gratis lo ini, ada syaratnya." ucap Natha tersenyum miring, Keenan hanya mendecih pelan.
"Apaan? Mau apa lo?" tanya Keenan yang mengerti. "Hehe, tau aja lo. Itu loh, gue mau beli coklat yang bungkusnya bentuk love gede, terus dalamnya itu masih banyak berbagai coklat. Gue pernah mau beli, taunya mahal, uang gue kaga cukup." jawab Natha sembari tersenyum manis.
"Oh, yang harganya 75 ribu itu?" tanya Keenan, Natha mengangguk dengan senyumannya.
"Tumben kagak cukup uang lo, biasanya cukup aja." tanya Keenan, "ya kan gue belanjain, terus ngelihat coklat itu uang gue tinggal 25 ribu, ya gak cukup lah. Kurang lima puluh ribu lagi." jawab Natha.
"Ya sudah sana lo ganti baju, gue mau mandi dulu." ucap Keenan, Natha mengangguk lalu berjalan kembali ke kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaiannya bersiap untuk membeli coklat. Awalnya ia memang kecapean, tapi karena coklat, rasa capeknya seketika hilang, haha!.
Sekitar tiga puluh menit berlalu, Keenan sudah siap, Natha tak kunjung selesai.
"Natha! Cepetan! Lama gue tinggalin lo ya!!" teriak Keenan dari ruang tamu, Natha mendecih pelan di dalam kamarnya, ia dengan tergesa-gesa mengambil hpnya dan pergi keluar. Natha menggunakan celana jeans hotpants berwarna putih dengan baju atasan crop berwarna hitam lengan pendek. Sendal heels berwarna putih, dan HP yang berada di genggamannya.
"Udah nih, sabar ngapa, kaga sabaran amat." ucap Natha protes, "Seharusnya gue yang protes, kok malah lo yang protes." jawab Keenan, mereka langsung pergi ke mobil untuk pegi ke toko coklat dan bunga.
Sesampainya di toko coklat, Natha dan Keenan turun dari mobil, ia masuk ke dalam toko tersebut. Banyak macam-macam coklat di sana, Natha tidak janji untuk tidak berubah pikiran, ia sudah merasa di dunia coklat bagi Natha yang sangat menyukai coklat.
"Pilih nah, pilihin juga yang cocok buat gue kasih ke Bita." ucap Keenan, Natha dan Keenan berjalan mengelilingi di toko itu, mencari cari, sangat banyak coklat di sana, bahkan ramai juga pengunjung yang membeli coklatnya.
Jika bisa, Natha ingin membeli semua coklat yang ada di toko ini, Natha tak bisa memilih, karena semua coklat itu terlihat enak.
Keenan melihat coklat yang berbentuk love, lumayan besar, ia melihat ke harga coklat itu, sepertinya ini yang diinginkan Natha tadi. Ia memanggil Natha dan menyuruhnya melihat ke coklat itu.
"Ini kah, yang mau lo beli?" tanya Keenan, Natha menggelengkan kepalanya. Bukan itu, itu cocoknya buat Keenan kasih ke Bita, soalnya itu Coklat berbungkus khusus.
"Bukan lah, itu mah cocoknya buat Lo kasih ke Bita." jawab Natha, Keenan melihat lagi, benar juga, itu saja lah yang ia beli untuk di berikan ke Bita.
"Lo yang mana? Lama bener, gue beli yang ini aja buat Bita." ucap Keenan, Natha masih bingung.
"Beli dua ya? Hehe!" bujuk Natha dengan tatapan memohon. "Iyadah, serah lo." jawab Keenan, Natha tersenyum senang. Ia mengambil dua bungkus coklat besar dan langsung ia berikan ke Keenan. Keenan membawa ke meja kasih untuk membayar semua totalnya.
Setelah selesai membayar, mereka melanjutkan pergi ke toko bunga. Natha di jalan sambil mengemil coklat ukuran kecil yang di berikan bonus oleh penjualnya karena pembelian Natha lebih dari seratus ribu.
"Kayak anak tk lo makan Coklat. Berserakan kemana mana coklatnya," ucap Keenan mengambil satu lembar tisu dan mengelap pipi Natha yang sedikit terkena coklat karena ia makannya belepotan.
"Hehe! Enak soalnya. Lama udah gak eli coklat." jawab Natha tersenyum, matana juga ikut tersenyum, Keenan sangat gemas melihat adiknya ini. Ia mencubit pipi Kanan Natha sampai Natha berteriak kesakitan.
"Heh! Sakit tauu!!" adu Natha sembari mengusap usap pipinya yang tadi di cubit Keenan. Yang mencubit hanya tertawa dengan wajah tanpa dosanya dan tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
Sesampainya di toko bunga, mereka turun dari mobil, masuk ke dalam toko itu, disana banyak berbagai bunga, Natha suka. Natha terfokus melihat bucket bunga mawar pink yang sangat amat cantik.
"Bang, Abang." panggil Natha, yang di panggil pun menoleh, Natha menunjukkan jari telunjuknya ke arah bucket bunga yang ia lihat tadi.
"Itu cakep, coba lihat. Ada bonekanya juga itu, bagus itu buat Kak Bita." ucap Natha. Mereka berdua mendekati Bucket bunga yang di tunjukkan oleh Natha tadi. Benar apa kata Natha, cantik, semakin di dekatin, semakin cantik.
"Itu aja deh," ucap Keenan kepada karyawan toko itu, ia mengambil dan membawanya ke meja kasir. Keenan membayarnya, mereka langsung saja keluar dari toko tersebut setelah membayarnya.
Keenan mengantar Natha pulang, setelah itu ia menjemput Bita untuk bertemu seperti yang ia bilang. Natha dan Keenan masuk ke dalam mobil dan langsung saja menancap gak agar cepat sampai ke rumah.
"Hati-hati, semoga berhasil!!" ucap Natha memberi semangat kepada sang Kakak, Keenan tersenyum.
"Udah sana masuk. Jangan kemana mana lagi, diam di rumah aja. Kalau mau temenan, suruh temen lo aja yang ke rumah." ucap Keenan, Natha mengangguk lalu ia melambai ke arah Keenan. Keenan membalas lambaian tangan Natha, "Gue pergi dulu, dadah!" ucap Keenan.
Natha masuk ke dalam rumah dengan membawa dua bungkus coklat berukuran sedang, di ruang tamu ada Lea yang sedang menonton upin-ipin di televisi.
"Lea! Coba liat kaka bawa apa, mau gak?!" tawar Natha dengan semangat menghampiri Lea. Lea mengangguk bahagia, Natha membuka bungkus coklat berukuran sedang tersebut. Di dalam ada berbagai macam bentuk dan rasa, mereka makan bersama di depan televisi.
Kita beralih ke Keenan.
Kini Keenan dan Bita sudah berada di taman, pemandangan malam yang cantik, di tambah suasananya yang pas untuk Keenan mengungkapkan perasaannya ke Bita.
"Bita, gue tau ini gak seromantis orang lain. Tapi gue udah berusaha dengan cara gue sendiri. So, will you be my lover?" Keenan langsung saja to the point, ia tidak ingin berlama lama. Ia mengungkapkan dan menyerahkan Coklat dengan bucket bunga yang tadi ia beli bersama Natha.
"Keenan? Ini gak mimpi kan? Lo gak bercanda, kan?" tanya Bita gemeteran, jika ini mimpi, ia meminta untuk tidak membangunkannya dan jangan mengganggunya.
"Enggak, ini bukan mimpi, Bit. Gue suka sama lo, gue suka sama lo waktu lo ikut Olimpiade, di sana gue udah mulai tumbuh rasa suka gue ke lo. Tapi gue gengsi buat ngungkapinnya, baru sekarang gue berani berkat Natha. Aku juga baru tau kalau kamu menyukai ku kembali, kamu, kamu kan, orang yang confess lewat nomor fake kamu? Aku tau karena Jaden, hehe. So, kamu mau?" tanya Keenan.
Mereka berdua tak hanya berkeliling di taman, Keenan mengajaknya ke restoran untuk makan, dan berjalan kemana Bita mau. Keenan ber effort ketika berpacaran, ia bukan cowok yang cuman modal bilang, aku sayang kamu, tapi banyak cewek yang di dekatin sana sini 😏.
***
Jam sudah menunjukkan pukul 10.45 PM. Natha berada di ruang tamu, sedangkan Lea sudah ke kamarnya untuk tidur, besok ia masih sekolah. Natha juga asik memainkan hpnya, televisi masih menyala, bukan Natha yang menonton televisi, tapi televisi yang menonton Natha.
Keenan belum pulang, Mama Lian juga belum pulang dari kantornya. Tak lama kemudian Natha mendengar pagar terbuka, setelah itu ada dua buah mobil masuk, Natha mengintip dari tirai ruang tamu. Natha dengan cepat mematikan televisi, jika mama Lian mengetahui, Natha pasti akan di omelin.
Natha membuka pintu rumahnya, mempersilahkan Mama Lian dan Keenan masuk.
"Ekhm!! Ada yang berbunga bunga nihhh." sindir Natha, Mama Lian langsung melihat ke arah Natha dan Keenan bergantian.
"Itu loh maa, Bang Keenan, udah punya cewek" ucap Natha berbisik di telinga Mama Lian. Mama Lian juga ikut mengejek Keenan, ia tersenyum lalu menoel pundak Keenan.
"Kapan-kapan ajakin ke rumah, kenalin ke mama" goda Mama Lian kepada Keenan, Keenan hanya mengangguk dengan tersenyum malu.
"Lo belum ganti baju? Astaga!" ucap Keenan mengalihkan topik pembicaraan. "Biarin, wle!" jawab Natha lalu berlari bersembunyi ke badan Mama Lian untuk menghindari Keenan yang mengejarnya.
"Udah eh, udah malam ini. Tidur gih, besok kamu masih sekolahkan, sayang?" tanya Mama Lian ke Natha, Natha mengangguk. Ia berjalan ke sofa untuk mengambil hpnya yang sengaja ia tinggal di saat membuk pintu untuk Mama Lian dan Keenan.
Kesempatan Keenan untuk mengejar Natha, ia diam-diam menghampiri Natha lalu menggelitik di bagian perut Natha. Natha kegelian, ia tertawa dan terbaring di sofa panjang, Keenan masih menggelitik sampai di tegur oleh Mama Lian baru ia berhenti.
"Abang, adek. Sana masuk kamar masing-masing. Ganti baju, terus tidur, udah jam sebelas malam ini." tegur mama Lian, Natha dan Keenan mengangguk. Mereka berdua berjalan bersama menaiki anak tangga untuk masuk ke kamarnya masing-masing.
__ADS_1
"Giman-gimana? Di Terima gak?" tanya Natha, Keenan mengangguk.
"Iya lah, yakali enggak." jawab Keenan mencubit hidung Natha.
"Udah gak jomblo ya sekarang, haha! Gantian sekarang, gue yang jomblo, lo yang punya, haha!" ucap Natha, Keenan gemas, ia menggigit pipi Natha hingga memerah lalu berlari ke kamarnya.
"Heh! Sakit tauuu! Awas aja ya lo!!" teriak Natha, Keenan langsung masuk ke kamarnnga dan tak lupa mengunci pintunya. Natha masuk ke dalam kamarnya, ia mengambil baju piyama tidur berwarna putih bergambar Micky mouse, lengan panjang dan celana pendek. Mengganti bajunya lalu segera merebahkan badannya ke kasur.
***
Pagi hari seperti biasa, Natha sudah siap dengan seragam sekolahnya, ia juga sudah sarapan bersama tadi. Ia berangkat di antar oleh Keenan menggunakan motor, akhir akhir ini Natha sudah sangat jarang memakai motornya, males, katanya.
Sesampainya Natha di sekolah, Natha turun dari motor Keenan. "Lo jemput, Bita, bang?" tanya Natha, Keenan menggeleng.
"Enggak. Dia di antar sama bokapnya," jawab Keenan, Natha mengangguk.
"Lo pulang bareng dia?" tanya Natha lagi, "Gak tau, kenapa? Nanti kalau gue pulang gak bareng Bita, gue jemput. Tapi kalau gue pulang sama Bita, nanti gue suruh pak Harto buat jemput lo." jawab Keenan, Natha menggeleng.
"Gak perlu. Gue nanti pulang ikut temen, mau jalan jalan dulu sebelum pulang. Gak apa kan?" izin Natha, Keenan mengangguk.
"Udah sana, gue ke kampus dulu, dadah!" ucap Keenan, Natha mengangguk dan melambaikan tangannya ke Keenan.
Natha masuk ke dalam sekolah, ia berjalan sendiri, Tiba-tiba ada yang menghampirinya.
"Kaka, bentar lagi ujian, kami adik kelas nanti libur, yaahhh, udah gak akan ketemu kaka lagi deh.." ucap Bintang di samping Natha. Natha terkekeh, "Bisa lah, kalau kamu mau ketemuan, chat aja, itupun kalau gak sibuk, haha!" jawab Natha.
"Beneran nih ya, kak? Gak bercanda kan ya? Haha!" ucap Bintang, Natha mengangguk meng iyakan pertanyaan Bintang.
"Iye, tapi ya kalau enggak sibuk." jawab Natha, Bintang mengangguk. Mereka berjalan bersama untuk pergi menuju ke kelas, kelas bintang di lantai tiga, dan kelas Natha di lantai empat.
Sesampainya Natha di kelasnya, ia masuk, menaruh tasnya di dalam meja, mengambil kedua hpnya lalu duduk di tempat Dera, karena Dera sepertinya keluar kelas, cuman ada tasnya saja.
Natha lupa membalas pesan dari Bita, ia membuka chat Whatsapp nya dengan Bita.
[Ta, hehe, aku udah jadian sama abang kamu, hehe.... ] - Bita
[Bagus dong, udah gak friendzone lagi, haha!] - Natha
[Yee, ngejek ya kamu, haha. Itu dulu, sekarang udah enggak 🤣] - Bita
[Sekarang udah jadi miliknya Keenan ya, haha!!] - Natha
[Oh ya, Keenan udah sampai di kampus belum?] - Natha
[Belum ada nih, masih di jalan mungkin.] - Bita
[Iya kali, ya udah kak. Aku udah bel, dadah! Selamat bersenang-senang bersama Keenan 🤣] - Natha
[Cielah, ya udah, semangat yaa!] - Bita
[Iya] - Natha
__ADS_1
...*** ...