My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 120


__ADS_3

"Tenang aja kali, gampang aja kalau dia ngancem, paling gak aku ladenin. Diemin aja sampai dia bener bener lelah sendiri, nanti dia bakalan berhenti nge gangguin kayak Nita sam teman-temannya noh." jawab Natha dengan santai, tak ada rasa takut pun pada dirinya, selagi ia tidak bersalah, mengapa ia harus takut? Ya kan?


"Kalau dia ngancem, kasih tau aku, ya?" ujar Saddam, Natha mengangguk dan tersenyum,


"Lucu." jawab Saddam mencubit pipi Natha yang menggemaskan, tanggung jawab, kini Natha tengah salting karena perbuatan Saddam, pipinya memerah semerah tomat. Ia membuang pandangannya ke arah lain, ia malu untuk menatap wajah Saddam.


"Haha, udah ayo kita ke kelas aja. Udah mau bel ini, nanti keduluan Bu Nadia yang masuk kelas." ucap Saddam yang di anggukan oleh Natha, mereka berjalan menaiki anak tangga untuk pergi menuju kelasnya.


Sesampainya mereka di kelas, Natha dan Saddam mendudukkan dirinya berdampingan, seperti pertama kali Natha datang ke sekolahnya. Teman-teman Natha juga sedang duduk di kelas, di belakang.


"Natha!" panggil Cakra, Natha memalingkan badannya untuk menatap Cakra yang memanggilnya. "Apa?" tanya Natha.


"Bales chat Keenan, marah marah ke gue bego. Punya hp dua, dua duanya gak ada yang aktif, katanya." jawab Cakra mengomel, Natha terkekeh, "Ok, terimakasih, Ra." jawab Natha juga.


"Ra, Ra mata lo, Cakra." ucap Cakra tak Terima di panggil dengan sebutan 'Ra' baginya, sebutan itu seperti perempuan. Natha tak menggubris ucapan Cakra, Natha membuka layar hpnya untuk membalas pesan dari Keenan, ia tak tau jika Keenan me-chat dirinya.


[Apa, bang?] - Natha


[Maaf baru kebaca, notif nya gak gue aktifkan.] - Natha


[Lo pulang nanti bisa jemput gue, gak?] - Keenan


[Oh, oke!] - Natha


[Nanti gue chat lagi kalau udah pulangan. Jangan sampai gak lo aktifkan lagi notif nya.] - Keenan

__ADS_1


[Iyaa] - Natha


Natha mengakhiri chat nya dengan Keenan, bel telah berbunyi, jam istirahat telah selesai. Teman-temannya kembali ke kelas masing-masing, Natha juga kembali ke tempat duduknya semula.


***


Kini jam pelajaran telah berakhir, Natha dan teman temannya sudah berada di parkiran. Natha berjalan bersama dengan Saddam untuk menghampiri motor mereka berdua.


"Gue pulang duluan ya, hati hati lo pada." ujar Natha kepada temannya,


"Iya, lo juga hati hati. Jangan ngebut lo, lo kalau bawa motor kaya orang kesetanan." jawab Gabriella.


"Duluan yaa" pamit Natha ke Saddam yang di sampingnya. Saddam mengangguk, sembari menyatukan telapak tangannya dengan telapak tangan Natha.


Sesampainya Natha di depan kampus Keenan, ia menunggu di dekat halte, tak berselang lama, Keenan tiba bersama dengan teman temannya yang juga sedang berjalan kearah halte. Tumben teman temannya tak ada yang menggunakan motor atau mobil, kenapa? Pikir Natha.


"Gue duluan ya, adek gue udah jemput gue itu." ucap Keenan ke teman temannya.


"Yoi! Hati-hati di jalan bro, jangan ngebut, kasian entar adek lo, haha!" ucap Ikhsan, teman Keenan. "Iya, udah ya, gue duluan nih." jawab Keenan lalu melajukan motornya untuk pulang ke arah rumah.


Keenan memberhentikan motornya, tetapi bukan di rumah, melainkan di warung dekat komplek rumahnya. Biasalah, mungkin Keenan hendak membeli rokok. Natha ikut turun untuk membeli cemilan apa saja yang ia inginkan saat ini. Setelah selesai, mereka kembali menaiki motornya untuk ke rumah mereka.


"Bawain tas gue, ta. Gue mau ke rumah Cakra bentar," ucap Keenan, Natha menatap Keenan dengan tatapan tak senang. Mengapa ia menatap Keenan seperti itu? Ya karena Keenan yang baru saja pulang, bahkan belum mengganti pakaiannya, ia malah langsung pergi ke tempat Cakra. Jika ada Mama, mungkin ia akan di marahi Mama, pasti akan di suruh untuk mengganti pakaian dulu.


"Bentar doang, mau ngasih barang dai yang ada di gue." ucap Keenan yang mengerti dengan tatapan Natha. Natha hanya memutarkan bola matanya malas, ia mengambil alih tas Keenan yang ada ditangan kiri Keenan. Natha masuk kedalam rumah, sepertinya bibi Mela dan Lea sedang tidur, makanya rumahnya nampak sepi.

__ADS_1


Natha menaiki anak tangga untuk pergi kekamar, ia terlebih dahulu ke kamar Keenan untuk menaruh tas milik Keenan. Ia perlahan menaruh tas Keenan di atas kasurnya, ia tak berani menaruh sembarangan, sepertinya di dalam tas Keenan ada laptop miliknya.


Sebelum Natha keluar dari kamar milik Keenan, ia sempat melihat kertas polio di atas meja belajar Keenan. Natha berniat mengambil kertas itu, ternyata itu adalah tugas Keenan yang sangat panjang. Natha kembali melirik ke samping, di tepi meja dekat pensil, pulpen dan lainnya, di sana ada pigura kecil, yng di sana terdapat foto keluarga mereka, Natha yang masih berumur empat tahun, dan Keenan berumur tujuh tahun. Natha di gendong oleh Papa dan Keenan di gendong oleh Mama, tanpa di sadari, Natha meneteskan air matanya.


"Sekarang udah jadi kenangan doang ya? Bisa kayak gini lagi gak ya? Gak mungkin sih, haha." Natha berujar kepada dirinya sendiri. Ia mengusap air matanya yang menetes di pipinya, ia berjalan kembali ke kamarnya.


Kini Natha sudah selesai mengganti pakaiannya menjadi pakaian rumahan. Celana pendek putih, baju kaos putih dengan sendal rumah miliknya yang berwarna hitam. Natha hendak turun dari kamarnya, Keenan baru saja kembali.


"Nih" ucap Keenan menyerahkan keyless motor milik Natha, ia mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu, begitu juga dengan Natha. Mereka duduk bersampingan, Keenan muai membuka layar hpnya, sedangkan Natha, ia menyalakan TV.


"Ta, lo pacaran sama Saddam?" tanya Keenan tiba tiba, Natha mengangguk,


"Berpura-pura." jawab Natha singkat, Keenan mengerutkan alisnya, ia bingung, berpura-pura apa?


"Ish! Gue sama Saddam cuman pura pura pacaran, u know? Saddam berpura-pura pacaran agar Mantannya gak gangguin dia lagi, sedangkan gue, supaya Aksa tak mendekati gue lagi. Masih belum ngerti juga? Gue tabok juga lo." jawab Natha menjelaskan,


"Oh! Iya iya, gue ngerti, yang lain tau?" tanya Keenan, Natha menggeleng,


"Lo pasti di kasih tau Cakra?" tanya Natha balik, "Di kasih tau Gabriella tadi, dia di rumah Cakra." jawab Keenan.


"Oh, kirain." ucap Natha, tak berselang lama, HP Natha mendapatkan banyak notif, Natha berfikir itu adalah Saddam. Tapi setelah di lihat layar hpnya, itu bukan Saddam, Natha membuka chat dari orang itu, lalu membalasnya.


[?]


***

__ADS_1


__ADS_2