
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, hujan masih deras, listrik juga masih padam. Keenan, Natha dan Ola masih berada di ruang tamu, tidak ada yang mau masuk ke dalam kamar masing-masing.
"Lo mau tidur, La?" tanya Natha ke Ola, "Sebenarnya ngantuk sih, tapi gue takut buat masuk kamar, jadi ya udah, gue tahan aja biar gak tidur." jawab Ola.
"Gue temenin di kamar lo, mau kaga?" tana Natha, Ola mengangguk. "Bolehh, takut gue kalau sendirian." jawab Ola.
"Gue tinggal ke kamar Ola, ya." ucap Natha kepada Keenan. "Entar kalau Ola dah tidur ke sini lagi." suruh Keenan.
"Heh! Enggak ya! Tega ya lo ninggalin gue sendirian dalam kamar gelap gelap gitu." oceh Ola yang mendengar ucapan Keenan.
"Udah udah" ucap Natha. Ola dan Natha langsung saja pergi ke kamar Ola, setelah masuk ke dalam, pintunya tak ia tutup. Mereka berdua merebahkan dirinya ke atas kasur king size milik Ola.
Satu jam telah terlewatkan, hujan masih saja deras, tapi sekarang lampu sudah menyala. Natha meninggalkan Ola sendiri di dalam kamarnya karena ia sudah tertidur lelap.
"Mau kemana?" tanya Keenan sedikit berteriak.
"Makan." jawab Natha, Keenan bangkit dari duduknya untuk menghampiri Natha yang berjalan ke arah ruang makan. Mama Lian belum pulang, karena hujan deras, jadi mama Lian menunggu hujan reda saja, masih banyak juga teman kantornya yang menunggu hujan reda.
Natha mendudukkan dirinya di kursi ruang makan. Natha mengambil satu cangkir air putih, ia sebenarnya lapar, tapi ia tidak tahu hendak memasak apa.
"Mau makan apa?" tanya Natha ke Keenan, Keenan duduk di sebelah Natha, ia memikirkan sesuatu.
"Gue mau makan mie instan kuah aja." jawab Keenan, Natha mengangguk. Ia juga akan makan mie instan kuah, tidak ribet dan cocok juga dengan cuaca yang dingin ini makan yang panas panas.
Natha mengambil dua bungkus mie kuah di dalam lemari lalu merebus air. Setelah masak, Natha dan Keenan langsung saja makan.
Jam sepuluh malam, akhirnya hujan reda, Mama Lian juga sudah pulang, ia langsung mandi setelah itu makan. Sedangkan Bibi Mela pulang ke rumah nya sendiri karena rumahnya lumayan dekat dengan rumah sakit.
Natha juga sudah berada di kamarnya sendiri, ia sedang rebahan sambil memainkan hpnya, ia chattingan bersama Gabriella.
[Ta, akhir akhir ini kita jarang banget ya kumpul kumpul. Kapan kapan kita ngumpul lagi dong, ngapain kek, masak masak kek.] - Gabriella
[Baru beberapa hari doang gak ngumpul dah perasaan anjir, lebay lo.] - Natha
[Kangen gue sama tuh sama lo 😘] - Gabriella
[Najis] - Natha
[Kalau mau masak masak boleh deh, atur waktu aja nanti gue ikut.] - Natha
[Di rumah lo tapi 😁] - Gabriella
[Tai emang.] - Natha
[Entar gue ajak yang lain dah, siapa tau mau mereka.] - Gabriella
[Iyo] - Natha
[Kabar Vio sama Aksa gimana ya? Kenapa dari satu minggu yang lalu gak ada kabar lagi.. ] - Gabriella
[Sibuk mungkin, tunggu aja, siapa tau nanti mereka aktif.] - Natha
[Lo enggak kangen gitu sama mereka berdua?] - Gabriella
[Kapan kita ke rumah Aksa yang dulu? Nanyain Bibinya?] - Gabriella
[Kangen kok, kapan kapan aja ya.. Gue lagi sibuk nih.] - Natha
[Iyadah si paling sibuk.] - Gabriella
[Diem lu, gue mau tidur, bye!] - Natha
__ADS_1
[Ya.] - Gabriella
***
Pagi hari seperti biasa, Natha akan bersiap untuk pergi ke kampus. Natha menggunakan kemeja hitam dengan celana jeans putih, dan sepatu putih.
Ia turun dengan membawa tas ranselnya berwarna abu putih yang di dalamnya ada buku, pulpen, dan ada juga laptop. Natha menghampiri Mama Lian, Ola dan Keenan yang sudah ada di ruang makan. Natha langsung saja duduk di samping Keenan lalu memakan makanan yang ada di atas meja.
Setelah selesai makan, Keenan, Natha dan Ola langsung saja berangkat ke kampus menggunakan mobil milik Keenan.
Sesampainya mereka bertiga di kampus, Keenan memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, setelah itu mereka langsung saja berjalan masuk ke dalam kampus.
"Lo gak ke kelas?" tanya Keenan yang menyadari Natha dan Ola yang berjalan ttidak ke arah kelasnya. Natha menggelengkan kepalanya pelan, "Mau ke perpus, kenapa, mau ikut?" tanya Natha balik, Keenan mengangguk.
Sesampainya mereka di perpus, Natha membalikkan badannya. "Lah beneran ikut? Gue pikir cuman bercanda doang." ucap Natha.
"Beneran lah, yakali boong." jawab Keenan mencubit pipi kanan Natha.
"Bacot bener lo berdua, ayo ah, masuk. Keburu masukan entar kalau lo berdua ribut mulu." ucap Ola yang masih berdiri di depan pintu perpus menunggu kakak dan adik itu.
Mereka bertiga masuk ke dalam perpus, yang mengambil buku hanyalah Ola dan Natha, sedangkan Keenan hanya memainkan hpnya.
Natha dan Ola duduk berhadapan, sedangkan Keenan duduk di samping Natha, menyenderkan kepalanya di pundak Natha sambil memainkan hpnya.
"Hai!" sapa seseorang dari belakang, dari suaranya itu, suara perempuan. Natha menatap Ola, Ola seperti tidak peduli, ia masih fokus membaca buku.
"Hai, Keenan!" sapanya lagi karena merasa tak di dengarkan. Keenan mendengar suara yang memanggilnya, Keenan menatap ke arah sumber suara.
Ting!
Notif HP Ola.
[Siapa? Gue males ngelihatin.] - Natha
[Dih? Anjir ngapain si tu cewek?] - Natha
"Gak tau." suara Ola yang menjawab pertanyaan Natha yang ada di Whatsapp.
"Oh, ya? Kenapa?" tanya Keenan kepada Sherly.
"Emh! Anu, denger-denger kamu putus sama Shabita ya?" ucapnya kepada Keenan, Keenan hanya mengangguk saja.
"Kenapa bisa putus? Aku ngeship banget loh sama kalian berdua." ujar Sherly lagi, Natha dari tadi mendengarkan ucapan ucapan Sherly.
"Ada problem dikit." jawab Keenan, "Ih! Kenapa gak di selesai aja masalahnya? Kenapa harus putus?" tanya Sherly dengan membuat wajah yang sok imut dan suara yang di imut-imutkan.
Apakah nanti Natha akan saling tak suka dengan Sherly? Setelah selesai masalahnya dengan Nita, Eve dan Raya di SMA? Wahh wah wah!
"Najis sok imut." ucap Natha tanpa menatap ke arah Sherly sedikit pun.
"Ih, apaan sih dia? Dia siapa kamu? Apa jangan-jangan karena dia ya, kamu putus sama Shabita?" tanya Sherly kepada Keenan. Bukannya pergi, si Sherly makin menjadi-jadi, mana nuduh Natha yang enggak enggak.
Natha sudah tak tahan lagi, ia berdiri lalu pergi meninggalkan perpustakaan, ia tak ingin ribut di pagi hari, apalagi di dalam perpus. Ola menyusul Natha, begitu juga dengan Keenan, ia meninggalkan Sherly yang masih berdiri dengan temannya yang bernama Najwa.
"Ta!" Ola memanggil Natha, Natha memalingkan badannya untuk menatap ke arah Ola dan Keenan yang menyusul dirinya.
"Masuk kelas masing-masing aja, bentar lagi juga bakalan bel." ucap Natha yang meninggalkan mereka berdua masuk ke dalam kelasnya.
***
Di saat jam istirahat, Natha masih berada di dalam kelasnya menunggu teman-temannya menjemput ke depan kelas.
__ADS_1
"Ta, gue keluar duluan ya." ucap Rio, "Oh, iya." jawab Natha. Natha sebenarnya malas untuk keluar kelas, tapi karena yeman-temannya yang memaksa untuk pergi ke kantin, jadi ya sudah, ia ngikut saja.
"Badmood ya, lo?" tanya Gabriella masuk ke dalam kelas Natha, Natha hanya menggeleng lalu berdiri untuk pergi ke kantin.
Sesampainya di Kantin, Natha lihat Keenan yang sedang duduk bersama teman-temannya. Keenan menyadari keberadaan Natha, ia melambaikan tangannya untuk menyuruh Natha menghampiri dirinya.
Natha tidak memperdulikan Keenan, ia membeli minuman lalu berjalan ke meja lain yang di sana ada teman-temannya.
Ting! Ting! Ting!
Bunyi notif HP Natha dari tadi, tapi ia tak membuka hpnya dari tadi, sampai Gabriella yang berucap.
"Di bales kek tu pesan, dari tadi bunyi mulu, minimal senyapkan dulu lah." ucap Gabriella, Natna memutarkan bola matanya malas. Ia mengambil hpnya lalu membuka layar hpnya tersebut, ada banyak notif pesan dari Keenan.
/Keenan
[Sini bentar]
[Ta]
[Natha]
[Ta sini bentar woi] - Keenan
[??] - Natha
[Sini bentar] - Keenan
[Males. Lo yang perlu, lo yang samperin gue. Kalau gak mau ya udah, tinggal ngetik sini aja.] - Natha
[Ke meja belakang temen-temen lo aja noh, kosong. Ada yang mau gue tanyain.] - Keenan
[Ya] - Natha
Natha berdiri, "Mau kemana?" tanya Ola.
"Bentar, di suruh Keenan" jawab Natha yang di angguki oleh Ola. Natha duduk di meja kosong di dekat teman-temannya, ia melihat Keenan yang berjalan ke arahnya.
Keenan mendudukkan dirinya di samping Natha, dengan tiba-tiba Keenan menyenderkan kepalanya di pundak Natha.
"Apaan?" tanya Natha, "Lo kenapa sih, gara-gara Sherly ya?" tanya Keenan balik.
"Ga" jawab Natha datar.
"Udah ah, jangan marah marah mulu, entar cepet tua, mau lo?" ejek Keenan.
"Akh!" pekik Keenan karena Natna mencubit paha Keenan.
"Bisa diem gak sih lo? Gak penting banget pembahasan lo." ucap Natha hendak berdiri namun di tahan oleh Keenan.
"Sini aja kenapa si. Kenapa gak makan? Beli makan gih, entar gue yang bayar." ucap Keenan, Natha menggeleng. "Kenyang, beliin batagor aja." jawab Natha.
"Berapa?" tanya Keenan, "Lo mau gak?" tanya Natha balik, Keenan mengangguk.
"Satu porsi isinya banyak, satu porsi berdua aja, biar gak buang-buang makanan kalau gak habis." ucap Natha, Keenan mengangguk, Ia meninggalkan Natha untuk membeli batagor dan minuman untuknya dan Natha.
Tak lama kemudian, Keenan kembali dengan membawa satu porsi Batagor dengan minuman miliknya, sedangkan Natha tidak di belikan nya minuman karena Natha sudah memilikinya.
"Nih" Keenan menyerahkan batagor yang ia beli tadi ke Natha, Natha membukanya, Natha memakan batagor nya.
Keenan membuka mulutnya, Natha mengerti, Natha menyodorkan satu batagor ke mulut Keenan, mereka memakan hingga habis, tanpa di sadari, Teman-temannya Natha dan Teman-temannya Keenan sedang memperhatikan mereka berdua.
__ADS_1
...***...