
"Langsung masuk ke kamar aja, Bibi Mela belum pulangkan?" ucap Aksa,
"Iya-iya, udah sana gih pulang. Lagian aku sudah gak ada rasa sama dia lagi juga, kan udah ada kamu, udah ya, jangan di pikirin lagi. Aku gak akan ngeduain kamu kok," jawab Natha sembari mencubit pipi Aksa gemas,
"Dadah," ucap Aksa sembari mengusap rambut Natha, Natha melambaikan tangannya setelah di depan pagar, tak terlihat lagi punggu Aksa, ia menutup pagarnya lalu kembali masuk ke dalam rumah. Natha sebenarnya ingin pergi ke kamar, tapi karena mengingat nugget yang ada di dalam kulkas, ia jadi berada di dapur.
"Bang, ini nugget punya lo kah?!" teriak Natha bertanya kepada Keenan,
"Iya, ambil aja kalo mau!" jawab Keenan berteriak juga, Natha dengan semangat mengambil nugget itu dari kulkas lalu memasaknya. Setelah selesai memasak, ia mendudukkan dirinya di meja makan untuk menghabiskan nugget ini. Sambil memakan nugget Natha ber vidio call an dengan Aksa.
Sekitar dua puluh menit, Aksa mematikan panggilan vidionya dengan Natha, karena ia di suruh untuk menemani Bunda Gita ke Alfamart. Natha masih setia duduk di ruang makan sambil memainkan hp, padahal nugget yang ia makan tadi sudah habis. Jam sudah menunjukkan jam tujuh malam, Keenan keluar dari kamarnya untuk menemui Natha.
"Ta, malam ini kayaknya gue nginep di apartnya Gentala," ucap Keenan sembari mengambil minuman di dalam kulkas.
"Punya rumah kan lo? Ngapain nginep di tempat orang?" tanya Natha,
"Sekali kali kek, lagian lo di rumah gak sendirian juga, ada Bibi sama Mama," jawab Keenan, Natha memutarkan bola matanya malas, ia menyerahkan hpnya kepada Keenan yang berisi chat dirinya dan Mama Lian.
[Nak, mama gak pulang dulu, mama mau temanin bibi mela ketemu sama orang tuanya, katanya sakitnya kumat lagi. Jadi sekitar dua atau tiga hari mama gak pulang dulu, bilang sama Bang Keenan. Nanti kalo perlu uang mama transfer di ATM abang kamu.] - Mama Lian
[Iya ma, nanti Natha sampein ke Bang Keenan, semoga ibunya Bibi Mela cepat sembuh.] - Natha
"Masih mau nginep di tempat Tala? Ya udah, sana biar gue suruh Gabriella ke sini buat temanin gue." ucap Natha, ia kembali meraih hpnya yang berada di tangan Keenan lalu pergi menaiki anak tangga untuk masuk ke dalam kamarnya.
'Lain kali aja deh, ya? Kapan-kapan kan masih bisa, ya udah, lain kali aja deh.' Batin Keenan, ia juga ikut naik ke lantai atas untuk menemui teman-temannya yang masih berada di dalam kamarnya.
"Tala, gua gak jadi nginep di rumah lo, Natha sendirian di rumah, Nyokap gue lagi temanin bibi Mela buat jenguk Ibunya Bi Mela. Katanya sakitnya kumat lagi, jadi nanti aja, lain kali kalo gue bisa." ucap Keenan setelah masuk ke kamar miliknya.
"Terus lo berduaan doang di rumah?" tanya Tala,
"Udah biasa," jawab Keenan,
"Gue sama yang lain pulangnya nanti aja deh, sekitar jam dua belas malam gak apa?" tanya Tala, Keenan mengangguk,
"Kalo gitu gue pulang dulu, ganti baju, nanti gue balik lagi ke sini," ucap Cakra, ia berdiri dari duduknya dan meraih tasnya lalu pergi keluar kamar Keenan.
"Iyo," jawab teman-temannya. Di luar kamar, Cakra melihat Natha yang sedang berjalan menuruni anak tangga, Cakra menyusulnya, berjalan di samping Natha.
"Woi," panggil Cakra, Natha menoleh,
"Wai woi, wai woi, gue punya nama, kayak gak tau nama gue aja lo," jawab Natha,
"Apa?" tanya Natha, Cakra menggeleng,
"Kemana lo? Mau pulang?" tanya Natha lagi, Cakra mengangguk,
"Ya udah, gue pulang dulu," pamit Cakra, Natha hanya mengangguk lalu mengacungkan jempolnya. Natha berjalan ke depan rumahnya, lalu masuk kembali mengambil keyless motor yang berada di ruang tamu.
__ADS_1
"Bang, gue mau ke rumah Kate bentar!" teriak Natha dari depan pintu rumah, Keenan setelah mendengar suara teriakan Natha, ia keluar dari kamarnya lalu berdiri di depan kamar Natha yang ada pagar setinggi dadanya.
"Ngapain?" tanya Keenan,
"Mau Jalan-jalan aja, gabut, lagian lo nanti mau ke tempat Tala kan?" tanya Natha balik,
"Gak, gue gak jadi nginep di tempat Tala," jawab Keenan,
"Oh, bagus deh, gue mau jalan dulu ya? Gak apa kan?" tanya Natha, Keenan mengangguk,
"Ganti baju dulu kek, lengan pendek celana pendek begitu, masuk angin entar lo," ucap Keenan,
"Gak apa, gue kuat, gak kek lo," ejek Natha,
"Ya udah gue jalan dulu, dadah!" ucap Natha lagi,
"Iya, jangan Lama-lama." jawab Keenan, Natha mengangguk lalu ia pergi dari halaman rumahnya untuk pergi ke rumah Kate.
Sesampainya Natha di depan rumah Kate.
Tok! Tok!! Tok!!
Natha mengetuk pintu rumah Kate,
"Bentar," ujar Kate, ia membuka pintu rumahnya,
"Baru pulang sekolah lo? Masih pake baju sekolah," tanya Natha, Kate menggeleng,
"Dari jam enam sore tadi gue pulang, cuman lagi males ganti baju aja, hehe! Tunggu bentar ya," jawab Kate, Natha mengangguk sebagai jawabanya, Natha duduk di sofa milik Kate.
Beberapa menit kemudian, Kate keluar dari kamarnya, memakai baju yang sama dengan milik Natha, dan juga berwarna yang sama. Mereka dulu membeli baju itu berbarengan, katanya biar couple.
"Gue pikir lo udah gak ada lagi bajunya," ucap Natha,
"Idih enak aja, ini baju berharga sih bagi gue, karena gue jarang banget makenya, kecuali kalo emang gue kepengen banget pake." jawab Kate,
"Nanti beli lagi gak sih? Masa baju couple cuman yang ini," tanya Natha,
"Bolehlah, sekalian gue mau nyari baju sekolah pramuka." jawab Kate,
"Eh, ini kita mau kemana?" tanya Kate kepada Natha,
"Terserah," jawab Natha,
"Mau kepada malam gak? Udah lama kita gak kepasa malam tau," tanya Kate,
"Nah, boleh juga tuh! Ayo!" jawab Natha semangat, ia menyerahkan keyless motornya kepada Kate meminta agar Kate saja yang mengemudi motornya. Kate yang mengerti pun mengambil keyless itu dari tangan Natha lalu menyalakan mesin motornya. Natha naik ke jok belakang motor lalu Kate menjalankannya dengan kecepatan rata-rata.
__ADS_1
Mereka telah sampai di pasar malam, Kate memarkirkan motor Natha di tempat parkir pasar malam. Mereka berjalan kaki untuk melihat apa saja yang di jual di sana, banyak barang-barang dapur, kamar, hingga makanan dan juga baju-baju yang cantik.
"Ihh, itu bajunya cantik banget, gue belum punya, jadi kepengen deh, mau beli? Kita couplean lagi ayo?" tanya Kate, Natha mengangguk, mereka berjalan ke arah penjual baju yang ada di pasar malam itu. Pas banget, ada dua baju yang sama seperti itu, Natha dan Kate mengambil baju itu dan melihatnya, tebal dan juga dingin.
"Beli?" tanya Kate,
"Boleh, gue yang bayarin kali ini." jawab Natha, karena baju yang ia pakai saat ini couple dengan Kate, itu pemberian dari Kate dan dia yang membelikannya. Sekarang Natha ingin membalasnya, Kate mengangguk saja, Natha langsung membayarnya. Pakaian yang mereka beli ialah baju crop berwarna putih lengan panjang dan ada karet di bagian dada.
"Makasih!!" ucap Kate berbahagia, Natha tersenyum,
"Halah, kayak sama siapa aja lagi lo, cari yang lain, sekarang cari bawahannya." jawab Natha, Kate mengangguk, mereka mencari celana ataupun rok yang cocok untuk mereka. Sebenarnya semuanya cocok, cuman semuanya tidak tertarik di mata Kate. Terakhir, Kate memutuskan untuk membeli rok pendek sepaha, karena ia belum memilikinya, sedangkan Natha oke oke saja walaupun ia sudah mempunyainya di rumah.
"Kali ini gue yang bayar," ucap Kate,
"Gak ya, lo bayar gue tampol sumpah," jawab Natha,
"Yee, main ancem ancem aja lo," ucap Kate, Natha membayar rok yang mereka beli lalu mereka memutuskan untuk pulang. Jam sudah menunjukkan jam delapan malam, kini Natha sudah berada di rumah Kate, ia meminta untuk Kate saja yang menyimpan baju yang mereka beli tadi.
"Ya udah, gue pulang dulu, ya" ucap Natha, Kate mengangguk,
"Makasih ya," ucap Kate,
"Iyaaa, udah hampir sepuluh kali dari tadi lo bilang makasih," jawab Natha,
"Haha! Hati-hati!" kekeh Kate, Natha mengangguk, ia menjalankan motornya ke arah pulang. Sesampainya Natha di rumah, Natha masih melihat motor teman-teman Keenan di depan rumah.
"Masih belum pulang? Gue kira udah pulang." ucap Natha pada dirinya sendiri, Natha masuk ke dalam rumahnya, ia baru beridir di depan ambang pintu rumanya saja, sudah kedengaran suara teman-teman Keenan yang bermain game di dalam kamar. Natha mendudukkan dirinya di ruang tamu, ia memainkan hpnya untuk menelpon Keenan.
***
Sudah sekitar satu jam Natha di ruang tamu, Aksa juga di suruh untuk makan dulu oleh Bunda Gita, awalnya ia nolak, katanya nanti saja, tapi karena Natha yang mendengar suara Bunda Gita menyuruh Aksa untuk makan tapi malah di tolak olehnya. Natha berucap,
"Bunda, kalo dia gak makan, jangan izinin dia kalo dia minta izin buat main ke rumah Natha" ancam Natha, Bunda Gita tertawa,
"Nah tuh, iya, nanti gak Bunda izinin loh, makan dulu, atau sekalian makan sambil vc? Boleh, yang penting kamu makan dulu." jawab Bunda Gita,
"Oke!" ucap Aksa, ia mengubah telepon biasa menjadi Video Call.
Jam sudah menunjukkan jam sepuluh malam. Natha dan Aksa sudah tak ber telponan lagi, karena Aksa sudah terlelap dari tidurnya, jadi Natha memutuskan sambungan telponnya dengan Aksa. Natha berjalan ke arah kamar Keenan untuk menegur Keenan dan teman-temannya agar lebih sedikit mengecilkan suaranya karena ini sudah malam.
Natha berdiri di ambang pintu kamar Keenan membuat Keenan dan teman-temannya kaget akan keberadaan Natha.
"Kecilin dikit suara lo pada, kedengaran sampe lantai bawah. Ini udah malem, entar di gerebek warga mampus lo." ucap Natha,
"Syap!" ucap Teman-temannya Keenan
"Kapan lo balik? Gak denger suara motor lo tadi."
__ADS_1
***