
"Jalan jalan aja, Lea mau beli sesuatu, gak?" menjawab sekaligus bertanya kepada Lea,
"Lea gak bawa uang," jawab Lea,
"Gak apa apa, nanti kaka yang bayarin, Lea mau apa, di deket sini ada pasar, di sana banyak orang jual makanan, mau kesana?" jelas Natha kepada Lea,
"Emm, mau, tapi gak apa apa kan, kak?" tanya Lea lagi,
"Iya, kayak sama siapa aja, ya, udah, ayo," ujar Natha, lalu mereka berjalan ke pasar pagi di dekat komplek rumah Natha.
Sesampainya di pasar pagi.
"Nah, Lea mau beli apa?" tanya Natha, di sana terdapat banyak berbagai penjual, dari penjual ikan, buah buahan, makanan, dan lain lainnya.
"Emm, Lea bingung mau beli apa," jawab Lea,
"Ya, udah, kita masuk ke dalam pasar nya aja dulu, siapa tau nanti Lea mau beli sesuatu," ujar Natha, ia menggandeng tangan kanan Lea untuk berjalan memasuki pasar pagi itu. Di perjalanan, Natha melihat penjual kue, yang di sana terdapat berbagai macam kue, Natha stop di penjual itu untuk membeli kuenya.
"Lea mau?" tanya Natha kepada Lea, Lea menggelengkan kepalanya,
"Pak, saya beli kue lapis nya enam, sama kue dadar gulung nya empat, jadi nya berapa, pak?" ujar Natha kepada penjual kue tersebut,
"Totalnya dua puluh ribu neng," ujar penjual kue itu, lalu menyerahkan plastik berisi kue yang di beli oleh Natha tadi, Natha mengeluarkan uangnya dari dalam kantong celananya.
"Nih, pak, terimakasih" ujar Natha lalu pergi,
Mereka masih berjalan ke dalam pasar untuk melihat lihat apa saja yang di jual di pasar itu, Natha sudah lama tidak ke pasar pagi ini, terakhir kali ia berjalan menemani Bibi Mela untuk membeli sayuran di pasar ini.
"Kaka, Lea mau beli Apel, boleh?" tanya Lea kepada Natha, Lea melihat penjual buah buahan
"Boleh, sini," natha menggandeng tangan Lea untuk berjalan ke penjual buah,
"Pak, satu apel ini, berapa?" tanya Natha kepada sang penjual buah,
"Satunya harga tigabelas ribu neng, mau beli berapa?" sang penjual menjawab sekaligus bertanya kepada Natha,
"Mau beli empat aja, pak," jawab Natha,
"Sama strawberry nya satu kilo, berapa jadi nya, pak?" tanya Natha,
"Strawberry nya satu kilo 55 ribu gak apa apa?" jawab penjual itu,
"Iya, gak apa apa, pak," jawab Natha juga, sang penjual lalu membungkuskan buah buahan yang di beli oleh Natha.
"Jadi, berapa semua nya, pak?" tanya Natha sembari mengambil buah buahan yang di bungkus oleh penjual tadi.
"Seratus tujuh ribu, neng," jawab Penjualnya, Natha mengeluarkan uang sebesar seratus sepuluh ribu,
"Ini, kembaliannya, neng," ujar penjual itu sembari menyerahkan uang kembalian kepada Natha. Natha dan Lea kembali berjalan, tetapi kali ini, mereka berjalan untuk keluar dari pasar, Natha dan Lea hendak pulang kerumah.
"Gak ada yang di beli lagi, kan?" tanya Natha kepada Lea, Lea hanya menggelengkan kepalanya, Natha yang mengerti pun menganggukkan kepalanya.
"Ayo, kita pulang," ujar Natha,
"Ayoo!" jawab Lea setengah berteriak. Mereka sudah di jalan pulang ke rumah, sesampainya di rumah, mereka masuk lewat halaman belakang, Lea berlari di halaman rumah Natha,
"Lea, hati hati, nanti jatuh," ujar Natha,
"Iya, kaka," jawab Lea.
Sesampainya di dalam rumah, Natha menaruh berbelanjaannya di atas meja makan, mengambil buah apel, lalu ia cuci. Memotong motong nya hingga menjadi potongan yang kecil kecil, menaruhnya di atas piring, lalu mengambil garpu.
Natha kembali ke halaman belakang yang di sana masih ada Lea yang bermain main,
"Lea, nih, apel nya," ujar Natha, ia mendudukkan dirinya di kursi yang ada di pinggir halaman itu, Lea menghampiri Natha, lalu mendudukkan dirinya disamping Natha, meraih apel yang di bawa oleh Natha, lalu memakannya.
"Enak?" tanya Natha kepada Lea,
__ADS_1
"Enak, nih kaka juga harus cobain," jawab Lea sembari mengambil garpu lalu di tusukkan ke potongan apel, Lea menyuapi Natha buah apel tadi.
"Habisin, ya, kaka mau ke dalam dulu, bentar," ujar Natha,
"Iya, kaka," jawab Lea. Natha meninggalkan Lea di halaman belakang, Natha masuk ke dalam rumah untuk merapikan sisa barang belanjaan nya tadi, ia mengambil kue yang dibeli nya tadi untuk menaruh di dalam lemari makanan.
Sebelum menaruh kue ke dalam lemari, ia mengambil beberapa kue buat di beri kepada bibi Mela. Ia mengetuk pintu kamar bi Mela,
"Masuk aja," ujar Bibi Mela, Natha membuka pintu kamar Mela,
"Bi, ini ada kue, tadi Natha beli, sekalian buat bibi," ujar Natha,
"Ah, terimakasih, ya nak," jawab Mela, Natha menyerahkan kue nya kepada Bibi Mela, Bibi Mela meraih kue yang di tangan Natha, lalu Natha pergi keluar dari kamar Mela.
Natha kembali ke dapur untuk mencuci buah strawberry yang di beli tadi.
Beberapa menit kemudian, ia selesai. Ia kembali ke halaman belakang untuk mencari Lea, ternyata Lea masih memakan buah apel tadi, masih tersisa sedikit. Natha menghampiri Lea yang masih duduk di tempat yang sama.
"Lea, Lea udah makan?" tanya Natha,
"Udah, dong," jawab Lea.
"Lea, kaka mau ke kamar, ya? Nanti kalo Lea udah selesai, piring nya taruh di sini aja," ujar Natha, Lea mengangguk,
"Jangan keluar dari halaman, ya?" ujar Natha,
"Iya, kaka" jawab Lea.
Natha berjalan masuk ke dalam rumah, menaiki anak tangga, tetapi ia berhenti di tengah tengah tangga,
"Bibi, Lea di halaman belakang, Natha di kamar mau ngerjain tugas!!" teriak Natha,
"Iyaa, nak," jawab Mela yang ternyata berada di dapur.
Nathan melanjutkan langkah kakinya yang tadi sempat berhenti, ia sudah berada di depan kamar, membuka pintu kamarnya, masuk dan tak lupa untuk menutupnya kembali, ia mengambil hp nya yang bergeletak di atas kasur, membuka layar hpnya.
Tidak ada notif dari guru maupun ketua kelas, mungkin, tidak ada tugas. Natha menchat salah satu temannya, yaitu Laura.
[Gak, ada, guru guru pada rapat, paling jam berikut nya, baru ada tugas,] jawab Laura,
[Eh, tapi ada catatan yang harus di catat, nih gue kirim fotonya,] ujar Laura lagi, Laura mengirim foto buku catatan miliknya,
[Oke, terimakasih, Lau. Niki gak ada ngabarin gue kalo ada catatan,] jawab Natha,
[Abis paket katanya] -Laura
[Ya, udah, sekali lagi, terimakasih,] -Natha
[Iya, iya, kek sama siapa aja, lo,] -Laura.
Natha melebarkan foto yang Laura kirim tadi di layar hp nya, lalu mendudukkan diri ke kursi meja belajar, meraih buku tulis sejarah, karena yang di kirim oleh Laura tadi ialah pelajaran sejarah, lalu ia menulis semua yang di suruh.
Beberapa menit kemudian.
Natha sudah selesai mencatat semua nya. Ia berdiri dari kursi itu dan meraih hpnya yang di atas meja belajar, berjalan ke arah kasur lalu membaringkan badan nya. Ada sebuah notif pesan dari Radja, ia membuka nya, isi pesan dari Radja adalah,
[Natha, lo, sekolah?] -Radja
[Gak, gue kena skors sama guru, kenapa?] -Natha
[Loh, di skors karena apa?] -Radja
[Berantem. Ada apa nge chat?] -Natha
[Mau ngajak jalan, gabut gue soalnya, gak ada yang bisa di ajak jalan, siapa tau, lo mau?] -Radja
[Kapan?] -Natha
__ADS_1
[Sekarang, bisa?] -Radja
[Ya, udah, tapi gue mau mandi dulu] -Natha
[Oke, nanti kalo udah siap, chat aja] -Radja
Natha hanya membaca pesan terakhir dari Radja, ia mematikan hpnya, beranjak dari kasur, ke lantai bawah untuk mandi.
***
Setelah sekian lama, Natha sudah selesai membersihkan dirinya. Natha juga sudah rapi dengan pakaian nya, celana panjang hitam, dan sweater yang berwarna mocca.
Natha pun menchat Radja,
[Dja, gue udah siap, nih gue share lock] -Natha
[Iya, otw] -Radja
Natha mematikan layar hp nya, ia berjalan ke rak sepatu yang berada di kamarnya, mengambil sepatu putih lalu memasang kan ke kakinya.
Beberapa menit kemudian,
"Nak Natha, ada temen kamu di luar," ujar Mela yang berada di depan pintu kamar Natha yang tidak tertutup, Natha memang sengaja tak menutup pintu kamarnya.
"Temen, apa temen nihh," ujar Mela lagi dengan nada mengejek,
"Temen, lah, Bi," jawab Natha dengan tertawa tawa kecil,
"Oh, iya, Natha mau jalan dulu, bi," ujar Natha, Bibi Mela menganggukkan kepalanya,
"Hati hati, ya," ujar Bi Mela, natha mengangguk sebagai jawabannya. Natha mengambil helm miliknya yang berada tak jauh dari rak sepatu. Setelah itu Natha sekaligus Mela berjalan menuruni anak tangga, Natha berjalan ke luar rumah, dan Mela berjalan ke arah kamar mandi, Mela ingin mencuci semua pakaian yang ingin di cuci.
Di luar rumah.
"Maaf, lama," ujar Natha,
"Gak apa apa, ayo, naik," jawab Radja, ia membuka kan footstep menggunakan tangan nya,
"Haha, makasihh," ujar Natha yang melihat Radja membuka kan footstep nya.
"Iya sama sama, kita ke cafe aja, mau?" Menjawab sekaligus bertanya kepada Natha, Natha mengangguk, ia menaiki motor milik Radja,
"Udah?" tanya Radja,
"Iya, udah," jawab Natha,Radja menancap gas untuk ke cafe.
***
Sesampainya mereka ber dua di cafe,
"Mau pesen apa?" tanya Radja kepada Natha,
"Kentang goreng, sama caffe latte," jawab Natha,
"Ya, udah, bentar," Radja memesan yang di pesan oleh Natha, dan memesan yang ingin ia pesan, selesai memesan mereka menduduki kursi yang bernomor 6.
Mereka berdua duduk bersampingan,
"Lo, gak di marahin kan, jalan sama gue?" tanya Radja yang membuka pembicaraan mereka berdua,
"Gak, emang siapa yang marahin?" jawab Natha,
"Ya, siapa tau, cowo lo, gitu," ujar Radja,
"Gak, lah, orang gue gak punya cowo," jawab Natha lagi, Radja menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Natha melirik jam dinding di cafe itu, ternyata jam sudah menunjukkan ke arah jam dua belas siang.
Tak berselang lama, pesannan mereka sudah datang, natha yang memesan kentang goreng dan caffe latte, sedangkan Radja memesan hamburger dan matcha latte.
__ADS_1
"Lo, suka matcha?" tanya Natha kepada Radja, ia melihat pesanan Radja adalah Matcha latte.
...*****...