
"Debby itu, siapa?" tanya Natha, Keenan menaikkan salah satu alisnya.
"Ituloh, yang user ignya Debby Narya." jawab Natha karena ia tahu bahwa Keenan sedang bingung.
"Oh, itu adek kelas, tapi gak sekolah di sekolah lo, kenapa emangnya?" tanya Keenan,
"Lo temenan sama dia? Akrab?" tanya Natha balik, Keenan mengangguk,
"Iya, kenal dan juga temenan, dulu karena nongkrong dan Radja yang ngenalinnya." jawab Keenan,
"Lo kenal Radja juga?!" kaget Natha, ia pikir Keenan tidak kenal,
"Kenal lah, dia temannya Aksa 'kan? Dia juga teman nongkrong gue" jawab Keenan, Natha mengangguk, ia benar-benar kaget dengan Keenan yang berteman dengan Radja, ia pikir tidak.
"Kenapa jadi tiba-tiba nanyain Debby?" tanya Keenan,
"Enggak, gue nanya doang. Emangngak boleh?" jawab Natha, Keenan hanya menggeleng, mereka memainkan ponselnya masing-masing.
"Lo tadi malam masuk akun ig gue?" tanya Keenan, Natha mengangguk,
"Pantes nanyain Debby," ucap Keenan, Natha menatap wajah Keenan, lalu kemudian kembali membuang pandangannya ke arah lain.
'Natha kenapa tiba-tiba nanyain Debby? Ada masalah sama Debby 'kah? Sampai-sampai ignya Debby di stalking sama dia. Biasanya gak pernah menstalking ig ataupun akun orang sampai kayak gini.' batin Keenan sembali melirik ke arah Natha, Natha hanya fokus ke hpnya, sepertinya ia sedang chatan dengan Aksa.
Chat Aksa dan Natha.
[Ay, hari minggu, gak mau jalan-jalan 'kah?] - Natha
[Maaf, ay. Aku gak bisa, di suruh Bunda buat nemanin Nenek sakit.] - Aksa
[Aku boleh jenguk nenek kamu?] - Natha
[Nanti, sore aja, maaf ya.] - Aksa
__ADS_1
[Kamu marah?] - Aksa
[Ay, maaf ya] - Akaa
[Maaf] - Aksa
Natha hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya, telpon dari Aksa juga hanya dibiarkannya saja. Hpnya di taruh di atas meja ruang tamu, Natha tetap duduk di tempatnya, tapi ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Keenan yang dari tadi fokus ke hp, ia sekarang fokus ke hp Natha dan Natha. Ia melihat hp Natha yang bergetar karena telepon dari Aksa, tapi setelah itu, ia melihat ke arah Natha yang menutup wajahnya menggunakan telapak tangannya.
"Kenapa? Berantem?" tanya Keenan, entah kenapa, setelah Keenan menanyakan hal itu, Natha langsung meneteskan air matanya, padahal ia sudah menahan air matanya agar tidak keluar, tapi ia malah menetes dengan sendirinya. Natha menggeleng, ia menghapus air matanya yang mengalir di pipinya, lalu mrngambil kembali hpnya.
Natha mengangkat telepon dari Aksa, ia bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu belakang. Ia keluar dari rumah dan mendudukkan diri di kursi halaman brlakangnya, yang terletak di bawah pepohonan.
"Apa?" tanya Natha dengan santai, ia juga sedang menahan dirinya agar tidak berbicara dengan nada yang membentak. Sebenarnya ia marah, sedih jadi satu, ia bingung dengan dirinya sendiri, tidak hanya satu kali ia seperti ini, sudah sering malahan.
"Kamu marah? Maaf ya, aku ke rumah kamu, ya? Tunggu bentar," ucap Aksa,
"Enggak, aku udah izin sama Bunda buat ke rumah kamu aja, biar Vio yang jaga Nenek" ucap Aksa, ia berbicara dengan nada yang panik, takut Natha marah atau sedih karenanya.
"Aku gak apa, sayang. Jaga nenek aja, nanti aku ke sana kok, aku gak marah, kalo kamu tetep mau ke sini, aku gak mau ketemu kamu lagi." ancam Natha,
"Ah, jangan dong. Ya udah, aku jaga nenek aja, beneran ya? Nanti ke sini, nanti aku jemput." jawab Aksa panik, takutnya Natha gak mau lagi ketrmu sama dia.
"Nanti aku aja yang ke sana, gak perlu di jemput, nanti sore yaaa!" ucap Natha, sebenarnya ia tak marah kepada Aksa, cuman saja ia sedang tidak mood.
"Jangan di matiin telponnya, ya!" ucap Aksa, Natha hanya mendehem. Ia lumayan lama duduk di halaman belakang sembari bertelponan dengan Aksa.
Kini jam sudah menunjukkan jam sebelas pagi, Natha dan Aksa sudah memutuskan sambung teleponnya. Natha sekarang duduk di balkon rumahnya, ia masih menstalking akun dari Debby, siapa dia? Kenapa dia membuat Natha jadi penasaran seperti ini?
Natha duduk di balkon sembari memakan makanan ringan, minuman cola, dan laptop, sedangkan hpnya, ia tinggal di kamarnya.
"Ta, makan, lo tadi pagi cuman makan sedikit, jangan terlalu banyak minum soda." ucap Keenan berdiri di pintu balkon, Natha membali badannya untuk melihat Keenan.
__ADS_1
"Nanti, jam satu," jawab Natha, Keenan hanya menghembuskan nafasnya kasar, ia kembali turun ke ruang makan untuk menyiapkan makanan Natha. Setelah selesai, ia membawa piring yang berisi nasi dan lauknya sekalian, membawa air putih satu gelas.
"Makan." ucap Keenan, ia menaruh makanannya di atas meja yang tak jauh dari kursi balkon. Natha menggeleng, karena Keenan tahu dengan sikap keras kepala Natha, ia bersikeras untuk menyuapi Natha satu sendok nasi. Natha pasrah, ia memakan nasi yang di suapi oleh Keenan. Keenan menyuapi Natha layaknya anak kecil, hingga nasi itu habis, Keenan kembali ke dapur untuk menaruh piring bekas Natha makan tadi.
"Kalo ada masalah, cerita, jangan di pendam sendirian." ucap Keenan kembali ke balkon dan mendudukkan dirinya di samping Natha.
"Gak ada masalah, kok," jawab Natha, ia fokus menonton film yang ia buka di laptop.
"Beneran?" tanya Keenan memastikan,
"Iyaaa, Abangku sayang..." jawabnya lembut memandang wajah Keenan.
"Najis," ucap Keenan karena Natha menyebutkan kata 'sayang' diakhir.
"Stres," umpat Natha juga. Jam sudah menunjukkan jam dua siang, Natha mandi untuk siap-siap ke rumah Aksa, kini Natha sudah siap, menggunakan sweet rajut biru, celana jeans hitam, dan sendal hitam. Kini ia duduk di ruang makan, hanya bermain hp untuk mengabari Aksa bahwa dia sebentar lagi akan ke rumahnya.
***
Kini Natha sudah berada di rumah Aksa, jam juga sudah menunjukkan jam setengah empat sore.
"Woi!" panggil Vio dari lantai atas di depan kamarnya,
"Apa?" jawab sekaligus tanya Natha, ia duduk di ruang tamu bersama Aksa. Tadi ia sudah menjenguk Nenek Aksa, cuman Nenek sedang tertidur, jadi mereka menunggu Nenek bangun tidur.
"Paan lo?" tanya Aksa kepada Vio,
"Dih, orang gue manggil Natha, bukan manggil lo!" jawab Vio dengan ketus, ia berjalan menuruni anak tangga untuk menghampiri Natha dan Aksa yang duduk di ruang tamu.
"Gue mau nanya sama lo, Vi," ucap Natha, Vio mengangguk,
"Debby Gustinarya, lo kenal dia 'kah?"
...***...
__ADS_1