My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Bab 181


__ADS_3

Pulang kampus Keenan dan Natha langsung pulang, bagaimana dengan Ola? Ola tadi jalan-jalan dulu bersama Radit.


Natha langsung masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Keenan berjalan menuju dapur untuk mengambil kain bersih dan air hangat untuk mengompres Natha.


Setelah selesai, Keenan masuk ke dalam kamar Natha dengan membawa wadah berisi air hangat dan kain yang ia ambil tadi.


Keenan menempelkan kain tadi di dahi Natha, Natha merasa kedinginan, padahal AC tidak menyala. Keenan sepertinya harus memberi tahu Mama dan Papa, jika tidak, takutnya penyakit tipes Natha kumat.


Natha tidak boleh kecapean, mungkin karena akhir-akhir ini Natha selalu mencari kesibukan untuk menghilangkan Aksa dari ingatannya.


"Natha, Gue mohon... Jangan sakitt, ayo sembuh... Gue gak tega kalau lihat lo terbaring lemas kayak gini. Ayooo cantik, gue yakin lo akan sembuh sekarang, gue aja yang sakit, jangan lo...." batin Keenan tanpa di sadari ia sudah meneteskan air matanya.


"Jangan nangiss, maaf yaa, jadi ngerepotin lo" ucap Natha mengusap air mata Keenan yang terjatuh melalui pipinya.


"Gak ngerepotin, ini emang tugas gue buat jagain lo." jawab Keenan tersenyum lalu mengusap pucuk kepala Natha.


"Gue keluar dulu, ya? Mau ganti baju, terus mau mandi dulu." ucap Keenan yang di angguki oleh Natha. Keenan segera keluar dari kamar Natha tanpa menutup pintu kamar Natha.


***


/skip saja pada malam hari


Natha berada di kamarnya dengan Mama Lian yang menjaga, Keenan menyelesaikan tugas kuliahnya di kamarnya sendiri, dan Papa Leo masih di kantornya.


Natha dijaga dengan baik, ia terakhir di rawat seperti ini waktu ia Menginjak SMP. Dan sekarang ia merasakannya kembali, ia sekarang bersyukur dengan keluarganya yang sudah membaik.


Mulai sekarang Natha hendak menghilangkan perasaannya ke Aksa. Ia tidak ingin sakit lagi, ia akan berusaha sekuat mungkin untuk melupakan Aksa, bagaimanapun caranya, tapi ia tidak ingin lagi mencari kesibukan hanya untuk menghilangkan Aksa dari pikirannya.


"Sayang, mama ambil minum dulu kebawah ya, sebentar saja." ucap Mama Lian setelah itu mengecup dahi Natha sekilas dan pergi ke bawah untuk mengambil air putih untuk Natha.


seteleh selesai mengambil air, mama Lian kembali ke kamar Natha sambil membawa secangkir air dan buah apel yang sudah di potong-potong.


"Ini, makan buah aja dulu kalau gak mau makan nasi sama roti, baru minum obat, dari pada perut kamu kosong." ucap Mama Lian yang do angguki oleh Natha.


Natha duduk dengan perlahan, mengambil satu persatu buah apel yang di bawa oleh Mama Lian, Mama hanya duduk di samping kasur sambil melihat Natha makan buah. Setelah habis buah tadi, Natha meminum obat yang sudah di siapkan mama Lian.

__ADS_1


Setelah lima belas menit kemudian, akhirnya Natha tertidur lelap. Mama Lian meninggalkan Natha yang sudah tertidur, mama Lian pergi ke kamarnya Keenan.


"Abang, masih ngerjain tugas?" tanya Mama Lian di saat masuk kamar Keenan, "Eh, iya maa. Ini sisa dikit doang kok." jawab Keenan.


"Kenapa emang, ma?" tanya Keenan, "Semangat yaaa, mama cuman mau bilang. Besok adek kamu tidak masuk dulu, dia masih sakit. Takutnya makin tambah parah kalau masuk kuliah, jadi besok libur dulu. Nanti ama bilang ke dosennya." jawab Mama Lian.


"Iya Ma, tadi di kampus juga dia pucat banget. Biarin istirahat aja, kecuali udah sembuh, baru boleh masuk lagi." jawab Keenan juga yang di angguki oleh Mama Lian. "Ya sudah, Mama mau ke kamar mama dulu, ya. Semangat belajarnya anak mama." ucap Mama Lian mengusap rambut Keenan lalu pergi keluar dari dalam kamar Keenan.


***


Pagi hari seperti biasa, semua orang akan bersiap untuk pergi ke kesibukan mereka masing-masing. Kecuali Natha, ia hanya diam di kamar, karena tadi malam ia tidur sangat susah, bangun, tidur lagi, bangun lagi, dan tidur lagi. Seperti itu saja tadi malam, dan sekarang ia tidak bisa tidur lagi, dari tadi jam empat subuh.


Natha hari ini tidak masuk kampus, seperti yang dibilang oleh mama Lian kepada Keenan tadi malam.


Natha juga sarapan bubur saja, walaupun ia tidak selera, tapi ia tetap memakannya untuk meminum obat.


Keenan dan Ola sudah berangkat ke kampus, Papa juga sudah pergi ke kantor, sedangkan Mama tidak kemana-mana, ia hanya di rumah untuk menjaga Natha.


Mama Lian sangat menjaga Natha dengan baik, Natha sangat bahagia.


Natha mencoba untuk berdiri, ia ingin berjalan ke halaman rumah saja, dari pada ia hanya berdiam di dalam kamar. Ia berdiam-diam agar tidak ketahuan mama Lian, ia tidak ingin menyusahkan mama Lian lagi. Takutnya mama Lian kecapean karena tadi malam ia juga tidak tidur karena menjaga dirinya.


Natna kini berada di belakang rumah, ia duduk di kursi, mengambil hpnya dari saku celana, memfoto halamannya lalu mengirimnya ke Keenan.


/Keenan


[Tebak dimana] - Natha


[Sama siapa?] - Keenan


[Sendiri] - Natha


[Udah bilang sama Mama?] - Keenan


[Enggak, mama kayaknya tidur. Tadi malam mama gak tidur semaleman, gara-gara ngejagain gue. Jadi gue biarkan mama istirahat dulu, kasian mama.] - Natha

__ADS_1


[Ya udah, asal jangan panas panasan. Cari tempat teduh, di dekat pohon.] - Keenan


[Iya, ini emang di bawah pohon kok.] - Natha


[Oke, udah dulu ya, ada dosen.] - Keenan


[Oke, semangat abangg!!] - Natha


Tak lama, ada chat dari Gabriella


/Gabriella


[P, beb] - Gabriella


[Lo sakit apa?] - Gabriella


[Tadi kata Ola lo gak bisa masuk kampus gara-gara gak enak badan. Sakit apa? Entar selesai matkul gue kerumah lo sama yang lain.] - Gabriella


[Tipes gue kumat] - Natha


[Kesini aja, pintu selalu terbuka buat kalian.] - Natha


[Nah kan, makanya, jangan kecapean, lo mah, sekarang enggak pernah diam. Pasti nyari kesibukan buat ngehilngin pikiran lo dari tu orang. Udah yaa, jangan siksa batin lo lagii, gue gak mau lo tambah sakit. Nanti gue kesana sama yang lain.] - Gabriella


[Iyaa, makasih yaaa udah khawatirin gue.] - Natha


[Selalu. Gue selalu khawatir sama lo, apalagi akhi-akhir ini. Udah dulu, dosen gue masuk bjir. ] - Gabriella


[Iya, semangat beb] - Natha


[Iya beb] - Gabriella


Natha masih asik duduk di luar, ia masih merasa bosan jika kembali ke dalam kamarnya.


Jika di perbolehkan, ia lebih memilih untuk pergi ke kampus walaupun sedang sakit, dari pada ia dirumah, ia merasa bosan, tidak ada teman, hanya bermain HP dan rebahan.

__ADS_1


...*****...


__ADS_2