
"Bibi, ini martabak punya bibi." ujar Keenan, bibi Mela sedang berada di dapur,
"Ini uangnya," ujar Bibi Mela,
"Bii, udah Keenan bilang, pake uang Keenan aja, bibi simpan aja uangnya yaaa." jawab Keenan,
"Makasih banyak loh, nak." jawab Bibi Mela, Keenan hanya mengangguk lalu berjalan menaiki anak tangga untuk masuk kedalam kamarnya sendiri.
Di lain sisi, kini Natha sudah berada di atas kasurnya, ia sedang Chattingan dengan Radja, teman Aksa dulu. Mengapa Natha chattingan dengan Radja? Karena Radja nge-chat Natha lebih dulu.
[Ta, lo putus sama Aksa?] - Radja
[Lo nge-chat gue cuman mau nanya itu?] - Natha
[Hehe! Mau nanya aja, sekalian nyari topik.] - Radja
[Yeee, taik lo] - Natha
[Iya, gue putus sama Aksa, terus kalo gue putus emang kenapa?] - Natha
[Enggak sih, nanya aja, dia balikan sama Debby kan?] - Radja
[Iya] - Natha
[Kok Aksa rela ngelepas lo dari pada ngelepas Debby yak? Padahal dulu Aksa sama Debby pacaran karena Aksanya terpaksa, kok sekarang gitu?] - Radja
[Ya mana gue tau, aneh aneh aja lo] - Natha
[Lo sibuk gak, besok pulang sekolah?] - Radja
[Kayaknya enggak, kenapa?] - Natha
[Berangkat sekolah sendiri atau di antar?] Radja
[Kayaknya gue mau minta antar sama Keenan aja, deh, kenapa, mau nganter gue? 🤣] - Natha
[Iya.] - Radja
[Boong lo, besok gue di antar sama Keenan aja.] - Natha
[Oke, tapi nanti pulang sekolab gue yang jemput, gak apa?] - Radja
[Terserah kalau lo mau] - Natha
[Oke!] - Radja
Sampai di situ saja Natha dan Radja Chattingan, kini Natha baru mengingat chat dari nomor tak dikenal tadi.
Ngomong-ngomong, Radja sudah kuliah sama seperti Keenan dan teman-temannya.
Natha membuka pesan dari nomor tak di kenal itu, username nomor itu adalah "Draa"
[Hai] - Draa (pesan ini dari jam setengah sepuluh malam tadi, sedangkan sekarang sudah jam setengah sebelas malam.)
[Iya?]
[Ini siapa?] - Natha
[Maaf, aku Aksa] - Draa
__ADS_1
[Oh, ya, ada apa?] - Natha
[Boleh simpan nomor aku yang ini?] - Draa
[Buat apa?] - Natha
[Gak apa, simpan aja.] - Draa
[Ya] - Natha
Natha menyimpan kontak Aksa, Natha memberi nama kontak itu adalah "Draa" Sesuai dengan username yang awal.
Sedangkan di seberang sana, Aksa sedang berjalan mondar-mandir di kamarnya, ia dari tadi melihat ke layar hpnya, ia masih berada di dalam room chatnya dengan Natha.
"Chat lagi gak, ya? Tapi takut dia risih." ucap Aksa pada dirinya sendiri, beberapa menit telah berlalu, ia memutuskan untuk tidak menchat Natha lagi, takut-takut Natha akan risih kepadanya.
***
Pagi telah tiba, Natha sudah siap dengan seragam sekolahnya, kini ia sedang sarapan bersama Keenan dan Mama Lian.
"Bang, antar gue ke sekolah, yaa," ucap Natha,
"Iya," jawab Keenan
"Nanti pulang jangan di jemput, gue di jemput sama temen gue." ujar Natha sembari menyuap satu sendok nasi ke mulutnya.
"Siapa?" tanya Keenan
"Ada deh, kepo luu" jawab Natha,
"Kate yang jemput kamu, sayang?" tanya Mama Lian, Natha menggeleng,
"Ihhh, apasih lo? Kepoan amat jadi cowok." jawab Natha,
"Kepo sama adek sendiri gak apa." jawab Keenan,
"Gebetan baru, dek?" tanya Mama Lian meledek.
"Enggak maa, cuman temen kok," jawab Natha,
"Awas aja lo sampe pacaran lagi, gue geprek juga lo," ujar Keenan,
"Iyaa, gak janjii, haha!" jawab Natha. Kini mereka telah selesai sarapan, Natha dan Keenan berangkat ke sekolah.
Sesampainya di sekolah Natha turun dari motor Keenan lalu ia berpamitan.
"Belajar yang bener," ujar Keenan,
"Iyaaa, udah sana, entar lo telat," jawab Natha, Keenan mengangguk lalu ia melajukan motornya.
"Adek kakak kayak orang pacaran aja." sindir Gabriella tiba-tiba di samping Natha, Natha melirik ke arah temannya itu, ia tak sendiri, ada Cakra, Laura, Rafa, Vio dan Aksa.
"Apaan si? Gak jelas!" jawab Natha meninggalkan teman-temannya.
"Yee malah kaburr," ujar Gabriella, ia dan teman-temannya menyusul Natha yang berjalan ke arah kelasnya.
Natha mendudukkan dirinya di tempatnya sendiri, mengambil hpnya di dalam tas miliknya yang berwarna hitam.
"Eh, pulang sekolah jalan-jalan mau? Mumpung gue free," ajak Laura,
__ADS_1
"Heh, gue sama siapa? Gibran aja gak masuk hari ini." jawab Vio,
"Aksa?" tanya Laura, Vio menggeleng tak setuju,
"Gue gak bisa, lagian gue juga di jemput, gak bawa motor sendiri." jawab Natha juga,
"Gak apa, ajak Keenan sekalian, biar seru," ujar Gabriella,
"Nah, betul tuh," jawab Laura,
"Ya masalahnya bukan Keenan yang jemput guee," jawab Natha masih fokus ke layar hpnya.
"Siapa? Kate?" tanya Vio, Natha menggeleng lalu bel berbunyi pertanda jam pelajaran masuk.
"Yah bell, kasih tau kek siapa yang jemput," ujar Laura penasaran,
"Kepoan lo, haha!" jawab Natha,
"Tunggu sampe pulang sekolah, lo pasti tau siapa yang jemput dia," jawab Gabriella,
"Ya sudah, bye bye kami ke kelas duluu," ujar Gabriella, dan Laura.
***
Kini Natha dan teman-temannya berada di kantin ujung seperti biasanya.
"Hp mulu lo, siapa sih yang di chat, gadisss," ejek Laura dan Gabriella,
"Kepoan lo berdua, wle" jawab Natha sembari menjulurkan lidahnya ke arah Gabriella.
"Siapa sih? Gebetan baru?" tanya Laura,
"Gak mama gue, gak lo, sama sama bilang kalo gebetan baru, pala lo!" jawab Natha,
"Gue cuman lagi mau main hp, emang gak boleh? Nih, gebetan taik lo!" ucap Natha menyerahkan hpnya yang masih berada di room chatnya dengan Kate.
"Yee, kirain, btw, Radja sape?" tanya Gabriella, mengapa Gabriella tau? Karena di saat Gabriella melihat ke arah layar hp Natha, Tiba-tiba Radja mengirimkan pesan ke Natha.
"Yang pasti manusia," jawab Natha merebut hpnya dari tangan Gabriella.
"Udah ah, gue mau ke kelas, bye~" ujar Natha lalu bangkit dari duduknya dan berjalan pergi dari kantin sekolah.
"Bego, ini kenapa juga Radja ngirim pesannya di saat hpnya di tangan Gabriella coba," ujar Natha pada dirinya sendiri, ia tak berjalan ke arah kelas melainkan ke toilet.
"Kak maaf, boleh nanya gak?" ucap Seseorang berbicara kepada Natha,
"Iya? Nanya apa?" tanya Natha,
"Kelas dua belas Ips 2, dimana?" tanya Seseorang itu,
"Oh, di lantai atas, mau aku antar? Kebetulan itu kelas aku, mau nyari siapa?" tanya Natha balik,
"Ah, boleh kak, kalo gak ngerepotin. Mau nyari Kak Cakra, mau daftar eskul basket." jawab seseorang itu,
"Oh, oke, ayo." ujar Natha, mereka berdua jalan ke arah kelas Natha,
"Kak, nama kakak siapa?"
...***...
__ADS_1