
"Ya gitu gitu aja, dia masih belum mau dengerin penjelasan dari gue." jawab Cakra yang diangguki oleh Natha. "Dia ikut ke kantin bareng atau enggak?" tanya Natha di saat mereka telah di luar kelas. "Gak tau, lo tanyain gih, kalau gue yang nanyain dia gak bakal jawab." jawab Cakra dengan raut wajah yang lemas.
"Oh, oke." jawab Natha, Natha berdiri di pintu kelasnya Gabriella, di sana hanya ada Gabriella dan Rafa, sedangkan Laura tidak ada.
"Kantin sini, Gab?" ajak Natha, Gabriella mengangguk lalu berjalan menghampiri Natha, begitu juga dengan Rafa. Ia mengikuti Gabriella yang berjalan ke arah Natha.
"Laura, mana?" tanya Natha, "Udah ke kantin duluan dia, gak ngajak gue lagi." jawab Gabriella yang hanya di balas anggukan paham dari Natha.
Sesampainya Natha di kantin, Natha senang, karena Gabriella dan Cakra akhirnya baikkan. Mereka membeli makanan yang mereka ingin beli, tak sengaja Natha bertemu dengan Dhika, Bintang dan juga Abay. Mereka sedang membeli makanan yang sama seperti Natha, Binta menghampiri Natha, dan di ikuti oleh kedua temannya.
"Kak, beli burger atau kebab?" tanya Bintang, merek berada di penjual kebab, burger dan teh poci. "Burger, kenapa?" tanya Natha balik, Bintang mengangguk.
"Sekalian aja kak, lagian aku juga beli burger, jadi gak bingung mbak nya kebanyakan." jawab Bintang yang di angguki oleh Natha. "Ya udah, pesenin ya? Nanti kalau udah selesai panggil aja, aku mesan teh poci dulu." ucap Natha yang di balas anggukan oleh Bintang dengan senyumannya sekaligus.
Natha senyum ke arah Abay dan Dhika yang dari tadi hanya senyum senyum sambil mendengarkan pembicaraan dari Natha dan Bintang, mereka membalas senyuman Natha lalu langsung menyusul Bintang yang meninggalkan mereka.
Pesanannya sudah selesai, tadi Natha mengambilnya sendiri, begitu juga dengan Bintang dan teman-temannya. Natha bergabung bersama Cakra, Gabriella dan Rafa yang duduk di tempat biasa, pojok kanan kantin. Mereka cuman berempat, walaupun ramai orang di kantin, tapi tetap saja. Natha masih merasa sepi jika tak ada tiga temannya lagi.
"Ta," panggil Gabriella, Natha melirik Gabriella, menaikan salah satu alisnya, "Vio duduk di belakang lo, ya?" tanya Gabriella yang di angguki oleh Natha. "Kenapa?" tanya Natha balik, Gabriella hanya menggeleng lalu melanjutkan makannya yang tertunda.
"Gue ikut gabung, ya?" ucap gadis manis berkulit putih yang sedang berdiri di samping kursi Natha. Tak perlu mikir panjang lebar, Natha langsung mengangguk sja dan menggeser badannya untuk memberikan ruang agar ia duduk. Natha duduk di samping Rafa yang di depannya ada Cakra, dan di depan Natha ada Gabriella.
Siapa dia? Kenapa Natha langsung meng iyakan saja tanpa memikirkan nya terlebih dahulu? Ya, gadis itu adalah Vio. "Beneran gak apa?" tanya Vio memastikan, Natha mengangguk mantap.
Ia duduk di samping Natha, menaruh makanannya di atas meja. Semuanya terasa canggung, hanya ada keramaian di kantin, sedangkan mereka tak saling bicara, kecuali Gabriella dan Cakra.
***
Mereka kini sudah berada di dalam kelas Natha, Natha duduk tepat di samping Dera, karena kursinya di duduki oleh Gabriella, jadi ia mengalah demi orang yang bucin itu. Natha hanya asik memainkan hpnya, ia membalas pesan dari Aksa yang dari pagi tadi hanya ia lihat tanpa ia balas.
[Hallo Nathaa! Selamat pagii! Ayo bangun, Sekolahhh!! Semangat yaaa!] - Aksa
[Ok, thanks.] - Natha
[Udah istirahat ya?] - Aksa
[Iya udah] - Natha
__ADS_1
[Minggu depan aku sekolah tauu, seneng gak? Seneng gak? Seneng dong, masa enggak.] - Aksa
[Dih? Gak ada seneng seneng nya, b aja.] - Natha
[Heleh, aku besok udah bisa pulang ke rumah.] - Aksa
[Terus??] - Natha
[Gak kok, cuman ngasih tau aja, kamu lagi bm ya?] - Aksa
[Enggak kok.] - Natha
[Oh okee, sekalian aku mau. Bicara besok, boleh ketemuan gak? Terserah di mana. Mau ngebahas tentang kamu sama Vio.] - Aksa
[Hah? Oh, lihat aja besok, kalau gak sibuk.] - Natha
[Malam bisa?] - Aksa
[Iya, nanti izin sama Mama.] - Natha
[See you] - Natha
Bell berbunyi, Gabriella dan Rafa kembali ke kelasnya masing-masing. Natha duduk ke tempatnya kembali, di samping Cakra.
Setelah beberapa jam lamanya, akhirnya jam pelajaran telah berakhir, Natha dan Gabriella berjalan bersama untuk ke parkiran sekolah.
"Gue duluan ya, Gab, dadah." ucap Natha meninggalkan Gabriella. "Hati-hati!!" jawab Gabriella yang melambaikan tangan ke arah Natha.
Natha telah tiba di rumahnya, ia memarkirkan motonya tepat di depan teras rumahnya. Natha melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, sepi, seperti tak ada orang satupun.
"Mau makan, nak Natha?" tanya bibi Mela yang baru keluar dari toilet. "Bibi belum masak, mau makan apa? Biar bibi masakin." sambung bibi Mela.
"Terserah aja bi, Natha ganti baju dulu ya? Pokoknya apa aja, semua masakan bibi enak." jawab Natha yang diangguki oleh Bibi Mela, Natha berjalan ke arah tangga, menaiki anak tangga untuk masuk ke dalam kamarnya.
Kini Natha sudah selesai mengganti pakainya, baju sweater berwarna hitam dengan celana hot pans berwarna hitam juga. Rambut terurai, menggunakan sendal jepit khusus di rumah berwarna putih. Ia berjalan menuju ruang makan, untuk makan sore, jadi nanti malam ia tak perlu makan lagi. Natha mendudukkan dirinya di meja makan, bibi Mela juga sudah selesai memasak makanan dalam sekejap.
"Makasih bii" ucap Natha, "Iya nak, di makan ya, bibi mau ke luar sebentar, mau ngambil loundry sprei milik ibu." jawab Bibi Mela yang diangguki oleh Natha.
__ADS_1
"Hati-hati bi." ucap Natha yang di angguki oleh Bibi Mela. Tak lama kemudian, Keenan baru saja sampai di rumah setelah Bibi keluar dari pagar rumahnya.
"Mau makan juga dah, laper gue." ucap Keenan yang langsung mendudukkan dirinya di samping Natha. Natha mengambilkan piring kosong untuk Keenan, menaruhnya di depan Keenan yang masih menggendong tas di pundaknya.
"Widih, peka juga lo" ucap Keenan.
Cup. Satu kecupan mendarat di pipi kanan Natha, "Heh, paan si lo, iwhhh!" ucap Natha mengusap pipinya yang bekas di cium oleh Keenan. Keenan hanya tertawa, menertawakan Natha yang sedang mengusap pipinya dari tadi.
***
Natha dan Keenan sudah selesai makan, bibi Mela juga sudah pulang dari loundry an. Kini Natha sedang duduk di ruang tamu sendirian sambil memainkan benda pipih kesayangannya.
Natha mersa gabut karena hanya diam di rumah, ia mencoba menghubungi Kate.
//Telp//
"Lo sibuk gak?" tanya Natha setelah telponnya tersambung dengan teleponnya Kate
"Gak nih, gue lagi gabut di rumah sendirian, Tala lagi nemenin nyokap gue ke rumah temennya." jawab Kate
"Nah, pas banget, mau jalan gak? Gue jemput, kemana aja dah, gue juga lagi gabut banget ini." ucap Natha bersemangat,
"Wah boleh tuh, kemana ya? Eeee gue udah males kalau ke taman, udah keseringan. Gimana kalau kita ke dermaga aja? Udah lama gue gak kesana bareng lo." tawar Kate,
"Nah, boleh boleh. Gue jemput ya? Bentar gue ganti baju dulu." jawab Natha,
"Iya iya, jangan ngebut. Gue juga mau ganti baju ini." ucap Kate, setelah itu sambungan telepon merka terputus.
Natha naik ke kamarnya untuk mengganti celananya, ia ingin menggantinya menjadi celana kulot berwarna mocca. Setelah selesai, ia turun ke bawah dan melihat Keenan yang duduk di ruang tmu dengan santai.
"Bang, boleh pinjam motor lo gak? Gue lagi males pake motor mama, hehe." tanya Natha yang di balas anggukan langsung oleh Keenan.
"Tuh, kuncinya di atas meja makan." jawab Keenan, motornya baru saja ia ambil tadi sore sekalian pulang dari kampus. Natha langsung saja keluar dari rumah, tapi ia lupa, ia belum bilang kepada Keenan ia hendak kemana. Ia kembali masuk ke dalam rumah dan hanya berdiri di depan pintu rumah.
"Bang, gue ke dermaga, sama Kate. Siapa tau nanti lo nyariin gue, oke udah itu aja. Bye~" ucap Natha setelah itu berjalan ke arah motor milik Keenan yang berada tepat di samping motor mama Lian yang ia taruh tadi.
...***...
__ADS_1