My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 179


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu Natha masih tidur nyenyak di dalam kamarnya. Jam sudah menunjukkan jam sembilan pagi.


Tok! Tok! Tok!


"Natha!! Bangunn! Udah jam 1 siang!" teriak Keenan di luar kamar Natha. Natha terbangun lalu menatap ke arah jam dinding. Keenan berbohong, dia bilang jam satu siang, padahal masih jam sembilan pagi.


"Tai lo, bentar lagi, masih mau tidur." teriak Natha juga di dalam kamar.


"Buka dulu pintunya bego, biar enak bangunin nya, tinggal disiram pake air dingin." jawab Keenan, Natha berdecih, ia sebenarnya tidak ingin bangkit dari kasurnya. Mau tidak mau ia harus berjalan untuk membuka pintu kamarnya setelah itu ia kembali merebahkan badannya ke kasur.


Keenan masuk ke dalam kamar Natha, ia ikut merebahkan badannya di samping Natha lalu mendekap badan Natha yang masih memejamkan matanya.


"Paansih, sana-sana ngapain lo ikut rebahan disini." ucap Natha mencoba mendorong badan Keenan namun tak bisa, keenan makin kencang untuk memeluk tubuh Natha.


"Sana gak, lo!" ucap Natha memukul badan Keenan. Keenan setelah itu melepas pelukannya, ia terkekeh lalu mengelus rambut Natha dengan lembut. Setelah itu Keenan keluar dari kamar Natha.


Dua jam berlalu, kini sudah jam sebelas siang, Natha baru terbangun dari tidurnya lagi. Natha langsung saja berjalan ke kamar mandi untuk mandi.


Setelah selesai, Natha langsung turun ke bawah, karena ia ingin makan ia merasa lapar. Di ruang tamu ada orang selain Keenan, Natha tak tau dia siapa, soalnya wajahnya tak terlalu jelas dari atas sini.


"Ezra bukan sih, itu? Masa tinggi banget? Aduhh..." batin Natha, ia ragu untuk turun, ia memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamarnya, namun.


"Natha! Sini coba! Ngapain balik kamar lagi?!" teriak Keenan dari ruang tamu, sialan. Kenapa Keenan malah memanggil dirinya? Ck.


"Bentar, ngambil hp." Natha beralasan, padahal hpnya ada di tangan. Ia kembali masuk ke kamar untuk menyiapkan mentalnya, sebenarnya ia malu untuk bertemu Ezra.


Natha keluar dari kamar, ia membawa dua hpnya di tangan. Ia langsung saja berjalan ke arah ruang makan tanpa melihat ke arah Keenan.


"Sini bentar ngapa dek, sok malu-malu padahal malu-maluin." ejek Keenan terkekeh, Natha yang tak Terima berjalan ke arah Keenan.


"Apaan maksud lo? Hih! Bego!" umpat Natha sembari menendang kaki Keenan namun perlahan. Natha mendudukkan dirinya di sofa satu dan menaruh hpnya di atas meja ruang tamu.


"Biasanya yang di bawa cuman HP ini, tumben dua-duanya." ucap Keenan, "Ck! Suka-suka gue lah. Kenapa dah lo, pagi-pagi udah bikin mood gue hancur aja lo." jawab Natha.


"Udah siang kali ah, pagi dari mana, dasar kebo." ucap Keenan lagi, "Lo!? Bisa diem gak sih!?" Natha geram, jika tidak ada Ezra di samping Keenan mungkin Keenan sudah di hajar oleh Natha.


"Eh Ja, gue tinggal bentar ya? Gue mau ngerjain tugas, haha!" ucap Keenan pergi meninggalkan Natha bersama Ezra. Walaupun tadi malam Natha sudah chatting dan Telponan, tapi tetap saja, ia masih merasa canggung.


"Hallo?" sapa Ezra ke Natha, Natha hanya tersenyum canggung. "Eh bentar deh ya, gue buatin minuman. Si Keenan emang bego, ada tamu bukannya di beri minum kek." ucap Natha tersenyum kikuk.


"Boleh ikut?" tanya Ezra, Natha hanya mengangguk. Natha berjalan lebih dulu daripada Ezra, Natha langsung saja membuka kulkas, sedangkan Ezra membantu mengambilkan cangkir.


"Berapa cangkir?" tanya Ezra, "Eh biar aku aja." jawab Natha, Ezra menggeleng.


"Aku bantu. Dua ya?" ucap Ezra yang di angguki oleh Natha. Mereka berdua membuat dua buah sirup karena emang hanya ada itu di dalam kulkas.


Setelah selesai mereka kembali ke ruang tamu, Ezra membawa minuman dan Natha membawa snack-snacknya.


Setelah lima belas menit kemudian, mereka masih rada canggung, bukan mereka, tapi Natha.


"Kamu belum makan 'kan? Mau makan bareng gak? Makan diluar, ayo?" tanya Ezra, Natha hanya mengangguk. "Emh, bentar, mau ganti baju." jawab Natha yang di angguki oleh Ezra.


Setelah selesai mengganti baju, Natha langsung turun ke lantai bawah untuk menghampiri Ezra yang menunggu dirinya.


Natha menggunakan Jeans putih, baju crop putih dan di lapis dengan jaket levis berwarna biru, sendal putih dan rambut yang terurai.


Merek berdua langsung saja keluar dari rumah, Natha juga tadi sudah izin kepada Keenan di kamarnya sendiri, sedang sibuk mengerjakan tugas.


"Ayo, naik." ucap Ezra membuka'kan footstep nya, Natha mengangguk lalu langsung saja menaiki jok belakang motor Ezra.


Sesampainya di DM, mereka berdua memarkirkan motornya lalu masuk ke dalam mall. Natha pikir mereka akan pergi ke rumah makan biasa saja, ternyata di mall, untung saja Natha membawa uang banyak, jika ia membawa pas-pasan, bagaimana ia akan bayar?


-kan Ezra ada Ta, yakali dia gak bayarin kamu, orang dia yang ngajak kok 😁😁


Mereka masuk dan berjalan ke lantai dua yang di sana ada tempat makan. Mereka duduk di meja nomor 27, Natha dan Ezra duduk berhadapan. Natha memesan sup iga bakar dan minumannya es jeruk, Ezra juga menyamakan pesanan Natha.


Mereka menunggu pesanan tiba.


"Gimana di kampus, Ta?" tanya Ezra membuka suara. "Ya gitu. Seru, tapi ada yang bikin jengkel aja tiap ketemu sama dia." jawab Natha.


"Kenapa? Gangguin kamu?" tanya Ezra, Natha hanya mengangguk.


"Kayak gak suka sama Aku gitu, mungkin karena suka sama Keenan." jawab Natha, Ezra mengerti.


Natha selalu dekat-dekat dengan Keenan, lalu si cewek itu gak Terima karena Natha selalu dekat Keenan padahal Keenan adeknya.


"Lama gak ketemu, kenapa kamu malah tinggi dari aku? Padahal dulu cuman sepundak aku doang." ucap Natha kepada Ezra, Ezra terkekeh.


"Karena emang di takdirkan untuk tinggi, yakali nanti jalan sama pacar tinggi cewek daripada cowok, haha!" jawab Ezra, "Sekarang gantian, aku yang bilang kamu kecil, bukan kamu lagi yang bilang aku kecil." sambung Ezra. Natha pikir Ezra sudah lupa dengan panggilan Natha untuk dirinya dulu.

__ADS_1


"Halah, tetep aja Ezra kecil. Biarpun kamu lebih tinggi dari aku." ucap Natha tak Terima.


"Iyadeh, soalnya kangen panggilan Ezra kecil, haha! Dari dulu yang manggil Ezra cuman kamu, yang lain manggilnya Renjana atau Renja doang." jawab Ezra.


Bukan tidak ada yang memanggil dirinya dengan panggilan Ezra, banyak yang ingin memanggilnya dengan sebutan Ezra. Namun Ia melarangnya, karena panggilan itu hanya orang spesial yang boleh memanggilnya dengan nama itu. Bahkan mantan-mantannya saja tidak di perbolehkan memanggil Ezra.


"Kenapa?" tanya Natha, Ezra menggeleng, yakali dia memberi tahu Natha. Beberapa detik kemudian, akhirnya pesanan mereka sampai.


Natha meminum es yang ia pesan lalu Ezra mengambil kesempatan untuk memfoto Natha diam-diam.


"Lucu." batin Ezra. Mereka memakan makanannya sampai habis. Setelah selesai makan, mereka menuju kasir, Natha hendak mengeluarkan dompetnya dari dalam tas kecil yang ia gunakan, Natha mengambil uang tapi setelah itu.


"Ngapain ngeluarin uang?" tanya Ezra, Natha bingung. "Bayar lah, terus aku gak bayar gitu? Langsung kabur aja?" jawab Natha.


"Aku yang ngajak kamu kesini, ya kali kamu bayar sendiri. Udah biar aku aja yang bayarin, tunggu aja di depan kalau mau duluan, kalau mau ikut bayar, ayo." ucap Ezra.


"Zra? Jangan ah, banyak itu. Bayar sendiri aja ya??" mohon Natha, tapi Ezra tetaplah Ezra, ia menggeleng lalu langsung pergi ke kasir untuk membayar pesanan mereka. Natha merasa tidak enak, apalagi Natha baru pertama kali bertemu setelah sekian lama tak bertemu. Walaupun mereka sudah kenal dari lama, tapi tetap saja Natha merasa tidak enak.


"Udah ayo, mau langsung pulang, atau jalan kemana dulu, gitu?" tanya Ezra.


"Aku ngikut aja, terserah kamu aja." jawab Natha, "Jalan-jalan dulu, ya?" tanya Ezra yang di angguki oleh Natha.


Mereka langsung saja keluar dari mall dan lanjut untuk jalan-jalan, tidak tau mau kemana, Natha hanya mengikuti.


***


Ternyata mereka tidak jadi jalan-jalan karena Ezra ada kegiatan mendesak, Natha di antar oleh Ezra kerumahnya sendiri.


"Makasih ya, Hati-hati!" ucap Natha, "Iya sama-sama, gih sana masuk. Panas ini." jawab Ezra yang di angguki oleh Natha.


Natha langsung saja masuk ke dalam rumahnya, ia mendudukkan dirinya di sofa panjang sambil melepaskan jaketnya.


"Habis jalan sama Renja ya? Ekhem ekhem, ada yang lagi pdkt nihh." ejek Mama Lian yang baru keluar dari toilet.


"Hah? Temenan doang ma.... Tadi adek di ajakin sama Renja buat makan karena adek tadi belum makan.." jawab Natha, Mama Lian hanya mengangguk sambil tertawa mengejek.


"Oh ya ma, adek mau ke kamar aja ya? Adek mau ngerjain tugas." ucap Natha yang di angguki oleh Mama Lian. "Kalau ada yang gak ngerti tanyain sama abang, abang pasti bantu adek. Semangat ya anak mama yng cantik.." jawab Mama Lian yang di angguki oleh Natha.


Natha menutup pintu kamarnya, tapi tak di kunci, ia merebahkan dirinya ke atas kasur, ia merasa kekenyangan dan juga merasa lelah, karena besok akan masuk kuliah lagi.


Natha menatap langit-langit kamar, ia tiba-tiba mendudukkan dirinya di saat ia kembali memikirkan Aksa. Natha kembali merasa sedih, seharusnya tadi ia jangan melamun, langsung saja mengerjakan tugas untuk besok, sekalian agar tak teringat tentang Aksa melulu.


Natha berjalan mendekati lemari pakaian untuk mengganti celananya terlebih dahulu, setelah selesai, ia berdiri di depan wastafel yang ada cermin besar. Ia menatap dirinya sendiri di pantulan kaca itu, kantong mata yang besar, badannya juga terlihat lebih kurus, padahal dulu badannya lumayan berisi.


***


Jam sudah menunjuk ke angka tiga siang menjelang sore, Natha masih setia memainkan laptopnya. Padahal tugasnya sudah selesai, Natha hanya menonton dracin di sana.


"Natha.." panggil Ola di balik ambang pintu kamarnya, Natha menoleh ke arah Ola yang sedang berdiri di sana.


"Eh kenapa, La? Sini masuk, gue lagi nonton." tanya Natha, Ola masuk ke dalam kamarnya dan tak lupa untuk menutup kembali pintu kamar Natha.


"Gue gabut, bingung mau ngapain. Tidur juga gak bisa, mau jalan-jalan tapi cuacanya panas, tadi gue udah nonton film juga, tapi tetap aja bosen." jawab Ola.


"Tunggu sekitar satu jam lagi deh, siapa tau nanti cuacanya udah gak panas lagi. Jalan-jalan kita, terserah mau kemana, gue juga gabut, ini nonton juga buat gue gak gelamun aja." jawab Natha, Ola mengangguk.


"Gue ikut rebahan di kasur lo, ya?" izin Ola, Natha mengangguk. "Iya, rebahan aja, itu kalau ngerasa silah tutup aja tirainya." jawab Natha yang di angguki oleh Ola.


/jam empat sore


Natha sudah selesai nonton, Ola juga tertidur di kasur Natha, Natha tidak tega untuk membangunkannya. Natha duduk menghadapi laptop yang sudah mati, Natha setelah itu menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin melamun.


Natha harus mencari kesibukan agar ia tak berdiam diri, Natha mengambil Hpnya di atas nakas sedang ber-charger.


"Buset, gue lupa kalau gue nyalain mode jangan ganggu." ucap Natha pada dirinya sendiri.


Natha menyalakan layar hpnya, banyak notif masuk di hpnya itu, dari Whatsapp, Instagram, Tiktok dan lain sebagainya.


Natha membuka Aplikasi whatsapp terlebih dahulu. Ia melihat chat dari Ezra, satu jam yang lalu ia mengirim chat itu.


/Ezra


[Halloo]


[Centang satu? Tidur yaa?]


[Mode silent ya?]


[Hehe maaf yaa ganggu. Maaf juga tadi tiba-tiba gak jadi jalan, gara-gara ada acara mendadak.] - Ezra

__ADS_1


[Dih, kayak sama siapa aja. Gak apa, makasih loh ya tadi udah bayarin makanan.] - Natha


[Tadi hpnya mode silent, lupa matiin.] - Natha


[Iya, Sama-sama. Sebagai tanda permintaan maaf, nanti malam mau jalan lagi, gak?] - Ezra


[Gak usah deh, Zra. Aku mau jalan sama Ola, hehe, maaf ya. Gak apa santai aja.] - Natha


[Ohh oke oke. Kapan-kapan deh ya? Haha] - Ezra


[Iya Ezra.] - Natha


/Gabriella


[Met]


[Oi jamet]


[Mode silent pasti]


[Udah ketebak si jamet satu ini]


[Oi mett jamettt]


[Nanti malam sibuk gak lo?]


[Eh gak jadi deh] - Gabriella


[Bacot, lo yang jamet.] - Natha


[Iye mode silent, lupa matiin.] - Natha


[Apaan si Gab, aneh bener lo, mabok ya? 😭] - Natha


[Enak aja, yakali gue mabok, yang ada di lempar sapu sama emak gue bwehehe] - Gabriella


[Ya elo, gak jelas] - Natha


[Udah deh sayang ku, bay bayy, mau jalan jalan sama mas pacar dulu 😋😋] - Gabriella


[Alay] - Natha


[Bilang aja sirik.] - Gabriella


[Alay, udah sana lo, hus hus] - Natha


[Iya sengku, bay bayyy] - Gabriella


Natha kembali meletakkan hpnya di atas meja, ia ingin membuang air kecil.


Setelah selesai Natha kembali duduk di meja belajarnya. Ia mengambil hpnya, dan melihat notif HP dari papa yang sepertinga sangat bahagia.


/papa


[Adekkkk, mana nihh anak yang papa sayanggg]


[Papa ada kabar gembira nih buat Adek sama Abang]


[Halooo adekk] - Papa


[Iya paa, adek disini 🙋‍♀️🙋‍♀️] - Natha


[Adek, coba tanya Mama kamu, apa kabar gembiranya, Mama kamu tau.] - Papa


[Kenapa gak papa aja yang langsung bilang ke adek? Kenapa harus nanya mama dulu ih? Kan Natha jadi penasaran 😒😒] - Natha


[Hihi, tanya dulu gih sana mama.] - Papa


[Iya papa ku sayangg, bentar yaa, adek nyari mama dulu] - Natha


[Iyaa] - Papa


Natha langsung saja mencari mama Lian di bawah, di ruang tamu tidak ada, di dapur juga tidak ada, di kamar Mama Lian juga tidak ada. Ternyata mama Lian ada di halaman belakang rumah.


"Mama!! Kata papa ada kabar gembira, terus harus nanya mama duluu. Kabar apa maaa?" tanya Natha berteriak sambil menghampiri mama lian.


"Kasih tau gak yaaa, nanti aja deh, sekalian makan malam, kalau udah terkumpul sama Abang. Abang lagi diluar." jawab Mama Lian.


"Ih mama!! Adek udah penasaran ini!!!" ucap Natha yang hanya di tertawakan oleh Mama Lian, Natha memutuskan bola matanya malas, Mama Lian meninggalkan Natha masuk.

__ADS_1


"Udah ya adek, Mama mau mandi dulu, dadahhh~" ucap Mama Lian. "Ih? Tega banget bikin anaknya penasaran, gak papa, gak Mama, sama aja. Bikin penasaran adek aja." jawab Natha, Mama Lian tertawa lepas.


...***...


__ADS_2