My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 25


__ADS_3

"Iya, kami jam kos. Biasalah pak said nya sibuk," jawab Gabriella.


"Lo dimana? Balkon?" -Laura-


"Iya, gabut gue, jadi nonton drakor di balkon" jawab natha.


"Udah dulu deh, gue mau lanjut nonton drakor," ujar Natha.


"Ya, udah. Babayy" ucap ketiga temannya, Natha mematikan telepon nya. Ia melanjutkan menonton drakor sambil memakan makanan ringan miliknya.


***


Jarum jam sudah menunjukkan ke angka 11:45 Natha juga sudah sedikit bosan. Ia membawa laptop dan hp nya untuk kembali ke kamar, ia menutup pintu balkon dan tak lupa dikuncinya. Ia berjalan ke arah kamar, memasuki kamar dan menaruh laptop, ia keluar dari kamar dengan satu hp yang berada ditangan kanannya. Ia berjalan ke lantai bawah untuk mencari Lian, ia tak menemukan keberadaan Lian di lantai bawah, ia ingin kembali menaiki anak tangga.


"Maa!!" teriak Natha dari anak tangga, tidak ada yang menjawab.


"Mamaaa!!!" teriak nya lagi, kali ini lebih nyaring dari yang tadi.


"Iya, kenapa?" jawab Lian menjawab teriakan Natha, Lian baru saja keluar dari kamarnya.


"Natha bosen, Natha jalan jalan, ya?" izin Natha kepada Lian.


"Kemana?" tanya Lian.


"Ke taman, tapi Natha mau jemput Katerina dulu," jawab Natha.


"Ya, udah, jangan lama lama," ucap Lian. Natha hanya membalasnya dengan anggukkan, ia kembali ke kamar untuk mengambil kunci motor miliknya, dan mengambil hoodie.


Beberapa menit kemudian.


Natha keluar dari kamar dengan memakai hoodie oversize berwarna cokelat, masih dengan celana pendek yang dari tadi ia gunakan.


Sebelumnya Natha sudah mengajak Katerina untuk jalan jalan, Katerina menerima ajakan Natha untuk keluar.


Natha memasang helm nya, menaiki motor miliknya lalu menghidupkan mesin motornya. Ia menjalan kan motornya ke rumah Katerina.


Sesampainya di rumah Katerina.


Natha memarkirkan motornya didepan rumah Katerina,


"Kate!!" teriak Natha dari teras rumah Katerina,


"Kate!!, Gue di luar" teriak Natha lagi.


"Iya, iya, tunggu" jawab Kate dengan berlari lari dari dalam rumah menuju pintu.


"Ayo" ujar Kate sembari kembali menutup pintu rumah nya. Mereka berdua menaiki motor milik Natha, Natha menjalankan motornya ke arah taman. Sebut saja nama tamannya, taman indahsari.

__ADS_1


***


Ditaman.


Mereka sudah berada di taman, masih sepi karena ini jam 12 siang. Tidak terlalu banyak orang yang ke taman ini jika siang hari, beda cerita jika malam hari, jalannya saja bakalan macet.


"Tuh, disana kosong" ucap Natha sembari menunjukkan tangan kanannya ke arah kiri pojok dekat sungai. Mereka berjalan ke arah di mana yang di tujukan oleh Natha tadi,


"Tumben cuacanya gak panas, biasanya jam segini panas banget, " ujar Kate.


"Mendung, keknya mau hujan," jawab Natha.


"Kenapa, lo, jadi sampe kena skors?" tanya Kate kepada Natha.


"Barantem, gue, lo inget gak? Sama Nita yang gue ceritain dulu?" jawab Natha.


"Nita? Annita fara? Temen SD gue dulu?" ujar Kate,


"Iya, berantem sama dia, gue." jawab Natha lagi.


"Gila, tu orang keknya suka amat cari onar, dulu gue juga pernah berantem sama dia cuman gara gara pacar gue tau, gak?" ujar Kate


"Iya, yang dia suka sama pacar lo, terus ngerayu rayu pacar lo gitu kan?" tanya natha lagi.


"Iya, sumpah, gue gak suka banget sama tu orang," -Kate


"Masih, ini udah memasuki delapan months" -Kate


"Gila, langgeng banget," -Natha


"Lo? Kenapa gak pacaran lagi? Terakhir sama Jaden, ya?" -Kate


"Males cinta cintaan, iya, Jaden terakhir." ujar Natha,setelah itu mereka hanya diam diaman sembari memainkan hp mereka masing masing. Tiba tiba Kate ingin membeli makanan, mereka berdua membeli makanan yang mereka inginkan, mereka membeli di sekitar taman juga, karena di sana terdapat banyak penjual kaki lima.


Mereka sudah selesai membeli makanan, mereka kembali mendudukkan dirinya di tempat yang tadi ia duduki. Memakan makanan yang mereka beli.


Beberapa saat kemudian.


Mereka sudah sangan lama disini, jam juga sudah menunjukkan ke angka satu, mereka berdua ingin kembali ke rumah masing masing. Mereka berjalan ke arah di mana Natha memarkirkan motor nya yang tidak jauh dari mereka duduk tadi. Mereka berdua memasang helm lalu membayar parkir kepada sang penjaga parkir disana,


"Lo, yang bawa dong Kate, hehe" ujar Natha dengan terkekeh.


"Oke, mana keyless nya," jawab Kate.


"Ini," ujar Natha sembari menyerahkan keyless motor nya.


Mereka berdua menaiki motor itu, lalu pergi dari taman itu untuk kembali ke rumah Kate. Sesampainya di rumah Kate, di depan rumah nya ada orang tua Kate yang sedang mengangkat barang barang. Natha turun dari motornya, Kate juga sedang memarkirkan motor Natha di depan rumah nya.

__ADS_1


"Nih," ujar Kate sembari menyerah kan keyless nya kepada Natha, lalu Natha meraih benda itu.


"Eh, Natha, lama udah gak ketemu, gimana kabar kamu?" tanya mama Kate kepada Natha.


"Baik, kok, tante, tante sendiri gimana? Baik?" jawab Natha.


"Baik, mama kamu gimana? Masih banyak kerjaan?" tanya mama Kate lagi kepada Natha.


"Seperti nya sudah kurang, tan, soalnya mama udah sering ada di rumah," jawab Natha.


"Oh, iya, masuk sini, tante lagi ngangkat barang barang bekas yang masih berguna buat disumbang, dan yang sudah tidak berguna lagi mau tante buang," ujar mama Kate, ia menyuruhkan Natha untuk masuk ke rumahnya.


"Gak, usah tante, natha mau pulang aja, nanti aja kapan kapan kalo ada waktu kesini lagi." Jawab Natha sambil tersenyum manis kepada Mama Kate.


"Ya, udah, hati hati, yaa. Cuacanya juga agak mendung ini, mau hujan sepertinya," kata mama Kate lagi.


"Iya, tante, Kate, Natha pulang dulu, ya" ujar Natha sembari menaiki motor nya kembali,


"Iya, hati hati, nanti temenan lagi" jawab Kate.


"Makasih, ya udah nganterin Kate" ujar mama Kate.


"Iya, tante, amann" Ujar Natha lalu menjalan kan motor nya ke rumahnya.


Sesampainya dirumah, untung saja Natha sudah berada di rumah baru turun air hujan. Jika tidak ia akan kebasahan, ia juga lupa membawa jas hujan. Ia menaruh motor nya ke dalam garasi yang berada disamping kiri rumahnya, lalu berlari ke teras rumah, untung saja baju nya tidak terlalu basah karena air hujan.


Ia mendorong pintu rumahnya agar terbuka, di dalam rumah terasa sepi, entah kemana Lian, biasanya jika hujan begini, ia akan duduk di ruang tamu, tapi sekarang tidak ada.


"Mama!!" teriak Natha.


"Mama di mana si?" tanya Natha kepada dirinya sendiri.


Ia menaiki anak tangga untuk ke kamar Lian, ternyata di kamar Lian juga tidak ada siapa siapa, di ruang tamu juga tidak ada. Ia kembali menuruni anak tangga, ia berjalan ke arah ruang makan, di sana gelap, natha menyalakan lampu ruang makan, ternyata,


"Lea!!" ujar Natha langsung mengangkat tubuh mungil Lea untuk memeluknya. Tenyata Bi Mela dan Lea datang ke rumah entah kapan, sepertinya disaat Natha jalan bersama Kate tadi.


"Bi, kapan kesini? Kok gak ngabarin Natha sih," ujar Natha yang masih memeluk tubuh Lea.


"Tadi, pas kamu jalan sama Kate," jawab Lian.


"Kaka, atu sesek nafas" ujar Lea yang merasa kehabisan nafas karena Natha tidak melepaskan pelukannya dari Lea.


"Aaaaa, lucuuu bangetttttt" ujar Natha, ia sangat teramat gemas dengan Lea,


"Ma, Bi, Natha bawa Lea ke kamar, ya?" ujar Natha.


"Iyaa" jawab Lian dan Bibi Mela serentak.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2