My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 67


__ADS_3

"Itu tuh, ada temen baru, temen lama di lupain, haha!" ucap siswi dikelas itu dan di iringi tertawaan oleh murid lainnya. Sedangkan Natha, Aksa, Vio dan Gibran hanya diam melihat itu, mereka hanya saling tatap tatapan satu persatu.


"Kasian juga jadi Dera, tapi kalo di ingat ingat kalo dulu dia selalu nyari masalah sama kita, gak jadi kasihan," ucap Vio menatap Natha yang juga sedang menatap dirinya.


"Bener banget," jawab Gibran,


"Eh, tapi lo pada ada lihat Dera gak? Perasaan dari tadi pagi gue hak lihat dia, cuman ada tasnya tuh, di tempatnya." tanya Vio sembari menunjukkan tempat duduk Dera yang hanya ada tas di situ.


"Udahlah, ngapain juga mikirin dia? Gak ada kerjaan lain lo?" jawab Aksa kepada Vio,


"Cih," Vio mendecih mendengar jawaban Aksa, tak lama kemudian, mic sekolah berbunyi untuk memberitahukan hal penting.


"Kepada seluruh anak murid di sekolah ini, bapak akan memberitahukan untuk acara perkemahan besok. Besok buat kalian yang mengikuti kemah akan berkumpul di sekolah jam delapan pagi dengan pakaian bebas pantas. Kalian hanya perlu membawa makanan ringan dan apa yang kalian butuhkan. Tenda, alat masak, sudah di sediakan oleh Pak Andre dan Ibu Mia di sana. Jika ingin bertanya silahkan bertanya di grub kelas, nanti akan di jawab oleh para pembina kalian, dan nanti kita akan membagikan kelompoknya pada besok pagi, yaa. Terimakasih atas perhatiannya, sekarang kalian boleh pulang kerumah masing-masing. Sekali lagi, terimakasih." jelas Bapak Ilham selaku pembina ekskul pramuka.


Semua murid bersiap untuk pulang kerumah masing-masing. Natha, Vio, Aksa dan juga Gibran mengambil tasnya dan turun untuk ke parkiran, mereka tak menunggu teman lainnya karena mereka masih rapat untuk membagikan kelompok kemah besok.


Sesampainya mereka di parkiran sekolah, mereka menaiki motornya masing-masing, Vio dengan Gibran, sedangkan Aksa dan Natha satu orang satu buah motor. Sebenarnya Aksa ingin menjemput Natha, tetapi Natha memaksa agar Aksa tak menjemput dirinya karena ia ingin berangkat sendiri menggunakan motornya.


"Duluan, yaa," ucap Vio dan Gibran, Natha dan Aksa mengangguk,


"Udah, ayo, mau pulang atau jalan dulu?" tanya Natha,


"Pulang aja deh, tapi aku pulangnya ke rumah kamu, hehe!" jawab Aksa diiringi dengan Kekehan,


"Boleh, ayo," jawab Natha, ia melajukan motornya lebih dulu dari Aksa. Sesampainya di rumah Natha, pintu rumah Natha terbuka, sepertinya hari ini Mama Lian tidak bekerja, karena di depan rumah ada mobil Mama Lian.


"Ma, mama gak kerja?" tanya Natha kepada Mama Lian yang sedang duduk di ruang tamu,


"Kerja kok sayang, ini tadi mama pulang dulu, karena ada yang ketinggalan, kamu tumben pulang cepet?" jawab Mama Lian dan juga bertanya, Natha mengangguk,


"Karena bapak ibu gurunya pada sibuk buat nyiapin acara besok," jawab Natha, Mama Lian mengangguk, dan ia baru sadar jika Natha tak datang sendirian,


"Eh nak Aksa, sini duduk, ngapain kalian berdirian di situ," ucap Mama Lian menyuruh Natha dan Aksa untuk duduk di sofa,


"Iya, maa" jawab Aksa dan Natha, Aksa juga memanggil Mama Natha dengan sebutan 'Mama'.


"Nak, kalo mau minum minta buatin sama Bibi atau buat sendiri aja ya? Mama buru-buru ini, maaf ya, mama kerja dulu," pamit Mama Lian kepada Natha dan Aksa, mereka berdua mengangguk


"Hati-hati, Ma," jawab Natha dan Aksa berbarengan. Mama Lian sudah pergi, pintu rumah di biarkan terbuka, karena jika di tutup nanti dikira macem-macem berduaan dengan cowok di dalam rumah, biasalah, tetangga sebelah Natha suka ngegosip. Padahal sebenarnya Natha tak hanya berdua, di depan ada pak Harto, dan di dalam rumah juga ada Bibi Mela.


"Kamu mau minum apa? Biar aku buatin, sekalian makan mau?" tanya Natha,


"Minum apa aja," jawab Aksa, Natha mengangguk, ia berdiri dari duduknya dan pergi ke arah ruang makan, tanpa ia sadari Aksa sedang mengikuti dirinya di belakang. Natha membalikkan dirinya, terlihatlah Aksa yang mengikuti dirinya,

__ADS_1


"Kenapa ke sini juga?" tanya Natha,


"Gak apa, cuman mau lihat kamu bikinin punya aku, hehe!" jawabnya dengan kekehan,


"Kamu mau minum apa? Susu? Ice jeruk? Atau jus buah? Kalo gak salah di dalam kulkas ada buah-buahan." tanya Natha,


"Terserah kamu aja," jawab Aksa, Natha berjalan ke arah kulkas, mengambil buah anggur dan buah strawberry.


"Mau anggur atau strawberry?" tanya Natha lagi, Aksa mencubit pipi Natha pelan,


"Aku gak suka strawberry, sayang," jawabnya dengan lemah lembut, Natha mengangguk, ia mencuci buah itu lalu di blender untuk di jadikan es jus buah anggur dan buah Strawberry. Setelah selesai Natha mengambil makanan ringan yanga da di dalam lemari snack, membawanya dan menyuruh Aksa agar membawakan dua buah cangkir yang berisi jus buah tadi.


Mereka kembali duduk di ruang tamu, meminum jus tadi dan juga memakan snack yang Natha ambil, sembari menonton film di Tv.


***


Sekarang sudah jam tiga sore, Aksa sudah tiga jam berada di rumah Natha.


"Ay, aku pulang dulu ya, mau jemput Bunda," ucap Aksa,


"Iya," jawab Natha, ia menemani Aksa untuk keluar dari rumah Natha, hingga sampai di depan pagar, Aksa sudah pulang ke rumahnya. Natha menaiki anak tangga untuk masuk ke dalam kamarnya, ia sudah berganti baju tadi. Ia ingin jalan keluar, tapi males karena cuacanya sedang panas di luar. Natha membuka laci meja belajarnya, ternyata ada tas kecil hello kitty yang Natha belikan untuk Lea. Natha keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Lea, Natha mendengar suara Lea dari belakang rumahnya.


"Lea!" panggil Natha dari pintu belakang rumahnya di saat melihat Lea yang berlari lari kecil mengejar kupu-kupu.


"Lea, coba sini," panggil Natha lagi, ia menyembunyikan tasnya di belakang punggunya,


"Lea suka hello kitty gak?" tanya Natha dengan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh kecil Lea, Lea mengangguk,


"Suka!" jawab Lea dengan semangat, Natha menunjukkan tas yang tadi ia sembunyikan di belakang punggunya kepada Lea,


"Nih dari kaka, buat kamu," ucap Natha sembari menyerahkan tas itu, Senyum Lea mengembang di wajahnya, ia terlihat sangat bahagia.


"Wah, makasih, kaka, aku sayang kaka" jawab Lea berterimakasih lalu memeluk tubuh Natha, Natha membalas pelukan Lea,


"Masuk gih, di sini panas, nanti aja mainnya sore, sama kakak, kita jalan jalan keluar naik motor," ucap Natha Lea mengangguk bersemangat lalu menarik tangan Natha agar Natha juga masuk ke dalam rumah. Natha berjalan mengikuti Lea yang lebih duku berjalan dari dirinya.


"Ibu, coba liat, Lea di beliin tas sama kakak," ucap Lea memamerkan tas berian Natha kepada Bibi Mela, Bibi menatap Natha, tersenyum dan ingin mengucapkan sesuatu,


"Makasih ya, nak," ucap Bibi Mela, Natha mengangguk,


"Sama-sama bi, itu Natha beli beberaoa hati yang lalu kalo gak salah, tapi lupa ngasih ke Lea, hehe. Oh iya bi, Natha mau tidur siang dulu, nanti kalo udah sekitar jam lima, bangunin Natha ya," jawab Natha, Bibi Mela mengangguk,


"Ya udah, Natha ke kamar dulu bi," ucap Natha, ia masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan dirinya di atas kasur, ia memejamkan kelopak matanya agar tertidur.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, seperti yang di pinta Natha, Bibi Mela membangunkan Natha agar memberi tahu bahwa ini sudah jam Lima sore. Natha bangun dari tidurnya dan mencuci wajahnya, ia keluar dari kamarnya untuk mencari Lea,


"Bi, Leanya gak tidur kan?" tanya Natha kepada bibi Mela yang sedang menyapu lantai, Bibi Mela mengangguk,


"Itu, Leanya di kamar, panggil aja," jawab Bibi Mela, Narha berjalan ke arah kamar Bibi Mela,


"Lea, jadi ikut gak?" tanya Natha kepada Lea yang sedang rebahan di kasurnya dengan memainkan hp di tangannya.


"Ikut!!" jawan Lea, ia turun dari kasurnya untuk menghampiri Natha yang berdiri di ambang pintu kamar Lea.


"Lea duduk di sofa dulu, kaka mau ngambil uang sama hp kakak dulu, yaa," ujar Natha, Lea mengangguk semangat.


"Oteyyy!" jawabnya bersemangat, Natha mengambil dompet, hp, keyless motor lalu kembali turun ke bawah untuk menemui Leakembali.


"Ayo!" ucap Natha kepada Lea, Lea mengangguk, ia berjalan mengikuti Natha di belakang.


"Bi, Natha mau ajak Lea jalan-jalan, gak apa 'kan?" tanya Natha, Bibi Mela mengangguk,


"Iya, Hati-hati, yaa" jawab Bibi Mela, Natha berjalan ke arah motornya begitu juga dengan Lea, Lea duduk di depan, Natha menyetir motornya. Natha melajukan motornya dengan kecepatan 20 km/jam,


"Lea, Lea mau kemana?" tanya Natha kepada Lea,


"Taman, kak!" semangat Lea menjawab, Natha mengangguk,


"Go!!" jawabnya juga.


Sesampainya mereka di taman, Natha memarkir motornya lalu turun. Mereka berjalan di sekitar taman memandangi langit sore, ada yang olahraga sore, bermain bola sepak, bermain badminton dan banyak lagi lah. Natha dan Lea duduk di tempat yang tak jauh dari mereka parkir, ia dan Lea tidak akan pulang jika belum melihat sunset. Hingga saatnya jam menunjukkan jam enam sore, sunset sudah tiba.


"Wih, kak langitnya cantik, sama kayak kakak," puji Lea, Natha tersenyum sambil mengelus rambut Lea.


"Makasih, tapi kamu juga cantik," jawab Natha tersenyum, Lea memeluk tubuh Natha dari samping.


Sekarang matahari sudah menghilang, Natha dan Lea berniat untuk pulang, tapi sebelum pulang, mereka melihat balon lampu sama gulali, Natha membeli balon dan gulali untuk Lea.


"Nih, buat kamu," ucap Natha, Lea tersenyum senang, mereka baru sampai diparkiran. Tiba-tiba ada telpon dari Keenan masuk di hp Natha, Natha mengangkat telepon dari Keenan.


[Apa?] tanya Natha di saat teleponnya tersambung,


[Jemput gue dong, lo di mana?] - Keenan


[Taman sama Lea] - Natha


[Nah, tunggu gue di dekat halte taman] - Keenan

__ADS_1


[Ya, cepet gak pake lama, kalo lama gu tinggalin.]


...***...


__ADS_2