My Putih Abu-Abu

My Putih Abu-Abu
Ektra Part Bab 46


__ADS_3

Natha dan teman temannya sekarang sudah berada di kelas dua belas semester dua. Mereka terbagi menjadi dua bagian, Natha, Vio, Gibran dan Cakra berada di kelas IPS 2, dan Aksa, Rafa, Laura dan Gabriella berada di kelas IPS 3.


Apakah kalian masih ingat dengan Nita? Ya, Nita, musuh Natha. Nita, Dera, dan Raya, mereka juga terbagi, syukurlah Natha tidak ada satu kelas dengan mereka bertiga, namun, Nita dan Dera satu kelas dengan Aksa. Sedangkan Raya berada di kelas Natha,


Kini mereka tengah makan di kantin yang seperti biasa mereka tempati, pojok kanan kantin. Natha sedang melamun,


"Badmood ya neng," ejek Gabriella sembari menyenggol bahu Natha yang berada di samping kiri dirinya.


"Apaan sih, gak!" kesel Natha, temen temennya menertawakan dirinya. Ia sedang kesal dengan Aksa, di saat mereka berjalan ke arah kantin, Natha dan Aksa berjalan di paling belakang antara teman temannya.


Aksa tak sengaja bertabrakan dengan seorang perempuan yang seumuran dengan Natha, namun Natha tak pernah melihat gadis itu di sekolah. Baru kali ini, apa dia orang baru?


Gadis itu meminta maaf kepada Aksa, Aksa juga meminta maaf kembali, tetapi sebelum meninggalkan Aksa dan Natha, gadis itu tersenyum sinis kepada Natha, ia mengulurkan tangannya.


"Gue Evelin, panggil aja eve, gue anak baru di kelas dua belas IPS 3, kalo lo?" ujar gadis itu berucap kepada Aksa, Aksa meraih tangan gadis itu,


"Gue Aksa, kita satu kelas," jawab Aksa, setelah itu melepaskan lengannya yang berkenalan dengan Evelyn,


"Ya udah, see you di kelas ya," ujarnya lalu pergi meninggalkan Aksa dan Natha. Bahkan dia tak berkenalan dengan Natha, apa apaan ini? Ngapain dia harus ngenalin diri ke Aksa, sedangkan ke gue enggak, padahal gue di samping Aksa, gue emang pendek, tapi gak mungkin gak keliatan di mata dia kan? Arghh! Cewek gila. Natha mengumpat di batinnya, ia kesal, ia melirik Aksa, lalu meninggalkannya untuk menyusul teman temannya yang sudah terlebih dulu sampai di kantin. Aksa sedikit bingung, ia juga ikut menyusul Natha,


"Kamu kenapa?" tanya Aksa dengan wajah tanpa dosa, menanyakan hal ini.


"Pikir sendiri," jawab Natha lalu berlari kecil untuk menyusul temannya yang sudah berada di tempat duduk biasanya.


Natha badmood dari awal ke kantin hingga sekarang mereka sudah berada di dalam kelas dua belas IPS 2, kelas Natha.


Aksa berkali kali berpikir, apa ia membuat kesalahan kepada Natha hingga membuat sang kekasih seperti tidak bersemangat. Ia ingin kembali menanyakan hal yang sama, tapi ia tahu, jawabannya pasti 'pikir sendiri'.


"Ay, kamu kenapa si, kamu marah sama aku?" ujar Aksa memulai pembicaraan di antara mereka berdua, Aksa mendusel di lengan Natha dan merangkul pinggang ramping Natha.


"Gak tau," jawab Natha singkat, membuat Aksa makin mengeratkan pelukannya ke Natha, namun Natha tak sama sekali membalas pelukannya.


"Lo berdua kenapa sih? Dari tadi gue liat diem diem bae," ujar Gibran yang melihat Natha dari tadi badmood dan Aksa yang dari tadi bertanya hal yang itu itu saja.

__ADS_1


"Gak tau, gue ada salah apaan ya? Gue lupaaa," rengek Aksa dengan mata yang berkaca kaca, teman temannya ingin menertawakan wajah Aksa yang baru pertama kali temannya lihat, namun tidak dengan Vio yang sering melihat Aksa menangis. Natha memandang teman temannya dengan tatapan sinis, mereka semua kembali kepada kegiatan mereka sendiri sendiri, pacaran.


"Jangan nangis, lebay, cowok kok nangis, harusnya aku yang nangis, ini kenapa kamu yang nangis" ujar Natha yang menatap wajah Aksa yang sedang menangis dan menutup matanya dengan lengan Natha, Natha memeluk badan Aksa, Aksa menegakkan kepalanya untuk menatap Natha.


"Kamu kenapa??" tanya Aksa sambil sesegukan, mata memerah, hidung yang sedikit merah karena menangis.


"Gak ada kok, aku badmood aja, maaf ya," jawab Natha dengan suaranya yang lembut,


"Jangan diemin aku, aku gak suka di diemin sama kamu," ucapnya dengan wajah yang cemberut,


"Iya sayang, iyaaa," jawab Natha sembari mengelap air mata Aksa yang mengalir di pipinya,


"Udah jangan nangis lagi, malu di liat temen temen tuh," ujar Natha kembali menenangkan Aksa, sembari menunjukkan jari telunjuknya ke arah teman temannya yang di belakang. Aksa melirik teman temannya, ia di tertawakan oleh teman temannya, ia memasang wajah kesal, lalu memalingkan kepalanya ke arah depan, sebelum membalikkan kepalanya, ia sempat menjulurkan lidahnya kepada teman temannya.


Ada tiga orang gadis masuk yang tak asing di mata Natha, ia memutarkan bola matanya malas, ternya berteman toh, batin Natha berucap. Nita dan Dera sudah sering di lihat oleh Natha memasuki kelas ini karena ia ingin menemui temannya, Raya. Tetapi satu orang yang sekarang juga ikut bersama Nita dan memandang Natha sinis, orang itu tak lain ialah Evelin.


Raya yang duduk tak jauh dari Natha, lebih tepatnya di depan tempat duduknya. Di samping kursi Raya kosong, karena yang menduduki tempat itu sedang berada di kantin. Eve mendudukkan dirinya di samping Raya, namun anehnya, ia bukan menghadap ke depan, melainkan ke belakang, berhadapan dengan Aksa.


"Hai, ketemu lagi, kenapa gak ke kelas? Kan di kelas juga banyak orang" tanya gadis itu dengan suara yang di imut imutkan.


"Waduh, kok marah sih, siapanya Aksa emang lu?" tanya gadis itu dengan senyum menyeringai ke arah Natha,


"Ceweknya, kenapa?" tanya Natha masih dengan nada suara yang santai, berusaha menahan emosinya, teman temannya di belakang hanya memandangi Natha dan anak murid baru itu.


"Kok mau sih Aksa sama modelan jamet kayak lo?" mengatai Natha, tentu saja Natha tidak bisa lagi menahan emosinya.


"Lah, dari pada lo, kek tante tante, lipstik menor banget, anak baru juga, ngelunjak banget sih!" kesalnya dengan nada yang bisa dibilang tidak santai,


"Aksa, kamu kok mau sih sama dia? Udah gak cantik, jamet, alay lagi, apa gak malu kamu sama dia?" ucapnya kepada Aksa dengan suara yang masih di imut imutkan dan mengerjapkan matanya beberapa kali ke arah Aksa.


"Apaan si? Cewek gue cantik. Always, dia gak alay, dia juga gak jamet, gue gak malu pacaran sama dia, gue malah ngerasa beruntung banget. Jangan pernah ganggu hubungan gua ataupun ganggu cewe gue, lo bakal tau akibatnya." ancam Aksa dengan tegas,


"Ck, lihat aja, gue bakal menang kali ini, Natha." ujarnya lalu kembali berdiri dan mengajak Nita dan dua teman lainnya untuk keluar dari kelas ini.

__ADS_1


"Hah? Kamu kenal dia?" tanya Aksa, ia bingung, kenapa dia tau dengan nama kekasihnya? Bukan kah mereka belum berkenalan? Atau dia bertanya kepada Nita? Raya, ataukah Dera? Aksa reflek melihat ke dada Natha untuk melihat Natha memakai name tag atau tidak.


Tidak. Natha tidak memakai name tag, dan di mejanya juga tidak ada satu pun buku.


"Gak tau, aku gak kenal dia, tapi....wajahnya mirip sama seseorang, cuman aku lupa siapa," jawab Natha, ia mengingat ngingat siapa sebenarnya Evelin itu, ia pernah melihat sebelum Eve sekolah di sini.


"Gue kayak kenal sama tu cewek," ujar Cakra membuka suara, Natha dan Aksa reflek memalingkan badannya ke belakang.


"Kan, tapi gue juga bingung, di mana gue pernah ketemu, ya? Arghh sumpah, gue lupaaa, siapa sih tu cewek." jawab Nath frustasi,


"NAH, GUE INGET!" teriak Cakra sembari menepuk meja dengan keras, ia ingat siapa perempuan itu,


"Santai elah, kaget aku, ay," ujar Gabriella yang berada di sebelah kanannya Cakra, Cakra langsung merangkul bahu Gabriella lalu mengelusnya.


"Tu cewek, mantan Keenan. Lo lupa? Tu cewek yang bikin lo sama Keenan jarang bersama, dia yang bikin lo berdua gak deket, dan dia juga yang bikin lo berdua asing agar tidak menganggap adek kakak satu sama lain." jelas Cakra lengan kanannya masih setia mengelus bahu Gabriella,


"Nah iya inget, tapi, bukannya nama mantan Kewnan itu Sella? Kalo tu cewek Evelin," tanya Natha lagi,


"Gracella Evelin, nama lengkapnya." kali ini yang menjawab bukan Cakra melainkan Rafa, Natha menaikkan alisnya bingung,


"Kenapa lo bisa tau?" tanya Gabriella,


"Ck, asal lo semua tau, gue sepupuan sama dia, tapi gue gak mau nganggep dia sepupu gue, males sama tingkahnya, kelakuannya emang kayak gitu dari dulu, gak pernah berubah. Suka ngehancurin hubungan orang, dari yang pacaran, maupun berkeluarga." jelas Rafa,


"Gue kayaknya tau mau dia apa. So, happy playing in my game." ucap Natha sembari tersenyum sinis, Gabriella mengerti apa yang dimaksud oleh Natha. Sepertinya cuman Gabriella yang mengerti,


"Gue dukung lo," jawab Gabriella. Tak berselang lama dari kata Gabriella, bel pun berbunyi, mereka kembali memasuki kelas masing masing. Natha duduk di tempatnya sendiri, di barisan ke dua dari belakang, ia duduk bersama Vio, dan dibelakang mereka ada Cakra dan Gibran.


"Oh, gue ngerti apa maksud dari perkataan lo, ajak gue main di permainan lo, gue bakal mata matain Aksa." ucap Vio lirih di telinga Natha, Natha mengangguk, Natha tau, sepertinya, Dera yang berada di depan tempat duduk Natha sedang mendengarkan setiap ucapan Natha dan Vio.


'Lihat lah manies, kamu akan kalah, dalam permainan dirimu sendiri, dan aku, tidak akan pernah membiarkan mu menang, kali ini. Cukup dulu gue hanya diam, sekarang, gue harus bertindak agar dia tidak menghancurkan keluarga dan hubungan gue bersama Aksa.' batin Natha berucap, ia bahkan tidak sadar bahwa dirinya senyum senyum sendiri.


Mari kita lihat di dalam kelas Aksa yang tidak ada guru pengajarnya.

__ADS_1


Sekarang Aksa dan Rafa sedang bermain game, tiba tiba ada seorang gadis yang berdiri di depan mejanya,


..."Ganteng banget sih."...


__ADS_2