My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 115


__ADS_3

"Nah, mending diem deh lo berdua, kenak juga'kan." ujar Gibran,


"Lo juga, diam!" jawab Gabriella kepada Giban,


"Udah ah, gitu doang bego, makan tuh makan. Abisin cepat, biar kita bisa kembali ke kelas, lama gue tingga lo berdua." kesal Laura yang melihat drama dua gadis itu.


Setelah selesai makan, Natha dan teman-temannya langsung saja berjalan ke atas untuk pergi ke dalam kelas Ips 2, kelasnya Natha.


"Ta!" panggil seseorang dari belakang, dari suara, Natha tahu jika itu adalah seorang laki-laki. Natha memalingkan badannya untuk melihat siapa orang yang memanggil dirinya.


"Ta, lo dipanggil sama Ibu Nilam di perpus, katanya mau nanyain sesuatu." ucap seseorang itu,


"Oh, oke. Guys, gue ke perpus dulu ya, ada urusan, lo pada duluan aja!" teriak Natha yang langsung meninggalkan temannya, ia berjalan dengan Saddam, orang yang memanggil dirinya tadi.


Aksa melihat ke arah Natha dan Saddam, dari tatapannya, ka seperti tak senang, tanpa di sadari oleh Aksa, Gabriella memperhatikan arah sorot mata Aksa.


"Makanya jangan selingkuh kalau gak mau kehilangan dia." ucap Gabriella bebisik membuat Aksa tersadar dari lamunannya. Ia melirik ke arah Gabriella, Gabriella yang di tatap hanya tersenyum sinis dengan menaikkan satu alisnya.


'Gue, akan bisa dapetin lo kembali, bagaimana pun caranya.' batin seseorang.


Gabriella dan teman-temannya langsung saja berjalan ke lantai atas untuk pergi ke kelas. Di lain tempat, Natha dan Saddam di dalam perpus, benar saja, ibu Nilam sedang mencari dirinya.


Ternyata Natha diminta oleh bu Nilam untuk membantu ibu menuliskan nilai murid di kelasnya.


//pulang sekolah//


Natha dan teman-temannya seperti biasa, menunngu parkiran sekolah kosong, baru mereka akan ke bawah.


"Gab, parkiran udah kosong." ucap teman kelas Gabriella yang mau turun ke bawah.


"Oh, oke. Makasih!" jawab Gabriella, mereka turun ke lantai bawah, berjalan ke parkiran.


"Kita langsung pulang ke rumah aja? Gak mau jalan dulu?" tanya Laura


"Jalan-jalan mulu, gak cape lo pada?" tanya Natha balik,

__ADS_1


"Ngumpul aja gimana? Di rumah siapa gitu, gue males banget pulang sekarang, di rumah gak ada siapa siapa juga." jawab Laura


"Rumah lo, Ta?" tanya Gabriella, Natha menggeleng cepat,


"Gak, ada mak lampir, males gue. Yang ada nanti gue di marahin sama tu mak lampir." jawab Natha, teman-temannya bingung, siapa?


"Siapa?" tanya Cakra,


"Ituloh, Tante gue, Tante Mita." jawab Natha,


"Oh! Hak deng, makasih aja kalo gitu. Gak mau gue, yang ada nanti di usir, walaupun itu rumah lo." jawab Gabriella.


"Nah, jadi gue pulang aja, yaa! Gue duluan, bye bye~" ucap Natha lalu meninggalkan teman-temannya, Natha telah sampai di rumahnya.


Ia seperti biasa, memarkirkan motornya di halaman rumah, ia masuk ke dalam, membuka pintu, dan melihat-lihat di sekitar, takutnya ada Mak Lampir ye kan.


Terlihat aman, Natha langsung masuk dan berjalan cepat ke atas untuk pergi ke dalam kamarnya.


"Ta, lo kenapa?" tanya Keenan yang baru keluar dari kamarnya. Natha menepuk jidatnya sendiri,


Keenan mengambil gelas kosong lalu mengambil air di dalam galon.


"Keenan" panggil seseorang dari belakang dirinya, Keenan membawa gelasnya yang berisi air, membalikkan badan untuk melihat orang yang memanggilnya tadi.


"Tante mau keluar bentar, jagain nenek, takutnya Nenek manggil, kamu samperin aja." ucap Tante Mita, Keenan hanya mengangguk,


Keenan mendudukkan dirinya di ruang makan, tak lama kemudian ada suara motor dari luar rumah,


"Misi! Paket!" teriak orang itu dari luar rumah, Keenan hendak menghampiri tapi Natha lebih dulu berlarian ke arah pintu rumah yang terbuka.


"Makasih, pak." ucap Natha, tukang paket itu mengangguk lalu pergi. Natha membawa paketnya langsung ke kamar tanpa menengok ke arah Keenan. Ada yang aneh dengan Natha hari ini, ada apa? batin Keenan.


"Tumben Natha beli online, biasanya langsung beli di toko." ucap Keenan pada dirinya sendiri.


***

__ADS_1


Sekarang jam sudah menunjukkan jam delapan malam kali ini yang memasak makan malam bukan Bibi Mela karena Bibi Mela masih berada di rumahnya sendiri. Jadi kali ini yang memasak adalah tante Mita, sedangkan Natha? Ia saja dari setelah mengambil paket tak ada keluar kamar lagi.


"Mita, Anak-anak mana?" tanya Mama Lian yang baru pulang dari kantor,


"Di kamar kayaknya, kak. Dari tadi gak ada liat mereka," jawab Tante Mita, Mama Lian hanya mengangguk, ia berjalan ke lantai atas untuk memanggil Natha dan Keenan.


"Mita, ibu manggil, matiin aja kompornya, nanti Kakak yang lanjutin." ucap Mama Lian, Tante Mita mengangguk lalu ia langsung berjalan ke arah kamar Nenek. Sedangkan mama Lian berjalan ke kamar Natha untuk memanggil.


"Natha!" panggil Mama Lian dari luar kamar Natha, Mama Lian tak bisa membuka pintunya karena pintunya di kunci oleh Natha dari dalam.


"Baru pulang, ma?" tanya Keenan yang baru keluar dari kamarnya. Mama Lian mengangguk,


"Panggilin adek mu, belum makan 'kan? Mama mau masak dulu." ucap Mama Lian, Keenan mengangguk lalu mengetuk pintu kamar Natha, mama Lian kembali kebawah untuk melanjutkan masakan Tante Mita tadi.


"Natha!!" teriak Keenan memanggil Natha,


"Ya, ya, ya, sabar!" jawab Natha dari dalam kamar lalu membuka pintu kamarnya,


"Ke bawah, makan malam. Mama udah pulang" ucap Keenan, Natha mengangguk lalu berjalan bersama Keenan untuk pergi ke ruang makan.


Di ruang makan sudah ada mama Lian yang melanjutkan memasak, Natha dan Keenan duduk di meja makan.


Tak lama kemudian, makanannya sudah selesai, tante Mita dan Nenek juga sudah berada di ruang makan. Mereka makan bersama, hingga selesai setelah itu duduk di ruang tamu.


Natha dan Keenan duduk di lantai depan TV dan Tante Mita, Nenek, Mama Lian di sofa.


"Ta, kamu sekarang udah kelas berapa?" tanya Tante Mita,


"Kelas dua belas, Tan." jawab Natha, ia suka dengan Tante Mita yang lemah lembut kepadanya, ia akan baik jika mood Tante Mita baik, jika Moodnya sedang tidak baik, Siap-siaplah, satu hari penuh pun ia sanggup untuk marah-marah, kayak kemarin.


"Perasaan kemarin terakhir ketemu Tante baru kelas sepuluh deh, cepat banget ya, haha!" ucap Tante Mita, Natha hanya tersenyum lalu melanjutkan bermain hp, Tante Mita asik berbicara dengan Mama Lian.


"Ta, lo kenapa? Kayak ada yang aneh di lo hari ini."


...***...

__ADS_1


__ADS_2