
"Iya, enak, tau," jawab Radja,
"Baru tau, gue gak pernah tau kalo ada cowo yang suka matcha," ujar Natha sembari tertawa kecil,
"Adalah, ya kali, gak ada," jawab Radja,
"Kan, siapa tau, orang di rumah gue gak ada yang suka matcha," ujar Natha lagi.
"Nih, cobain deh, enak tau," jawab Radja, ia menyerahkan cangkir yang berisikan matcha latte itu kepada Natha, Natha menggeleng,
"Gak, gak mau," sahut Natha
"Gak apa, enak tau, rasain coba," ujar Radja yang memaksakan Natha meminum air miliknya,
"Gak, gak," Natha menggelengkan kepalanya terus menerus, sampai di mana Radja udah menarik kembali cangkir nya,
"Nyerah, kan, lo ngebujuk gue, haha!" ujar Natha sambil tertawa tawa kecil.
"Oh, iya, mau nanya, boleh?" tanya Radja kepada Natha, Natha mengangguk mengiyakan pertanyaan Radja,
"Lo, deket banget, ya? Sama Aksa?" tanya Radja,
"Gak juga, temenan biasa doang, lagian dia anak baru kan di sekolah gue, sekelas juga," jawab Natha,
"Kalo, Aksa suka lo, lo terima?" tanya Radja lagi, Natha di buat bingung oleh pertanyaan Radja,
"Maksud, lo?" bukan nya menjawab, Natha malah balik bertanya,
"Ya, siapa tau dia suka sama, lo, jadi dia nyatain perasaan nya ke lo," jawab Radja,
"Gak akan lah, lagian, kan udah gue bilang, gue gak mau pacaran lagi," -Natha
"Lo, punya saudara kandung?" tanya Natha lagi,
"Punya, kakak laki laki," jawab Natha,
"Adek?" tanya Radja lagi,
"Gak, ada, kalo lo? Punya saudara kandung?" menjawab sekaligus bertanya kepada Radja,
"Gak, ada, gue anak tunggal," jawab Radja, Natha hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
***
Radja dan Natha sudah sekitar hampir satu jam berada di cafe itu, Natha dan Radja memutuskan untuk pulang, mereka juga sudah membayar semua yang mereka pesan tadi,
Di luar cafe.
"Pulang aja?" tanya Radja,
"Mau kemana lagi selain ke rumah?" jawab Natha sinis,
"Ya, siapa tau masih mau jalan ke mana gitu," ujar Radja lagi,
"Gak deh, mau pulang aja, udah jam satu siang juga," jawab Natha, Radja hanya mengangguk, mereka berdua menaiki motor milik Radja, lalu Radja menjalankan motornya untuk mengantar Natha pulang ke rumahnya.
Sesampainya dirumah Natha,
"Makasih, ya," ujar Natha setelah menuruni motor milik Radja,
"Iya, kapan kapan nanti bisa jalan lagi kan?" menjawab sekalian bertanya kepada Natha,
"Sabi, kalo ada waktu," jawab Natha,
"Ya, udah, gue pulang dulu, ya," ujar Radja,
"Iya, hati hati," jawab Natha, setelah itu, Radja sudah menjauh dari rumah Natha, Natha melepaskan helm yang masih di kepalanya, lalu Natha memasuki pagar rumahnya, di halaman ternyata sudah ada mobil milik Keenan,
'Tumben Bang Keenan pulang cepet, bisanya agak sorean,' batin Natha berucap, ia langsung saja masuk ke dalam rumahnya, pintu rumah nya tidak tertutup, mungkin memang sengaja tidak di tutup oleh orang yang di dalam rumah.
"Mau makan siang gak, nak Natha, biar bibi buatin makanannya," ujar bibi Mela yang berada di dapur,
"Natha kenyang, bi," jawab Natha,
"Makan," ujar Keenan yang ternyata duduk di ruang tamu,
"Orang masih kenyang, gimana, sih!" jawab Natha yang sedikit kesal.
"Ya, udah bi, Natha nanti aja makan nya, ya," ujar Natha berbicara kepada Mela, setelah itu Natha meninggalkan Mela dan Keenan untuk pergi ke kamarnya.
__ADS_1
"Ya, sudah, tidak apa apa," jawab Mela,
"Nak Keenan, mau makan?" tanya Mela kepada Keenan,
"Nanti aja, bi, sekalian makan malam aja," jawab Keenan, Mela hanya mengangguk kan kepalanya,
"Bibi, istirahat aja dulu, Keenan tinggal pergi je kamar, ya," ujar Keenan yang menyuruh kan bibi Mela beristirahat.
"Iya, nak," jawab Mela.
Di kamar Natha, Natha menaruh helm yang tadi ia bawa lalu di taruh di atas lemari yang tak jauh dari rak sepatu. Natha melepaskan sepatunya dan menaruhnya ketempat asalnya, lalu ia merebahkan dirinya di atas kasur miliknya,
Mengambil hp yang berada di dalam saku celananya, lalu membuka layar hp itu,
Ia membuka chat dari grub kelas tanpa guru,
[Ini beneran pulang cepet?] -Gabriella
[Kayak, nya] -Laura
[Loh? Kata siapa?] -Kayla
[Di grub osis] -Laura
[Hooh, pulang agak awal dari biasanya] -Niki
[Yesss, jam berapa?] -Kayla
[Sekitar jam tiga sore] -Laura
[Jadi hari ini yang satu kelompok sama gue ngerjainnya di rumah gue, abis pulang sekolah aja, ya guys?] -Kayla
[Boleh] -Niki
[Siapa aja kelompok, lo?] -Rena
[Rafa, Niki, Adam, Natha, Laura, Nadira, lo sama gue] -Kayla
[Oh, iya lupa kalo kita satu kelompok] -Rena
[Jam tiga kan?] -Natha
[Curang banget, gue gak satu kelompok sama Natha] -Gabriella
[Tenang, ada Vio kan satu kelompok sama, lo] -Niki
[Iya sih, hehe] -Gabriella
Natha langsung keluar dari aplikasi whatsapp lalu ia mematikan layar hp nya dan ia beranjak dari kasurnya untuk ke kamar Keenan.
Natha keluar dari kamar nya lalu berjalan ke arah kamar Keenan yang tak jauh dari kamar miliknya, Natha mengetuk pintu kamar Keenan, lalu membuka pintu nya,
"Bang, lo sibuk gak?" tanya Natha kepada Keenan yang sedang rebahan di atas kasur nya.
"Kenapa?" bukannya menjawab Keenan malah kembali bertanya,
"Minta anterin ke rumah temen, mau kerja kelompok," jawab Natha,
"Kapan?" tanya Keenan lagi,
"Jam tiga sore," jawab Natha,
"Pake motor sendiri aja sih, ribet banget," ujar Keenan,
"Antar aja lah, ya? Males banget mau pake motor sendiri, ya, ya?" -Natha,
"Ya, udah," jawab Keenan, setelah itu Natha kembali ke kamar miliknya sendiri, lalu kembali merebahkan dirinya kekasur untuk menunggu jam tiga sore.
***
Sekarang sudah menunjukkan jam tiga sore, Niki juga menchat Natha,
[Nat, gue sama yang lain udah sampe di rumah Kayla, tinggal nunggu lo sama Nadira] -Niki
[Bentar, gue otw] -Natha
Natha mematikan layar hpnya, ia langsung saja bergegas bangun dari baring nya, ia berjalan ke arah rak sendal ia mengambil sendal miliknya yang berwarna hilam, lalu bercermin sebentar. Setelah selesai ia berjalan ke kamar Keenan,
"Bang, antar gue, gpl," ujar Natha yang berada di depan pintu kamar Keenan.
__ADS_1
"Bentar," jawab Keenan, Natha berjalan pergi untuk turun ke lantai bawah, ia menuruni anak tangga, mendudukkan diri di sofa ruang tamu untuk menunggu Keenan.
Tak berselang lama, Keenan akhirnya keluar dari kamarnya lalu menuruni anak tangga,
"Bi, Natha kerumah temen dulu, mau kerja kelompok," ujar Natha,
"Iya, hati hati, nak," jawab Mela,
"Keena mau nganter Natha," ujar Keenan juga, Mela mengangguk paham.
"Hati hati, ya, jangan ngebut," jawab Mela, Natha dan Keenan langsung saja keluar dari rumah itu untuk ke halaman rumah, Keenan mengeluarkan motor milik Natha dari garasi yang berada di samping kiri rumahnya.
"Lah, gue kira pakek motor, lo," ujar Natha yang melihat Keenan memakai motor miliknya. Keenan sudah berada didepan Natha, dengan satu buah motor,
"Males, pake motor lo aja," jawab Keenan, Natha membuka footstep nya lalu naik ke motor.
"Udah?" tanya Keenan,
"Udah," jawab Natha, Keenan menjalankan motornya,
"Ini ke mana?" tanya Keenan, ia berhenti di depan pagar rumah miliknya, pagarnya tidak tertutup,
"Ke rumah kayla, inget jalan ke rumah nya, gak? Yang deket sekolah SMP negri satu," jawab Natha, Keenan hanya menganggukkan kepalanya lalu menjalankan motornya ke arah rumah kayla,
Sesampainya dirumah kayla, Natha turun dari motornya,
"Nanti jemput gue, bang, awas aja sampai lupa," ujar Natha,
"Iya, jam berapa?" jawab Keenan,
"Gak tau, nanti gue telpon deh, gue mau masuk dulu, dadah," jawab Natha, ia berjalan ke teras rumah Kayla, pintu rumah Kayla tidak tertutup, ia belum sempat memanggil kayla,
"Masuk aja, nat," ujar Kayla, Natha yang mendengar itu langsung saja masuk ke rumah Kayla, sebelum masuk ia melepaskan sendalnya dan di taruh di dekat sendal teman temannya, di dalam rumah kayla sudah terdapat Rafa, Niki, Adam, Rena, Laura, Nadira, dan tentunya Kayla.
"Di antar cowo ni yaaa," ujar Kayla,
"Keenan itu," jawab Natha,
"Loh, kirain cowok lo," ujar Kayla lagi,
"Udah udah, cepwt nih kita ngerjain ini aja, biar cepet selesai," sahut Rena menyela pembicaraan mereka berdua, mereka berlima mengerjakan tugas kelompok nya. Ngomong ngomong sebelum Natha datang minuman dan cemilan sudah ada di kasih sama Kayla, di taruhnya di atas meja yang tak jauh dari mereka semua.
Beberapa jam kemudian.
Mereka sudah selesai mengerjakan tugas kelompok itu, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing, karena jam juga sudah menunjukkan ke jam lima sore, kenala jadi sampai jam lima mereka baru selesai? Ya, karena mereka kebanyakan bicara dari pada ngerjain tugasnya.
"Gue pulang duluan, ya, dadahh, makasih, ya, kaylaa" ujar Rena yang pulang lebih dulu,
"Iya, hati hati," jawab mereka serentak.
Natha membuka layar hpnya dan membuka aplikasi whatsapp, mencari nomor Keenan, lalu menelponnya.
Di telepon.
"Jemput," ujar Natha,
"Bentar," jawab Keenan, Natha mematikan telepon nya, lalu ia juga mematikan layar hp nya.
"Eh? Inget bazar gak? Kapan sih diadain nya?" ujar Kayla bertanya kepada temannya.
"Bentar lagi paling, gue juga gak sabar pengen lihat lihat apa aja yang di jual mereka," jawab Laura,
"Kata nya sih, satu minggu lagi, iya, gak?" ujar Niki,
"Iya," jawab Laura.
"Eh, kami duluan, ya," ujar Adam dan Rafa,
"Iya," jawab mereka serentak.
"Gue juga pulang dulu, duluan Nat, Lau," ujar Niki,
"Iyoo," jawab Laura, di rumah kayla hanya tersisa Laura dan Natha, bentar lagi juga Natha akan pulang.
"Nah, Keenan udah di depan, gue pulang, ya, makasih kay," ujar Natha yang pamit untuk pulang ke rumahnya, begitu pun dengan Laura.
"Temenin gue ke toko sepatu dulu, mau?" tanya Keenan kepada Natha, Natha hanya menganggukkan kepalanya, ia membuka footstep lalu menaik ke motor miliknya, lalu Keenan menjalan kan motornya ke toko sepatu.
...*****...
__ADS_1