My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 91


__ADS_3

"Gue sih, ayo-ayo aja, tapi ini masalahnya gue belum tau, di izinin apa enggak sama nyokap gue, nanti gue izin deh. Kapan lagi ye kan kita bisa kemping sama sama gini, gak kayak di acara sekolah kemarin, kepencar kitanya, gak seru." jawab Gabriella,


"Ajak Kate seru kayaknya," ucap Vio, Gabriella mengangguk semangat pertanda ia setuju. Kate dan Vio berteman karena kerja sama menyembunyikan semua kebenaran tentang Aksa, lumayan lama mereka berteman, lima hari atau empat hari.


"Ajak Tala, Keenan, Jaden, sama Ikhsan seru nih, biar lebih banyak cowoknya, jadi gak takut apa apa." ujar Cakra,


"Boleh, nanti gue bilangin ke Keenan," jawab Natha,


"Ajak cewek lo, kalo mau," ucap Gabriella berbicara kepada Aksa, Aksa dari tadi hanya menyimak dan sesekali mencuri pandang ke arah Natha.


"Hah? Oh, gak deh," jawab Aksa menggeleng,


"Ya sudah, terserah lo aja sih. Tapi kayaknya lo kalo izin sama dia bakalan gak di izinin, ya gak sih? Soalnya kan ada ceweknya juga, gak mungkin dia ngebolehin gitu aja." ucap Vio, Aksa memikirkan sejenak dan akhirnya ia mengangguk.


Sebenarnya Gabriella, Vio dan Laura sudah merencanakan acara ini kemarin, cuman karena pengen lihat Debby, selingkuhan Aksa, ya walaupun sudah tau wajahnya dari sosmed, tapi mereka juga tetep penasaran dengan wajah aslinya.


Jam istirahat telah habis, mereka pergi ke kelas masing-masing, di dalam kelas juga sudah banyak para siswa-siswi yang datang dari kantin. Natha dan Vio fokus kepada hpnya masing-masing, guru pengajar telah masuk, Natha mematikan layar hpnya dan fokus kepada guru pengajar yang akan memulai pembelajaran.


Tiba-tiba, para osis masuk ke dalam kelas mereka, tak hanya kelas mereka, kelas lainnya juga.


"Permisi bu, maaf mengganggu waktunya," ucap Ketos di sekolah ini.


"Iya, silahkan." jawab Ibu pengajar di kelas Natha. Di depan kelas banayk osis termasuk Laura, semua murid di suruhkan berdiri dari duduknya, sepertinya akan di lakukan razia mendadak.


Kelas lain sangat ribut hingga terdengar ke kelas mereka, di dalam jelas ini hanya beberapa orang yang berbicara.


"Gak bawa macem-macem kan lo?" tanya Laura berbisik ke arah Natha, karena ia yang akan mengecek tas Natha. Natha hanya menggeleng, ia tak takut, lagian ia juga tak membawa benda aneh ke sekolahnya.


"Sip," ucap Laura kepada Ketos, karena yang membawamake up, benda benda yang berbahaya, rokok biasanya murid cowok bandel akan membawanya, yang membawa benda benda itu akan di sita dan tak akan di kembalikan, di catat namanya, akan mendapatkan point dari guru.

__ADS_1


Ternyata di dalam kelas Natha banyak cewek yang membawa alat make up, dan ada beberapa cowok yang membawa rokok. Mereka yang membawa rokok akan di bawa ke ruang guru, sedangkan yang membawa alat make up hanya di catat namanya.


Selesai mereka merazia, mereka pergi ke kelas lainnya, Natha dan teman-temannya memulai pelajaran yang tertunda karena razia mendadak tadi.


//istirahat ke dua//


Seperti yang di suruhkan Keenan, Natha berjalan ke bawah untuk menemui pak satpam, ternyata ia berselisih di lantai dua dengan pak satpam yang membawa paper bag.


"Eh, nak Natha, ini punya kamu," ucap Pak satpam, Natha mengangguk dan mengambil paper bag itu dari tangan Pak satpam.


"Makasih, ya pak," jawab Natha, pak satpam hanya mengangguk lalu pergi. Natha kembali berjalan ke kelasnya untuk memakan makananan yang di bawakan oleh pak Harto.


Natha tiba di kelasnya, tak ada satu orang pun di dalam kelas itu. Natha tak memperdulikan itu, Natha duduk dan memakan bekalnya. Setelah selesai makan, murid murid juga sudah masuk ke dalam kelas, tidak semua, tapi hanya beberapa orang.


Natha keluar untuk mencuci tangannya, di luar orang sangat ramai, bukan di luar kelas, melainkan di lapangan depan sekolah. Ramai orang yang membentuk lingkaran, padahal Natha di lantai atas, tetapi tetap saja tidak krlihatan apa yang terjadi di bawah sana.


Tak lama kemudian, Teman-teman Natha masuk ke dalam kelasnya, tak semua, hanya Gabriella dan Vio.


"Weh, lo tau gak Ta? Tadi, di lapangan gila, seru banget, serasa nonton gratis ya gak guy's?" ucap Gabriella mendudukkan dirinya di tempat Cakra.


"Apaan?" tanya Natha,


"Tadi, Nita berantem, sama Dera!" heboh Gabriella, murid cewek di kelas yang kepo karena di bawah tadi ramai tapi tak ingin berjalan ke lantai bawahpun mendekat ke arah Laura.


"Wih? Yang bener Lau? Kenapa?" tanya salah satu cewek di kelas Natha,


"Gak tau juga apa masalahnya, tapi seru anjir, gue dejavu sama Natha dulu berantem dengan Nita, haha!" jawab Gabriella,


"Katanya sih tadi gue denger dari anak sebelah, gara-gara Dera gak mau ngasih tau sesuatu, tapi gue gak tau, sesuatu apa," ucap Salah satu siswi itu.

__ADS_1


"Sampe segitunya? Gila sih, gak punya hati banget tuh cewek." jawab teman sekelasnya juga, sebut saja Rini, dan yang memberitahu 'kan tadi si Amel.


"Kayak gak tau aja lo, kan sifatnya udah dari sononya begitu," jawab Vio,


"Iya juga sih, lagian nih ya, gue juga masih ingat dulu si Dera naruh hp Natha di kolong meja Nana, mana ngefitnah lagi. Mungkin itu balasan Dera karena sering ganggu orang yang gak pernah ganggu dia." ujar Rini lagi, mereka asik membahas hal itu, Natha hanya menyimak pembicaraan mereka tanpa mengucapkan sesuatu.


Bel sudah berbunyi pertanda memasuki jam prlajaran ke tujuh. Mereka kembali ke tempat duduk masing-masing, Gibran dan Cakra juga sudah kembali ke kelas.


"Eh, Laura kemana? Masih sibuk ngurus raziaan tadi?" tanya Natha kepada Vio,


"Enggak, tadi dia di panggil kepsek," jawab Vio, Natha hanya mengangguk. Guru pengajar telah datang, mereka belajar sampai waktu pembelajarsn itu habis.


//pulang sekolah//


Natha menunggu di dalam kelas dengan teman-teman lainnya, di saat hpnya berdering karena telpon dari Keenan, Natha menyambungkan telepon itu dan berdiri dari duduknya.


"Gue duluan ya, dadahh!" ucap Natha, teman-teman melambaikan tangan ke arah Natha.


"Hati-hati!" ucap Gabriella dan Laura, Natha hanya mengacungkan jari jempolnya lalu pergi keluar kelas untuk ke depan sekolah.


Di depan sekolah, Natha melihat mobil Keenan yang berada di dekat gerbang, di depan gerbang banyak orang tua murid menjemput anaknya. Natha masuk ke dalam mobil Keenan dan duduk di samping Keenan.


"Mampir alfamart bentar, terus ke apotik," ucap Keenan,


"Beli apa?" tanya Natha,


"Beliin titipan Pak Harto."


...***...

__ADS_1


__ADS_2