
Di toko sepatu.
"Sepatu apa lagi yang mau lo beli?" tanya Natha kepada Keenan.
"Bukan gue yang beli," jawab Keenan,
"Lah? Terus buat siapa?" tanya Natha,
"Temen gue, bentar lagi ulang tahun," jawab Keenan,
"Buset, kirain buat lo," ujar Natha, Keenan hanya menggelengkan kepalanya, ia memarkirkan motornya di tempat parkir toko sepatu itu.
Mereka berdua memasuki toko sepatu itu lalu mencari cari yang cocok buat teman Keenan.
"Bang, ukuran sepatunya, berapa?" tanya Natha,
"39" jawab Keenan,
"Cowo atau cewe?" tanya Natha lagi,
"Cewe," jawab Keenan,
"Temen apa temen tuh," ujar Natha yang mengejek Keenan,
"Temen, udah deh, cari aja nanti keburu malam," Ujar Keenan.
"Iya deh iya," jawab Natha,
Beberapa menit mereka berdua mencari sepatu yang cocok, akhirnya ketemu,
"Udah, tunggu gue bayar dulu," ujar Keenan, Natha hanya mengangguk, ia berjalan ke kursi tunggu yang tak jauh dari kasir. Menunggu Keenan yang sedang membayar sepatu yang dibeli oleh dirinya.
Berberapa menit kemudian.
"Udah, ayo pulang," ujar Keenan, Natha bangkit dari duduknya, berjalan mengikuti Keenan yang berjalan terlebih dulu dari pada dirinya. Mereka keluar dari toko sepatu, lalu berjalan ke arah di mana mereka menaruh motor nya.
Mereka menaiki motornya, lalu Keenan menjalankan motornya untuk pulang ke rumah.
Sesampainya dirumah.
Natha turun dari motor, lalu berjalan ke depan pintu rumah yang tertutup, sedangkan Keenan, ia memasukkan motor ke dalam garasi. Natha mendorong pintu rumah agar terbuka, ia memasuki rumah nya lalu berjalan ke arah ruang tamu. Mendudukkan dirinya ke sofa empuk yang terdapat di ruang tamu, begitu juga dengan Keenan. Natha melirik jam dinding yang ada di ruang tamu, jam sudah menunjukkan ke jam setengah tujuh malam.
"Bosen juga di rumah mulu, pengen sekolah deh," ujar Natha cemberut,
"Siapa suruh bikin masalah," jawab Keenan, Natha melirik Keenan dengan tatapan kesal,
"Bacot," ujar Natha, ia merebahkan dirinya ke atas sofa, meraih remote TV lalu menyalakan nya.
"Ganti baju, nanti ketiduran," ujar Keenan,
"Males, nanti aja, gak bakal ketiduran kok," jawab Natha,
"Halah, lo jawab nya gitu aja terus, nanti malah ketiduran, udah sering lo gitu, cepet cepet!!" ujar Keenan, ia menarik badan Natha untuk bangun dari rebahannya,
"Iya, iya heh iya!!" jawab Natha,
"Gak usah di gituin juga lah bang, kaget gue," ujar Natha lagi, iya menatap Keenan sinis,
"Apa?!" ujar Keenan setengah berteriak,
"Gak, ya udah, gue mandi dulu," jawab Natha, ia langsung bergegas untuk membersihkan dirinya.
***
Natha sekarang sudah selesai mandi dan juga sudah rapi, ia masih di kamar miliknya lalu mengambil hpnya yang berada di atas meja belajar karena ia menaruhnya di saat ia hendak mandi tadi.
Ia turun ke lantai bawah dan duduk di ruang tamu, ia melirik jam dinding, sekarang sudah jam setengah delapan malam, ia menaruh hpnya di atas meja,
"Bibi, mama belum datang?" tanya Natha kepada Bibi Mela yang sedang memasak di dapur,
"Belum, nak," jawab Mela, setelah itu Keenan menuruni anak tangga dan mendudukkan diri di samping Natha,
__ADS_1
"Mama gak ngechat, lo?" tanya Keenan setelah duduk di samping dirinya.
"Hah, gak tau, gue belum ada buka hp dari tadi," jawab Natha, ia meraih hpnya yang ia taruh di atas meja lalu membuka layar hp nya, ternyata benar saja, ada notif chat dari Lian,
[Dek, mama lembur, sekitar jam sepuluh malam baru pulang, maaf, ya," -Lian
[Oh, oke. Semangat mama!!] -Natha
Setelah membalas pesan dari Lian, Natha mematikan layar hpnya, lalu kembali menaruhnya di atas meja.
"Ada?" tanya Keenan,
"Iya, ada," jawab Natha,
"Bibi, Lea mana? Dari tadi kok gak keliatan?" tanya Natha kepada Bibi Mela,
"Lea, main hp di kamar," jawab Mela,
"Oalan, pantes," ujar Natha,
"Sini, makan, dulu," ujar Mela menyuruhkan Natha dan Keenan memakan makan malam nya,
"Oke, bi," jawab Natha dan Keenan berbarengan. Mereka berdua berjalan ke arah meja makan bersamaan lalu mendudukkan dirinya bersampingan, Natha mengambil piring lalu mengambil nasi dan lauknya, begitu juga dengan Keenan.
"Bibi tinggal dulu, gak apa apa?" tanya Mela kepada Keenan dan Natha,
"Iya, Bibi. Bibi udah makan apa belum bi? Kalo belum makan mending makan bareng sini," tanya Keenan kepada Mela yang hendak berjalan ke arah kamar miliknya sendiri.
"Udah, kok, tadi siang," jawab Bibi Mela,
"Itu tadi siang bibi, kalo malam beda lagi, sini makan dulu, ajak Lea aja sekalian," suruh Keenan kepada Mela,
"Gak apa apa bibi ikut makan bareng?" tanya Bibi Mela,
"Kayak pertama kali aja bibi, sering loh kita makan bareng, haha" jawab Natha,
"Iya udah, bibi mau ke Lea dulu," jawab Mela, Natha dan Keenan hanya mengangguk.
"Mau gue tampol, ya, lo?" jawab Keenan dengan tatapan sinis kepada Natha yang berada di samping dirinya.
"Bercanda bego, serius amat dah," ujar Natha,
"Makan udah, makan, selesai makan tidur," suruh Keenan, Mela keluar dari kamarnya beserta Lea yang bermain hp sambil berjalan, Natha dan Keenan yang tadi ingin memakan makan malam nya terjeda karena mendengan suara pintu kamar milik Mela terbuka, lalu memperhatikan Lea berjalan,
"Aduh!" ujar Lea, ternyata ia tersandung kaki kanan nya sendiri,
"Nah, makannya kalo jalan tu liat depan, bukan liat hp, untung gak jatuh," ujar Mela,
"Maaf, ibuu, Lea janji gak akan ngulang lagi," jawab Lea sembari mengacungkan jari kelingking nya yang mungil.
"Iya, udah, ayo makan," ujar Mela, Lea berlari lari kecil dengan satu hp di tangannya, ia menghampiri Natha dan Keenan yang duduk bersampingan tadi, Lea duduk di sebrang kursi yang di duduki oleh Keenan. Lalu Mela juga mendudukkan dirinya di sebrang kursi yang diduduki oleh Natha,
"Bibi, bibi ada di kasih tau mama gak, kalo mama pulang jam sepuluh malam?" tanya Natha kepada Mela,
"Ada, tadi pas bibi ke kamar, saat bibi pinjem hp Lea," jawab Mela, Natha hanya mengangguk, mereka memakan makan malamnya begitu juga dengan Natha dan Keenan.
Beberapa menit kemudian.
Mereka sudah selesai makan malam, kini Natha, Lea, dan Keenan sedang duduk di ruang tamu, mereka sedang asik dengan hpnya masing masing, berbeda dengan Mela, ia sedang mencuci piring kotor, bekas mereka makan tadi.
"Kaka, coba lihat, Lea main ini," ujar Lea yang menunjukkan permainan di hpnya kepada Natha,
"Wihh, rame gak, mainnya?" tanya Natha,
"Rame dongg kak, kakak main juga, gak?" menjawab dan bertanya kepada Natha,
"Enggak, coba tanya kak Keenan deh, siapa tau dia main, haha," jawab Natha sembari tertawa kecil.
"Kak Keenan, kak Keenan," panggil Lea kepada Keenan yang masih setia memainkan hpnya,
"Kenapa?" tanya Keenan,
__ADS_1
"Kaka mainin permainan ini, gak?" jawab Lea, Keenan hanya menggeleng kan kepalanya dengan tersenyum.
"Ya, udah deh, Lea mau main di kamar aja, ya, sekalian Lea udah ngantuk, tata kaka," ujara Lea yang berjalan ke arah kamar dengan tangan kanan nya melambai lambai ke arah Keenan dan Natha.
Natha dan Keenan masih setia memainkan hp mereka masing masing, Natha sedang ber chat an dengan Aksa,
[Nat, kapan balik ke sekolah masih lama?] - Aksa
[Kenapa? Kangen gue, lo?] - Natha
[Gak, dih geer lo,] - Aksa
[Ya terus ngapain nanyain gue, bilang aja kali] - Natha
[Gak tau, tiba tiba ke inget sama lo,] - Aksa
[Waduh, nanti dimarahin Erika lagi, haha,] - Natha
[Cih, kok Erika,] - Aksa
[Ya siapa tau kan, orang dia waktu kita jalan ke mall aja tatapan nya sinis banget ke gue] - Natha
[Udah lah, biarin, dia bukan siapa siapa gue lagi juga, gue mau keluar dulu, ya] -Aksa
[Ya, hati hati] -Natha
[Iyaa] -Aksa
Natha mematikan layar hpnya, lalu berdiri dari duduknya untuk pergi ke kamar,
"Mau kemana?" tanya Keenan yang melihat Natha berdiri,
"Mau ke kamar," jawab Natha, Keenan hanya mengangguk, Natha berjalan menaiki anak tangga lalu masuk ke dalam kamarnya, setelah itu ia tak lupa untuk menutup pintu kamarnya kembali, ia mematikan lampu kamarnya lalu berjalan ke arah kasur, membaringkan badannya lalu menutupi nya memakai selimut.
Beberapa saat kemudian.
Natha ternyata belum tertidur, karena ia tidak bisa tidur, jadi ia memutuskan untuk pergi ke lantai bawah, Natha mengambil hp nya dan bangun dari kasurnya. Natha keluar dari kamarnya lalu berjalan menuruni anak tangga, di ruang tamu ternyata masih ada Keenan yang menonton TV, jam juga sudah menunjukkan ke jam setengah sepuluh malam, yang artinya sebentar lagi Lian akan pulang.
"Kenapa?" tanya Keenan setelah Natha mendudukkan dirinya di kursi ruang tamu yang untuk satu orang,
"Apanya?" bukannya menjawab, Natha malah bertanya balik,
"Kenapa gak tidur?" tanya Keenan lagi,
"Gak tau, gak ngantuk," jawab Natha,
"Bentar lagi mama pulang," ujar Keenan,
"Gue tau, emang kenapa?" jawab Natha,
"Gak," jawab Keenan, Natha mengerutkan alisnya pertanda ia bingung dengan apa yang di maksud dengan Keenan, tapi Natha tidak terlalumengambil pusing, ia meraih hp nya yang ia bawa tadi lalu membuka layar hpnya,
Beberapa menit kemudian.
Bel rumah berbunyi, Natha dan Keenan kemudian saling bertatapan, paling itu Lian yang sudah pulang dari kantornya.
"Bukain,"ujar Keenan,
"Enak aja, gue males berdiri udah enak duduk ini," jawab Natha, Keenan yang mengalah, ia membuka pintu rumahnya, dan benar saja ternyata itu adalah Lian.
"Loh, belum pada tidur?" ujar Lian yang melihat kedua anak nya belum pada tidur,
"Bentar lagi, ma, belum ngantuk soalnya," jawab Natha yang duduk di sofa ruang tamu,
"Ya udah, mama mau mandi dulu, ya" ujar Lian lalu meninggalkan kedua anak nya itu, Natha dan Keenan hanya mengangguk.
Sesaat kemudian.
Sekarang sudah menunjukkan jam sebelas malam, Natha dan Keenan juga sudah berada di kamar nya masing masing. Natha juga sudah berada di alam mimpinya.
...*****...
__ADS_1