
Natha sudah di dalam kelasnya, ia duduk di tempatnya, ia masih mengantuk, jadi ia menaruh kepalanya di atas meja dan menutupi wajahnya mnggunakan buku.
"Ngapa ni bocah, malah tidur, kurang tidur apa gimana." ucap Gabriella setelah melihat Natha yang sudah terlelap.
"Iya kayaknya, soalnya tadi malam dia ikut Keenan nonton di kampusnya." jawab Cakra, Gabriella menertawakannya, "Ciailah, kirain kenapa, buset bener." ucap Gabriella.
"Udah bel noh, Ta. Gak mau bangun lo? Hati-hati loh di hukum, jam pertama ibu Tea loh, galak tauu" ucap Gabriella, Natha yang masih bisa mendengar ucapan Gabriella pun bangun, ia menoyor kepala Gabriella yang sedang mengejek dirinya.
"Udah sana lo! Masuk kelas lo sana!" usir Natha, Gabriella hanya tertawa lalu keluar dari kelas, karena mereka di jam pertama belajar Sosiologi.
Di kelas Natha sudah ada gurunya, mereka belajar PPKN. Mereka mulai fokus mendengarkan ibu Tea menjelaskan. Tiba-tiba Natha rasa ingin membuang air kecil, ia ingin meminta izin kepada ibu Tea, tapi ibu Tea masih menjelaskan. Nanti sajalah, kalau ibu Tea selesai menjelaskan, baru dia akan minta izin untuk kebelakang.
Sekitar lima belas menit, akhirnya ibu Tea selesai menjelaskan, Natha sudah tidak tahan lagi, ia dengan tergesa-gesa meminta izin kepada Ibu Tea. Untung saja, toilet di lantai atas sudah di perbaiki, jika tidak, waduh, tidak bisa membayangkan.
Setelah Natha selesai membuang air kecil, ia mencuci tangannya di wastafel dan bercermin sebentar, kaca besar yang tertempel di atas wastafel. Merasa sudah selesai, ia langsung kembali ke dalam kelasnya, ternyata ibu Tea membagi kelompok untuk tugas. Natha terdapat di kelompok lima, yang beranggota lima orang.
Di dalam kelompok Natha, ada Yena, Zidan, Alex dan Nana. Natha beruntung sekelompok dengan Nana, karena ia ada teman, jika tidak ada Nana, mungkin hanya dirinya yang menjawab tugas tugasnya. Yea, Zidan dan Alex termasuk orang yang pemalas dan susah untuk mengerjakan tugas, apalagi tugas kelompok, behh, menjadi beban saja mereka, cuman numpang nama di kelompok itu.
"Silahkan duduk sesuai kelompok kamu, Ta." ucap Ibu Tea, Natha mengangguk. Ia menghampiri Nana dan yang lainnya, di setiap kelompok di beri dua lembar kertas, satu kertas berisi soal, dan satu kertasnya lagi untuk jawaban hasil kelompok mereka.
"Nih, lo jawab nomor 4, Dan." suruh Nana, Zidan menggeleng. "Gak bisa gue, susah itu," jawab Zidan, belum lagi ia mencoba mencari jawabannya, ia langsung bilang tidak bisa.
"Yena, nomor 3. Alex nomor 5. Itu mudah, Zidan juga, itu mudah ya bego. Lo langsung bilang susah aja, di coba aja belum, atau lo mau gue coret nama lo, terus gue kasih tau bu Tea kalah lo cuman numpang nama di kelompok ini?!" ancam Nana, Zidan menggeleng, ia tertawa panik, ia langsung mencari jawaban soalnya di buku dan internet.
Natha menjawab nomor 2, dan Nana menjawab Nomor 1, pertanyaan itu lumayan susah, Nana memilihnya karena Nana tau, Natha bisa menjawabnya, kalau nomor 1 dan 2 di kasih ke yang lain, mungkin nilai mereka rendah.
***
"Yang sudah, bisa kumpul ke depan." ucap Ibu Tea. Kelompok Natha sudah selesai, itu pun yang menjawab nomor 4, dan 5 adalah Natha dan Nana. Di saat Zidan sama Alex yang menjawab, jawabannya salah, jadi Natha dan Nana membaginya lagi untuk menjawab yang benar. Mereka sudah selesai, kertas kerja kelompok mereka, di kumpul ke depan, Ibu Tea memeriksanya.
"Ini yang jawab semua kan? Bukan Natha, Nana sama Yena aja?" tanya Ibu Tea, soalnya di pelajaran Ibu Tea, Zidan dan Alex gak pernah ngumpul tugas, selalu kena hukum.
"Iya bu!" jawab Nana, untung saja Nana mood Nana lagi baik baik saja, jika tidak, mungkin nama Zidan sama nama Alex dan di coret Ibu Tea.
"Oke, karena sebentar lagi jam pelajaran Ibu akan habis, Ibu tutup pembelajaran hari ini, terimakasih atas perhatian nya, ibu keluar dulu. Jangan ribut, tunggu guru yang lain datang, dan jangan keluar kelas. Yang belum mengumpulkan tugas kelompoknya, silahkan kumpul ke meja ibu ya." ucap Ibu Tea, lalu ibu Tea keluar dari kelas IPS 2.
Mereka kembali ke tempat masing-masing, Natha duduk di tempatnya, Cakra membuka suara. "Ta, lo tadi jawab nomor berapa?" tanya Cakra, "Nomor satu sama nomor 5 karena jawaban Alex salah." jawab Natha.
"Sabi kali, bagi jawaban nomor satu, dari tadi gue nyari kaga nemu." ucap Cakra, Natha memberikan hpnya yang berisi foto jawaban miliknya tadi.
"Nah, oke, makasih!" jawab Cakra, Natha mengangguk. Natha memainkan HP satunya, ia membalas chat dari nomor tak di kenal, di kirim pada jam 07.53 AM tadi.
__ADS_1
//nomor tak dikenal//
[Hai! Kamu adeknya Keenan, kan?] - tak di kenal
[Oh, iya. Siapa ya?] - Natha
[Aku Shabita, panggil aja Bita.] - Bita
[Oh, oke. Ada perlu apa, ya?] - Natha
[Eee ini, gimana ya, maaf ya, lancang. Aku temen kampus Keenan, aku udah lama suka sama Keenan dari pertama kali masuk kuliah. Aku sudah pernah confess pakai nomor satunya agar dia gak ngenalin nomor aku. Tapi dia jawabnya gini] - Bita
[Gimana?] - Natha
[Keenan jawabnya gini, "Lo suka Gua? Bilang secara langsung aja, kalau gue kenal lo, dan kalau nya lo memang bener bener suka gue, luluhin dulu hati mama sama Adek cewek gue. Kalau dia suka lo, gue juga bisa suka lo". Gitu] - Bita
[Udah lama dia nyuruh gitu, tapi aku masih belum berani dulu tu buat ngechat kamu sama Nyokap kamu. Dia juga ngasih nomor kamu sama Nyokap kamu ke aku, dan baru sekarang aku berani ngucapinnya, hehe. Boleh gak? Sekalian nambah temen sama kamu juga, siapa tau kita se frekuensi.] - Bita
[Oalah, gitu toh, udah Chat mama belum?] - Natha
[Belum, masih belum berani, hehe π ] - Bita
[Chat aja, mama baik kok. Nanti kalau bisa sih, kita ketemuan, kak? Nanti tentuin aja tempat sama jamnya, aku susul kok.] - Natha
[Okee, calon kaka ipar π] - Natha
[Hei! Jangan gitu ah, maluπ] - Bita
[Gak apa kali kak, udah dulu ya, guru pelajar aku udah masuk, bye~] - Natha
[Ya udah, semangat yaa, aku mau coba chat mama kamu dulu, nyiapin mental bentar.] - Bita
[Iya!] - Natha
"Ngapa lu senyum-senyum gitu?" tanya Cakra menyerahkan hp Natha tadi, melihat Natha yang tersenyum senyum sendiri.
"Lo tau? Ada yang suka Keenan, tapi Keenan malah nyuruh buat luluhin hati gue sama nyokap gue dulu katanya. Asekk, Keenan gak jomblo lagi, yuhuu, akhirnya gue temenan sama calon pacar Keenan lagi! Udah lama gue ngeliat abang gue jomblo, gak ada temen jalan kalau gak sama lo pada paling sama gue. Sekarang udah enggak, asek!" ucap Natha gembira,
"Seneng banget kayaknya lo, Hati-hati loh ya kayak Eve yang kemarin-kemarin haha!" jawab Cakra memperingati.
"Enggak sih kayaknya, asik gitu orangnya, lagi pula dia bener bener niat buat ngechat gue, padahal udah lama suka, baru aja ngungkapinnya." ucap Natha lagi,
__ADS_1
"Ya bagus deh, semoga aja enggak kayak yang kemarin-kemarin, lama juga gue udah gak lihat Keenan bucin." jawab Cakra, Natha mengangguk. Senyumnya dari tadi tak luntur, sampai pegal tulang pipinya, masih saja ia tersenyum, semoga saja yang sekarang tidak seperti yang dulu dulu.
***
Mereka kini telah istirahat, Natha memesan makanan, karena tadi pagi ia tak sempat makan, jadi ia membeli makanan di kantin. Natha memesan ayam geprek dengan nasi, dan ice sirup, ia membawanya ke meja pojok kanan yang sering mereka tempati.
Teman-temannya juga di sana dengan makanan mereka Masing-masing, memakannya hingga habis tak tersisa.
Setelah makanannya habis.
"Habis ini, pelajaran apa?" tanya Vio ke Natha.
"Sosiologi kalau gak salah." jawab Natha, "Lah anjir! Gue belum nyelesai tugas Sosiologi, udah ah, langsung ke kelas aja ayo!" ucap Cakra setelah ingat bahwa ia belum selesai mengerjakan tugas rumah.
Sesampainya di kelas, Mereka masuk ke dalam, tapi Natha? Tidak, ia tadi di panggil oleh Nita, entah kenapa. Natha sebenarnya tak ingin menghiraukan nya, tapi setelah itu tangannya di tarik oleh Eve, mau tak mau, ia harus mau menghampiri ketiga orang gila itu.
"Apa?" tanya Natha datar, mereka sedang berada di belakang gudang sekolah, yang sangat jarang ada orang lewat, apalagi guru guru, di belakang gudang ini paling sering hanya anak anak nakal di sekolah, termasuk Nita dan kedua temannya.
Natha merasakan hpnya bergetar di dalam saku bajunya, ia mengeluarkan hpnya dan membaca pesan dari Cakra.
[Ta lo dimana? Kok gak ada? Gue pinjam buku Sosiologi, ya?] - Cakra
[Ambil aja dalam tas, gue di toilet.] - Natha
Natha sengaja berbohong, jika ia tak berbohong, teman-temannya pasti akan menghampirinya di belakang gudang sekolah.
"Gue nyuruh lo kesini, karena gue ada urusan sama lo. Lo memang tenang seminggu lalu, tapi sekarang, jangan harap lo tenang." ucap Nita, satu minggu lalu ia kena score karena ia membuat kesalahan lagi, ia sudah di ancam kali ini, jika ia membuat kesalahan lagi, dewan guru tak akan segan segan untuk mengeluarkan nya dari sekolah.
"Mau apa lagi sih? Lo gak ada kapok kapoknya ya? Hadeh. Capek gue sama lo, lo gak cape apa sama diri lo sendiri? Mau apa? Cepat. To the point." jawab Natha dengan nada yang dingin, ia masih bisa mengontrol emosinya.
"Lo ingat? Gue kena score karena lo yang ngadu ke guru bk, gue bully adek kelas di TPA belakang sekolah, iyakan?" ucap Nita mendekati Natha, Natha hanya menaikkan alisnya.
"Dan lo pikir, gue bakal diam aja? Enggak. Gue gak akan diam aja. Satu kali lagi gue bikin masalah, gue akan di keluarin dari sekolah. So, itu gak adil bagi gue, kalau gue di keluarin dari sekolah, lo juga harus di keluarin dari sekolah." sambung Nita makin mendekati Natha.
"Baru kali ini gue lihat orang yang ingin di keluarin dari sekolah. Biasanya, kalau orang sudah di ancam di keluarin gitu bakal berubah, lah lo? Lo makin menjadi jadi. Dan ya, selagi gue bener, kenapa gue harus takut? Lagi pula, kalau gue bermasalah sama lo, gue paling cuman kena score, dan yang di keluarin itu, hanya lo." jawab Natha juga ikut mendekati Nita.
"Haha! Lo pikir lo cuman bakan di score? Gak! Gue bakal bikin lo juga di keluarin dari sekolah ini. Lihat saja nanti, siapa yang akan menang, gue, atau lo, *****!" ucap Nita terkekeh.
"Cih, ****** ngatain ******. Iya, gue lihatin nih, kalau gue menang, gue harap, lo bakal di keluarin dari sekolah ini, dan gak akan pernah di kasih kesempatan lagi untuk kembali di sekolah ini." jawab Natha meninggalkan mereka bertiga di belakang gudang sekolah.
"Agh!! Sialan!" kesal Nita menendang tong sampah.
__ADS_1
...***...