
"Udah ah, marah mulu. Tanya Bita sana, gue udah gak nemanin Sherly lagi." ucap Keenan kepada Natha yang sedang duduk di ruang tamu. Sebelum Keenan mengatakan itu, Natha juga sudah tau lebih dulu dari Kak Bita.
"Awas lo ngulang, gue bilangin mama." ancam Natha, Keenan hanya terkekeh, ia berdiri lalu mengusap lembut surai Natha.
"Gue mau mandi dulu, nih nitip HP, kalau ada yang ngechat atau nelpon balesin aja." ucap Keenan, Natha mengangguk.
Sekitar satu jam Keenan baru keluar dari kamarnya, "Lama banget lo?" heran Natha.
"Udah lama selesai, tapi tadi nyelesain tugas dulu" jawab Keenan, Natha mengangguk mengerti. Kini Natha rebahan di sofa panjang dengan memainkan HP Keenan.
Jam sudah menunjukkan jam tujuh malam, Natha dan Keenan masih berada di ruang tamu sambil memainkan HP mereka masing-masing. Mereka juga sudah makan malam, di siapkan oleh Bibi Mela dan makan bersama.
"Bang, gue mau keluar bentar, mau nyari angin. Bosen bah gue, ikut gak?" tanya Natha, Keenan mengangguk.
"Tunggu, gue mau ngambil jaket." jawab Keenan, Natha mengangguk, mereka berdua berdiri lalu berjalan ke kamar masing-masing. Natha hendak mengganti celana panjang dan mengambil jaket. Natha menggunakan celana sweet pants berwarna abu muda dan jaket kulit berwarna hitam.
"Udah, ayo" ucap Keenan, Natha mengangguk, baju mereka hampir mirip. Keenan menggunakan celana hitam panjang, kemeja putih lengan pendek dan Jaket kulit berwarna hitam yang modelnya sama seperti Natha, bedanya hanya ada di kerahnya.
Mereka berdua jalan jalan menggunakan motor milik Keenan. Hanya berjalan jalan sambil memikirkan ingin mampir kemana.
Sekitar dua puluh menit mereka berdua keliling keliling, mereka mampir di Tuku Coffee. Di sana juga ada Jaden, kenapa Jaden ada di sana? Hampir tiap malam ia berada di sini, karena ada Tantenya yang berdagang di Tuku Coffee itu.
"Berdua doang, lo?" tanya Jaden ke Keenan dan Natha yang baru mendudukkan dirinya setelah di panggil Jaden untuk menghampiri nya.
Mereka memesan minuman yang sama dengan makanannya, Natha membeli suki suki, Keenan membeli hamburger.
Setelah pesanan mereka datang, mereka memakannya hingga habis tak tersisa. Sekitar satu jam lebih mereka bertiga di sana, jam baru menunjukkan jam setengah sembilan malam.
Natha dan Keenan memutuskan untuk pulang, mereka bertiga pulang barengan karena satu arah juga. Jaden berpamitan dulu kepada Tantenya sebelum ia pergi dari tempat itu.
***
Natha dan Keenan sudah sampai di rumah, Mama Lian sudah pulang, sepertinya sudah tak ada pekerjaan lagi, makanya pulang lebih awal.
"Ma, Natha langsung ke kamar aja ya? Udah ngantuk, hehe!" ucap Natha sembari terkekeh, Mama Lian mengangguk mengiyakan ucapan Natha.
"Abang, sini dulu." panggil Mama Lian, Keenan mengangguk dan menghampiri Mama Lian yang berada di ruang makan.
__ADS_1
"Kenapa, Ma?" tanya Keenan kepada Mama dengan nada yang lembut. "Habis dari mana?" tanya Mama Lian balik.
"Tuku Coffee tadi, adek yang ajak, katanya gabut kalah di rumah. Awalnya dia mau sendiri, tapi Keenan ikut, dia juga sih yang ngajak, kenapa, ma?" bertanya sekaligus menjawab pertanyaan Mama Lian.
"Nanya itu aja sih. Ya udah, kamu kalau mau tidur, tidur aja sekarang, jangan begadang. Besok masih ngampus." jawab Mama Lian, Keenan mengangguk, lalu ia mencium pipi Mama Lian setelah itu pergi ke kamarnya sendiri untuk tidur.
***
Matahari pagi menerpa wajah Gadis Cantik yang sedang tertidur lelap. Ia merasa silau akibat cahaya itu, ia menutup wajahnya menggunakan selimut.
Natha membuka matanya, mengumpulkan semua nyawanya, melihat ke sekeliling. Jendela kamar dan tirainya sudah terbuka, pantes saja cahaya mataharinya sangat terasa terang.
Natha melihat ke arah jam dinding, jam sudah menunjukkan jam sembilan AM. Siapa yang membuka jendela kamar Natha? Kenapa tidak di bangunkan dirinya? Entahlah. Natha bersiap untuk mandi setelah itu sarapan sendiri, soalnya kalau sudah jam sembilan pagi, Mama Lian dan Keenan sudah berangkat. Bibi juga berada di sekolahnya Lea untuk menunggu Lea sampai pulang sekolah.
Natha selesai mandi, ia mengenakan baju kemeja kotak-kotak berwarna abu-abu, tidak di kancing dan menggunakan daleman tanktop. Celana sweet pants berwarna hitam, ia mendudukkan dirinya di ruang makan.
Membuka tudung saji di atas meja, banyak makanan yang sudah di masak, Natha hanya perlu memakannya tanpa repot repot membuat.
Setelah Natha selesai makan, ia kembali ke dalam kamar, pintu rumah semua tertutup rapat. Natha mendudukkan diringa di dekat jendela menghantai udara dari luar dan masuk melalui jendela kamar Natha.
Sekitar dua puluh menit Natha bermain HP, bukannya menghilang kan rasa bosan, ia malah makin merasa bosan. Natha hendak keluar rumah, tapi ia males membawa motor karena cuaca lumayan panas.
Ting! Ting! Ting!
Notif HP Natha, Natha kembali membuka HP nya.
/grub mereka/
[Pppp] - Gabriella
[Apaan? Pe pa pe pa] - Kate
[Ngumpul yok! Gabut ini mah gue] - Gabriella
[Gas aja, mau kemana?] - Laura
[Ngikut aja dah] - Vio
__ADS_1
[Sabii, gue juga bosen] - Kate
[Rumah gue kosong nih, sini gih, kalau mau.] - Natha
[Nah sabi tuh, oke tunggu, gue otw] - Laura
[Jemput dong, Lau 😁] - Gabriella
[Heleh] - Laura
[Cepet, gpl, kalau gue udah sampai rumah lo, lo belum siap, gue tinggalin lo.] - Laura
[Iye, sabar ngapa] - Gabriella
[Gue udah otw] - Vio
[Cepet amat] - Kate
[Gue di luar ini, sama Gibran, jadi langsung aja kerumah Natha.] - Vio
[Gue sama Cakra otw] - Rafa
[Nyusul] - Aksa
[Gue otw juga] - Kate
Tak lama kemudian, Gibran dan Vio datang lebih awal. Mereka berdua sepertinya hanya di dekat sini, makanya sebentar saja sampai, padahal Vio baru ngabarin tadi.
Natha langsung mempersilahkan mereka untuk masuk. Tak lama kemudian, Cakra, Rafa, dan Aksa juga tiba, Natha menyuruh untuk langsung masuk saja, tapi mereka hanya di luar rumah. Kenapa? Karena mereka lagi nyebat, padahal masuk saja tidak apa, tak ada yang melarang, tapi mereka tetap mau di luar.
Sekitar lima belas menit, Laura, Gabriella dan Kate juga tiba. Mereka kini berkumpul di halaman rumah, Natha membuka karpet dan menaruhnya di dekat pepohonan agar tak terkena panas.
"Ngapain ini? Ngumpul gini doang? Gak mau makan sesuatu gitu? Atau buat makanan." tanya Natha.
"Bisa tuh. Kita mesen lewat grab food aja, sini gue pesenin, mau apa lo pada?" tanya Laura. Mereka memesan satu persatu makanan yang mereka inginkan. Setelah itu mereka tinggal menunggu makanannya di antar ke alamat rumah Natha.
...***...
__ADS_1