
"Bi, Natha mau mandi dulu, yaa...." ucap Natha kepada Bibi Mela, Bibi Mela mengangguk,
"Iya, nak, nanti bibi panggil kalau makanannya udah siap." jawab Bibi Mela,
"Iya, bi." ucap Natha, ia menggoyangkan badan Keenan mencoba untuk membangunkannya.
"Abang, bangun, mandi terus makan." ucap Natha, Keenan membuka matanya, mengumpulkan nyawanya dan mendudukkan dirinya. Natha berjalan ke atas untuk pergi ke kamarnya, mandi lalu turun kembali untuk makan malam bersama.
Natha sudah selesai mandi, ia menggunakan piyama tidur berwarna merah gelap, lengan pendek celana pendek. Natha turun ke lantai bawah untuk makan karena bibi sudah memanggi tadi. Di ruang makan hanya ada Keenan dan Bibi Mela, Mama Lian belum pulang dari kantor. Ia mendudukkan dirinya di samping Keenan dan mengambil satu piring yang sudah berisi nasi. Ia mengambil udang yang ada di atas meja makan itu.
Selesai makan, Natha dan Keenan sudah kembali ke kamarnya masing-masing, begitu juga dengan bibi Mela, ia sudah berada di kamarnya sendiri dengan Lea.
Jam sudah menunjukkan jam sembilan malam, Natha sudah mulai merasa ngantuk, ia berjalan ke dekat pintu kamar untuk di kunci, mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan lampu tidur. Ia mencharger hpnya lalu merebahkan dirinya di atas kasur, menutupi tubuhnya dengan selimut dan memejamkan matanya.
***
//sabtu pagi//
Natha sudah bangun dari tidurnya, ia dan teman-temannya akan berangkat di jam tiga sore nanti. Natha sekarang berada di ruang makan bersama Mama Lian dan Keenan, sedangkan bibi Mela sedang berada di halaman belakang untuk menyirami tanaman yang ada di sana.
"Kamu udah siapin barang-barang kamu buat hari ini, dek?" tanya Mama Lian,
"Belum, Ma. Tenang aja, Natha gak banyak-banyak bawa barang, paling yang Natha bawa cuman baju ganti, powerbank, uang, sama make up? Mungkin." jawab Natha, Mama Lian hanya mengangguk.
"Uang kamu ada berapa?" tanya Mama Lian,
__ADS_1
"Empat ratus ribu lagi, mama mau nambahin gak?" ucap Natha, Mama Lian mengangguk,
"Nanti ambil di kamar mama," jawab Mama Lian, Natha hanya mengangguk dan melanjutkan sarapan paginya.
Kini Keenan dan Mama Lian sudah berangkat, hanya ada Natha, bibi Mela dan Lea yang ada di dalam rumah. Bibi Mela sedang sibuk mencuci pakaian, sedangkan Natha, ia sedang memikirkan pakaian yang di bawa untuk sore ini. Natha menghubungi Kate,
"Kate, lo sibuk gak?" tanya Natha setelah telepon itu tersambung.
"Enggak nih, tadi gue baru aja mau nelpon lo, tapi lo nya udah duluan. Gue mau ke rumah lo, boleh gak?" tanya Kate,
"Nah, gue juga nelpon lo buat nyuruh lo ke rumah gue." jawab Natha,
"Oh oke, bentar, gue otw." jawab Kate lalu memutuskan sambungan teleponnya.
Natha mendudukkan dirinya di atas kursi belajar, ia merasa sedih karena ia melihat pakaian yang ia beli bersama Aksa waktu itu. Lumayan banyak pakaian yang samaan dengan Aksa, Natha berdiri mengambil pakaian yang ia beli dengan Aksa. Ia berfikir untuk menaruh baju-baju itu dimana,
Sesampainya Kate di rumah Natha, ia langsung saja masuk ke dalam kamar Natha, karena Natha juga yang menyuruhnya untuk langsung ke dalam kamar.
"Lo udah nyiapin buat sore nanti?" tanya Kate, Natha menggeleng
"Ini lagi nyari baju yang cocok, terus buat baju ganti juga," jawab Natha, Kate juga ikut memilih milihkan baju untuk Natha.
Setelah satu jam, akhirnya Natha sudah menemukan baju yang cocok untuk ia bawa ke pantai nanti. Ia akan menggunakan jeans putih peendek, atasannya kaos polos berwarna hitam dengan di lapisi kemeja putih sebagai luarannya tanpa di kancing. Baju untuk di pantai, ia membawa, masing-masing dua, dua celana dan dua baju. Satu sweater berwarna mocca dengan celana pendek berwarna hitam, dan satunya lagi, kemeja hitam dengan celana jeans biru panjang. Membawa sepasang sendal yang ia beli bersama Kate.
***
__ADS_1
Kini jam sudah menunjukkan jam tiga sore, Natha sudah siap, begitu juga dengan Kate. Dua gadis cantik itu berada di rumah Natha, menggunakan pakaian yang ia siapkan tadi, rambut terurai berwarna kecoklatan dan sepatu putih miliknya. Di dalam tasnya ranselnya, ada baju ganti yang ia siapkan tadi juga, powerbank, sendal, make up, kacamata dan tak lupa, headset. Sedangkan di tas selempang berwarna putih, di dalam sana ada dompet, hp dan uang miliknya.
Begitu juga dengan Kate, ia menggunakan rok panjang berwarna putih dengan kemeja putih polos yang di lapis dengan rompi berwarna cokelat, rambutnya juga terurai, sepatu berwarna putih. Mereka berdua hanya menunggu teman-temannya menjemput.
Tak lama kemudian, ada suara mobil yang berhenti di depan rumah Natha, Natha dan Kate bergegas keluar rumah dan berpamitan dengan Bibi Mela. Natha dan Kate masuk ke dalam mobil itu, yang mengemudi adalah Cakra, di samping Cakra ada Gabriella, di kursi tengah ada Vio dan Gibran, jadi Natha dan Kate duduk di kursi belakang.
Aksa, Rafa dan Laura? Ia di mobil lain, mereka ke pantai dengan dua buah mobil, satu mobil milik Cakra, dan satunya mobil milik Rafa.
Mereka langsung saja berangkat ke pantai, perjalanan mereka lumayan jauh, kira-kira mereka akan sampai pada jam lima sore. Mereka saling bertukar cerita satu sama lain, sedangkan di mobil Rafa? Di dalam sana hanya keheningan, padahal di dalam mobil ada empat orang. Siapa saja? Rafa, Laura, Aksa dan Debby, ia benar-benar mengajak Debby ke pantai, karena jika tidak di ajak, Aksa tidak akan pergi ke pantai, karena Debby tak memberinya izin.
Natha kini memainkan hpnya di saat Keenan menchat dirinya.
[Lo udah berangkat?] - Keenan
[Iya, udah] - Natha
[Hati-hati di jalan, ingat, nanti kalo udah di pantai jangan jauh-jauh dari teman-teman mu.] - Keenan
[Iyaaa abangg] - Natha
[Berapa bawa uang?] - Keenan
[Gak tau, tadi gak sempat nge hitung. Tadi mama ngasih lima ratus ribu, gue tadi juga ngambil uang tabungan, kalo gak salah empat ratus, sama uang gue di dompet juga ada, bekas bulan kemarin.] - Natha
[Oh, oke. Ya udah, Hati-hati, dosen gue udah masuk.] - Keenan
__ADS_1
[Haha! Semangat belajarnyaaa]
...***...