My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 111


__ADS_3

"Dek, kamu kembali masuk ke kamar gih, tidur." ucap Mama Lian, Natha mengangguk, ia bangun dari rebahannya, berjalan ke arah tangga dan menaiki anak tangga satu persatu.


Ia masuk ke dalam kamarnya, tak lupa mengunci pintunya, mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan lampu tidur. Natha melihat ke arah hpnya yang tak ia charger, ia men charger terlebih dahulu hpnya, baru ia akan tidur. Ia merebahkan kembali badannya ke atas kasur, memejamkan matanya, tak lama kemudian, ia akhirnya tertidur kembali.


//pagi hari//


Kini jam sudah menunjukkan jam delapan pagi, ternyata Natha benar-benar kecapekan, sampai-sampai ia bangun saja kesiangan. Jika ia masuk sekolah, ia mungkin hari ini akan terlambat. Natha bangun dari rebahnya, mendudukkan diri dan menyandarkan tubuhnya di Heardboad miliknya yang berwarna putih.


Natha mengumpulkan semua tenaganya untuk bangun, setalah merasa terkumpul semua, Natha bangkit dari duduknya dan berjala ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena tadi malam ia tak sempat mandi.


Setelah selesai mandi, ia memakai baju kaos abu dengan celana kulot hitam, rambut di cepol lalu turun ke lantai bawah, sepi. Sepertinya Bibi Mela belum pulang ke rumah, di rumah hanya ada dia. Ia mendudukkan dirinya di ruang makan, ia membuka penutup makanan di atas meja itu, di sana sudah ada makanan yang sepertinya memang di siapkan oleh Mama Lian untuknya.


Natha memakan sarapan paginya untuk mengisi tenaganya, setelah selesai makan, ia duduk di sofa panjang ruang tamu. Ia memainkan hpnya untuk membalas chat dari teman-temannya.


[Grub]


[Natha, kok lo gak masuk sekolah siiii???] - Gabriella


[Kecapean gue, gak enak badan.] - Natha


[Cih, gitu doang, lebay lo] - Gabriella


[Bilang aja lo juga mau libur, tapi gak di bolehin sama Nyokap lo, haha!] - Natha


[Udah deh lo berdua, di kelas masih ada guru ini, notif lo pada berisik!] - Vio


[Ciakhh, kayak kami dong, jamkos] - Gabriella


[Bye bye, kayak gue dong, di rumah, bisa rebahan haha!] - Natha


[Bangga lo! Cih!] - Gabriella


Natha langsung keluar dari room chat itu, kali ini ia membuka chat grub dari kelompok Bahasa Indonesianya.


[Natha, pulang sekolah kami ke rumah lo, ngerjain tugas kelompok itu.] - Jema

__ADS_1


[Iya, ke sini aja, kertas kelompok nya di gue.] - Natha


[Bahan-bahannya sudah ada atau belum?] - Cakra


[Nanti gue beli kertas karton sama lemnya.] - Natha


[Ganti baju dulu, atau langsung ke rumah Natha aja?] - Vio


[Langsung aja, kalau pulang dulu nanti malah kesorean.] - Jema


[Oke oke] - Vio


Natha rasa cuaca juga tidak terlalu panas, jam juga masih menunjukkan jam sembilan pagi. Natha ingin membeli kertas kartonnya sekarang saja, jika nanti, cuaca akan panas dan siapa tau nanti toko fotocopy tutup.


Natha berjalan menaiki anak tangga untuk masuk ke kamar mengambil kunci motor. Setelah itu ia keluar dari rumah, tak lupa mengunci pintu rumahnya. Toko fotocopy terletak lumayan jauh, berada di luar komplek Natha, jadi makanya ia menggunakan motor.


Sesampainya Natha di fotocopyan,


"Mbak Cici, beli karton warna biru sama kuning, Lem double tip sama spidol hitam." ucap Natha ke mbak Cici penjaga yang ada di toko itu.


"Dua belas ribu," jawab Mbak Cici, Natha menyershkan uang pas lalu mengambil barang-barangnya yang ia beli tadi.


"Makasih, Mbak" ucap Natha lalu di angguki oleh Mbak Cici, Natha langsung saja kembali ke rumahnya.


Sesampainya Natha di rumahnya.


Natha masuk ke dalam rumahnya dan tak lupa ia mengunci pintunya, menaruh barang-barang yang ia beli tadi ke dalam kamarnya agar aman. Natha kembali ke luar kamar untuk pergi ke balkon rumahnya, sembari membawa laptop dan hpnya.


Ia mendudukkan dirinya di kursi balkon dan menaruh laptopnya di atas meja, membuka laptop itu dan menonton drakor.


//sore hari//


Jam sudah menunjukkan jam empat sore, teman-teman kelompoknya juga sudah otw ke rumah Natha. Natha duduk di ruang tamu menunggu teman-temannya, sesampainya temannya di rumahnya, ia langsung menyuruhkan teman-temannya masuk.


Natha berjalan mengambil bahan-bahan yang ia beli tadi pagi dan membawanya ke ruang tamu, teman-temannya sedang mengerjakan tugasnya, sedangkan Natha, ia membuatkan minuman dan makanan untuk teman-temannya.

__ADS_1


"Nih, di minum dulu." ucap Natha mebawa minuman dan makanan lalu di taruh di atas meja ruang tamu. Mereka mengerjakan tugasnya di lantai saja karena korannya cukup besar.


***


Kini jam sudah menunjukkan jam enam sore, mereka telah selesai mengerjakan tugas kelompoknya, teman-temannya Natha berpamitan untuk pulang.


"Hati-hati!" ucap Natha,


"Iya, thanks yaa, nanti hari kamis di bawa aja kartonnya." ucap Jema, Natha mengangguk. Teman-temannya sudah tak ada di rumah Natha, Natha masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu rumahnya.


Keenan sudah pulang dari kuliah sejak jam lima sore tadi, Natha hendak masuk ke dalam kamar tapi Keenan memanggilnya,


"Natha!!" panggil Keenan dari dalam kamarnya sendiri, Natha mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar, Natha berjalan ke kamar Keenan lalu membuka pintu kamar Keenan.


"Apa?" tanya Natha dari ambang pintu,


"Sini coba," suruh Keenan, Natha mendekat, sepertinya Natha tahu bahwa Keenan sedang mabuk, mengapa Natha tau? Karena bau Alkohol sangat menyengat di dalam kamar Keenan.


"Lo mabuk?" tanya Natha, Keenan menggeleng, Natha memutarkan bola matanya malas. Ia sebenarnya takut, karena di dalam rumah hanya ada mereka berdua.


"Jangan bilang mama, Mama malam ini gak pulang. Mama nginap di rumah Nenek." ucap Keenan, Natha menaikkan salah satu alisnya,


"Tiba-tiba?" tanya Natha, Keenan mengangguk, Natha melihat ke layar hp yang ada di tangannya. Benar saja, di sana mama Lian nge-chat Natha,


[Dek, mama gak pulang, tadi Nenek nelpon mama tiba-tiba, Nenek gak enak badan, jadi kalian di rumah berdua dulu ya... ] - Mama Lian


"Lo ngapain mabuk-mabukan lagi? Mau gue aduin mama?" tanya Natha, duduk di tdpi kasur Keenan, sedangkan Keenan rebahan di kasurnya.


"Bawel." jawab Keenan dengan suara yang serak akibat mabuk. Natha hendak keluar dari kamar Keenan, ia berdiri tapi tangannya di tari oleh Keenan sehingga membuat dirinya kembali terduduk.


"Sini aja~" rengek Keenan, entah kenapa jika Keenan sedang mabuk, ia seperti anak kecil, bahkan seperti Keenan yang adek dan Natha yang kakak.


"Gue mau makan." Natha membuat alasan, Keenan menggeleng, ia mendekati Natha, merebahkan kepalanya di paha Natha dan memeluk pinggang ramping Natha.


"Nantiii, bareng ajaaa~~"

__ADS_1


...***...


__ADS_2