
Natha sudah kembali ke rumahnya, ia tak bisa membantu membujuk Aksa, karena semua sudah di atur dari awal saat Aksa masuk ke sekolah SMA di sini. Natha mendudukkan dirinya di sofa, sepertinya Natha memikirkan untuk mempercepat rencana mereka untuk pergi berlibur bersama sebelum ujian. Ia takut tidak sempat, Natha mencoba mencari tanggal yang tepat.
Pas banget, ada satu tanggal yang berwarna merah, yang tandanya mereka akan libur sekolah, kampus dan kerja. Natha dengan tergesa-gesa menghubungi teman-temannya di grub untuk memberi tahu tanggal yang akan mereka gunakan. Semua setuju, tanggal 11, Natha menghela nafasnya kasar.
Sebenarnya dengan Cara ini Natha bisa melupakan Aksa, tapi apa? Ia malah makin tidak bisa merelakan Aksa akan pergi jauh darinya. Ngampus lumayan lama, hampir empat tahun, empat tahun mereka tidak akan bertemu Vio, Aksa, Bunda dan Ayah Aksa. Bagaimana Gibran yang berstatus sebagai pacarnya Vio? Ia juga merenung.
Natha sungguh tidak semangat untuk menjalani hari hari nya, Natha sudah sangat pasrah dengan keadaan ini.
***
Tanggal yang di tunggu-tunggu telah tiba, mereka berkemas untuk pergi ke pantai bersama, menghabiskan waktu dengan pergi ke pantai. Mereka ingin membuat kenangan terakhir sebelum Aksa dan Vio pergi ke Singapur.
Natha siap siap, ia sudah di tunggu teman-temannya di depan rumah. Mereka heboh, antar sedih dan senang tercampur aduk.
Natha turun dengan menggendong tas di pundaknya, Natha menghampiri teman-temannya, mereka masuk ke dalam mobil, ada tiga buah mobil yang ereka bawa.
Di mobil satu, ada Keenan, Radja, Tala, Varo, Jaden, Ikhsan, dan Niko. Yang menyetir adalah Keenan.
Di mobil dua, ada Aksa, Cakra, Rafa dan Gibran. Yang nyetir Aksa dan bisa bergantian dengan yang lain karena mereka semua bisa menyetir mobil.
Di mobil tiga, ada Natha, Laura, Vio, Gabriella dan Kate. Yang nyetir Natha dan akan bergantian dengan Laura.
Mereka langsung saja berangkat ke pantai yang lumayan jauh, mereka berangkat dari jam dua belas siang, dan perkiraan tiba di sana sekitar jam tiga siang.
Mereka berhenti di dekat rumah makan untuk mengisi perut terlebih dahulu, mereka turun dari mobil, tapi tak semua. Laura, Vio, Gibran, dan Niko tidak. Karena mereka ingin tidur di dalam mobil, masih sangat mengantuk.
Di lain sisi, mereka memesan makanan dan minuman, bercanda gurau, bercerita sambil menunggu pesanan datang. Hari ini adalah hari Kamis, mereka akan memulai ujian di tanggal 15 hari senin.
Skip mereka telah selesai makan. Mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk cepat sampai ke pantai.
Di mobil tiga, mobil Natha.
"Ini beneran? Ini terakhir kita bisa kumpul-kumpul kayak gini lagi? Gue gak mimpikan? Kalau mimpi, plis bangunin gue...." ucap Gabriella yang sedih, Natha fokus menyetir, ia juga dari tadi menahan nangis.
__ADS_1
"Gab...gue yakin kalian pasti bakal bisa walau tanpa gue sama Aksa, kami juga gak akan lupain kalian selagi sosmed kita masih berteman dan gak pernah Los contact." jawab Vio, mereka mengangguk setuju dan di kursi dua yang di sana ada Vio, Gabriella dan Laura berpelukan. Sedangkan Natha tersenyum sambil menahan tangisannya, Kate juga ikut sedih, ia juga termasuk sebagian teman mereka. Walaupun jarang ikut berkumpul.
Vio menyerahkan tisu ke Natha, ia melihat Natha yang sudah tak kuat menahan air matanya, Natha mengambil tisu yang ada di tangan Kate mengelap wajahnya menggunakan tisu tersebut.
Di mobil dua.
"Jangan lupain kami kalau udah gak di sini ya bro, sebenarnya gue sama lo kalau ketemu kayak tom and Jerry, tapi gitu juga lo temen gue. Sebenarnya kami semua gak ikhlas kalau lo pergi jauh dari kami, apalagi Gibran yang berposisi sebagai pacarnya Vio." ucap Rafa.
"Santai, gue gak akan lupain kalian, ya siapa tau kalau ada waktu libur gue bisa ke indo buat ketemu lo pada." jawab Aksa. "Satu sih pesan gue, lo masih suka sama Natha? Jujur. Kalau lo cuman diam, dan gak jujur ke Natha kalau lo masih belum bisa lupain dia, lo bakal nyesal. Di Terima balik atau enggak itu urusan belakangan. Lo jujur, gak akan ngerusak pertemanan. Percaya apa kata gue." ucap Cakra.
"Gue udah siapin semuanya, mungkin gue akan jujur di hari ini, dan gue gak akan sakitin Natha lagi. Tapi gue berharap semoga dia gak nerima gue balik, karena gue tau, dia gak akan tahan kalau terus terusan LDR-an." jawab Aksa.
***
Mereka telah sampai di pantai tepat pada jam tiga siang. Cuaca masih panas, Mereka memarkirkan mobil dan mencari tempat naung. Mereka menyewa tempat di sana, tiga buah tikar yang mereka sewa, di tikar satu ada Keenan dan teman-temannya. Di tikar dua, ada Cakra, Gibran, Vio dan Gabriella. Di tikar tiga ada Rafa, Aksa, Natha, Laura dan Kate. Di tikar ketiga tidak ada yang berstatus pacaran :))
Mereka bersantai terlebih dahulu, menunggu cuaca tak terlalu panas, agar mereka bisa berenang. Aksa duduk bersampingan dengan Natha, Natha berdiri dan berjalan.
"Mau kemana?" tanya Aksa. "Nyari cemilan, mau ikut?" tanya Natha, Aksa mengangguk.
Natha dan Aksa berjalan mencari cemilan yang enak di makan pada siang hari, Natha membeli banyak ciki-cikian, padahal ia juga membawa dari rumah. Ia membeli ice cup begitu juga dengan Aksa. Mereka berdua tak langsung kembali ke tempat tadi. Mereka duduk di bawah pohon rindang sebentar, Aksa yang mengajak, Natha ayo ayo saja.
"Ta, pliss, jangan marah.... Aku mau ngomong." ucap Aksa, Natha hanya mengangguk.
"Tergantung apa yang ingin di omongin." jawab Natha, Aksa mengangguk.
"Gini, aku.... Masih belum bisa lupain kamu, maaf. Jangan potong dulu. Aku cuman ngungkapin ini, biar aku bisa lega. Dan, gak perlu di balas juga perasaan ku. Aku gak mau kamu bertahan sama aku, kalau kita LDR-an. Aku mau kamu nyari cowok yang lebih baik dari aku, itu aja yang mau aku omongin." ucap Aksa, Natha tadi sempat hendak memotong pembicaraan Aksa, tapi Aksa langsung berucap.
"Oke... Kalau itu mau kamu, jangan pernah lupain aku sebagai teman mu? Yaa?? Kita masih bisa temenan walau kita LDR-an dan gak akan bisa ketemu kalau bukan hari libur. Itupun kalau kamu di izinin ke indo. Dan Oke, makasih udah mau ngungkapin rasa kamu." jawab Natha.
'Bolehkah aku egois? Aku tidak mau kamu pergi, dan aku juga masih mencintai mu, walau aku kadang tiba tiba suka dengan orang lain. Tapi itu tidak akan bisa ngehilangin rasa aku ke kamu. Jika boleh, aku ingin menerima mu kembali sebagai kekasih ku, aku rela LDR-AN. Tapi itu tidak akan bisa, karena kamu juga pasti tidak akan kuat LDR selama kamu tinggal i singapur, Aksa.' batin Natha. Ia melamun, Aksa dari tadi berbicara kepadanya tak didengar oleh Natha.
"Ish! Masih suka ngelamun, gak baik. Ayo udah balik kesana, takut mereka nyariin." ucap Aksa mencubit pipi Natha, membuat Natha tersadar dari lamunannya. Mereka berjalan kembali ke tempat yang mereka sewa.
__ADS_1
***
Sekitar jam empat sore, cuaca sudah tak terlalu panas, mereka mengganti baju renang untuk berenang di pantai. Natha, Laura, dan Kate tidak berenang, yang lain berenang.
Ketiga gadis itu hanya berdiri di tepi pantai, hanya sedikit terkena ombak, ia malas ingin mengganti pakaian, makanya tidak berenang.
Mereka hanya bermain di tepi pantai menghantai ombak yang datang. Natha berharap semoga mereka dapat mengembalikan momen yang seperti ini lagi di lain waktu.
Sepuluh menit berlalu, Natha tidak tahan untuk menahan agar dirinya tak ikut berrnng ke air. Ia mengganti pakaiannya, dan langsung berenang menghampiri teman-temannya.
"Sudah gue duga sih. Gak bakalan tahan dia kalau lihat air air gini. Pasti bawaannya nyebur." ucap Kate yang di tertawakan oleh Laura.
Mereka bersenang-senang, menyewa palmpung besar, menaiki banana boots, dan masih banyak lagi. Satu jam mereka mandi, mereka memutuskan untuk selesai berenang karena kulit di telapak tangan mereka sudah mengerucut.
Mereka mengganti bajunya yang sudah mereka siapkan dari rumah masing-masing. Setelah selesai, mereka kembali duduk ke tempat sewaan tadi. Mereka mengisi perut yang lapar karena mandi, makan dulu sebelum pulang ke rumah masing-masing. Jadi mereka memutuskan untuk pergi ke tempat makan yang ada di dekat pantai itu.
"Makan apaa?" tanya Keenan ke Natha, Natha melihat ke arah menu di atas meja makan tersebut. "Mau Ayam bakar aja, sama minumnya..... Eeee apa yaa, sirup aja deh." jawab Natha, Keenan mengangguk. Mereka berbed beda meja karena satu meja hanya terdapat empat kursi.
"Ayam bakar plus nasi, dua, sama ice sirupnya dua." ucap Keenan ke pelayan di warung makan itu. "Saya ayam lalapan bagian dadanya dua. Minumnya es teh aja." ucap Aksa.
"Siap, tunggu yaa.." jawab pelayan itu, mereka berempat mengangguk. Di meja nomor 3 ada Natha, Keenan, Aksa dan Kate.
"Ini pesanan kalian, selamat menikmati..." ucap pelayan itu menaruh makanan dan minuman yang mereka pesan. "Makasih, mba.." jawab Natha. Setelah itu pelayan tersebut pergi kembali untuk melayani orang baru datang.
Mereka memakan makanan yang mereka pesan tadi hingga habis tak tersisa.
Setelah sekian lama, akhirnya makanan mereka habis, mereka membayar pesanan mereka tadi, lalu pergi mengambil barang-barang yang mereka titipkan ke tempat penitipan barang.
Mereka membereskan semua barang-barang mereka dan bersiap untuk pulang. Kini mereka berjalan ke arah parkiran. Jam sudah menunjukkan pukul 6.45 PM, mereka berpindah posisi mobil sekarang.
Di mobil satu, masih dengan orang yang sama, di mobil dua dan tiga bergantian. Di mobil dua ada Natha, Aksa, Rafa, Gabriella dan Cakra. Di mobil tiga ada Gibran, Vio, Laura dan Kate.
Di mobil dua Aksa yang menyetir, di mobil tiga Gibran yang menyetir. Mereka tidak ingin Cewek yang menyetir mobil, karena ini sudah hampir malam. Perjalanan juga jauh, takutnya mereka mengantuk.
__ADS_1
Mereka membayar parkir setelah itu melakukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.
...***...