
"Ta, lo kenapa? Kayak ada yang aneh di lo hari ini." tanya Keenan berbisik, Natha menatap Keenan, Natha menggeleng,
"Gak ada, gak ada yang aneh di gue hari ini, perasaan sama aja deh." jawab Natha dengan raut wajah yang bingung.
"Perasaan gue doang berarti," ucap Keenan, Natha menatap ke arah Keenan dengan tatapan yang semakin bingung.
"Lo yang aneh bego," jawab Natha setelah itu ia kembali melanjutkan bermain hpnya.
"Ma, Tala mau kesini, gak apa kan?" tanya Keenan,
"Iya, gak apa." jawab Mama Lian, Keenan mengangguk,
"Tante, Mama, Nenek, Natha mau ke kamar ya? Natha mau tidur, udah ngantuk." ucap Natha dan diangguki oleh mereka bertiga.
Sesampainya Natha di kamar, ia mematikan lampu kamarnya dan hanya menyisakan lampu tidur. Ia merebahkan badannya di atas kasur, ia tak tidur melainkan bermain hp, ia asik chattingan bersama Vio.
[Natha] - Vio
[Iya? Kenapa Vi?] - Natha
[Aksa, putusan keknya sama si Debby Debby itu.] - Vio
[Terus? Urusannya ama gue apaan Vioo?] - Natha
[Gak ada sih, cuman ngasih tau aja. Lagi pula yak, gue baru tau mereka pacaran karena apa.] - Vio
[Kenapa?] - Natha
[Ceilah, kepo kan lo, haha!] - Vio
[Dih, ya sudah kalo gak mau ngasih tau] - Natha
[Eh, iya bentar, sabar dong.] - Vio
[Gini loh, tadi gue sempat dengan mereka berdepat di taman yang dekat dermaga itu loh. Gue di sana sama Gibran tadi sore, ternyata mereka berdua juga di sana. Yang gue denger nih ya, ucap si Debby, 'gue juga gak ada rasa sama lo, Sa. Gue juga tau kalau lo masih punya rasa sama Natha, iya gue tau. Gue ngajak lo balikan karena gue dapet Dare dari temen gue, bukan karena gue ada rasa sama lo. Jadi, gue balikan sama lo itu karena gue terpaksa, demi Uang satu juta juga.' nah, yang gue denger gitu, setelah itu Gibran ngajak gue pulang, jadi gue hak bisa dengar lanjutannya.] - Vio
[Gila, panjang bener, niat amat lo ngetik, kenapa gak VN aja coba?] - Natha
[Hehe!] - Vio
__ADS_1
Natha membaca pesan dari Vio yang panjang lebar itu,
[Jadi? Debby mau balikan cuman karena dapat Dare dari temannya dan juga demi uang satu juta?] - Natha
[Yups! Sedangkan Aksa, ia juga masih punya rasa sama lo, dia belum bisa muve on. Tapi dia juga masih suka sama Debby, tapi kalo sekarang, dia kayaknya emang benar-benar gak suka lagi sama Debby, soalnya dia berani bilang ke Bunda.] - Vio
[Jujur deh Nat, Lo juga masih Gamon kan, sama Aksa?] - Vio
[Gak.] - Natha
[Hilih, jujur aja. Lo cuman gengsi bilang iya.] - Vio
[Udah dulu, bye, gue mau tidur.] - Natha
Setelah mengetik itu, ia langsung mematikan layar hpnya lalu menaruhnya di atas nakas.
'Gue? Gue memang masih ada rasa sama Aksa, tapi kalau di pikir-pikirkan lagi, gue kayaknya udah hampir muve on.' batin Natha, ia kali ini benar-benar bingung oleh perasaannya sendiri.
Natha sekarang memang masih belum bisa sepenuhnya melupakan Aksa dari hatinya, tapi di lain sisi, hatinya juga mulai menyukai seseorang, teman dekatnya sendiri.
"Tau ah, lama-lama gue gila kalau kayak gini, mending gue tidur." ucap Natha pada dirinya sendiri, Natha menarik selimut untuk menutupi badannya, setelah itu ia memejamkan kedua matanya.
Sinar matahari menerpa wajah Natha yang mulus, Natha terbangun dari tidurnya, memandang tirai yang tembus oleh sinar matahari.
Natha mendudukkan dirinya dan melihat ke arah jam yang sudah menunjukkan jam tujuh pagi. Ah tidak, Natha kesiangan bangun, ia bergegas ke arah kamar mandi untuk mencuci wajahnya saja, ia menggunakan seragam sekolahnya lalu mengambil tas, memasang sepatu dan langsung berlarian ke lantai bawah.
Melihat jam sudah menunjukkan jam setengah delapan, karena Hari ini adalah Hari Jum'at, jadi hari ini akan lebih awal masukannya. Jam 7:45 mereka sudah memasuki pelajaran pertama, sedangkan sekarang sudah jam 7:34.
"Ma, Natha udah ke siangan, Natha makan di sekolah aja! Dah ma! Natha berangkat dulu." ucap Natha kepada Mama Lian di ruang makan bersama dengan Keenan.
Di luar rumah ada Tante Mita yang sedang berdiri di teras,
"Tante! Natha berangkat dulu, udah kesiangan." ucap Natha kepada Tante Mita, ia bersalaman lalu bergegas mengambil motornya.
"Hati-hati!" teriak Tante Mita, Natha mengangguk lalu pergi begitu saja dari rumahnya agar cepat sampai ke sekolah.
Sesampainya di sekolah.
Benar saja, Natha hari ini telat, ia telat lima menit, padahal ia sudah membawa motornya cepat. Tapi ia masih saja telat, ia sekarang berada di loby sekolah, mengambil surat keterangan. Setelah selesai ia masuk ke dalam kelasnya, untung saja, guru pengajar tak ada, sepertinya mereka jam kosong, yang lain santai semua, ada yang menggibah dan ada juga yang bermain hp.
__ADS_1
"Kenapa telat?" tanya Vio setelah Natha mendudukkan dirinya,
"Gue bangun kesiangan." jawab Natha,
"Ceilah, kebiasaan." ujar Vio,
"Dih, gak sering kali gue bangun kesiangan." jawab Natha tak terima menatap sinis ke arah Vio.
"Jam kosong kah?" tanya Natha, Vio mengangguk,
"Ibu helinnya sibuk ngurus sesuatu katanya." jawab Vio, Natha mengangguk, berarti ia selamat hari ini.
"Eh Ta, tadi malam gue masih belum selesai nanyain lo, bener 'kan? Lo masih punya rasa sa-" belum sempat Vio menyelesaikan ucapannya, Natha lebih dulu membungkam mulut Vio menggunakan telapak tangannya.
"Eheheh!" cengir Natha kepada Cakra dan Gibran yang sedang menyimak. Natha menatap Vio sinis, menyuruhnya untuk diam saja terlebih dahulu jika ada teman lainnya.
"Kenapa lo berdua?" tanya Cakra, Natha hanya menggeleng sembari tertawa canggung. Natha melepaskan tangannya dari mulut Vio,
Vio berfikir untuk menchat Natha saja, ia membuka layar hpnya dan menchat Natha walaupun mereka sampingan.
[Kenapa, sih?] - Vio
[Ya diam ego, ntar ni bocah dua di belakang heboh!] - Natha
[Oh, hehe! Lupa. Oh iya, jawab dulu, masih ada rasa atau enggak?] - Vio
[Janji dulu, kalau l gak ngasih tau siapa-siapa?] - Natha
[Santai, gue gak akan ngasih tau siapa-siapa.] - Vio
[Kalau di bilang masih ada rasa, iya, gue masih ada rasa. Tapi gue udah hampir move on, gue juga udah mulai buka hati.] - Natha
[Wow, jadi, kalau lo di ajak sama Aksa balikan, lo mau?] - Vio
[Gak tau, mungkin, enggak?] - Natha
[Terus, lo suka sama siapa, sekarang?] - Vio
"Kayak wartawan aja lo, banyak nanya."
__ADS_1
...***...