
Natha, Keenan, Mama Lian dan Lea sudah pulang dari rumah sakit. Mereka tak langsung pulng ke rumah melainkan ke toko parfum menemani Mam Lian, parfum mama Lian sudah hampir habis, jadi mereka membeli, begitu juga dengan Natha dan Keenan.
Setelah selesai, mereka pulang kerumah untuk membersihkan diri, sudah malam, jadi mereka mengisi tenaga untuk besok pagi lagi.
Natha sudah selesai mandi, bukannya tidur, ia malah duduk di ruang tamu sendirian dengan dua hpnya. Jam sudah menunjukkan jam sebelas malam, Keenan belum tidur, tetapi ia hanya rebahan di dalam kamarnya. Sedangkan mama Lian sudah tidur dari tadi selesai mandi. Natha menyala kan layar hpnya untuk melihat notif siapa yang masuk, ternyata itu ialah notif pesan dari Aksa.
[Nathaaaaa!! Kapan kapan kesini lagi yaa?? Hehe] - Aksa
[Enggak. Males.] - Natha
[Dih, aku aduin Tante Lian kamu yaa, awas aja kamu.] - Aksa
[Dih maksa. Ogah banget gue, mending tidur.] - Natha
[Ya sudah, aku aduin ah.] - Aksa
[Gak bakal di jawab, Mama Udah tidur.] - Natha
[Kamu kenapa belum tidur? Tidur gih. Besok masih sekolah loh.] - Aksa
[Gak mau tidur. Nanti aja, lo sendiri aja belum tidur, udah tau masih sakit.] - Natha
[Hehe, nanti aja, tadi udah tidur, eh kebangun, tapi kamu malah udah gak ada.] - Aksa
[Gue pulang, udah malam.] - Natha
[Sana gih, tidur. Jangan begadang, gak baik.] - Aksa
[Ya] - Natha
[Ya udah, goodnight! Aku mau tidur juga, bye byee] - Aksa
Natha hanya membaca pesan dari Aksa yang terakhir. Natha kembali membuka whatsapp yang disana ada pesan dari Rafa, kekasih Laura.
__ADS_1
[Ta, bisa bilangin Laura bukain block gue gak? Dia ngeblock gue ini.] - Rafa
[Loh? Ya udah, bentar bentar.] - Natha
Natha mencari kontak bernama 'Lauraπ' setelah menemukannya, Natha langsung saja mengetik pesan untuk Laura seperti yang di pesan kan oleh Rafa.
"Lau, gue gak bermaksud ikut campur. Tapi tadi Rafa nyuruh gue buat bilangin ke lo, bukain block Rafa dulu." - Natha
[Gak, Ta. Biarin aja dulu, ntar kapan kapan gue buka kok, block nya. Tapi nanti, gue lagi melas sama dia, gue lama lama capek juga sama hubungan gue.] - Laura
[Mau cerita? Sini, biar gue dengerin, lewat telpon.] - Natha
[Boleh?] - Laura
[Astaga, Lau, lo kayak baru kenal sama gue ya? Perasaan lo sering curhat tanpa gue tawarin juga lo lebih duluan cerita.] - Natha
[Heheh, okee!] - Laura
"Kalian berdua ada masalah apa, Lau?" tanya Natha kepada Laura melalui sambungan teleponnya.
"Gue males banget sama Rafa sekarang, dia selalu nyalahin gue, selalu nyuruh gue buat berhenti mengikuti kegiatan OSIS. Dia bilang kalau gue selalu gak ada waktu buat dia, selalu aja OSIS yang di pentingin. Mentang mentang gue wakil ketua OSIS, gue selalu gak ada waktu buat dia. Dia juga sering salah paham kalau gue jalan bareng Jema kalau di suruh buat nyari bahan keperluan buat OSIS." jelas Laura ke Natha.
"Udah Laura, jangan nangis. Mau gue bantu buat bilangin ke Rafa?" tanya Natha, Laura membalas dengan deheman.
"Nanti kalau dia ngajak lo jalan. Iyain aja, paling dia mau curhat." jawab Laura.
"Gak ah, mending chat aja." ucap Natha lagi,
"Oh, ya udah. Terserah aja sih, semoga aja dia gak kaga mantan lo, main belakang." jawab Laura dengan nada yang mengejek.
"Ta, udah dulu ya, gue mau tidur." ucap Laura sebelum mengakhiri sambungan telepon nya dengan Natha
"Iya, goodnight!" jawab Natha lalu sambungan telepon nya terputus. Nata mematikan layar hpnya untuk segera tidur, ia kembali ke dalam kamar, mematikan lampu kamar, hanya menyisakan lampu tidur. Ia merebahkan dirinya ke atas kasur, menyelimuti dirinya setelah itu ia memejamkan matanya.
__ADS_1
***
Di pagi hari yang cerah, seperti biasa, Natha bersiap untuk pergi ke sekolah dengan wajahnya yang ceria untuk menutupi kesedihan. Natha turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama, ia sudah mengenakan seragam sekolah rapi dengan tas berwarna hitam di pundaknya.
"Pagi, Ma, Bi." sapa Natha kepada Bibi Mela dan Mama Lian yang ada di ruang makan itu. Keenan juga ada, tapi tak di sapa oleh Natha, Keenan tak mempermasalahkan itu, sudah biasa ia dengan kelakuan adek satunya ini.
Lea datang, dengan pakaian sekolahnya, dan tas berwarna pink bergambar little pony. "Allo kaka!" sapa Lea.
"Haloo gemess, sini duduk, makan bareng." jawab Natha dengan senyuman manisnya, menepuk nepuk kursi di sampingnya. Lea mendudukkan dirinya di samping Natha, mengambil piring yang sudah berisi nasi dan lauk. Mereka makan bersama hingga makanan itu habis, lalu mereka akan berangkat ke tempat mereka masing-masing.
Natha ke sekolahnya, Keenan ke kampus, Mama Lian ke kantor, dan bibi Mela ke sekolah tk untuk mengantar Lea, jadi di rumah Natha tak ada sapa pun. Kecuali nanti jika Bibi Mela sudah pulang bersama Lea, baru rumah itu tak kosong.
"Halo, Natha!" sapa Zeze, sepupu Natha di saat ia sudah sampai di parkiran sekolah. "Apa?" tanya Natha kepada Zeze.
"Ta, lo udah ulangan harian belum? Matematika?" tanya Zeze, Natha menggeleng. "Belum, gue besok deh kayaknya, soalnya besok ada mapel Mtk di jam pertama. Kenapa? Lo ulangan ya? Hari ini?" tanya sekaligus jawab Natha.
"Iya ih, sebel banget, mana sepuluh soal lagi, gue kan sering bolos kalau mapel mtk." jawab Zeze, mereka berjalan menaiki anak tangga untuk sampai ke kelas masing-masing.
"Wah! Parah banget, lo bolos?! Wahh! Gue aduin mama lo, yaa!" ucap Natha menakut nakuti Zeze.
"Heh! Cepuan amat, diam kek! Gue bilangin Mama Lian ya lo, kalau lo sering makan makanan pedes!" ancam Zeze balik, "Ye, gak seru lo ah, gue cuman bercanda kali." jawab Natha memutarkan bola matanya malas.
"Eh Ta, gue duluan ya? Gue mau ke kelas cowok gue dulu, bye~" ucap Zeze kepada Natha. Kekasih Zeze berada di kelas Sebelas Mipa 3, ia berpacaran bersama adek kelasnya.
"Iya. Gue ke kelas, semangat ulangan mtk nya, haha!" ejek Natha, "Dih sok iya, besok lo juga ulangan kali, bukan gue doang!" jawab Zeze, hanya di hiraukan oleh Natha, ia hanya berjalan di Koridor sekolah lantai ke tiga.
Natha smpai di kelasnya, ia duduk di kursinya yang di sana sudah ada Cakra sendirian, murid lain juga ada, termasuk Saddam yang memperhatikan Natha.
"Ta" panggil Saddam menghampiri Natha, Natha hanya menjawab tanpa menatap Saddam sedikit pun.
"Ta, lo kenapa ngehindari gue terus sih?!" tanya Saddam menarik lengan Natha yang hendak kabur.
...***...
__ADS_1